Thursday, 1 June 2017

Andai Ku Tahu Dari Awal


"Pasti mau beli ayam?" tebak tetanggaku saat aku hendak pergi ke rumah Budhe Rustipah, penjual ayam potong yang rumahnya masih se-RT denganku.

"Hehehe." aku hanya nyengir. Sudah tahu kok ya nanya gitu lho.

Hari ini ayam goreng, besok bacem ayam, besoknya lagi rica-rica ayam, besok-besoknya lagi ayam goreng krispi. Begitulah menu lauk keluargaku. Hampir setiap hari makan ayam. Tak ada bosan-bosannya. Pas ada kabar flu burung, masih sama, setiap hari lauk ayam. Jadi, nggak heran kalau tetanggaku sampai hapal. Hihihi.



Kalau pas nggak repot, aku atau ibu memang membeli ayam langsung ke tempat Budhe Rustipah. Sekitar pukul 06.00 pagi aku segera meluncur ke rumahnya sebelum beliau pergi ke pasar.

Setelah sampai rumah, ayam tadi ku bersihkan dulu bulu-bulunya yang masih tertinggal. Ku potong-potong dengan talenan kayu, baru ku cuci dengan air keran yang mengalir. Kemudian aku rebus dan ku campurkan bumbu (bawang putih, ketumbar, dan garam yang ku uleg) di dalamnya. Setelah tak ada darah yang keluar atau darahnya kelihatan sudah berwarna coklat pekat, baru ku matikan. Ayam pun siap ku olah. Paling gampang sih bikin ayam goreng ya. Tinggal sroooong.

Apa itu Ayam Dingin Segar?

Bulan lalu, aku membaca berita online di tempo.co tentang upaya Kemenpan (Kementerian Pertanian) yang mensosialisasikan ayam dingin segar untuk menjaga keamanan dan kesehatan pangan yang dikonsumsi masyarakat.*

Aku bertanya-tanya dong, apa itu ayam dingin segar? Kok sampai disosialisasikan segala. Karena saat itu aku berada di kantor guru, aku iseng tanya sama teman-teman. Dari 10 guru dan karyawan yang ada di sekolahku, hanya Mbak Wanti, penjaga sekolahku, yang paham tentang ayam dingin segar.

"Itu lho Mbak, ayam yang kalau habis dipotong terus disimpan di frezeer. Tahan sampai beberapa bulan lho. Dulu bosku gitu. Jadi, kalau pas ayam, bebek, ikan pada datang, langsung dibersihkan, dipotong terus masuk frezeer." cerita Mbak Wanti yang pernah kerja di restoran makanan Cina.

Sebagai bagian keluarga pecinta ayam, aku tentu masih penasaran tentang ayam dingin segar ini. Sampai rumah aku search di Google. Ketemulah sama website Ayam Dingin Segar. Dari sana aku baru paham kalau ternyata ayam dingin segar itu,

Pengertian ayam dingin segar**

Setelah baca info tentang ayam dingin segar, aku langsung kepikiran sama ayam yang banyak dijajakan di supermarket. Ternyata ayam tersebut memiliki 3 keunggulan utama, yaitu segar, praktis, dan serbaguna lho.

3 keunggulan utama ayam dingin segar**

Selain 3 keunggulan utama tersebut, ayam dingin segar juga memiliki keunggulan lainnya yang bisa jadi alasan, kenapa kita harus memilih ayam dingin segar?

Karena,

1. Enak
Pas ngobrol sama teman di sekolah, ada yang komentar gini, "Ayam yang di frezeer kan rasanya sepo (nggak sedap, kurang terasa dagingnya)." Ternyata itu salah. Daging ayam dingin segar akan tetap terasa enak setelah dimasak apabila teknik memasaknya betul. Seperti apa tekniknya yang betul? Baca ulasanku ini sampai akhir ya.

