Selasa, 12 Juli 2022

Kelas Karyawan Program Akuntansi, Seperti Apa Prospeknya Saat Ini?

 

Zaman sekarang ini, kita semua harus cerdas menyusun strategi agar bisa mendapatkan prospek karier yang menjanjikan di masa depan. Salah satunya bisa diwujudkan dengan mengambil program kuliah kelas karyawan. Seperti kelas karyawan program akuntansi yang ditawarkan oleh BINUS. Memangnya, seperti apa prospek jurusan akuntansi ini di masa depan?

Tentang Jurusan Akuntansi

Program jurusan akuntansi ini akan mempelajari metode pencatatan dan penyusunan sebuah laporan keuangan. Fungsinya untuk membantu perusahaan dalam mengambil keputusan yang bisa menguntungkan. Akuntansi ini sebenarnya bukan jurusan yang baru dan sudah sangat populer di kalangan masyarakat. Bahkan jurusan ini menjadi favorit bagi para pelajar, khususnya yang mengambil jurusan IPS. 

Bisa dikatakan bahwa jurusan ini selalu dekat dengan angka dan data. Oleh sebab itu, mahasiswa yang ingin mengambil jurusan akuntansi harus benar-benar teliti dan siap menghadapi banyak data. Prospek lulusan program akuntansi sampai sekarang masih sangat bagus dan menjanjikan. 

Prospek Kerja Lulusan Akuntansi

Lulusan program akuntansi punya banyak peluang kerja. Ada banyak jenis profesi yang bisa digeluti oleh lulusan akuntansi tersebut. dan tampaknya ini juga berlaku untuk beberapa tahun ke depan. Berikut ini beberapa prospek pekerjaan yang terbuka bagi lulusan akuntansi: 

1. Akuntan

Pertama ada profesi akuntan yang sudah pasti akan selalu dibutuhkan oleh perusahaan. Akuntan bertugas melakukan analisis keuangan dan menyusun laporan keuangan dengan baik untuk kepentingan perusahaan. Akuntan bisa bekerja secara independen maupun bergabung dengan perusahaan. Profesi ini punya prospek yang menjanjikan dan akan selalu dibutuhkan. 

2. Akademisi

Lulusan jurusan akuntansi juga bisa menjadi akuntan pendidik atau akademisi. Profesi ini cocok bagi lulusan akuntansi yang punya bakat mengajar. Bisa di jenjang sekolah karena jurusan akuntansi pun tersedia di SMK. Bisa juga di jenjang universitas, apalagi sekarang jurusan akuntansi ini cukup banyak diminati oleh para pelajar. Profesi ini juga pasti akan selalu dibutuhkan dari waktu ke waktu. 

3. Internal Auditor

Perusahaan juga pasti akan membutuhkan internal auditor. Tugasnya adalah melakukan pemeriksaan hasil laporan keuangan perusahaan dalam periode waktu tertentu. Auditor akan memastikan apakah laporan keuangan sudah sesuai atau belum. Selain itu pihak auditor juga akan memastikan bahwa manajemen perusahaan sudah menjalankan fungsi dengan baik. 

4. Akuntan Publik

Selain bekerja untuk perusahaan, lulusan akuntansi juga bisa bekerja sebagai akuntan publik. Profesi ini cukup populer dan memiliki prospek yang sangat menjanjikan di masa depan. Seorang akuntan publik akan menjadi pihak independen yang bisa membantu siapapun kliennya untuk mengurusi masalah akuntansi. 

5. Konsultan Akuntansi

Jenis profesi ini juga punya prospek yang sangat menguntungkan di masa depan. Konsultan akuntansi banyak dibutuhkan, khususnya oleh perusahaan-perusahaan besar. Biasanya konsultan akuntansi ini akan dibutuhkan sebelum perusahaan menjalani audit. Profesi ini terbagi menjadi dua kategori yaitu penasihat terbatas yang hanya menangani masalah tertentu dan penasihat keuangan independen. 

6. Akuntan Pajak

Lulusan akuntansi bisa juga bekerja sebagai akuntan pajak. Ini merupakan jenis profesi yang juga punya peran penting di Indonesia. Tugasnya adalah melakukan analisis dan memberi saran kepada pihak manajemen perusahaan terkait urusan pajak. Profesi ini secara tidak langsung akan membantu negara mendapatkan pemasukan pajak sesuai dengan aturan yang seharusnya. 

