Saturday, 2 April 2016

Reaksi Saat Digendong Orang (Asing)


“Itu lho si C, kalau diajak orang selalu mau. Nggak nangis, anteng pula.”

Kalau anak Anda suka nangis kalau digendong orang dan Anda dapat hadiah kalimat di atas, bagaimana? Tersinggung? Pengen nyakar? Atau gedor-gedor pintu rumah? Ih, saya gitu awalnya. Sekarang, cukup senyum terus ambil Kak Ghifa, bawa pulang. *hihihi...sadis amat ya*
Dari bayi sampai usia 2 bulan, Kak Ghifa hobi banget bobok. Dia hanya bangun saat minta nenen. Kalau tidur terus dibedong, ih, boboknya makin nyenyak. Aktivitas fisiknya nggak terlalu banyak. Herannya, saat usia 2,5 bulanan dia sudah kuat mengangkat kepala dan hobi lunjak-lunjak (lompat-lompat). Kalau digendong sama orang pun hepi-hepi saja, cengar-cengir, bukti kalau tak punya dosa kan ya. Hihihi.

Sekarang? Selain digendong sama saya, abi, mbah uti, mbah kung, dan mbah uyut kung, dia pasti langsung nangis. Nangisnya nggak histeris, tapi ntrecep ning ati (meyahat hati). Adakah yang salah?

Ada lagi cerita tentang tangis Kak Ghifa nih. Dua minggu sekali Kak Ghifa kan selalu pijat di tempat dukun bayinya (maklum terlalu aktif, padahal sebelum mandi selalu saya usahakan untuk memijatnya). Nah, setiap kali masuk rumah dukun bayi tersebut, melihat wajah dukun bayi, tanpa ba-bi-bu-be-bo dia langsung menangis. Padahal belum disentuh sama sekali. Sepanjang proses pemijatan juga nangis terus. Mendengar suara tangisnya, saya ikut pilu. Selesai dipijat, diam. Kalau lihat wajah dukun bayi lagi, ya nangis lagi. Tangis Kak Ghifa baru sirna saat saya mengajaknya pulang.

Sebagai mak yang suka baper, tentu saya gelisah dong. Ini anak kenapa? Padahal dulu nggak gitu. Kalau di rumah ya aktif banget, ketawa cengengesan, dan cerewetnya minta ampun.

Saya tak pernah mengajaknya keluar rumah? Kata siapa? "Nyatanya nggak pernah diajakin kopdar sama blogger lain." Duh, kopdar harus di Semarang, perjalanan sejam lebih, Kak Ghifa anaknya aktif banget, saya yang empoh. Kasian juga, dia mesti bakalan capek dan stres.

Tersu apa? Saya dan mbah uti selalu berusaha mengajak jalan-jalan pagi atau sore sambil menyuapinya. Dan ternyata setelah saya baca buku KIA, bayi seusia Kak Ghifa (jalan 7 bulan) seharusnya memang harus bisa membedakan anggota keluarganya, terutama ayah dan ibu. Dia akan bereaksi terhadap orang asing, orang yang jarang ditemuinya.

Terus ada lagi nih, 

"Dalam hubungan interpersonal, bayi 7 bulan dapat merasa cemas, terutama jika ada orang asing yang mendekatinya." (http://www.alodokter.com/)

Jadi, wajar kah Kak Ghifa seperti itu? Baiklah, saya anggap hal itu wajar. Kalau ada tetangga yang rese cukup timpukin pakai popok aja *ngaciiiirrr* Kemudian apa yang saya lakukan? Saya akan makin sering mengajak Kak Ghifa main-main ke tetangga. Saya kok penasaran, ini anak saya yang terlalu cerdas mengenali orang (asing), ataukah dia kuper (kurang perdolanan-main)? Hihihi.

Anda juga pernah punya cerita seperti saya? Ini wajar nggak sih? Ada cara lain yang lebih mujarab? Boleh dong saya dicontekin.

7 comments:

  1. Anakku Umar kadang mau di gendong orang lain, kadang ga mau...kadang cemberut aja di pengajian ga mau senyum...hehehe..usianya enam bulan..saya juga lagi berusaha ngajak Umar sosialisasi. sekalian maen dan makan.

    ReplyDelete
  2. Mnrt saya itu msh sangat wajar utk anak se usia Ghifa mak...nyantai aja...

    ReplyDelete
  3. anakku sih gak begitu, gonta ganti pembantu ya, gak nangis tapi ada efeknya loh kalau yang gak nangis dengan orang baru, bisa saja diculik....terlalu gampang.

    ReplyDelete
  4. Kalau yang saya baca dari post ini wajar aja, toh anaknya dibawa jalan aja, anaknya juga aktif juga. Mungkin itu proteksi alami dia thd orang asing. Emang agak repot kalau kita mau nitip anak sebentar semisal, mau ke kamar mandi atau mau sholat.
    Nah, yg pernah saya temukan ada anak yg jarang dibawa keluar, hingga ketakutan tiap kali liat wajah baru. Itu baru ngeliat lho udah nangis kenceng apalagi digendong

    ReplyDelete
  5. Anak saya setelah umur setahun lebih juga susah gaul sama orang asing, padahal setiap hari diajak ke toko ketemu banyak orang. Harus nunggu 15-30 menit untuk bisa mengenal orang baru. Menurut saya wajar aja, meskipun kadang ada yang nyinyir :)

    ReplyDelete
  6. kalau anak ku.. biasanya pengenalan dulu.. kalo ada orang asing baginya..diliatin terus.., kemudian mungkin instingnya bekerja..hahaha.. lama-lama dideketin terus minta gendong... ada sepupuku nginap dirumah samape 2 hari..dia tetap gak mau..

    ReplyDelete
  7. Dedek bayi klo mau digendong kayaknya punya insting ya, mana yang keibuan or kebapakan sama yg engga hihi

    ReplyDelete

Maaf ya teman-teman untuk sementara komentar saya moderasi. Selain banyaknya spam yang masuk, saya juga ingin membaca satu per satu komentar yang masuk dan bisa berkunjung balik ke blog teman-teman. Happy Blogging!