2. Hemat
Pas puasa gini, bahan makanan apa sih yang nggak melonjak harganya? Hampir semua, salah satunya ayam. Misalnya, kita punya stok ayam di frezeer tentu kita nggak harus ikutan heboh pas tahu harga ayam di pasaran ikutan melonjak.

3. Kandungan gizi terjaga
Ayam adalah salah satu pemasok protein hewani yang mudah kita temui. Selain itu, daging ayam juga mengandung vitamin (B2 dan B6), dan mineral (tembaga, fosfor, dan selenium). Nah, pendinginan itulah yang dipercaya mampu menjaga kandungan gizi yang ada di dalam daging ayam.


Ternyata itulah alasan pemerintah melakukan sosialisasi ayam dingin segar. Apalagi ayam ini termasuk pangan yang mudah rusak. Kalau sudah rusak tentunya berpotensi menularkan penyakit ke kita. Oleh karena itu, ayam harus diproses secara higienis dan berdasarkan sistem rantai dingin (ayam berada dalam suhu 0-4°C). Pokoknya maksimal 4 jam setelah pemotongan harus segera didinginkan.

Apa itu Ayam Hangat?

Aku bertanya-tanya dong, lha ayam yang selama ini aku konsumsi berarti banyak kumannya? Aku kan nggak tahu pasti Budhe Rustipah motong ayamnya jam berapa? Masak iya aku harus pergi ke Semarang (1,5 jam perjalanan) dulu baru bisa makan ayam yang layak konsumsi? Kan biasanya ayam yang dijaga suhunya dengan baik hanya ada di supermarket.

Aa itu ayam hangat?

Bagaimana denganmu? Selama ini beli ayam di mana? Di pasar? Tukang sayur keliling? Jam berapa kamu ke pasar? Ayam yang keluargamu konsumsi sama dengan keluargaku, penuh kuman penyakit?

Andai ku tahu dari awal,

Ternyata daging ayam kalau sudah lebih dari 4 jam setelah pemotongan kok berada dalam suhu ruangan (4 °C ke atas) itu dinamakan ayam hangat. Tentunya daging ayam tersebut sudah terkontaminasi bakteri. Apalagi kita tinggal di negara beriklim tropis, bakteri dan kuman mudah sekali tumbuh.

"Kan kalau dimasak sampai mendidih bakterinya juga akan mati." ada yang punya sanggahan serupa denganku? Ternyata salah.

"Kendati bakteri akan mati saat proses memasak dengan suhu tinggi, toxin atau racun yang dihasilkan oleh bakteri tetap tidak akan hilang. Memang dampaknya belum terlihat sekarang, tetapi nanti ketika sudah berumur penumpukan makanan yang tidak sehat bisa menimbulkan penyakit," terang Chef Edwin Lau, Duta kampanye Ayam Dingin Segar. *

Oh, tidak! Berarti selama ini aku memberi lauk keluargaku dengan ayam yang penuh dengan bakteri. Tapi, sumpah, mana ada sih ibu yang sengaja mau 'meracuni' keluarganya?

Berburu Ayam Dingin Segar ke Semarang


1 Mei lalu, sepulang menghadiri event blogger di tengah kota Semarang, aku mampir di salah satu supermarket paling Timur Semarang. Tujuanku tak lain untuk membeli ayam dingin segar. Mumpung ke Semarang, kan nggak setiap bulan ke sana.

Malam sebelumnya, aku mengumpulkan dulu informasi tips memilih daging ayam dingin segar. Biar nggak percuma jauh-jauh ntar malah bingung. Tipsnya sebagai berikut.***
  1. Memilih daging ayam dengan warna putih krem kemerahan.
  2. Kulit ayam tidak kering dan tidak berlendir.
  3. Tidak memar dan teksturnya kenyal
  4. Aromanya khas daging ayam
  5. Memeriksa tanggal kadaluwarsa
  6. Dikemas dengan baik dan tidak bocor.
  7. Saat dijajakan dan sampai di tangan kita berada dalam suhu 0-4°C
Pasti diantara kamu ada yang bertanya, bagaimana cara membawanya sampai rumah agar ayam dalam keadaan dingin segar? Kan perjalanannya jauh. Caranya ada 3, yaitu menggunakan cooler bag, pakai kantong plastik yang diberi es, atau menggunakan koran.**** Akupun memilih cara yang kedua. Ntar minta sama petugasnya saja, kantong plastik dan es batu.