7. Pengusaha

Banyak mahasiswa yang memilih untuk masuk ke jurusan akuntansi karena ingin mendapat bekal memadai menjadi pengusaha. Jenis profesi ini memang butuh pengelolaan keuangan yang matang sehingga ilmu akuntansi sudah pasti sangat relevan. Tentu saja jenis profesi ini sudah pasti punya prospek tersendiri yang sangat menjanjikan baik di masa kini maupun masa depan. 

Kemampuan Dasar Berkuliah di Jurusan Akuntansi

Sebelum masuk berkuliah di jurusan ini, pastikan bahwa sudah ada kemampuan dasar yang bisa dijadikan modal. Ini akan mempermudah proses belajar sehingga bisa menjadi lulusan akuntansi yang kompeten dan berkualitas. Berikut adalah beberapa kemampuan dasar yang perlu dimiliki dan dikembangkan lebih lanjut:

1. Pengelolaan Keuangan

Jurusan akuntansi ini memang mempelajari tentang pengelolaan keuangan. Jadi secara otomatis mahasiswanya harus punya kemampuan dasar dalam mengelola uang. Kemampuan ini bisa dimulai dari kapasitas yang kecil dulu, misalnya dari uang pribadi. Setelah masuk jurusan akuntansi, maka ilmu pengelolaan uang ini bisa dikembangkan dan diasah lebih jauh lagi. 

2. Penyusunan Laporan Keuangan

Masuk ke jurusan akuntansi, mahasiswa harus siap mempelajari teknik menyusun laporan keuangan yang efektif dan rapi. Kemampuan menyusun laporan keuangan ini sebaiknya sudah dimiliki sebelum mulai masuk kuliah. Paling tidak sudah tahu seperti apa dasar-dasar dalam penyusunan laporan keuangan. Tentu saja kemampuan ini akan dikembangkan lebih jauh lagi jika program kuliah sudah dimulai. 

3. Analisis Laporan Keuangan

Akuntan juga harus bisa melakukan analisis laporan keuangan. Jadi hal ini dianggap sebagai modal penting untuk dimiliki jika ingin masuk jurusan akuntansi. Mahasiswa harus paham bagaimana caranya menganalisis sebuah laporan keuangan sehingga bisa menarik kesimpulan dari hasil analisis tersebut. 

4. Penyusunan Rekomendasi Finansial

Jika sudah melakukan analisis dan mengambil kesimpulan maka mahasiswa akuntansi juga harus paham cara menyusun rekomendasi finansial yang tepat. Perusahaan memakai jasa akuntan untuk mendapatkan rekomendasi finansial yang bisa menguntungkan dan menjaga stabilitas. Tentu saja rekomendasi ini harus didasari kondisi finansial perusahaan dan target yang ingin dicapai di masa depan. 

Ikuti Kelas Karyawan Program Akuntansi di BINUS

Jelas sekali bahwa program akuntansi ini bisa membuka peluang karier yang menjanjikan di masa yang akan datang. Tidak hanya bagi pelajar lulusan SMA, program ini juga bisa diambil oleh  para karyawan. BINUS menawarkan program kelas karyawan program akuntansi yang berkualitas. Program ini akan membantu para karyawan memiliki bekal ilmu akuntansi yang jauh lebih matang. 

Menariknya lagi, program kelas karyawan ini akan dijalankan secara online. Jadi, mahasiswa bisa mengikuti program belajar jarak jauh karena berjalan online melalui 2 jenis tahap. Pertama ada perkuliahan online via LMS (Learning Management System) sebanyak 62,5% dan perkuliahan tatap muka dengan menggunakan video conference sebanyak 37,5%. 

Program online ini sangat cocok dengan kebutuhan para karyawan. Pengaturan jadwal dan lokasi belajar bisa lebih fleksibel sehingga mudah untuk disesuaikan dengan jam kerja. Program ini dihadirkan BINUS sebagai bentuk solusi terbaik bagi karyawan yang ingin berkuliah lagi dan mendapatkan gelar yang relevan dengan profesinya. 

Meskipun dijalankan secara online, namun program kuliah ini tetap mengedepankan kualitas. Selain itu sistem pembelajarannya juga berjalan secara global dan tidak mengenal batasan tempat maupun waktu. Sistem LMS yang digunakan sudah terintegrasi dan dilengkapi dengan tenaga pengajar yang kompeten. 

