Jumat, 05 Maret 2021

Alarm Allah untuk Bangun Salat Malam


Kemarin pagi aku sempat baca status seorang teman di facebook. Isinya tentang alarm Allah untuk bangun salat malam yang seringkali kita abaikan.

Misalnya, saat waktu salat tengah malam tiba, kita...

Digigit nyamuk, eh, kembali tidur.

Selimut tersingkap dan kita merasa kedinginan, merapikan selimut, eh, kembali tidur.

Ingin buang air kecil, eh, kembali tidur lagi.

Telinga tahu-tahu kemasukan semut, pas semut sudah mati, balik lagi tidur.

Ada suara kucing masuk rumah dan meraung-raung, ngusir kucing, kemudian balik tidur.

Dan masih banyak lagi alarm Allah yang sering sekali kita abaikan.

Aku mengakuinya sering melakukan itu. Apalagi saat ini aku sedikit rajin salat dhuha di mushola sekolah. Pikirku, Allah tahu kan kalau aku capek? Lagi hamil pula. Jadi, aku salat sunnahnya kalau siang saja, ya?

Hahaha. Aku kepedean sekali kalau salatku benar-benar diterima. Padahal, kalau di agama islam, sepengetahuanku saat mendengarkan habib pemuda tersesat menyampaikan kultum, meskipun kita ini merasa benar jangan sampai sombong merasa benar terus. Justru kita harus mencari tahu, salahnya di mana agar kita selalui memperbaiki diri.

Balik lagi soal status temanku tadi. Ternyata status itu cukup menyentil hatiku. Karena apa?

Ya, karena aku memang sering mendapatkan alarm Allah itu, bapakku kalau berangkat ke pasar kan pukul 02.00, tapi aku hanya sekadar membangunkan bapak kemudian kembali tidur lagi. Bukankah ini lucu untukku? Betapa aku selalu menyia-nyiakan sisa umurku?

Padahal di tengah alarm Allah itu tiba, Allah sedang turun, lebih dekat dengan kita, dan ingin sekali mendengar keluh kesahku. Tapi, aku malah mencuekkannya. Betapa sombongnya diriku ini, ya. Astagfirullah.

Semoga kita semua selalu dimampukan untuk bangun tengah malam menikmati keluh kesah bersamaNya. Kuatkan tekad. Karena menurutku, diberikannya kesempatan aku membaca status temanku tadi karena Allah benar-benar peduli denganku. Aku sebagai hambanya akan sangat merugi kalau tidak tergerak hatiku untuk berusaha memenuhi panggilannya. Selelah apapun itu.

Semangat semua, ya!


Tidak ada komentar:

Posting Komentar