Sampai akhirnya aku pun sampai di stand daging ayam, sapi, dan ikan. Ku gunakanlah tips di atas. Sampai di poin ke 7, kulihat kok angka di pengatur suhunya menunjukkan angka 8°C. Karena takut salah, aku pun menanyakan hal ini kepada petugas yang ada di sekitar situ. Apa kata mereka?

"Iya, Mbak. Memang itu suhunya 8°C."

Aku sampaikan maksudku untuk mencari ayam dingin segar. Eh, petugasnya malah nggak paham, apa itu ayam dingin segar?

Menurut petugas itu, saat ayam tersebut datang memang dalam keadaan membeku. Kemudian dipotong-potong sedemikian rupa berdasarkan beratnya dan dijajakan dalam keadaan suhu 8°C.

Aku hanya membatin, "Berarti sistem rantai dinginnya terputus di sini dong. Wah, ini mah bukan ayam dingin segar. Ini jadi ayam hangat biasa."

Aku pun pulang dengan kecewa. Jauh-jauh tak bertemu dengan ayam dingin segar. Bodohnya lagi, mungkin juga karena terlanjur capek karena ikut event blogger dari pagi. Aku tidak kepikiran untuk melihat frezeer di sana. Kan ada juga, ayam dingin segar yang versi frozen. Tapi nggak tahu juga suhunya aman tidak?

Maksud hati akhir Mei kemarin mau survey lagi ke beberapa supermarket di Semarang, eh, gagal karena Kak Ghifa lagi kurang fit. Aku pun mencoba berburu ayam dingin segar versi frozen di beberapa minimarket dan toserba yang ada di sekitarku. Hasilnya? Zonk semua. Kebanyakan malah tersedia berbagai macam nugget, tempura, sosis, kulit lumpia dalam keadaan frozen.

Andai saja ya, kalau di setiap minimarket yang sudah menjamur di mana-mana ini menyediakan ayam dingin segar. Pasti jumlah ibu-ibu yang tidak sengaja 'meracuni' keluarganya sendiri akan berkurang. Bahkan saat aku bertanya kepada pemilik toserba dekat rumahku tentang ayam dingin segar, beliau berkata gini, "Pernah, sekali, dulu ada, Mbak. Tapi karena nggak laku-laku ya aku nggak ambil lagi. Mereka mana mau beli ayam yang beku kayak gitu. Kan bagi mereka sepo rasanya."

Ya Allah, timbangannya kotor banget ya.

Aku hanya diam mendengar penjelasan pemilik toserba itu. Ya, mereka berkata demikian karena belum tahu tentang ayam dingin segar. Aku saja saat cerita tentang ayam dingin segar ini ke ibuku, beliau cuma diam saja. Sekalinya komentar, "Ya, tetap bagus ayam yang dijual di pasar secara langsung. Kalau ayamnya ditempelin lalat berarti ayamnya makin bagus." Aku hanya geleng-geleng saja.

Yah, namanya mengubah mindset orang kan nggak mudah ya. Apalagi ini soal ayam. Hal yang sering mereka temui. Akan tetapi, yang lumrah kan belum tentu itu yang benar. Bukan begitu?

Terpenting, walau satu ayat akan ku sampaikan. Sedikit demi sedikit akan ku beritahu soal ayam dingin segar ini kepada orang di sekitarku. Itung-itung membantu pemerintah lah ya untuk mensosialisasikan ayam dingin segar. Kan ya lucu misalnya aku paham tapi pura-pura nggak tahu eh kok ya diem saja.