Kelas karyawan program akuntansi dari BINUS ini bisa menjadi sebuah pilihan tepat demi masa depan. Gelar yang diperoleh bisa dimanfaatkan untuk meraih jenjang karier yang jauh lebih tinggi. Tentu saja kemampuan yang dimiliki juga bisa lebih meningkat berkat adanya bekal ilmu memadai dari program kuliah tersebut.

Selasa, 05 Juli 2022

Cara Allah Buatku Istirahat


"Menjalani hidup ini itu harus senang. Kalau senang, semua terasa nyaman. Makan juga enak."


Liburan kenaikan kelas kali ini, bisa dibilang aku seperti tidak libur. Hampir setiap hari berangkat. Kalaupun di rumah, anak-anak yang mau lomba ke rumahku untuk latihan. Padahal lomba ini ada yang handle sendiri. Lha kemana gurunya? Liburan ke Jogja.

Iya, saya nggrundel sedikit. Walaupun tugas tetap kukerjakan. Aku pun sering mbatin di hati, libur kok koyok ora libur to Gusti?

Apa memang seperti ini resiko rumah hanya selemparan kolor dari sekolah?

Atau ini akibat kebodohanku sendiri? Apabila diminta gini sama kepala sekolah manut. Makanya, jadi seperti ini?

Kepala sekolahku pernah bilang, "Kalau bukan jenengan yang pegang, nggak jadi, Mbak."

Wes, kalau sudah gitu, aku terus gimana? Mau nolak ya nggak enak, anak-anak terlantar, nama baik sekolah jadi taruhan. Tapi, aku juga malas dimanfaatkan dengan yang lainnya.

Halah, ada Mbak Ika. Ini lho yang nggak kusuka. Njagake.

Sampai kemarin pun, yang awalnya aku ada rencana mau ke sekolah, tapi bayiku rewel terus, akhirnya aku di rumah. Tapi, tetap kirim sinopsis pantomim, ngedit video dan musik pantomim. Selain itu juga ngabari anak-anak yang lomba untuk segera datang ke sekolah latihan. Padahal, ya, statusnya sudah jadi kelas VI, kok ya aku yang diburu diminta ngoyak-ngoyak anak-anak agar segera datang ke sekolah.

Pagi ini, harusnya aku ikut mengantar anak-anak yang berangkat lomba di kabupaten. Eh, ternyata, semalam suami masuk angin, bayiku dan si Kakak juga bapil. Aku berjaga dan bangun tidur badan rasanya remuk redam. Ditambah mbak yang momong adik izin sakit juga.

Ya sudah, mari istirahat berjamaah. Aku mah positif thinking kalau ini cara Allah buatku istirahat. Kalau nggak, mana bisa aku izin kepada kepala sekolahku dan teman-teman. Lah wong yo biasanya aku yang muter ke sana-sini.

Dan, satu lagi, besok-besok harus berani menolak, biar bekerja bisa senang, nggak nggrundel mulu. Syukur-syukur bisa barokah.

Jumat, 01 Juli 2022

2 Sifat Ini yang Sering Buatku Malas Ngeblog

Kalau aku mau bilang, sekarang setelah jadi PNS, kerjaan makin banyak, datangnya pun sering nggak terduga, kok rasanya cuma alesan saja ya buatku nggak ngeblog. 

Benar, kan?

Benar banget.

Sini timpukin aku pakai komentar pedas. Memang sesekali perlu kok aku digituin.

Nyatanya apa?

Karena kalau pas ada niat (apalagi job), sesibuk apapun juga bisa kan jadi postingan.

Seperti tulisan ini, kalau Mbak Uniek dan founder komunitas Gandjel Rel lainnya nggak koar-koar mulu di grup WhatsApp, mana mungkin aku bikin tulisan ini? Ewuh, Gaes. Yakin. Mereka yang selalu mengawalku di dunia blog selama ini. Tempatku belajar lho.

Founder-nya semangat abis, kok. Membernya masak nglokro, sih?

Apalagi kemarin aku baru saja ikut dua lomba menulis. Masak iya sih ini untuk komunitas bloger tercinta kok ya nggak aku prioritaskan? Dibalang kerikil satu truck aku yo mau. Hihi.

