Thursday, 26 January 2017

4 Tips Aman Sewa Rumah dengan Budget Minim


[Sponsored Post]

4 tips aman sewa rumah dengan budget minim. Kalau pas lagi nggak cocok sama pola asuh ibuku ke Kak Ghifa rasanya aku pengen ngajakin suami buat sewa rumah. Tapi sering mikir dananya dari mana? Kalaupun ada pasti minim banget. Cari rumah sewa pun nggak mudah.

Tidak dipungkiri ibuku ikut campur dalam mendidik dan merawat anakku. Karena memang gimana lagi, kami hidup serumah. Itupun sudah jadi kontrak awal sebelum menikah untuk tidak pisah rumah. Aku juga kasihan sama bapak ibu sih karena anaknya ya aku saja. Mau bagaimana lagi?

Pas lagi panas-panasnya pengen sewa rumah, aku iseng-iseng googling soal sewa menyewa rumah. Ternyata ada banyak hal yang harus diperhatikan lho. Berikut ini aku rangkumkan 4 tips aman sewa rumah dengan budget minim sebelum kamu menemukan rumah disewakan yang pas di kantong dan aman pula. 

1. Kontrakan dengan sistem bayar per bulan

Tips pertama ini benar-benar langsung kepada pokok permasalahan yang sering kita alami, yaitu soal uang. Rumah yang disewakan dengan sistem pembayaran per bulan mempunyai keuntungan, yaitu : kita dapat menentukan mau tinggal berapa bulan dalam jangka pendek (sesuai budget yang tersedia dalam kurun waktu beberapa bulan ke depan), tanpa harus membuang uang rugi untuk sewa tahunan. Apalagi untuk pasangan suami istri muda, yang pada bulan-bulan pertama memang masih belum mempunyai alokasi dana yang cukup untuk kebutuhan rumah. Maka, menyewa rumah temporary adalah solusi tepat. Siapa tau pada bulan ke 7 atau ke 8 pasangan suami istri tersebut berniat untuk pindah ke rumah sewa baru yang lebih besar untuk persiapan kelahiran si kecil.

Berapa budget yang kita miliki?
Sumber gambar: www.tujuhrupa.com

2. Pilih lokasi dengan harga terbaik

Umumnya, makin jauh lokasi rumah kontrakan dari pusat kota, maka makin murahlah harganya. Hal ini yang sering dicari oleh beberapa pasangan suami istri dengan budget minim atau kumpulan mahasiswa luar kota dengan uang saku yang pas-pasan. Namun, pertimbangan lokasi ini tetap harus dipikirkan secara matang. Sekalipun murah, pastikan akses transportasi untuk ke kantor, kampus atau fasilitas umum lainnya cukup mudah. Sewa rumah murah tapi kalau mau ke minimarket jauhnya minta ampun ya sama juga bohong.

lokasi sewa rumah
Letak rumah sewa startegis nggak?
sumber gambar: media.rooang.com

3. Pilih rumah sewa tipe full furnished

Seringkali penyewa rumah tidak memiliki furniture sendiri yang siap untuk dibawa ke sana ke mari jika pindah rumah. Rumah disewakan dengan furniture lengkap merupakan solusi terbaik. Carilah rumah sewa yang telah dilengkapi dengan segala perabot penting sehari-hari. Misalnya, tempat tidur, kulkas dan peralatan dapur. Harga yang ditawarkan biasanya tidak mahal dan hampir tidak selisih dengan rumah sewa tipe unfurnished. Selain itu ketika kita berniat untuk mencari rumah kontrakan baru, kita tidak akan dipusingkan dengan memindah perabot-perabot tersebut. Mudah dan hemat kan?