Resep Nugget Ayam Sayur


Ayam adalah lauk untuk segala usia. Tak terkecuali anakku, Kak Ghifa (21 bulan). Demi memenuhi asupan gizinya, aku selalu berusaha untuk membuatkan menu yang sekiranya dia suka dan sekali telan ada berbagai kandungan gizi yang masuk dalam tubuhnya. Salah satu menu favoritnya adalah nugget ayam sayur ini. Jadi, sekali lahap ya ada ayamnya, sayurnya, telurnya, eh ada karbohidratnya juga. Apalagi kalau pas bapil, nugget ini andalan banget deh. Kak Ghifa kan suka banget nyemil. Sekalinya nyemil ya yang kayak gini, handmade.

Berikut aku bagi tips membuat nugget ayam sayur versi aku ya.

Bahan yang dihaluskan:
  1. 3 siung bawang putih
  2. 8 butir merica
  3. Garam 2 jumput
  4. Gula pasir sejumput
Bahan yang dicincang/dilembekkan:
  1. 1/4 kg Daging ayam
  2. Beberapa lembar bayam
  3. Wortel
  4. Daun bawang
  5. Seledri
  6. 3 potong tahu putih
Bahan lain:
  1. 3 sdm tepung terigu
  2. Sebutir telur
Bahan untuk membalur:
  1. Tepung terigu
  2. Sebutir telur dikocok lepas
  3. Tepung roti/tepung panir
Cara membuat:
  1. Campurkan bahan yang dihaluskan, bahan yang dicincang, dan bahan lain. Aduk sampai rata.
  2. Ambil cetakan. Jangan lupa beri margarin terlebih dahulu di bagian pinggirnya, agar mudah saat pengambilan.
  3. Kukus selama 30 menit. Angkat, keluarkan dari cetakan dan tunggu dingin terlebih dahulu.
  4. Potong-potong sesuai selera.
  5. Saat mau menggoreng, gulingkan dahulu nugget ke tepung terigu sambil ditepuk-tepuk agar menempel dengan baik.
  6. Masukkan ke dalam kocokan telur, angkat dan gulingkan ke dalam tepung roti. Jangan lupa ditepuk-tepuk agar menempel dengan baik.
  7. Nugget siap digoreng dengan api sedang agar matangnya merata. Kalau buatnya banyak, nugget bisa disimpan dalam frezeer. Tapi, simpan dalam wadah tertutup rapat ya. Besok tinggal goreng saja.

Sayur yang digunakan tak harus bayam dan wortel ya. Kalau di kulkas adanya brokoli, jagung manis, buncis, kacang panjang, ya masukin saja. Terus, bagi si kecil yang tenggorokannya sensitif juga bisa lho setelah dikukus langsung dilahap. Nggak harus digoreng.

Kesalahan-kesalahanku saat Mengolah Ayam

Saat aku membaca berbagai artikel di website Ayam Dingin Segar, aku hanya bisa melongo. Karena banyak sekali hal-hal yang kulakukan saat mengolah ayam justru semakin mendatangkan banyaknya bakteri dan kuman pada ayam yang ku olah. Seperti:

Penjual ayam terlaris di pasar tradisional dekat rumahku. Perhatikan talenannya!
  1. Lebih baik membeli ayam langsung di tempat pemotongan. Sesegera mungkin. Karena semakin lama ayam terpapar suhu ruangan, maka bakteri dan kumannya juga akan semakin banyak. Aku kadang males nih ke tempat Budhe Rustipah dan memilih pergi ke pasar agak siang.
  2. Aku memotong ayam dengan talenan kayu. Sebaiknya menggunakan talenan plastik. Hal itu karena talenan kayu memiliki celah-celah kecil yang bisa digunakan bakteri dan kuman untuk bersembunyi.
  3. Peralatan yang digunakan untuk mengolah ayam harus sesegera mungkin dicuci dan dipisahkan untuk makanan lain. Talenannya jangan jadi satu dengan makanan lain. Karena ditakutkan kuman dan bakterinya masih mengendap di sana.*****
  4. Aku sering menyimpan ayam yang sudah ku rebus di kulkas dalam wadah yang tidak tertutup. Padahal ini akan mengundang bakteri dan kuman. Hiiiii....******
  5. Selama ini aku sering sekali memasak ayam dengan cara digoreng. Ternyata cara itu sangat tidak direkomendasikan oleh ahli gizi karena justru akan menambah ton-tonan kalori di dalamnya. Kalaupun ingin memasak ayam goreng alangkah lebih baiknya, dalam adonan tepungnya diberi baking soda. Karena baking soda bisa melepaskan gelembung gas selama proses memasak sehingga mengurangi minyak yang diserap ayam. Akan lebih baik lagi kalau mengolah ayam dengan cara direbus dan ditumis saja.*******

