Saturday, 18 November 2017

Resep Keluarga Harmonis ala HIJUPXArisan Resik dan Pengalamanku Menggunakan Resik V Godokan Sirih


"Kalau njenengan berapa kali seminggu sama suami?" Aku kaget saat ditanya urusan ranjang sama teman kerja. Aku hanya senyam-senyum saja. Teman yang lainnya langsung menimpali dengan riuh rendah tawa yang memenuhi ruang kantor.

Sambil mengamati TL instagram bloger Palembang yang sedang ikut Arisan Resik dan #HIJUPbloggersmeetup, telingaku tetap mendengarkan obrolan teman sejawatku. Dari pembicaraan mereka aku menangkap bahwa semakin tinggi intensitas 'kebersamaan' bersama suami, semakin berkualitas pula keharmonisan rumah tangganya. Menurutku ini obrolan yang sangat menarik dan bisa kujadikan pelajaran bersama suami yang baru 3 tahun mengarungi bahtera rumah tangga.

Wednesday, 15 November 2017

Belajar Hidup Tanpa Peduli Omongan Orang


Aku mau nyeritain diriku sendiri. Ini bukan aib sih. Kusebut cara berpikir yang beda saja.

Aku rasa benar kata orang, semakin dewasa, semakin sering berkumpul dengan banyak orang, maka cara berpikir kita akan berbeda. Apalagi kalau sudah kepentok dengan keadaan.

Seperti hari ini, adik bapak mertuaku punya gawe. Beliau menikahkan anaknya. Letak rumahnya itu gang depan sekolah tempatku mengajar.

www.pixabay.com

Friday, 10 November 2017

3K (Kepo, Konfirmasi, dan Koreksi) Sebagai Langkah Sigap Guru dalam Menyikapi Kabar Hoaks di Lingkungan Sekolah

Oleh: Ika Hardiyan Aksari, S.Pd.
Guru Kelas 1 SDN 3 Ngroto
Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan


Kabar hoaks itu sebenarnya sudah ada sejak dahulu. Pun sangat dekat dengan kehidupan bermasyarakat. Penulis sebagai guru juga akrab dengan kabar hoaks. Misalnya, kabar hoaks yang pernah penulis terima awal tahun ajaran lalu. Ada wali murid yang melapor bahwa siswa di sekolah penulis tidak boleh mengenakan kerudung. Penulis kaget karena pernyataan tersebut tidak pernah ada. Kabar hoaks itupun dihubungkan dengan jumlah siswa baru di sekolah penulis yang tahun ini mengalami penurunan secara drastis. Tentu pertanyaan dari pihak guru muncul, apakah mungkin kabar hoaks itu beredar karena ada kepentingan pihak tertentu? Apakah pihak tersebut tidak menginginkan calon siswa baru mendaftar di sekolah tempat penulis bekerja? Akhirnya, aura kebencian pun muncul di antara guru di sekolah penulis dengan guru di sekolah sebelah. Padahal kabar tersebut belum jelas asal mula dan kebenarannya. Ini baru ranah sekolah dengan sekolah lainnya, kalau kabar hoaks itu untuk kepentingan ranah nasional atau internasional, bagaimana? Bukankah kebencian akan ada di mana-mana dan kelangsungan suatu negara jadi taruhannya?

Sunday, 5 November 2017

Berinternet yang Sehat? Begini lho Caraku

Aku pernah apa-apa jadi status di facebook.

Aku  pernah membuat postingan di blog yang intinya malah menjatuhkan perasaan teman kuliahku.

Aku pernah beradu mulut dengan pengguna sosial media lainnya gara-gara dia tak sepaham dengan pendapatku.

Aku pernah jadi korban pencemaran nama baik di facebook.

Aku pernah jadi korban pelecehan seksual juga karena facebook.

Aku pernah berkali-kali naksir orang yang hanya kenal di facebook.

Sehari-hari hobi ngepoin TL laki-laki yang pernah aku suka di twitter dan instagram.

Akan tetapi, aku juga pernah menang lomba menulis sampai aku bertemu dengan abi dan menikah dengannya pun karena facebook.

Wednesday, 1 November 2017

Sleek Baby Diaper Cream dan Kesalahan yang Sering Ibu Lakukan Saat Si Kecil Ruam Popok


“Yang paling cepat ngatasin ruam popok merek apa ya, Mbak?” tanya sepupuku saat anaknya mengalami ruam popok yang cukup parah.

Kamu juga gitu kalau sedang menghadapi hal yang sama seperti sepupuku di atas? Maunya yang instan. Sekali usap langsung sembuh.

“Kasihan. Si Kecil jadi rewel.”

“Lah, iya. Tapi, mana bisa?”