Monday, 31 March 2014

Bahan Bangunan untuk Rumah Impian

Rumah Impian Masa Kecil
Rumah impian saat TK 
Semasa kecil pernahkah Anda memiliki keinginan suatu hari nanti akan menikah, mempunyai rumah, anak-anak yang lucu, dan hidup bahagia? Saya rasa setiap orang akan memiliki keinginan itu.

Saat TK, ketika awal bisa menggambar dengan baik bentuk bangun lingkaran, segitiga, dan persegi, guru di sekolah pasti pernah mengajari kita untuk menggambar rumah. Rumah sederhana yang tersusun dari 1 buah segitiga dan 3 buah persegi. Dipercantik dengan deretan lidi sebagai pagar, dilengkapi dengan tulisan di atasnya “Rumah Impianku”.


Permainan orang-orang-an
Beranjak SD, rumah impian mulai tervisualisasikan dalam bentuk permainan “wong-wong-an” (orang-orangan). Permaianan yang memiliki latar tempat dengan diwujudkan dalam bentuk rumah dua dimensi yang terbuat dari lidi yang dipotong-potong dan disusun sedemikian rupa. Ada ruang tidur, ruang makan, ruang dapur, ruang olahraga, ruang tamu, kolam renang, dapur, dsb. Semuanya begitu menyenangkan dan tidak ada hambatan untuk mewujudkan rumah impian. Lidi habis, bisa ambil lagi dan menambahkan bagian-bagian rumah sesuai keinginan. Indahnya...

Desain rumah dengan lidi

Rumah Impian Saya Masa Kini
Rumah impian saya adalah rumah yang sederhana, rumah yang berdinding kayu jati dan berlantaikan plester. Lebih natural, itu pikir saya. Pun tersusun dari kayu, rumah impian saya tidak akan terwujud tanpa adanya pondasi yang kokoh.

Ibaratkan sebuah keluarga, tanpa adanya pondasi kepercayaan dan komunikasi yang kokoh, keluarga harmonis tak akan terwujud. Rumah impian saya pun seperti itu. Untuk mewujudkan sebuah pondasi rumah yang kokoh dibutuhkan bahan material yang berkualitas, tukang bangunan yang berpengalaman dan peralatan yang lengkap untuk mewujudkan rumah impian saya.

Bangunan rumah impian saya
Sumber di SINI
Demi mewujudkan itu semua, konsultasi dengan bapak dan ibu yang sudah 23 tahun menikah tak boleh saya sia-siakan. Seperti obrolan saya tempo hari.

"Buk, dulu waktu nge-ramik rumah ini ibu kayaknya butuh semen banyak banget? Berapa, Bu?" tanya saya pada ibu tentang proses pemasangan keramik di rumah saya pertengahan tahun 2013, tepatnya bulan Mei 2013.
"Ya, kalau  nggak banyak nanti keramiknya nggak nempel, terus cepat retak kayak punya tantemu itu.” Jelas ibu.
“Loh, padahal semennya sama kayak punya ibu deh, Semen Tiga Roda kan?” tanya saya heran.
“Lha iya, ibu tadi kan sudah bilang, semen kualitasnya bagus tapi kalau tukangnya ndak pengalaman ya sama saja. Masak halaman 4 x 1 cuma habis 1 sak semen. Irit banget, tapi hasilnya apa? Retak semua, padahal baru sebulan.”
“O...o....” saya manggut-manggut.
“Lha dulu kamu juga tahu kan, waktu lantai ini masih plester punya kita masih mulus, punya tante sudah pada mengelupas, ya itu karena adukan-nya kurang pas.” Ibu menceritakan pengalaman tante.

Sebelum memasang keramik, rumah bapak ibu memang dulunya berlantai plester. Plester bisa bertahan hampir 7 tahun lamanya lho. Dari ketahanan plester tersebut, saya harus belajar dari pengalaman bapak dan ibu. Berikut saya uraikan cara membuat adukan plester ala bapak dan ibu.
  1. Memilih pasir dengan kualitas terbaik, diayak dan ambil yang halus.
  2. Campurkan pasir dan semen dengan perbandingan 1:1.
  3. Tambahkan air secukupnya, aduk.
  4. Aplikasikan pada lantai dengan ketebalan 3-5 cm.
  5. Setelah kering, di atasnya tambahkan adonan semen yang telah dicampur dengan air.
  6. Lantai plester pun telah jadi. Mau dimodifikasi agar tidak monoton? Bisa buat desain dengan semen putih sesuai keinginan

Semen Tiga Roda Semen Pilihan Keluarga
Semen, di dalam KBBI offline memiliki arti adukan kapur dsb untuk merekatkan batu bata. Dalam mewujudkan rumah impian, saya tak ingin coba-coba. Semen Tiga Roda menjadi semen keturunan di keluarga saya. Tak mau yang lain, hanya Semen Tiga Roda.

Sebagai orang awam, sebenarnya ada 3 hal yang menjadi pertimbangan keluarga saya untuk memilih suatu semen:

  1. Banyak variannya
  2. Ada di toko bangunan sekitar rumah
  3. Kualitas dan harganya bisa dipertanggungjawabkan.

Dan itu semua ada pada Semen Tiga Roda.

Dunia teknologi dan informasi kini telah memudahkan semuanya, terkhusus saya sebagai generasi digital. Apa-apa bisa dicari infonya di internet. Salah satunya mencari informasi bahan material rumah saya nantinya.

Hasil searching di Google
Cukup membuka Google dan mengetikkan keyword Semen Tiga Roda, maka halaman pertama akan muncul website resmi milik Semen Tiga Roda. Di sana saya bisa dapatkan informasi lengkap berkaitan dengan produk dan berbagai tips untuk membangun rumah impian saya.

Produk Semen Tiga Roda
Inilah hasil dari ngubek-ngubek website Semen Tiga Roda. Saya mengetahui produk Semen Tiga Roda yang harus saya gunakan untuk membuat lantai plester dan pondasi rumah saya adalah semen berikut ini.

Semen PCC dan Semen Putih untuk plester rumah impian saya
Kenapa memilih kedua semen itu? Saya coba jelaskan ya?

Terus kalau yang warna putih itu..



Cara Mewujudkan Rumah Impian Saya
Desain rumah impian sudah ada, pengetahuan sedikit tentang material sudah ada, tukang bangunan langganan juga sudah ada, yang kurang adalah biayanya. Tentunya biaya untuk membangun suatu rumah itu tak sedikit. Oleh karena itu, saya harus rajin MENABUNG!! Mulai SEKARANG!