Sebenarnya aku sudah ada draft kasar untuk postingan ini. Akan tetapi, lagi-lagi, aku tuh sering dihantui dengan 2 kegiatan berikut yang endingnya selalu bikin aku malas ngeblog dan menyelesaikan suatu tulisan. Apa saja itu?

1. Sering Menunda-nunda

Aku paham betul teori kalau orang mau sukses itu harus disiplin. Tapi, mboh piye, pasti ada-ada saja godaannya.

Baru mau buat outline tulisan, eh, pekerjaan lain datang, diajak ngobrol teman, ada teman minta tolong, bayiku nangis, dan lain sebagainya. Akhirnya, ide-nya menguap, kemudian, okelah dilanjutkan nanti, nanti, akhirnya deadline datang dan kelabakan. Atau malah kalau misalnya mau ngeblog untuk postingan lomba terpaksa undur diri karena waktunya sudah mepet banget.

Sebenarnya ada cara untuk menyiasati kegiatan ini. Okelah menunda perkerjaan hari ini, akan tetapi harus jelas, kapan mau dikerjakan.

Misalkan, pukul 12.30 mau lanjut nulis, ternyata harus menundanya karena suatu hal. Maka harus punya komitmen kuat untuk melanjutkannya nanti misalnya pukul 21.00 saat si kecil sudah tidur.

Ini misalnya, lho, ya. Kalau mau menunda lagi, ya, kapokmu kapan! Siap-siap berubah jadi tukang malas ngeblog. Haha.

2. Perfeksionis

Ini penyakit banget, nih. Aku sedang berusaha untuk jadi orang yang, yo wes lah ayo mlaku sak onone dulu. Karena apa? Ya, ini, kalau baru nulis kok perfeksionisku kumat, pasti langsung mandeg sebelum ketemu yang pas.

Baru nulis satu paragraf, ini harus ada fotonya ini nih. Cari dulu, kalau nggak ketemu kudu cari, lama-lama belum juga ketemu yang pas akhirnya sudah badmood duluan. Padahal kan bisa to nulis saja dulu sampai selesai, masalah printilannya nanti.

Padahal, kalau sudah utak-atik infografis atau ngedit foto, kemudian mau balik nulis lagi pasti butuh mood yang sama, bukan seperti di awal? Nah, ini sing angel. Mood terlanjur turun mau balik nulis lagi setelah edit foto, ya, nggak bakal jadi posting tulisan.

***

Nah, nggak terasa kan sudah nulis sekitar 400 kata. Ini nih, 2 sifat di atas kutanggalkan terlebih dahulu. Penting nulis saja dan sampai ending juga.

Sebenarnya memang bisa sih ya kalau sehari nulis sekali gitu di blog. Halah, kayaknya kok terlalu halu. Tapi, harusnya sih bisa, wong ya setiap hari ada saja tingkah polah muridku di sekolah, rupa-rupa teman di kantor, apalagi anakku di rumah.

Bonusnya biar nggak ngganjel di hati dan pikiran. Mundhak dadi penyakit, ya, kalau ngganjel.

Kamis, 30 Juni 2022

Belajar Arti Peduli yang Sesungguhnya dari Blackmores


“Bi, kepalaku kok pusing, ya. Aku mau makan dulu, tapi kok nggak keburu. Nanti malah telat.” Ucapku pada Abi yang sedang menyiapkan tas ASI-ku. Perutku rasanya melilit, kelaparan.

Aku tak jadi makan dan memilih bergegas berangkat karena jam dinding menunjukkan pukul 05.30 WIB. Setelah mencium kening abi, Kakak, dan bayiku yang baru berusia dua bulan, Mayra, kunyalakan motorku. 

Motor kulajukan dengan kecepatan 40km/jam. Paling tidak pukul 06.00 aku akan sampai di Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Demak, tempatku LATSAR CPNS.

Seperti biasa, jalanan masih sepi. Kulewati area persawahan. Sepanjang perjalanan banyak hal yang kupikirkan. Saat itu pikiranku memang semrawut banget. Sampai-sampai kalimat dzikir lupa kulantunkan.

Awalnya, semua baik-baik saja. Sampai di suatu tempat yang sering disebut orang sebagai tikungan maut.

Kok gelap?

Loh, kok lubang, duh, tikus mati.

‘Aku jatuh ini, aku pasti jatuh ini. Ya Allah, Ya Allah...oke nggak tak rem. Saktiboku wae, Ya Allah, piye iki, piye, ojo parah-parah Gusti, sakne anakku, sakne anakku. LATSAR ku piye, nek aku mati saiki anakku piye.’