Kesimpulan,
Kamu juga sulit mendapatkan ayam dingin segar sepertiku? Hanya bisa membeli ayam di pasar atau di tukang sayur? Tapi kamu nggak mau meracuni keluargamu terus menerus dengan bakteri dan kuman yang nakal?

Alangkah lebih baiknya kalau,
  1. Membeli ayam langsung ke tukang potong ayam.
  2. Datang ke pasar pagi-pagi mengingat ayam hanya bertahan 4 jam dalam suhu ruangan (4°-60°C).
  3. Memilih, membersihkan dan memasaknya dengan cara yang tepat.
  4. Mengolah ayam dengan teknik yang benar agar rasanya tidak sepo.
Aku hanya berharap banyak penjual ayam yang paham soal ayam dingin segar. Perlu banget nih penjual ayam dan penjaga stand ayam di supermarket diedukasi soal ayam dingin segar. Terus, kalau di minimarket terdekat juga tersedia ayam dingin segar kan enak. Makin banyak masyarakat Indonesia yang bisa makan ayam layak konsumsi. Kalau demi anak sehat, demi penerus bangsa yang cerdas, kenapa tidak ya?

Terima kasih untuk website Ayam Dingin Segar, karenanya aku jadi paham kalau selama ini aku telah 'meracuni' keluargaku dengan ayam yang mengandung banyak kuman dan bakteri. Aku sudah salah pilih ayam. Semoga kami sekeluarga diberikan kesehatan agar bisa makan ayam lagi. Yah, andai ku tahu dari awal.

Referensi:

*https://m.tempo.co/read/news/2016/10/06/090810256/kementan-kampanyekan-konsumsi-ayam-dingin-segar
**https://ayamdinginsegar.com/apa-itu-ayam-dingin-segar/
***https://ayamdinginsegar.com/tips/memilih-daging-ayam-2/
****https://ayamdinginsegar.com/2017/04/23/bagaimana-membawa-pulang-ayam-dingin-segar-dari-pasar-atau-supermarket/
*****https://ayamdinginsegar.com/tips/membersihkan-daging-ayam/
******https://ayamdinginsegar.com/tips/memilih-daging-ayam/
*******https://ayamdinginsegar.com/2017/05/18/ini-dia-cara-tersehat-memasak-ayam-menurut-ahli-gizi/

Sumber gambar:
https://pixabay.com/id/ayam-unggas-hewan-anak-ayam-40335/
http://blogthumb2.naver.net/20141002_90/sunny23578_14122332304938XLkj_JPEG/26.JPG?type=w2
https://image.flaticon.com/icons/png/128/0/308.png
https://s3-ap-southeast-1.amazonaws.com/intisari-id-assets/media/article_image/cover/original/35236-di-inggris-saja-78-persen-daging-ayam-mengandung-ecoli.jpg
https://ayamdinginsegar.files.wordpress.com/2016/09/logoayamdinginsegar3.png
https://pixabay.com/p-29345/?no_redirect
http://www.keedkean.com/files/members/actual/9_a551a7664a87f668a626b2de5fb47ccc.png
http://dl.stickershop.line.naver.jp/products/0/0/1/1135645/android/main.png
http://www.clker.com/cliparts/l/2/J/W/8/j/black-rooster-cartoon-hi.png
https://cdn.pixabay.com/photo/2012/04/12/19/11/fire-30231_640.png
http://icon-icons.com/icons2/847/PNG/512/shooting_icon-icons.com_67214.png