Sumber:
http://www.sementigaroda.com/produk/semen-2/

Sunday, 30 March 2014

Permen Dua Dibagi Satu

Terdengar suara motor matic yang saya kenal memasuki gang rumah. Benar dugaan saya, sepupu sedang memboncengkan seorang anak usia 5 tahun. Bukan anaknya, tapi anaknya tetangga.

Sepupu memarkirkan motornya tepat di sebelah rumah saya. Turunlah anak tersebut dari boncengan dan segera merogoh saku motor sepupu.

“Mana coklatnya?” rengek anak 5 tahun itu.
“Sebentar lah turun dulu. Lho, si anak 2 tahun habis nangis, ya?” sepupu bertanya pada ibu si anak 5 tahun sekaligus anak 2 tahun..
“Iya, dengar motor kamu datang langsung diam.” Si anak 2 tahun itu sangat gemar naik motor.

“Mana coklatnya!!” terdengar si anak 5 tahun itu membentak-bentak.
“Iya..ya... tapi satu kamu, satu lagi adikmu.” Sepupu juga mulai meninggi nada suaranya.
“Nggak mau!! Aku semua!” jawab si anak 5 tahun.
“Loh, tadi waktu beli janjinya gimana? Satu buat kamu, satu buat adik.” Sepupu menerangkan sambil membagikan permen pada kedua anak tersebut.

Apa yang selanjutnya terjadi?
Si anak 5 tahun segera merebut permen yang dipegang olehnya adiknya. Sepupu berteriak, “Loh kamu ini gimana??”

Ah, saya yang melihat kejadian tersebut justru melongo. Melongo karena sang ibu hanya meng-iyakan tindakan si kakak itu. Bahkan melenggangkan senyum kepada si kakak seperti memberikan persetujuan kalau dia memang. Kemudian si adik bagaimana? Diam saja. Toh dia juga belum terlalu paham.

Apa komentar Anda?

Tak Pernah Dilarang

Sore itu saya bercanda dengan si anak 2 tahun. Dia tertawa riang, saya pun senang. Karena melihat kakaknya yang sedang ngupil, dia pun turut serta.

“Hi...adik ikutan kakak. Nanti kalau hidungnya sakit lho.” bujuk saya sambil mencoba melepaskan tangan dari lubang hidungnya.

Dia kembali melakukannya, bahkan parahnya lagi dia memasukkan jarinya ke dalam mulut. Sontak saya berucap, “Loh, jarinya kan kotor sayang..”

Apa yang terjadi? Dia langsung menangis sekencang-kencangnya. Ibunya yang ada di sebelah (sambil memangku kakak) segera mengambil si adik.

“Oh, tadi dilarang-dilarang ya sama Mbak Ika? Kalau di rumah saja nggak pernah dilarang kok ya? Cup cup cup...”

Segitu labilkan si adik? Atau suara saya yang terlalu kencang ya? Ah, pelajaran lagi sebelum saya memiliki momongan nantinya.

Apa komentar Anda?

Warneng, Teman Setia Keluarga Kami

Siapa yang tak tahu warneng? Warneng itu kalau di tempat saya adalah jagung kering yang digoreng. Entah dengan cara digoreng dengan minyak atau goreng sangan (goreng tanpa minyak). Kalau di tempat Anda, apa namanya? Samakah?

Nah, sudah sebulanan ini warneng jadi teman setia keluarga kami saat menikmati malam. Jagung yang kami olah adalah sisa hasil panen kemarin. Meskipun sisa bukan berarti jagungnya jelek-jelek ya? Begini nih tampilannya..
Tampilan jagung yang akan digoreng :)

Caran mengolahnya pun mudah banget.

  1. Pilah jagung yang kering dan besar bentuknya.
  2. Panaskan minyak goreng (sampai jagung tenggelam dan sesuaikan)
  3. Masukkan jagung, tutup.
  4. Tunggu sampai suara letusan-letusan usai, kemudian jagung dibolak-balik.
  5. Setelah jagung berubah warna mendekati coklat tua, angkat (5 menit).
  6. Letakkan di wadah, tambahkan garam secukupnya dan goyang-goyang sampai garam merata.

Bagaimana? Mudah kan? Hehehe...
Setiap kali warneng sudah masak, saya dan ibu segera berebut memilih warneng yang meletus (itu lho jadi popcorn). Ibu biasanya sekali ambil langsung ambil yang banyak, saya yang tidak sadar selalu bilang, "Loh......kok habis?" Kenapa ibu seperti itu? Kan warneng yang jadi popcorn lebih empuk. Berebutlah kami. Kalau bapak mau-mau saja makan warneng dalam bentuk apapun. Hehehe...


Tak masalah apa bentuk camilan yang kita makan, esensi kumpul keluarga itu lho yang selalu ngangenin.

Ini camilan keluarga kami, kalau keluarga Anda apa?

Tuesday, 25 March 2014

Cara Menghadapi Dosen Pembimbing Skripsi yang Sulit Ditemui

Apakah Anda saat ini sedang mengerjakan skripsi? Kalaupun baru memulai segeralah mengubah mindset pikiran Anda untuk selalu berpikir positif. Kalaupun sudah di tengah jalan, tidak ada salahnya untuk merubahnya setelah Anda membaca artikel saya ini. 

Menurut saya itulah kunci utama untuk mengerjakan skripsi bagi seorang akademisi yang hendak mendapatkan gelar S1 (strata 1). Kenapa seperti itu?

Sebenarnya tidak ada dosen pembimbing skripsi yang sulit ditemui. Hanya saja kebanyakan mahasiswa tidak menyadari trik khusus untuk menghadapinya. Nah, berikut saya akan berbagi cara menghadapi dosen pembimbing skripsi yang sulit ditemui.
  1. Catat jadwal mengajar beliau. Biasanya jadwal ditempel di meja beliau, papan pengumuman jurusan/progdi, atau di portal akademik masing-masing kampus.
  2. Setelah mengetahui jadwal mengajar beliau, pasti ada jam disaat beliau tidak mengajar. Nah, temui beliau diwaktu itu.
  3. Tidak bertemu juga? Hubungi lewat telepon, SMS, atau email. Kalaupun ada facebook ya gunakan facebook sebagai media menghubungi beliau. Dosen gaul. Ingat, gunakan bahasa yang baik dan sopan. Jangan gunakan bahasa atau singkatan-singkatan seperi Anda SMS-an dengan kawan sendiri. Oya, ingat waktu juga kalau mau telepon dan SMS. Tengah malam SMS, minta disemprot?
  4. Masih tidak bertemu juga? Tunggu beliau di depan kelas tempat beliau mengajar. Setelah beliau keluar utarakan maksud Anda dan jangan lupa pasang raut muka melas. Hahaha. *pengalaman
  5. Alhamdulillah bisa bertemu juga...Sebelum berbicara dengan beliau jangan lupa berdoa dulu. *komat-kamit.
  6. Eh iya, jangan lupa pula, mengingat beliau jadwalnya padat banget, kalau bisa setiap kali bimbingan harus sangat efektif dan bermakna. Maksudnya bawa berkas bimbingan dari Bab 1-3, kemudian catat apa-apa saja yang ingin Anda tanyakan. Jadi, sekali jalan Anda untung.
  7. Oya, biasanya ada juga lho mahasiswa yang minta bimbingan lewat email. Mau mencoba? Iya, kalau dosennya mau sih tak masalah.