(Aku jatuh ini, aku pasti jatuh ini. Ya Allah, Ya Allah...oke nggak aku rem. Se-jatuhnya saja, Ya Allah, bagaimana ini, bagaimana, jangan parah-parah Gusti, kasihan anakku, kasihan anakku. LATSAR ku bagaimana, kalau aku meninggal anakku bagaimana)

Braaaaaakkk!

Motorku entah ke mana. Aku merasa seperti salto berkali-kali. Mataku merem. Saat posisi tubuhku terlentang dengan beralaskan tas beratku, mataku mulai bisa terbuka. Pemandangan langit biru di atas sana. Aku masih hidup, kah?

Di belakangku ada suara perempuan berteriak, “Ya Allah, Bu....., pripun (Bagaimana), Bu? Sing sakit pundi (mana yang sakit), Bu?” suaranya makin jelas mendekatiku. Tapi, aku sudah bisa duduk sendiri. Kepalaku makin pusing.

“Sebentar, Buk.” Kataku kepada perempuan yang kuketahui ternyata penjual sayur keliling yang hendak ke pasar.

“Minum...”, kataku. Oh iya, aku baru ingat kalau di tasku ada minuman. Alhamdulillah, kok ya untung saja, Ya Allah, di tasku selalu ada botol minuman. Karena lokasiku jatuh jauh dari perkampungan.

Segera kuteguk setengah botol air mineral. Mataku mulai bisa terbuka lebar. Batinku, alhamdulillah, tidak terlalu parah, aku bisa lanjut ke BKPP. Entahlah, saat itu yang kupikirkan adalah aku tidak boleh izin, aku harus berangkat, karena sekali izin nilaiku akan berkurang.

Teman seperjuangan LATSAR CPNS Kabupaten Demak Tahun 2021

Motorku diurus oleh malaikat tak bersayap yang lewat, alhamdulillah hanya lecet saja dan tetap bisa digunakan. Aku sangat takut motorku kenapa-kenapa, karena saat itu aku hanya membawa selembar uang berwarna merah.

Aku Ingin Menyerah Saja

“Orang rumah tidak ada yang bisa dikabari, Bu guru? Biar dijemput.” tanya perempuan penolong tadi.

Siapa yang bisa kuhubungi? Suami juga mengurusi bayiku yang tadi melek. Tak mungkin kan bisa jemput aku.

Detik itu juga aku ingin menangis.

Allah, kalau saja ibuk masih ada, aku tidak akan mengalami ini semua.

Kalau masih ada ibuk, sesekali suami bisa mengantar jemput aku.

Rasanya aku ingin merajuk, tapi percuma.

Ah, sudahlah, buang jauh-jauh air mata duka itu. Aku harus bisa pulang sendiri! Kalau saja rokku tidak robek, aku langsung tancap gas lanjut ke BKPP.

Sebelum menyalakan motorku lagi, kuhubungi ketua kelompokku kalau aku kecelakaan dan minta tolong disampaikan ke panitia akan terlambat hadir karena mengganti rok yang robek.

Eh, pas tangan kiriku mau megang setang motor. Sakit. Pelan-pelan kugenggam setang motor sebelah kiri, kemudian menyalakan mesinnya. Sepertinya memang ada yang salah dengan tangan kiriku.

Sepanjang perjalanan pulang, aku hanya melajukan motorku dengan kecepatan 20 km/jam. Tak berani lebih dari itu. Karena saat melewati jalan yang tidak rata, tangan kiri terasa sakit.

Bagaimana LATSAR-ku ini nanti? Ya Allah, terkilir saja, ya. Jangan lebih dari itu. Uang siapa yang mau dipakai berobat. Kalau sampai parah, aku tidak bisa melanjutkan LATSAR, kemudian dinyatakan tidak lulus LATSAR. Artinya, aku harus ikut angkatan tahun depan lagi. Rasanya hatiku campur aduk saat itu. Mau menangis, tapi rasanya benar-benar percuma. Untuk apa?

Sampai di depan rumah, pintu masih tertutup. Suamiku pasti sedang menidurkan bayiku.

“Kenapa, Mi?”

“Jatuh.”

“Astagfirullah.”

Suamiku heboh bin panik.