46 comments:

  1. Infonya sangat bermanfaat..
    Kebanyakan kalo di pasar tradisional ayamnya nggak diesin,tp di Batam banyak ayam es2an...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mbak, 5 penjual ayam semuanya gak ada yang di-es :(

      Delete
  2. Di Jogja sama juga...nggak ada yang di es in. Hanya ikan aja yang pke es. Dan aku juga sering beli ayam pas udah siang...😢

    ReplyDelete
  3. hehehee...kirain yg bagus malah ayam hangat lho mak, kok ini ternyata yg bagus malah yg dingin ckckkckckc...selama ini aku salah persepsi ternyata

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama saja kok, Mak. Aku juga gitu. Gara2 ada lomba ayam dingin segar ini baru melekat beneran deh.

      Delete
  4. Kalau makan ayam yang sudah jelas proses pengolahannya jadi tenang untuk mengkonsumsi ya mba :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Mbak. Pokoknya untuk keluarga harus berusaha dengan maksimal memberikan yang terbaik.

      Delete
  5. Wah, di minimarket sini gak ada yang jual ayam. Supermarket jauh. :'D Berarti jalan satu2 nya ya beli sepagi mungkin atau langsung ke tempat pemotongan, ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama, Mbak. Di sini ya nggak ada yg jual. Mau ke Semarang jauuuhhh.
      Salah satunya jalannya yaitu tadi, beli sepagi mungkin. Pokoknya jangan sampai lebih dari 4 jam.

      Delete
  6. Jadi nyesek ya, Mbak? :( Apa yang selama ini kuberikan ke keluargaku?

    ReplyDelete
  7. Aku jadi pengen beli ayam dingin segar aja deh, kayaknya kok ga meyakinkan daging ayam yang sering kubeli. Padahal keluargaku suka ayaam

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hayuukkk...Mbak!
      Apalagi Mbak Ika di Semarang ya rumahnya. Banyak kan supermarket lainnya.

      Delete
  8. Di rumahku malah ada yang jualnya pake motor, ayamnya ditaruh di bak belakang.. trus dia keliling sekecamatan gak ditutup ayam-ayamnya. Padahal daerahku debu dan polusinya huwow banget.

    Untungnya aku gak suka ayam sih mbak, jadi hampir gak pernah masak ayam, heheh.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah nah nah,
      Berarti masih banyak ya Mbak yang belum paham soal ayam dingin segar ini. Nggak bisa dibayangin banyaknya kuman yang nemplok karena banyak debu di sana.

      Delete
  9. Baca ini aku lgs mau cek cara ART ku ngolah ayam nih.. Dia belinya jg di pasar.. Kayaknya utk selanjutnya, hrs aku stok dr supermarket yg punya ayam beku deh .. Serem jg baca ayam hangat yg banyak bakteri gt

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sip, Mbak. Sekalipun ART yg masak, kita juga harus tahu kualitas ayam yg kita makan selama ini.

      Delete
  10. Aku seringnya beli ayam kampung di superindo/giant, kalau di pasar jarang karena gak hygienis dan takut tiren, di superindo ada tgl.potong dan expirenya, terus selalu dikasih es, dan pe rumah langsung kurebus di air mendidih tanpa dicuci, tapi air rebusan tadi dibuang, baru deh diolah😊

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah, ini bagus Mbak. Tapi di Giant itu suhunya masih 8°C mbak. Rantai dinginnya mati deh. Kalau Superindo belum tahu. Aku belum sempat cek.