Selamat mencoba...
Seandainya mahasiswa itu mau berpikir positif, sebenarnya dosen pasti memiliki tujuan atas kesan ‘sulit ditemui’. Ya, agar mahasiswa mau bersusah-susah terlebih dahulu, berjuang untuk mendapatkan gelar yang suatu hari nanti dipertanggungjawabkan di akhirat. Haiah... Agar mahasiswa tahu inilah kerasnya hidup. Haiah...Dan pastinya dosen ingin mengajarkan bahwa kehidupan setelah wisuda alias dunia kerja itu tak seindah yang dibayangkan. Bahkan lebih sulit dari memperjuangkan SKRIPSI.

Semangat ya! #reminder diri sendiri.

Monday, 24 March 2014

Ceritakan Pengalaman Sariawan Anda dan Dapatkan Hadiah Menarik

Sariawan, seriawan adalah perih. Perih di mulut yang seringkali menyiksa penderitanya. Dan tahukah Anda ternyata sariawan itu lebih banyak menerpa kaum perempuan. Hadeh.. hati-hati.

Banyak faktor penyebab timbulnya sariawan, pun banyak pula cara mengobatinya. Apakah Anda memiliki pengalaman sariawan? Punya resep turun temurun yang mujarab? Kenapa tidak Anda ikuti kontes INI.



Deltomed bekerjasama dengan Kompasiana mengadakan kontes menulis blog yang bertemakan sariawan. Bentuk tulisan berupa ulasan, reportase, pengalaman atau opini ketika mengalami dan mengatasi sariawan. Yang pasti lagi Anda harus punya akun di Kompasiana.

Apa hadiahnya? Pemenang berhak ikutan Factory visit Deltomed dan Wisata Solo serta 3 tulisan terbaik akan mendapatkan hadiah gadget menarik: Lenovo Vibe X S960, Lenovo S920 8 GB, dan Samsung Galaxy Fame S 6810.

Info lebih lanjut Anda bisa langsung ke SINI.
Yuk ikutan, saya juga akan mencoba ikut.

Template Sederhana Seperti Punya Mbak Ila

Ah, saya memang sering gonta-ganti template. Sangat labil. Tapi kalau perasaan tak nyaman setiap kali berkunjung di rumah maya ini, sama saja bohong deh. Setelah otak-atik, kok nemu yang simpel dan buat saya nyaman.

Ah, ini kan seperti template di blog Mbak Ila. Hehehe....tapi saya suka. Mbak Ila, nyontek ya? Nyontek templatenya dulu, habis ini nyontek tips sukses Mbak Ila buat resensi. Hihihi.

ABAH SANGAT MENYAYANGIMU...

Kisah Nyata
*Saya copas dari status facebook Mbak Icha, di SINI.
Seorang pemuda duduk di hadapan laptopnya. Login facebook. Pertama kali yang dia cek adalah inbox.

Hari ini terlihat sesuatu yang tidak dia perdulikan selama ini. Bagian ‘OTHER’ di inboxnya. Ada dua pesan. Pesan pertama, spam. Pesan kedua, dia membukanya. Ternyata pesan 3 bulan yang lalu.

Dia baca isinya:
“Salam. Ini kali pertama abah mencoba menggunakan facebook. Abah coba tambah kamu sebagai teman tapi tidak bisa. Abah juga tidak terlalu paham benda ini.

Abah coba kirim pesan ini kepada kamu. Maaf, abah tidak pandai mengetik. Ini pun kawan abah yang mengajarkan.

Ingatkah saat pertama kali kamu punya HP? Saat itu kamu kelas 4 MI. Abah kasian semua anak-anak sekarang punya HP. Jadi, abah hadiahkan pada kamu satu. Dengan harapan kamu akan telpon abah kalau kamu mau cerita tentang masalah asrama, sekolah atau apa-apa saja. Tapi, kamu hanya telpon abah seminggu sekali. Tanya tentang uang makan dan jajan. Abah berpikir juga, isi ulang pulsa 100 ribu tapi telpon abah tidak sampai 5 menit. Sudah habiskah pulsanya?

Saat kamu kecil dulu, abah masih ingat pertama kali kamu bisa ngomong. Kamu asyik panggil, ‘Abah, abah, abah’. Abah bahagia sekali anak lelaki abah panggil abah. Panggil Umi.

Abah senang bisa berbicara dengan kamu walaupun kamu mungkin tidak ingat dan tidak paham apa yang abah ucapkan di umur kamu 4 atau 5 tahun.

Tapi, percayalah. Abah dan Umi bicara dengan kamu banyak sekali. Kamulah penghibur kami di saat kami berduka. Walaupun hanya dengan gelak tawamu.

Saat kamu masuk MI. Abah ingat kamu selalu bercerita dengan abah ketika membonceng motor dengan abah setiap pergi dan pulang sekolah. Banyak yang kamu ceritakan pada abah. Tentang ibu guru, sekolah, teman-teman. Abah jadi makin bersemangat bekerja keras mencari uang untuk biaya kamu ke sekolah. Sebab kamu lucu sekali. Menyenangkan. Ayah mana yang tidak gembira kalau anaknya suka ke sekolah untuk belajar.

Ketika kamu masuk MTs. Kamu mulai punya kawan-kawan baru. Kamu pulang dari sekolah, kamu langsung masuk kamar. Kamu keluar pas waktu makan saja. Kamu keluar rumah dengan kawan-kawanmu. Kamu mulai jarang bercerita dengan abah.

Kamu pandai. Akhirnya masuk asrama di Aliyah. Di asrama, jarak antara kita makin jauh. Kamu mencari kami saat perlu. Kamu biarkan kami saat tidak perlu.

Abah tahu, naluri remaja. Abah pun pernah muda. Akhirnya, abah tahu kalau ternyata kamu menyukai seorang gadis. Ketika masuk kuliah, sikap kamu sama saja dengan ketika di Aliyah. Jarang hubungi kami. Sewaktu pulang liburan, kamu sibuk dengan HP kamu, dengan laptop kamu, dengan internet kamu, dengan dunia kamu.