“Tak apa-apa. Tangan kiri dan kakiku sepertinya terkilir.”

“Lha terus, ini bisa izin?”

“Iya, nanti ngabari Pak Yudha (panitia).”

Pukul 07.00, Mbak Firoh, yang momong Mayra datang. Kemudian, suamiku mengantarkanku ke tukang urut. Belum juga selesai diurut, kubaca di WA kelompok LATSAR-ku, bisa nggak bisa laporan rancangan aktualisasi harus diselesaikan sore itu juga. MATI.

Aku lagi-lagi bertanya, Ya Allah, apa aku sanggup? Rasanya badanku sakit semua, Gusti. Tapi, tugas ngawe-ngawe (melambai-lambai). Apa aku bisa, Gusti? Capek, Gusti.

Andai bisa, aku ingin menyerah saja.

Apa yang Kamu Cari?

Keadaan dan pikiranku saat itu rumit. Di satu sisi, saat itu aku masih dalam masa cuti melahirkan. Semula pikiran masih selow banget. Tak ada pikiran kerjaan sedikitpun. Hanya fokus melahirkan kemudian momong bayiku, eh, tiba-tiba harus mengikuti LATSAR CPNS yang jadwalnya padat merayap. Kompetisi antar peserta sangat jelas. Kebetulan teman seperjuanganku banyak yang masih single dan on fire, sedangkan aku beranak dua, yang satu masih bayi pula. Deadline yang padat, wis pokoke hari-hariku rasanya seperti kuda yang dipecuti.

Bayiku yang masih merah ikutan jadi model tugas LATSAR

Di sisi lain, anakku yang sulung sering rewel karena setiap hari kutinggal. Ada saja ulahnya. Kemudian perkara finansial keluargaku yang morat-marit karena suami tidak bekerja. Beliau membantu antar jemput anak sulungku yang harus sekolah TK.

Terima kasih Abi sudah mau mengambil alih mengasuh Kakak

Ya, sudah. Paket komplit. Saat itu aku merasa sangat menderita sampai-sampai ASI-ku seret. Aku makin stres. Kenapa? Kenapa harus saat ini? Dan kenapa harus begini sialnya jalan hidupku? Begitu pikirku saat itu.

Pumping hanya dapat segini, seret banget saat itu

Sampai akhirnya, aku ditampar dengan pertanyaan dari guruku saat cerita tentang keadaanku,

“Semua sudah kamu miliki. Anak yang lengkap, suami yang perhatian, punya gaji tetap. Apa lagi yang kamu cari?”


Makdeg!

Iya, aku memang ingin yang paling menonjol di kelompokku. Aku merasa otakku sampai tapi tenagaku tak mumpuni. Di saat teman-temanku punya banyak waktu untuk mengerjakan tugas-tugas LATSAR di BKPP, aku harus disibukkan dengan pumping setiap pukul 09.00, 12.00, dan 15.00. Padahal setiap pumping bisa menyita waktuku selama satu jam. Kalau sehari tiga kali, maka tiga jam waktuku habis untuk pumping.

Ditambah lagi nanti kalau di rumah, yang lain bisa lembur tugasnya, sedangkan aku? Lembur juga, tapi lembur bayi rewel yang minta nenen setiap dua jam sekali. Kesibukan dan tanggungjawabku berbeda dengan teman-temanku, tapi aku harus sama dengan mereka, bahkan aku ingin lebih dari mereka. Ya, sudah, akhirnya jatuh berguling-guling di aspal adalah cara Allah menyentilku karena tak tahu diri.

“Hei, Ka. Apa yang kamu cari? Kamu kok nggak tahu bersyukur banget sih! Apalah arti nilai LATSAR CPNS kamu dibandingkan nyawa bayi mungil yang bergantung kepadamu? Di mana rasa pedulimu sebagai ibu? Kamu tidak boleh egois!”

Aku menangis sejadi-jadinya. Memohon ampun kepada Allah SWT dan mengubah niatku untuk mengikuti LATSAR CPNS. Bismillah, kulakukan sesuai tanggungjawabku, semaksimal yang aku bisa tanpa menomorduakan keluarga, terutama bayiku.