      Delete
  11. Biasana pake ayam kampung nyembelih sendiri dari kandang Mbak.
    Ayam seger ini oke banget buat dimasak, anak2 suka juga. mereka memang penggemar ayam :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Joss, Mbak. Emang paling enak nyembuhin sendiri, ya. Rasanya ayam kampung pun juara.

      Delete
  12. Banyak juga yg ngira kalo ayam beku itu ada pengawetnya. Padahal gak ada ya mbak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oyaaaaa, hooh, bagian ini juga banyak yg gagal paham :( selain kata mereka kalo ayam beku rasanya sepi.

      Delete
  13. Owalah, sampe berburu saking pengennya ya mba

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yap, pengen tahu, Mas. Kayak apa sih ayam dingin segar itu. Terus mau membuktikan juga sih kalau anggapan banyak orang ttg ayam dingin segar yang sepi itu betul apa nggak.

      Delete
  14. saya malah baru tahu ada ayam dingin dan hangat mbak. kebetulan saya kurang suka ayam, tapi suami saya maunya makan ayam tiap hari. makasih ya mbak infonya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama-sama, Mbak.
      Aku juga baru tahunya karena websitenya Ayam Dingin Segar ini, Mbak.

      Delete
  15. Susah nyarinya emang jadi terpaksa seadanya deh. Yg di supermarket itu uda mendingan drpd di pasar soal kebersihannya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hooh Mbak. Makanya kalo di minimarket ada kan enak ya. Nggak harus jauh2 ke kota.

      Delete
  16. Ibu ujung tombak. Harus banyak tahu terutama tentang penganan keluarga. Ayam padahal makanan yangs sering dikonsumsi dari dulu. Aku baru tahu di Kementerian Pertanian ada Direktorat Kesehatan Masyarakat Veteriner.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya, betul banget. Pas banget kalau pemerintah menyasar ibu2 untuk mengikuti kampanye ini. Semoga saja kampanyenya sampai daerah juga. Nggak hanya di kota saja.

      Delete
  17. Wah kayaknya resep nuggetnya bisa dicoba nih mbak....kebetulan anak saya yang perempuan juga suka sama nugget...bisaya beli yang sudah jadi....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku malah terbiasa buat sendiri, Mbak. Karena yg beli pasti ada bahan pengawetnya.

      Delete
  18. Info yang bermanfaat. Aku jadi pengen beli ayam dingin gini, dimasak bareng ibu dirumah pasti lebih seru. Apalagi buat idul fitri nanti ya..he

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, ada yg ayam kampung juga Mas. Biar idul Fitri ya makin lengkap kalo kata orang ya, ada opornya.

      Delete
  19. tipsnya bener banget tapi aku susah ngelakuin, hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku semenjak ada Kak Ghifa ini susah Mbak kalo mau beli ayam pagi2. Mentok2nya ya siang pas ke pasar.

      Delete
  20. jadi selama ini aku juga telah meracuni keluargaku, hiks... andai ika nulis ini dari dulu...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lebih baik baru tahu sekarang daripada nggak tahu babar blas Mbak.

      Delete
  21. Artikelnya lengkap banget mbk diya,,,suka...suka...suka...

    Salam kenal dari Bengkulu mbk.
    ditunggu kunjungannya di blog saya.hihi
    ditunggu juga Follow nya..

    ReplyDelete
  22. Ah sama. Aku juga dulu gak tahu. Sembarangan banget beli ayam. Untung deh daripada gak tahu sama sekali...

    ReplyDelete
  23. Informasi yang sangat penting, terimaksih sudah berbagi kunbal y

    ReplyDelete
  24. Waah iya mbaak. Saya sering abai juga masalah higinitas penjual ayam padahal penting banget yaa. Mempengaruhi kualitas ayam yg dibeli :" makasih sharingnyaaa yaaa

    ReplyDelete

Maaf ya teman-teman untuk sementara komentar saya moderasi. Selain banyaknya spam yang masuk, saya juga ingin membaca satu per satu komentar yang masuk dan bisa berkunjung balik ke blog teman-teman. Happy Blogging!