Abah bertanya-tanya sendiri dalam hati. Adakah kawan istimewa itu lebih penting dari Abah dan Umi? Adakah Abah dan Umi cuma diperlukan saat kamu mau nikah saja sebagai pemberi restu? Adakah kami ibarat tabungan kamu saja?

Akhirnya, kamu jarang berbicara dengan abah lagi. Kalau pun bicara, dengan jari-jemari. Berjumpa tapi tak berkata-kata. Berbicara tapi seperti tak bersuara. Bertegur cuma waktu hari raya. Tanya sepatah kata, dijawab sepatah kata. Ditegur, kamu buang muka. Dimarahi, kamu tidak pulang liburan lagi.

Malam ini, abah sebenarnya rindu sekali pada kamu. Bukan mau marah atau mengungkit-ungkit masa lalu. Cuma abah sudah terlalu tua. Abah sudah di penghujung usia 60 an. Kekuatan abah tidak sekuat dulu lagi.

Abah tidak minta banyak… Kadang-kadang, abah cuma mau kamu berada di sisi abah. Berbicara tentang hidup kamu. Meluapkan apa saja yang terpendam dalam hati kamu. Menangis pada abah. Mengadu pada abah. Bercerita pada abah seperti saat kamu keci dulu. Apapun.

Maafkan abah atas curhat abah ini. Jagalah solat. Jagalah hati. Jagalah iman. Mungkin kamu tidak punya waktu berbicara dengan abah. Namun, jangan sampai kamu tidak punya waktu berbicara dengan Allah. 

Jangan letakkan cinta di hati pada seseorang melebihi cinta kepada Allah.

Mungkin kamu mengabaikan abah. Namun jangan kamu mengabaikan Allah.

Maafkan abah atas segalanya.”

Pemuda meneteskan air mata. Dalam hati perih tidak terkira. Bagaimana tidak, tulisan ayahandanya itu dibaca setelah 3 bulan beliau pergi untuk selama-lamanya. Di saat tidak mungkin lagi mampu memeluk tubuh tua ayahnya.

#Hargai orang tua kita selama dia masih hidup...kadang kala kita terlalu sibuk dengan kerja. Sampaikah kita lupa akan dia yang membesarkan kita... memberi pendidikan untuk kita bekerja.. mengajar kita berjalan untuk bekerja..
Jangan sampai anak kita nanti melupakan kita seperti kita melupakan kedua orangtua kita.

Tipe Penerima Uang Panas Pemilu

Siapa yang sudah dapat uang panas dari suatu partai? Berani tunjuk tangan? Atau dalam hati berkata, “Saya...(pelan sekali)”. Bahkan mungkin Anda cuek saja, tidak peduli mau ada atau tidak uang panas selama menyongsong pemilu raya nanti?

Saya sendiri belum bisa mengkategorikan diri saya antara perduli, tidak perduli, dan mau banget adanya penerima uang panas. Hehehe... Sampai hari ini saya cukup lirik kanan-kiri dan memastikan suasana. Masih sangat labil masalah politik.

Ini adalah kali pertama saya memilih dalam pemilu raya setelah dulu di tahun 2009 saya masih berusia 17 tahun masih kurang dikit. Anda sudah pernah memilih di pemilu raya? Ini kali berapa Anda memilih?

Pemilu raya sebentar lagi, tepatnya tanggal 9 April 2014 untuk pemilihan legislatif dan 9 Juli 2014 untuk pemilihan presiden dan wakil presiden. Di daerah saya sendiri sudah sangat ramai lho. Beberapa tim sukses sudah berkeliaran. Yang paling banyak adalah membagikan sticker bergambar caleg dan partainya, ada juga yang membagi kalender, dan kaos.

Sumber gambar DI SINI
Nah, yang paling heboh selain sticker, kalender, dan kaos, apalagi kalau bukan masalah uang panas. Sampai saat ini sih belum tercium kehadiran uang panas tersebut, tapi sudah jadi rahasia umum kalau uang panas itu akan segera melenggang di hari-hari mendekati pemilu raya.

Dari mendengar sana-sini, memperhatikan sana-sini, saya menganalisis ada beberapa tipe penerima uang panas pemilu.
  1. Kanan Kiri mana yang paling OK, uang panas dari semua partai diterima, yang paling besar jumlahnya itulah yang akan dicoblos. 
  2. Serangan fajar yang dicoblos, semua diterima, yang terakhir memberikaan uang panas, partai itulah yang dicoblos, kan uang yang lalu sudah habis.
  3. Hanya satu hati, nah yang satu ini diberi uang panas dari manapun tak mau kecuali dari partai fanatiknya.

Pertanyaan saya, uang panasnya itu dari mana ya?

Anda tidak termasuk ketiganya kan? Atau mungkin di tempat Anda ada cerita lain? Yuk, share di sini! Ah, postingan ini hanya sekedar pengingat diri sendiri supaya bisa mawas diri untuk cerdas memilih.

Bismillah, yuk jadi pemilih cerdas untuk Indonesia!

Sunday, 23 March 2014

Lomba Menulis Surat Cinta Majalah Gadis

DL: 31 Maret 2014

Urusan perasaan memang tidak bisa dibohongi. Semakin dipendam akan semakin menggunung. Woy, kenapa nggak diungkapin saja? Takut ditolak? Atau Anda tipe orang yang pemalu?

Nah, kini ada berita bagus buat Anda. Tidak hanya untuk yang sedang mau nembak gebetannya, buat yang sudah punya pacar juga bisa.

Taraaa....

Ungkapin perasaan Anda melalui Love Letter Writing Competition yang diadakan oleh majalah Gadis.

Dengan menulis surat cinta maksimal 3 paragraf, kamu bisa dapetin di bawah ini.

1 Roxy JBL On Stage Micro III (Speaker Dock for iPod/iPhone) senilai Rp. 1.550.000,- untuk 1 pemenang terbaik.
10 goodie bag menarik untuk 10 pemenang hiburan.
Info lebih lanjut, Anda bisa cari DI SINI, atau DI SINI.
Selamat mencoba!

Friday, 21 March 2014

Buah Hati Membantah

Jika Sang Buah Hati membantah, Bunda Hebat akan 3T (Tersenyum, Tolong, dan Terimakasih)

Seringkali saat buah hati membantah, Bunda akan terpancing untuk marah, eits jangan! Justru saat-saat seperti itu Bunda harus mampu memunculkan banyolan-banyolan yang bisa memecah suasana. Misalnya, “Oh, adik ndak mau dimandiin ibu? Bagaimana kalau dimandiin sama boneka adik saja?”