Alhamdulillah, setelah izin satu hari, aku kembali berkumpul dengan teman-teman LATSAR CPNS ku dengan hati yang ringan meski kaki sedikit pincang. Aku tetap disiplin pumping. Beberapa kali aku izin sambil pumping saat zoom berlangsung. Alhamdulillah narasumber dan teman-temanku sangat respect. Pumping kali ini tidak lagi dengan perasaan jengkel karena melewatkan waktu mengerjakan tugas. Melainkan sebagai bentuk cinta kasih dan kepedulian terhadap bayi mungilku, Humayra.

Hasil pumping setelah merubah niat mengikuti LATSAR CPNS


Bukankah peduli itu tidak hanya menggugurkan kewajiban? Bukankah peduli itu adalah hal yang bisa kita lakukan lebih dari biasanya secara tulus?


Seorang Ibu Harus Peduli

Mbak, kata dokter plasentaku mengalami pengapuran.

Mbak, kata dokter janinku BB nya masih kurang.

Mbak, bayiku lahir hanya 2,4 kg.

Mbak, anuku diobras katanya aku kaku.

Mbak, bayiku kuning, kata dokter kebanyakan minum sufor dibanding ASIku.

Begitu cerita temanku, panggil saja namanya Shabrina.


Bersama kesayanganku, Humayra

Sebelum menulis kisah yang dialami Shabrina, aku sudah meminta izin terlebih dahulu kepadanya dan dengan senang hati dia mengizinkan, pun agar tidak ada lagi Shabrina lagi di luar sana.

Shabrina adalah teman LATSAR CPNSku. Karena dia juga sudah tidak memiliki ibu, bisa dibilang kalau ada apa-apa tentang kehamilannya, aku jadi salah satu tempat bertanya sekaligus berkeluh kesah.

Penyesalan, aku yakin ada rasa itu dalam diri Shabrina saat ini, setelah hampir seminggu melahirkan bayinya. Dari awal saat dia tahu hamil, aku sudah sering ngomong tentang hal-hal penting yang harus dia persiapkan untuk bayinya, terutama sejak di dalam kandungan. Tapi, keluhan di atas?

Ternyata dia meng-iyakan kalau selama hamil, dia:

  • Masih sering makan junk-food
  • Jadwal makan nggak teratur
  • Jarang makan sayur
  • Makan makanan yang terlalu pedas
  • Malas gerak tapi asyik tiktok-an
  • Nggak pernah senam hamil
  • Jarang mengajak ngobrol bayinya
  • Sering sekali insomnia dan hobi nonton film 

Sebenarnya, kalau kuperhatikan, di lingkunganku sendiri pun banyak Shabrina-Shabrina lain. Endingnya sama, bayinya yang malang, lahir dengan BB yang kurang, ASI ibunya nggak keluar-keluar, akhirnya kuning, dan pertanyaan kasar itu datang,

“Di mana rasa pedulimu kepada bayi mungil ini?”

Jangan bilang kurang pengalaman, ya. Sekarang cari informasi di internet banyak sekali. Tinggal kita mau literasi dan mengaplikasikannya apa tidak?

Jujur, aku belajar dari pengalaman ibuku. Beliau pernah bercerita kalau aku doyan sekali makan sayur dari kecil karena ibu sangat memperhatikan asupan sayuran sejak hamil aku. Saat aku hamil anak pertama pun ibu selalu menyiapkan menu seimbang dengan porsi sayur dua kali lipat dari karbohidrat. Harus mau. Begitu prinsip ibuku.

Dari cerita itulah, meski di kehamilan anak yang kedua aku melewatinya hanya bersama suami, masalah nutrisi aku selalu usahakan sangat tercukupi. Bidan desa yang membantuku melahirkan anak pertama dan kedua pun selalu berkomentar,

"Kalau nutrisinya cukup, anaknya gini nih, lahir bersih. Nggak heran saya." Begitu pengakuan bu bidan.

Aku tidak ada tips khusus saat hamil. Aku hanya manut saja kata bu bidan dan dokter yang menanganiku. Selain itu juga banyak membaca, baik di buku dan di internet. Alhamdulillah, hamil anak dua diberikan kemudahan, kesehatan, dan kelancaran.

Namun, kebiasaan-kebiasaan berikut bisa jadi catatan juga untuk kamu yang saat ini sedang hamil atau menyusui sebagai ikhtiar yang terbaik untuk si bayi mungil. Terpenting, kita harus paham betul bahwa tumbuh kembang si kecil berawal dari Bunda yang sehat.

