Tuesday, 6 October 2015

Sebelum dan Sesudah Menikah

Assalamualaiakum.

Sebelum dan Sesudah Menikah. Gara-gara nonton talk show di TV yang dibawain sama Cici Panda, jadilah postingan ini.

“Breeb...brebb...breeeeebb....”

“Ummi atau Ghifa yang kentut?” tanya Abi. Saya hanya cengengesan. Coba saja kalau lagi pacaran mana berani kayak gitu ya? Yang ada kalau mau kentut pura-pura ke belakang dulu atau cari alasan lain. Jaim. Betul? Yang setuju angkat tangan!
sumber gambar dari kartun.co
Ini lah kenyataan yang terjadi sebelum dan sesudah menikah. Dan masih banyak contoh lain yang tentunya kalau kita mengingatnya akan nyengir sendiri. Pun saya juga mengalaminya.

Awalnya, saya sangat kaget. Apalagi setelah ada baby Ghifa. Benar saja kata orang.
“Kalau mau tahu sifat asli pasangan itu ya nanti setelah punya anak.”
Sebenarnya setelah malam pertama, tidur bersama, sudah ketahuan deh sifat asli suami. Iya, ngorok terus kalau dibangunin susahnya minta ampun. Tapi makin kelihatan ‘jeleknya’ setelah punya baby Ghifa. Mungkin karena makin banyak tanggungan kali ya. Tanggungan utang. Hahahaha.

Baik buruknya pasangan tentunya akan lebih terpuji kalau yang tahu itu hanya kita sendiri dan Allah. Kalau perlu yang diceritain ke orang itu yang baik-baik saja. Nah kalau khilaf seperti saya tadi nyebutin suami yang suka ngorok? Banyak istighfar!! *amit-amit* Pliiiisss hindari kumpul sama emak-emak gosip. Makanya, nggak usah pacaran, langsung nikah saja, taaruf gitu biar nggak kaget kalau ada perubahan drastis sebelum dan sesudah menikah.

Namanya juga manusia, ada kalanya khilaf datang keseringan *loh*. Oleh karena itu, tak ada salahnya kalau kita tidak melakukan 3 hal berikut kepada pasangan kita:

1.Jangan Bicara Kasar

Saat amarah memuncak, rasanya apa yang ada dalam hati itu ingin dikeluarkan semua. Tapi ingat, jangan sampai ada kata-kata kasar yang keluar dari mulut kita. Lebih baik, saat amarah memuncak kita bisa menyingkir sebentar dari depan pasangan kita. Kalau orang islam bisa memperbanyak istighfar. Oya, ada lagi kekuatan super yang bisa menghempaskan rasa amarah yang ada, yaitu sebuah pelukan. Tak ada salahnya kalau amarah sudah mulai mereda kita datangi pasangan untuk memeluknya atau jangan malu untuk meminta pelukan.

2.Jangan Membandingkan Masa Lalu dengan Masa Sekarang

Nah, poin kedua nih yang rawan banget. Jangan sampai kita mengeluarkan kalimat semacam ini, “Ih, dulu sebelum nikah aku bisa begini sekarang?” atau “Kalau dulu aku menikah dengan A pasti aku llebih bahagia dibandingkan menikah sama kamu.”
Dijamin, hati pasangan kita akan tersakiti kalau sampai kalimat tersebut terucap dari bibir kita.


3.Berbohong Soal Materi

“Ini kan uang-uangku sendiri, buat apa kamu ingin tahu.” Jangan sampai seperti ini ya. Atau misalnya saat kita meminjam uang dengan orang lain akan lebih baik cerita ke pasangan. Pernah dengar cerita ada IRT yang ditemukan meninggal oleh suaminya karena dianiaya oleh seorang rentenir. Suaminya kaget karena selama ini istrinya tidak pernah cerita memiliki hutang.
Bagi IRT, urusan materi itu sangat penting. Karena IRT ada seorang manajer keuangan di sebuah keluarga. Dengan jatah uang sekian, seorang IRT harus bisa mengolahnya untuk berbagai kebutuhan. Kalau tak ada komunikasi yang baik dengan suami, seringnya akan muncul pertanyaan, “Setiap hari diberi uang belanja kok kurang melulu?? Untuk apa sih uangnya??”

Bagaimana? Apakah Anda memiliki pendapat lain? Ada cerita lucu juga tentang sebelum dan sesudah menikah? Postingan ini tidak bermaksud menggurui ya. Saya mah apa-apalah. Lha menikah saja belum ada setahun. Tapi yang pasti, postingan ini ada sebagai catatan penting untuk saya agar selau bersyukur telah dipertemukan dengan jodoh yang insyaAlah jodoh terakhir saya. Susah senang, baik buruknya pasangan adalah nikmat hidup yang perlu saya syukuri.

Yang punya nasihat untuk saya yang baru menitih bahtera rumah tangga juga boleh lho...

18 comments:

  1. aku seringnya yang nomor satu ..saling hugging kayak teletubies ehhehe

    ReplyDelete
  2. ini yang tayang kemarin bukan mba? saya juga nonton, hehe..

    ReplyDelete
  3. Ehtapi aku berani aja sih pas sebelum menikah gitu kentut di depan calon sumai, yang ga berani kentut di depan mertua hihihi

    ReplyDelete
  4. Ngakak bacanya kak Ika. Nggak kebayang seekstrem ituuu :p

    ReplyDelete
  5. Bener bgt mb ika, ke3 nya jd point penting supaya rt tetap harmonis

    ReplyDelete
  6. Wew... tetiba jadi ngebayangin nikah nanti. HEHE.

    ReplyDelete
  7. Dulu waktu taaruf aku keluarin yg jelek2. Biar suami tahu. Jadi pas nikah udh gak kaget kalau aku sering ngambek gara2 hal sepele. :D

    ReplyDelete
  8. Pacaran yg ditunjukin yg baik2nya doang

    ReplyDelete
  9. Aku juga berani kentut di depan doi, tapi permisi duluu, qiqiqii

    ReplyDelete
  10. hehehehe....istri itu mentri keuangan ya

    ReplyDelete
  11. Hahaha kalau udah nikah mah udah kagak ada jaim-jaiman ya Mbak. Kelihatan semua jeleknya.

    ReplyDelete
  12. Mkasih mbak ilmu dan sharingnya hehe , aku cetet dulu deh xixixi ...
    regards

    ReplyDelete
  13. dari kenal sampe sehari sebelum nikah... nahan kentut sampe keluar keringat dingin

    gak nyampe 24 jam dari akad sampe sekarang punya anak 3... kalau orang lain berbalas pantun, gak jarang kami malah berbalas kentut... tapi ya sambil minta maaf itu juga hihihi

    ReplyDelete
  14. Hehehehe ngakak kalem baca pertanyaan abinya ghifa....

    Semoga teori ini bisa diamalkan ketika menikah nanti.... aamiiiin

    ReplyDelete
  15. Intinya mah komunikasi, saling jujur, dan pengertian, ini kunci paling penting sih kalau buat aku :) Mudah2an rumah tangga Mak Ika dan suami langgeng terus dan bahagia, aamiin.

    ReplyDelete
  16. hahahha .. masih ada satu lagi : Punya hati yang luaaaasssss seluas samudera

    ReplyDelete
  17. hahah,.. lucu ceritanya bund,,.. itu pengalaman terbaik dan menjadi tanda bahwa bisa saling pengertian coba kalau pengen kentut tidak di kentutin,.. brabe malah nanti,.. bagi yang sudah punya pasangan di kentutin pasangannya yang sabarrr ya,.. itung - itung latihan sabar.

    ReplyDelete
  18. Hahaha, kalau suamiku gak suka kalau kentut, kalau pas maagku kumat, sekarang jaga pola makan, sama suamiku juga suka ngorok, kalau berantem sudah jarang, karena udah mau 9 taun pernikahan kami, awal2 mah iya, tapi berantemnya palingan gegara aku pertama kali 2009 dibawa semarang gak betah pengen pindah, atau kalau ada bumer ama kaka ipar karena beda adat budaya dan bahasa jadi misscom hihihi, tapi makin sini mah udah banget jarang berantem coz memang suamiku, sebelum nikah adalah teman curhat 😊

    ReplyDelete

Maaf ya teman-teman untuk sementara komentar saya moderasi. Selain banyaknya spam yang masuk, saya juga ingin membaca satu per satu komentar yang masuk dan bisa berkunjung balik ke blog teman-teman. Happy Blogging!