Setelah suasana mencair, hilangkan sikap bossy Bunda. Ubah kalimat yang keluar dalam mulut kita dengan kata tolong...Misalnya, “Dik, bisa tolongin ibu ambil sendok di dapur?” Beda rasanya kalau dengan kalimat berikut, “Ambilin sendok di dapur, Dik!”

Dua tips di atas sudah dipraktikkan dan buah hati jadi berkurang sikap membantahnya, jangan lupa ucapkan terimakasih. Setiap si buah hati selesai melakukan sesuatu dan sukses, sebagai Bunda Hebat tidak akan lupa untuk mengucapkan terimakasih sebagai reward. Betul? Reward tak perlu yang mahal-mahal, meskipun terimakasih juga termasuk reward, reward berupa minuman sehat dengan berbagai rasa semacam Cap Kaki Tiga Anak juga sangat disarankan.


Gajahmada FM, Buku Gratis, dan CeweQuat

Matahari sangat terik, ah, dah lama saya tidak merambah Semarang. Terakhir kali ke Semarang akhir tahun 2013 lalu. Kalau bukan karena buku gratis ogah banget rasanya saya berpanas-panasan seperti ini. Ditambah lagi harus berlomba dengan pengendara sepeda motor yang lainnya. Pun jalannya banyak yang berlubang. Melajukan sepeda motor dengan pelan adalah solusi terbaik. Ya, satu jam lebih baru sampai.


Tujuannya hanya satu, saya hendak ke radio Gajahmada FM Semarang. Radio yang beralamatkan di Jalan MT. Haryono 161 (saya lebih familiar dengan daerah Mbangkong) tentunya sangat terkenal di telinga pendengar radio di Semarang. Begitu juga dengan saya, bahkan saya sering mendapatkan hadiah dari radio ini. Dulu pernah dapat voucher kue, kaos asli Gajahmada FM, dan tadi yang saya ambil adalah buku. Sebenarnya pernah juga dapat buku berkali-kali tapi saya tidak bisa ambil. Jadwal kuliah yang padat dari Senin sampai Jumat-lah yang akhirnya menjadi alasan. Kalau sekarang kan free *yee..

Sebelum berangkat saya sempat kirim twitter ke Gajahmada FM. Saya menanyakan apakah hadiah buku dari acara Buka-Buka Buku edisi Februari 2014 lalu masih bisa diambil. Ternyata masih bisa.

Respon yang cepet banget di Twitter

Ini nih bukunya...
Eh buku kece abiisss lho.
Makasih kak @BungaMega dan Gajahmada FM
Tunggu reviewnya ya?
Sekilas baca buku ini layoutnya sangat menarik. Pengen segera bacaaa..

Ceritanya minggu lalu mau ambil, tapi karena saya dapat jatah pergi ke hutan, ya batal. Oya, hadiah di Gajahmada FM hanya bisa diambil di hari Selasa dan Kamis. Tentunya jam kerja ya? Jangan lupa juga bawa fotokopi identitas diri.

Kalau ada yang tanya apa sih tips agar bisa dapat buku dan hadiah lainnya dari Gajahmada FM? Jawaban pasti ya selalu staytune di 102,4 FM atau bisa juga streaming lewat SINI. Hehehe..

Khusus untuk hadiah buku, konsenin Gajahmada FM setiap Jumat ketiga setiap bulannya, mulai dari pukul 19.00-20.00 WIB. Nah, Anda bisa tanya-tanya lewat twitter, SMS, BBM, atau facebook Gajahmada FM. Tentunya pembuat pertanyaan yang menarik-lah yang akan dipilih. Biasanya untuk setiap line dipilih satu per satu untuk bisa dapetin buku.

Kalau untuk hadiah lainnya seperti kaos, tiket nonton, voucher, pantengin twitter Gajahmada FM dan dengerin  selalu radio ini. 

Anda bisa ngubek-ngubek Gajahmada FM lewat Web, Twitter, Fanpage, Telepon 024-3550088, SMS 0811251024, dan BBM 29DA1024.

Thursday, 20 March 2014

Semasa kecil, ibu selalu menomor satukan anak, pun masalah lauk.
Semasa dewasa, semua itu seakan lenyap, "Yang penting perut saya kenyang".

Wednesday, 19 March 2014

Kereta, Jogja, dan Honeymoon

Sumber gambar di SINI
Jogja itu tiada matinya. Itu menurut saya yang jarang sekali meninggalkan rumah. Pernah pergi jauh dari rumah, dulu waktu SMP liburan ke Jakarta, waktu SMA ke Bali, terus pernah ke Jogja? Pernah *girang. Saya pernah dua kali ke Jogja, pertama dengan rombongan anak OSIS SMA, dan kedua dengan rombongan teman sekelas dalam rangka perpisahan kelas XII.
“Ketika liburan ke Jogja dengan rombongan teman sekelas, saya adalah ketua panitia. Mulai dari mengurus dana, pemilihan bus, negosiasi harga sewa bus, pemilihan tempat wisata, tempat makan, dll semua jadi tanggungjawab saya. Merelakan waktu tidur saya untuk mengurus teman yang mabuk di perjalanan, rela berganti tempat duduk, dan pasti merelakan tenaga saya untuk mengejar teman yang molor kembali ke bus. Ah, kebahagiaaan saya saat itu adalah saat teman-teman merasa puas dengan perjalanan tersebut, dan alhamdulillah semuanya tertawa riang. Perpisahan yang sangat menyenangkan.”
Parangtritis-2010
Liburan ramai-ramai itu menyenangkan, tapi terselip rasa ingin menikmati suatu perjalanan secara intim. Kalau selama ini saya memikirkan orang lain, mungkin inilah saatnya saya memikirkan diri saya sendiri. Boleh kan saya memiliki mimpi seperti itu? 

Inilah MyDreamyVacation, Jogja (Lagi)

Jogja...
Jogja...
Jogja...

Saya ingin liburan ke Jogja lagi. Tapi tak ingin sendiri. Saya bermimpi jika suatu hari telah halal dengan laki-laki yang telah melamar saya 8 Juni 2013 lalu, bersamanyalah saya ingin mencicipi Jogja secara intim. Itung-itung honeymoon.

Selama ini, kami memang jarang bertemu. Sebulan paling banyak bertemu dua kali. Itu pun tak pernah pergi berdua. Ketika di rumah saya, kami mengobrol bersama dengan bapak dan ibu. Makanya ajang liburan berdua setelah menikah, jadi wajib hukumnya. Aamiin.