1. Istirahat yang cukup

Saat hamil, tidur siang bagiku wajib, walaupun hanya 15 menit. Kemudian kalau malam aku tidak pernah begadang. Jadi, aku selalu berusaha pekerjaan sekolah tidak kubawa pulang. Semua diselesaikan di sekolah. Pukul 21.00 semua lampu sudah mati dan bersiap untuk tidur. Eh, ternyata, kebiasaan itu terbawa sampai sekarang. Kedua anakku, kalau sudah pukul 20.00 semua sudah siap untuk tidur. Alhamdulillah.

2. Tetap bergerak

Hamil, perut makin membuncit, berat badan bertambah drastis, mau miring ke kanan engap, sama halnya kalau miring kanan. Semua serba salah. Tapi, aku selalu berusaha tidak banyak rebahan. Pas ngajar pun aku tetap aktif bergerak. Kalau olahraga, aku memang jarang sekali. Ya, karena pukul 07.00 sudah harus standby di sekolah. Kalau di rumah, ya, aktivitas seperti layaknya ibu rumah tangga. Hanya saja, kalau angkat-angkat barang yang berat, tidak.

Saat hamil 5 bulan aku masih aktif menjadi juri mendongeng

Nah, pas memasuki usia tujuh bulan kemudian masa cuti melahirkanku tiba, hampir setiap hari aku melakukan yoga. Itu tuh ngikutin di youtube. Banyak banget kok tutorialnya. Kalau pas pagi hari bisa jalan kaki, bertahap, mulai dari 10 menit, nanti lama-kelamaan makin bertambah durasinya sampai 30 menit. Pokoknya, yuk, tetap aktif bergerak! Kalau waktunya istirahat, silakan rebahan.

3. Rutin periksa kehamilan

Poin ketiga ini sangat penting banget. Bidan yang menanganiku ini kalau tidak tahu trik-nya, susah sekali ditemui. Beliau itu sibuk sekali karena baru menempuh pendidikan lagi. Jadi, kalau mau periksa, ya, harus tanya dulu di rumah apa tidak?

Itu kalau sudah ke bidan, apa perlu ke dokter kandungan? Ada yang tanya seperti itu, bukan? Kalau menurutku, yang kehamilannya normal-normal saja tidak ada keluhan yang memprihatinkan, perlu banget ke dokter kandungan.

Kenapa? Ya, biar tahu perkembangan bayinya. Minimal 3 kali, pas usia 4 bulan, 7 bulan, dan mendekati HPL. Kalau ada rezeki berlebih, mau setiap bulan, ya, boleh banget dong.

Tips nih ya, kalau pas ke bidan atau dokter kandungan, yuk, aktif bertanya tentang perkembangan janin kita. Kalau bingung mau tanya apa, coba baca dulu di buku atau internet, kira-kira kalau usia sekian bulan apakah perkembangan janin kamu sudah sesuai?

4. Perhatikan betul asupan nutrisi saat hamil dan menyusui

Nah, poin yang terakhir ini sangatlah penting. Kalau aku secara mudah selalu begini,

Minum air putih yang lebih dari sebelum hamil

Makan buah dan sayur porsinya dua kali lipat dari karbohidrat

Makan ikan, jenis apa saja boleh dimakan, asal tidak berlebihan

Makan kurma, makin jos.

Makan nanas boleh? Boleh. Tidak boleh kalau nanas sekeranjang kamu makan sendiri. Kalau hanya makan sepotong, dua potong kan ya boleh.

Kalau sudah makan dan minum sesuai di atas, apakah perlu minum vitamin dari dokter? Apakah perlu minum susu ibu hamil? Semua tergantung kondisi kamu. Kalau aku, iya.

Kenapa? Karena ada lima nutrisi paling penting yang sangat dibutuhkan oleh ibu hamil. Apa saja itu, diantaranya:

1. Folat dan asam folat

American College of Obstetrics and Gynecology (ACOG) merekomendasikan ibu untuk mengkonsumsi 600-800 mikrogram folat selama kehamilan. Ibu bisa mendapatkan asupan folat dari makanan, seperti hati, kacang-kacangan, telur, sayuran berdaun hijau tua, serta kacang polong. Suplemen asam folat terbukti menurunkan angka kelahiran prematur.

2. Kalsium

Kalsium dibutuhkan ibu hamil untuk pembentukan tulang dan gigi yang kuat. