Friday, 14 July 2017

11 Tips Mencuci Pakaian Bayi Agar Tetap Awet


Kamu melakukan dan merasakan ini juga?

Setiap kali hendak tidur malam, kupandangi wajah anakku, Kak Ghifa, lekat-lekat terlebih dahulu. Kalau nggak gitu seperti ada yang kurang.

Ah, waktu berlalu sangat cepat. Rasanya baru kemarin aku mengejan di rumah bidan. Saat adzan subuh berkumandang, mak brojot, Kak Ghifa menghirup udara dunia ini. Tangisnya begitu kencang memekakan telinga kami.


Kini, dia sudah tumbuh besar dan sedang aktif-aktifnya belajar mengucapkan kata demi kata. Banyak pakaiannya yang tak muat dan cepat sekali minta ganti. Almarinya jadi penuh, apalagi ditambah pakaian bayinya.

Ngomong-ngomong soal pakaian bayi, milik Kak Ghifa masih ku simpan semuanya. Kalau kata ibuku, "Nanti untuk adiknya lagi." Hihihi. Oleh karena itu, dari awal mula mencuci pakaian bayinya, aku memberikan perhatian khusus agar tetap awet dan bisa digunakan adiknya lagi. Selain itu, mencuci pakaian bayi pun tidak boleh sembarangan. Karena si kecil sangat rentan dengan yang namanya alergi.

Berikut aku rangkum 11 tips mencuci pakaian bayi agar tetap awet ya.

1. Perhatikan Label Pakaian Bayi

Saat membeli pakaian bayi, seringkali ada label yang menempel di salah satu sudut pakain. Di label itu ada simbol-simbol tertentu. Misalnya, gambar setrika yang dicoret yang artinya tidak boleh disetrika.

Aku pernah membeli pakaian bayi Kak Ghifa secara online di mataharimall.com, setelah sampai rumah, ku temukan label baju tersebut ada beberapa macam, misalnya huruf P yang dilingkari, 50 derajat, lingkaran dengan titik di tengahnya, dll. Semua simbol itu memiliki arti tertentu yang bisa kita gunakan sebagai petunjuk pencucian agar bahan pakaian bayi tidak mudah rusak.

Sumber gambar: http://kumpul-bacaan.blogspot.co.id

2. Bersihkan Dulu Kotoran di Pakaian Bayi

Sebelum merendam baju alangkah baiknya kalau membersihkan dulu kotoran yang membandel. Misalnya, sisa kotoran BAB, pipis, air susu, dll. Biasanya aku malah memisahkannya dari pakaian yang kotor ini dari yang lain.

3. Pisahkan Pakaian Bayi dengan Pakaian Orang Dewasa

Hal ini untuk meminimalisir kerusakan pada pakaian bayi dan tingkat kebersihan hasil cucian.

4. Cucilah Pakaian Bayi dengan Tangan

Ini ada buktinya lho, sepupuku sengaja mencuci pakaian bayinya dengan mesin cuci. Apa yang terjadi? Bajunya jadi kusam dan melar ke mana-mana. Baju bayi terbuat dari bahan yang lembut. Makanya sangat disarankan untuk mencucinya dengan tangan. Selain itu, apabila mencuci dengan tangan kita bisa membersihkannya dari kotoran yang tersembunyi bahkan luput saat dicuci dengan mesin cuci.

Bagaimana kalau terpaksa harus mencuci dengan mesin cuci? Satu, pilih putaran lembut. Dua, pastikan label di baju memang membolehkan baju tersebut dicuci dengan mesin cuci.

Sumber gambar: kamus.sabda.org

5. Perhatikan Temperatur Air


Ada yang pernah merendam pakaian bayi dengan air panas atau terlalu dingin? Hati-hati, itu bisa merusak tekstur pakaiannya. Karena temperatur air yang pas untuk mencuci pakaian bayi adalah sekitar 30-40 derajat Celcius. Ini juga bisa disesuaikan dengan label baju.

6. Rendamlah

Agar mendapatkan hasil yang benar-benar bersih, sangat disarankan pakaian bayi direndam bersama dengan deterjen paling tidak selama setengah jam. Kalau sudah, langsung cuci pakai tangan.

7. Gunakan Deterjen Khusus Pakaian Bayi

Bayi di bawah 6 bulan rentan sekali dengan alergi. Usahakan pas awal-awal kelahirannya gunakan deterjen khusus pakaian bayi. Sedikit demi sedikit gunakan deterjen biasa. Apabila ada tanda-tanda alergi bisa kembali beralih menggunakan deterjen khusus pakaian bayi.

8. Bilas Sebersih Mungkin

Mencuci dengan tangan menuntut kita untuk membilas pakaian bayi sampai tak ada lagi busa deterjen yang masih tertinggal. Pastikan kalau pakaian tidak lagi mengeluarkan busa deterjen saat diperas.

Sumber gambar: tipsjitu.net

9. Gunakan Pelembut Khusus Pakain Bayi

Cuaca lagi nggak mendukung terus pakaian si kecil kering tapi bau apek? Kasih aja pelembut. Tenang saja, sekarang ini kan sudah banyak tersedia pelembut khusus pakaian bayi.

10. Hindari Pemakaian Pemutih Pakaian

Hati-hati, pemutih pakaian itu bisa menyebabkan iritasi pada kulit bayi, apalagi yang baru berusia di bawah 6 bulan. Bahkan parahnya bisa juga menyebabkan penyakit kulit yang lebih parah lagi.

11. Pakaian Bayi Tak Perlu Disetrika

Tak ada keharusan pakaian bayi untuk disetrika. Karena itu akan merusak bahan pakaian. Kalaupun memang terpaksa harus disetrika jangan sampai suhu setrika terlalu tinggi. Pastikan saat hendak menyetrika pakaian bayi, di label tak ada gambar setrika yang dicoret. Kalau tidak, tunggu saja pakaian tak akan bertahan lama. Melar sana-melar sini dan warnanya akan pudar.

Sumber gambar: mencegah.com

Kira-kira dari 11 tips mencuci pakaian agar tetap awet di atas mana yang belum kamu praktikkan? Sebenarnya sangat mudah kan menerapkan tips di atas. Kuncinya hanya satu, telaten. Tapi, kalau demi si kecil, apa sih yang nggak?

6 comments:

  1. Tipsnya berguna sekali, mbak. Thanks for share ya :)

    ReplyDelete
  2. Makasih Mba, infonya sangat bermanfaat.. saya suka^^

    ReplyDelete
  3. Haloo mbak diyaaan, lama banget aku gak mampir huhuhu... Udah gede aja ya kak ghifa, ini postingan yg wajib di bookmark banget deh buat nanti kalo udah nikah dan punya anak. :D

    ReplyDelete
  4. makasih tipsnay bakal aku ajarin nih ke mantuku kelak

    ReplyDelete
  5. untuk mencuci pakaian bayi usahakan memakai deterjen khusus, agar kulit bayi tidak mudah iritasi.. pas banget sama salah satu artikel di blog saya..

    ReplyDelete
  6. Aku kalau cuci pakaian dalam dan lembut biasanya manual pakai tangan aja. Zaman sekarang moderen ya ada juga deterjen khusus untuk pakaian bayi. Tks tipsny oke banget.

    ReplyDelete

Maaf ya teman-teman untuk sementara komentar saya moderasi. Selain banyaknya spam yang masuk, saya juga ingin membaca satu per satu komentar yang masuk dan bisa berkunjung balik ke blog teman-teman. Happy Blogging!