Beliau sebenarnya pernah tinggal di Jogja selama 4 tahun. Ya, beliau menuntut ilmu dan bekerja di kota yang terkenal dengan julukan kota gudeg itu. Makanya keinginan untuk liburan bersama beliau sangat kuat. Apalagi sudah ada tour guide pribadi.

Jogja, suatu hari...Aamiin.

Bermimpi itu jangan tanggung-tanggung. Makanya untuk mimpi liburan yang satu ini saya ingin merencanakannya dengan rapi. Urusan terwujud atau tidak, terserah rencana Allah saja-lah. Berikut ini adalah rencana untuk mewujudkan mimpi saya tersebut.
  1. Berangkat dengan naik kereta api, adalah rencana pertama saya untuk bisa mencapai Stasiun Tugu, Jogja. Kami akan berangkat dengan naik kereta api dari Stasiun Poncol Semarang. Tak perlu kereta yang mahal, cukup ekonomi saja. Awalnya ada rencana naik motor untuk bisa sampai Jogja. Tapi waktu 5 jam itu akan sangat melelahkan bagi kami. Terlebih lagi saya sangat suka naik kereta, jadi naik kereta saja, aamiin. 
    Naik kereta api..tut..tut..tut...

  2. Sampai Stasiun Tugu, apa yang selanjutnya kami lakukan? Setelah menempuh perjalanan jauh, badan capek ya? Nah, pilihan menggunakan taxi untuk bisa sampai di tempat penginapan, bagi kami adalah solusi cerdas. 
  3. Cari penginapan, adalah langkah terpenting yang harus kami perhatikan. Keluarga baru tidak boleh banyak menghabiskan uang. Memilih penginapan dengan harga Rp 50.000-Rp 60.000/malam full fasilitas seperti TV, kamar mandi dalam, dan kipas angin, cukuplah. Pilihan saya untuk sementara jatuh pada Pondok 71 yang dekat dengan Keraton Jogja. 
    Sumber gambar di SINI
  4. Keliling Jogja, inilah saat-saat yang kami tunggu, penginapan sudah dapat selanjutnya adalah menentukan kunjungan ke tempat wisata. Eh tapi naik apa? Tenang, di Jogja banyak penyewaan motor seharga Rp 50.000/hari. Asyiikkk...dengan bermodalkan peta wisata kota Jogja sekarang saatnya bermimpi tempat wisata yang ingin kami kunjungi.
Peta Wisata Jogja
Jogja: Goa Pindul
Sebagai mantan peserta oliempiade Geologi *apahubungannya, saya masih gila dengan yang berhubungan dengan goa-goa seperti ini. Stalaktit dan stalakmit, ah goa banget deh.

Goa Pindul beralamatkan di Karangmojo, Gunung Kidul, Jogja. Di sini pengunjung bisa menikmati sensasi pelusuran sungai di dalam gua dengan menggunakan ban pelampung. Sambil menyusuri gelapnya lorong gua yang berhiaskan stalaktit dan stalagmit yang indah, pengunjung juga akan disodori dengan legenda pengembaraan Joko Singlulung mencari ayahnya.

Dengan tarif Rp 30.000 (minimal 5 orang), pengunjung bisa mendapatkan fasilitas perlengkapan cave tubing, pemandu, kudapan setelah pengarungan. Kalau mau datang ke sini, ingat jam terbangnya ya? Ini dia, Senin - Minggu (pk 08.00 - 16.00 WIB).

Saya harus ke sini, aamiin.

Jogja: Alun-Alun Kidul Main Masangin
Siapa sih yang nggak tahu sama permainan ini. Permainan yang dikenal dengan Masangin atau masuk dua beringin. Itu lho yang berjalan di antara dua pohon beringin, kalau kita bisa masuk di antaranya permintaan kita inshaallah bisa dihijabah. Beneran? Aturan mainnya sangat sederhana, kita hanya perlu menutup mata lalu berjalan lurus sekitar 20 meter dari depan Sasono Hinggil menuju tengah-tengah ringin kurung (dua beringin di tengah alun-alun).


Setelah lelah bermain, kami ingin menghabiskan malam dengan ngobrol lesehan bersama pengunjung lain dengan menikmati wedhang ronde, bakso, dan jagung bakar. Aih, romatis banget, menurut saya sih.


Saya harus ke sini, aamiin.

Jogja: Candi Prambanan
Ke Candi Borobudur dah dua kali, Candi Prambanan belum sama sekali. Ih...kan ngiri banget. Saya peansaran banget dengan Candi yang satu ini. Beralamatkan di Jalan Raya Jogja - Solo Km 16, Prambanan, Sleman, Yogyakarta 55571. Disebut-sebut sebagai candi tercantik di dunia. Beneran nih?


Cantik banget....Saya ingin foto di sini nih. Candi ini  dibangun pada abad ke-10 pada masa pemerintahan dua raja, Rakai Pikatan dan Rakai Balitung. Menjulang setinggi 47 meter (5 meter lebih tinggi dari Candi Borobudur), berdirinya candi ini telah memenuhi keinginan pembuatnya, menunjukkan kejayaan Hindu di tanah Jawa. Candi ini terletak 17 kilometer dari pusat kota Yogyakarta, di tengah area yang kini dibangun taman indah.

Saya harus ke sini, aamiin.

Jogja: Terakhir ke Malioboro dan Pasar Bringharjo
Ada yang belum pernah ke Malioboro? Bahkan asing dengan kata Malioboro? Nggak lah ya? Kalau Pasar Bringharjo? Menikmati Malioboro itu nikmatnya saat malam hari. Sambil jalan-jalan menyusuri jalanan ini, pengunjung juga harus tahu kalau Malioboro itu berasal dari bahasa Sansekerta yang berarti karangan bunga, Malioboro menjadi kembang yang pesonanya mampu menarik wisatawan. Tak hanya sarat kisah dan kenangan, Malioboro juga menjadi surga cinderamata di jantung Kota Jogja.


Kemudian kalau Pasar Bringharjo? Di sinilah saya ingin membeli oleh-oleh. Yang murmer sajalah yang dibeli, tapi nggak murahan. Pasar Beringharjo ini ternyata telah digunakan sebagai tempat jual beli sejak tahun 1758. Tawarannya kini kian lengkap; mulai dari batik, jajanan pasar, jejamuan, hingga patung Budha seharga ratusan ribu.
Ihh....tas-nya bikin ngiler.

Saya harus ke sini, aamiin.

Kereta, Jogja, dan Honeymoon. Semoga suatu hari jadi nyata ya? Aamiin. Ini MyDreamyVacation saya, Anda? Atau punya tempat yang bisa saya masukkan ke list tempat kunjungan saya nanti apabila jadi ke Jogja? Yuk, share.