Sudah ada furnitunya?
sumber gambar: http://desaininteriorrumah.info

4. Pahami perjanjian sewa

Untuk beberapa jenis rumah sewa, pemilik rumah biasanya menerapkan peraturan-peraturan khusus yang tertuang di dalam surat perjanjian sewa. Khususnya terkait biaya-biaya. Oleh karena itu, kita harus memahami isi perjanjian tersebut terkait dengan poin-poin biaya, seperti kenaikan biaya sewa per sekian tahun, biaya pindah (biaya administrasi), dan sebagainya. Selain itu, tanyakan lebih lanjut kepada pemilik rumah apakah kita masih diwajibkan membayar iuran kebersihan, keamanan, biaya listrik maupun air selama kita tinggal di sana. Semua hal tersebut demi menghindari kesalah pahaman di kemudian hari. Kan nggak enak kalau pindah rumah karena cek cok sama pemilik rumah.

Sepakat belum?
sumber gambar: http://klikuk.com
4 tips aman tersebut semoga dapat membantu kita mengontrol pengeluaran untuk kebutuhan rumah disewakan. Sehingga kita dapat mengalokasikan dana yang tersisa untuk tabungan uang muka rumah atau kebutuhan yang lainnya. 

13 comments:

  1. Emang kudu jeli bin teliti (eh sama aja ya?) kalo mo nyewa rumah ya mbak. Tenkiu tipsnya...bermanfaat sekali...

    ReplyDelete
  2. Betul.. Betul.. Betul.. Soalnya mengalami selama di semarang sebelum menempati rumah sendiri 4taun ini, sudah sewa rumah dari timur ke barat sebanyak 6x heuheu

    ReplyDelete
  3. Aku sering ngerasain hal yang sama mba..

    Makasih banyak tipsnya ya

    ReplyDelete
  4. Kalo kontrakan (rumah) biasana minim 3 bln ya? kalo kost sebulanan ada. Lebih enak memang bulanan ya Mbak, kalo kita nggak cocok, sebulan bisa langsung pindah cari tempat lain. Dan nggak rugi di biaya karena bulanan

    ReplyDelete
  5. Lokasi yg strategis mesti jauh lbh mahal. Tp kl agak minggir bisa dpt hrga yg lebih terjangkau. Memang cari rumah itu bikin mumet. Trims infonya mb

    ReplyDelete
  6. Pengen sih, tapi di sini gak ada yang bayar bulanan. :'D

    ReplyDelete
  7. Rumah yang udah ada furniturenya emang lebih murah itungannya. :D Coba deh

    ReplyDelete
  8. Yang perbulan emang lebih meringankan, ya? ^_^

    ReplyDelete
  9. Hmmm.... buat yg hny berencana tinggal sementara disuatu kota kayaknya lebih baik yg udah ada furniturenya. Tpi sayangnya kayaknya masih jarang nyari rumah sewa yg lengkap furniture.

    ReplyDelete
  10. saya malah baru tahu kalau sewa rumah itu ada surat perjanjiannya mba.. soalnya tetangga juragan kontrakan juga gak pake surat perjanjian sih. hehe

    Makasih tipsnya mba

    ReplyDelete
  11. Mendingan punya rumah sendiri, tapi kalau langsung beli rumah, kayaknya pas dapat warisan baru terbeli. Nyewa rumah jadi solusinya tapi memang harus jeli yah, btw kayaknya agak sulit nyari rumah sewaan yang furniture nya lengkap, kalau ada pasti harganya melambung tingggi.

    ReplyDelete
  12. Kalo fulfurnish bias anya mahal banget dan jarang yg mau bulanan, kebanyakan minimal bayar 3 bulan

    ReplyDelete
  13. Beli rumah aja mbk, biar aman dan tenang hehe

    Ya kalau pilih kontrakan harus diatur jauh-jauh hari ya mbk biar lebih efisien.

    ReplyDelete

Maaf ya teman-teman untuk sementara komentar saya moderasi. Selain banyaknya spam yang masuk, saya juga ingin membaca satu per satu komentar yang masuk dan bisa berkunjung balik ke blog teman-teman. Happy Blogging!