Sumber: http://www.yogyes.com/

Mengganti Tipe Foto dengan PhotoScape

Tempo hari ketika harus mengirim data berupa identitas diri lengkap dengan scan KTP/SIM saya sempat mengalami kesulitan. Kesulitan terletak pada tipe foto yang hendak saya kirim. Biasanya setelah discan, tipe foto yang dihasilkan adalah tipe .JPEG. Padahal lembaga yang saya tuju hanya mengenal tipe foto berupa .GIF.

Segera mengubahnya agar data segera terkirim. Itulah pikir saya. Alhamdulillah, saat buru-buru otak saya masih bisa mengingat aplikasi yang ada dalam netbook saya, sebut saja PhotoScape.

Berikut cara mengganti tipe foto dengan PhotoScape:
  1. Buka aplikasi PhotoScape 
    Tampilan PhotoScape
  2. Pilih menu Editor
    Tampilan setelah diklik Editor
  3. Lihat sebelah kiri, pilih foto yang ingin diedit. Bisa dengan mengklik atau drag (tekan dan geser)
  4. Klik Save (sebelah kanan bawah) kemudian Save As 
    Foto setelah diklik
  5. Setelah muncul kotak dialog Save As, ada menu Fill Name (nama foto) dan ganti tipe foto di menu Save As Type.
    Kotak dialog Save As
  6. Pilih tipe sesuai dengan keinginan, ada JPEG, PNG, GIF, dan BMP.
  7. Terakhir, Save.

Foto pun sudah jadi sesuai dengan keinginan kita. Bagaimana? Mudah bukan?

Photoscape adalah aplikasi untuk mengedit foto. Jangan dibayangkan kalau aplikasi ini ruwet ya, justru aplikasi ini adalah aplikasi untuk mengedit foto yang paling mudah dan menyenangkan, pun bagi yang masih awam dengan dunia foto. Penasaran? Download saja di SINI.

Tuesday, 18 March 2014

Motor Matic VS Motor Bebek

Tanpa mengurangi rasa syukur atas berkah Allah saya buat postingan ini. Halah, kok sudah serius amat nih! He, sesuai judul saya adalah pengguna motor bebek. Tahu motor bebek? Motor bebek itu adalah motor yang punya gigi/perseneling.
Motor bebek saya :)

Motor bebek ini sudah jadi teman perjalanan saya sejak tahun 2008, saya masih SMA. Motor ini seperti soulmate saya, ke mana-mana berdua. Bersamanya saya sering kesasar, pernah ketangkap polisi, tepatnya ditilang. Saya juga pernah jatuh bersamanya sampai kaki saya manja dan nggak mau diajak berjalan.

Banyak suka dan duka yang saya lewati bersamanya. Sempat terpikir oleh saya untuk menggeser dia dari hati saya. Tahu sendiri semakin hari berbagai macam model motor bermunculan, salah satunya motor matic.

Tiap kali disalip motor matic, ah kalau motor saya seperti itu pasti lebih enak ya. Bisa bawa barang lebih banyak (diletakkan di tempat kaki), nyaman, kalau pas hujan nggak harus rempong-rempong menggunakan sandal terlebih dahulu. Kan kaki dan sepatu jadi lebih aman dan nggak harus belepotan kena lumpur jalanan. Berbagai alasan muncul dalam hati saya.

Kalau saya pakai motor bebek ini mau bawa barang banyak saja sudah repot. Harus jepit sana-jepit sini. Eh, saya pernah lihat pengguna motor matic kalau sedang berkendara kakinya bisa jigang, hihihi...Kayak di warung saja. 

Eh, motor matic kan boros ya? Kalau seandainya saya tiap hari pulang pergi kampus pakai motor matic dompet bisa tekor. Mending motor bebek saya ini deh ya. Ada yang tahu nggak kenapa motor matic kok bisa lebih boros dibandingkan dengan motor bebek?
Motor bebek masa kini

Saya ambil dari sumber sini, ternyata motor matic lebih boros karena motor matic itu punya gear yang lebih banyak. Nah, ketika hendak berjalan, gear tersebut secara otomatis akan berganti/berjalan dalam cvt sedangkan untuk motor bebek harus memasukan perseneling terlebih dahulu sebelum berjalan. Selain itu, untuk dapat melaju, motor matic haruslah mencapai RPM (Rotasi Per Menit) sedangkan motor bebek dapat mengatur ritme RPM dengan cara menurunkan perseneling/gigi pada motor bebek tersebut. Sehingga penggunaan peseneling/gigi itulah yang mengurangi penggunaan daya bahan bakar dibandingkan dengan motor matic.

Ah, enakan motor bebek deh.

Nah, kalau Anda sendiri lebih memilih motor matic atau motor bebek?

Monday, 17 March 2014

[2] KOSI

Beruntung jadi anak tunggal.

"Anak tunggal itu enak ya? Apa-apa diturutin, dimanja, kalau minta apapun bisa dapat semua. Terus kenapa tugas seperti ini belum selesai-selesai juga? Kan di rumah nggak banyak kerjaan."

[1]KOSI

Terlalu Sibuk dengan Dunia Saya Sendiri.

Oh iya?

K.O.S.I

K.O.S.I adalah singkatan dari Kata Orang Saya Itu...

Saya membuat menu ini bukan lain karena saya adalah tipe orang yang pemikir keras. Orang yang selalu mbatek setiap kali dapat komentar dari orang, entah itu yang positif dan negatif. Semua saya pikirkan.

Buruknya lagi, komentar-komentar itu seringkali mengendap lama dalam pikiran kemudian turun ke hati. Daripada saya memiliki penyakit hati, saya tuliskan saja, biar hati saya ini plong dan tidak merasa terbebani.

Kartun Masa Kecil

Seperti anak-anak lainnya, ketika masih kecil saya juga senang sekali menonton kartun. Identik dengan animasi yang lucu-lucu membuat saya tak pernah absen di depan televisi. Dulu, kartun muncul setiap hari Minggu saja. Tak seperti sekarang, saban hari kartun di televisi mblader banget. Apalagi kalau televisi yang menggunakan parabola, kartun pun menjamur.

Ngomong-ngomong tentang kartun, saya punya kartun favorit lho. Coba tebak kartun apa yang saya sukai ya? Perhatikan ilustrasi berikut ya.

Kartun ini bercerita tentang kehidupan anak perempuan berusia 9 tahun. Ia hidup bersama ayah, ibu, kakak, kakek, dan nenek. Temannya bernama Tamae Honami, Kazuhiko Hanawa, dan Sueo Maruo. Tokoh utama kartun ini identik dengan bulatan di kedua pipinya. Sampai sini sudah ada yang bisa tebak kartun apa yang jadi favorit saya? Lagi-lagi...

Kartun ini mengisahkan kehidupan sehari-hari seorang anak gadis kelas 3 SD yang dibumbui dengan humor di sana-sini. Sadar betul, sebenarnya adegan demi adegan di dalam cerita tersebut juga dialami oleh penonton. Seperti sifat tokoh utama yang suka ngambekan kalau keinginannya tidak dituruti. Mungkin karena ada kesesuaian dengan kehidupan sehari-hari penonton, rasanya kartun ini ringan dan nggak ngebosenin untuk ditonton.

Sampai sini sudah bisa nebak? Belum, ah ini lho kartun favorit saya.

Sumber di sini

Dulu, kartun ini bisa dinikmati tipa pukul 07.00 WIB. Kalau hari Minggu bela-belain mandi dulu seperti mau berangkat sekolah terus mantengin televisi sambil sarapan dengan bapak dan ibu. Sayang ya, sekarang sudah nggak tayang lagi. Paling-paling nonton di youtube dengan memasukkan keyword Maruko Chan. Muncul deh semuanya. Nah, dari youtube saya juga baru tahu kalau ada Chibi Maruko Chan Movie. Saya download deh, tapi belum nonton.

Ini kartun favorit saya, kalau kartun favorit Anda apa? Boleh yuk cerita-cerita. Siapa tahu say ajuga bisa ikutan suka.

Hasil searching di Youtube :)

Sunday, 16 March 2014

Facebook Berbenah (Lagi)

Akhir-akhir ini saya mulai jarang on di akun facebook. Mungkin karena mulai malas membaca TL yang dipenuhi dengan status-status yang lebih banyak bersifat negatif. Ditambah lagi, kalau sudah baca TL facebook sering buat saya lupa diri tugas yang harus saya lakukan sebenarnya apa eh malah apa. Apakah Anda juga sering seperti itu?

Pukul 09.10 WIB saya membuka akun facebook saya, bermaksud untuk merampingkan jumlah teman yang benar-benar saya kenal saja. Eh, waktu halaman facebook terbuka, jebreeett....! Ada yang berbeda. Ya, facebook berbenah lagi. Tampilan Beranda/Berita kini lebih elegan dari sebelumnya. Size font-nya pun lebih besar dari sebelumnya kemudian yang paling mencolok lagi adalah gambar/foto kini ditampilkan dengan ukuran jumbo.

Size font lebih besar dari sebelumnya :)

Foto/gambar ukuran jumbo
Selain perubahan tersebut, saya juga menemukan perbedaan seperti gambar di bawah ini.


Pemberitahuan kalau ada13 berita terbaru, seperti di Twitter ya?

Biasanya untuk menu "Pertemanan", "Pesan", dan "Notifikasi" berada di sebelah kiri. Namun, untuk tampilan baru ini menjadi di sebelah kanan. Saya sendiri nyaman-nyaman saja dengan tampilan teranyar ini. Kalau Anda bagaimana? Apakah Anda menemukan perbedaan-perbedaan lain?

Saturday, 15 March 2014

Tanpa Ide? Cerita Saja

Bagi seorang blogger, ide itu sangat penting. Tanpa ide, blog seorang blogger akan jadi kuburan di dunia maya. Ide selalu menjadi perbincangan yang cukup hangat. Tak hanya untuk kalangan blogger, pun dari kalangan penulis.

Ide itu bisa datang dari mana saja. Lihat cicak bisa jadi ide, lihat acara TV yang kurang bermanfaat jadi ide, melihat kipas angin rusak bisa jadi ide. Jadi kalau ada yang bilang, “Saya sedang krisis ide.”, “Lagi nggak ada ide”, dll, ah apa iya? Semua tergantung kita sebagai penangkap ide bisa jeli apa tidak. Benar?

Biasanya ide selalu antre dan saya persiapkan terlebih dahulu di buku catatan sebelum posting di blog. Tapi saat saya menulis postingan ini, saya tidak punya ide. Saya menulis saja sambil menikmati lutut yang rasanya alamaaak pegal sekali.

Seharian saya membantu bapak dan ibu di hutan. Karena semalam hujan jadi untuk sampai atas saya harus jalan kaki. Jalannya licin dan becek. Ketika bapak datang menjemput, saya sudah berjaan ¾ jalan lah. Kira-kira 20 menit. Alhasil deh kaki rasanya pegal banget. Kelihatan deh kalau nggak pernah olahraga.

Kalau kaki pegal seperti itu biasanya apa yang Anda lakukan? Pakai koyo? Pakai minyak gosok? Atau langsung pergi ke tukang pijat?

Ah, kalau saya cukup dengan tidur. Tidur dengan menempatkan kaki di atas bantal yang posisinya sedikit lebih tinggi dari kasur kita. Satu bantal cukup. Kalau ada yang sudah nggak tahan dengan rasa pegalnya, bisa tambahkan minyak gosok di bagian kaki yang terasa pegal. Insha Allah kalau Allah mengijinkan paginya kaki yang pegal akan sembuh sedia kala.

Baik, segitu saja ya saya ngelantur ngomongin tentang ide. Nah, apakah Anda juga pernah mengalami krisis ide? Ah, masak iya?

Friday, 14 March 2014

Waktu Efektif untuk Nge-Blog

Bagi seorang blogger, nge-blog adalah kegiatan yang wajib dilakukan. Lah iyalah, kalau nggak nge-blog ya bukan blogger. Saya sering melongo setiap kali melihat ibu-ibu rumah tangga yang selalu aktif nge-blog. Ini kapan ya nge-blognya?

Sebagai ibu rumah tangga, saya tahu-lah pekerjaannya kayak apa. Mulai dari membuka mata sampai menutup mata itu pekerjaan nggak habis-habis. Kalau saya boleh bilang pekerjaan ibu rumah tangga itu tidak terlalu mencolok tapi sangat melelahkan. Saya saja dulu waktu ditinggal sakit ibu selama tiga hari dan harus menggantikan semua kegiatan ibu rumah tangga, eh tahu-tahu saya ikutan ambruk. Inilah bukti kalau pekerjaan ibu rumah tangga itu cukup melelahkan.

Thursday, 13 March 2014

Cara Buat Kartu Gratis di Grapari Telkomsel

Masih ingat cerita saya dengan judul “Judulnya tentang Bapak”? Dari postingan tersebut, saya bercerita kalau handphone bapak hilang dan ban motornya meletus saat di hutan. Handphone hilang otomatis kartu-nya juga hilang ya? Nah, kemarin saya pergi ke Grapari Telkomsel Kudus untuk mengurus (lagi) kartu bapak.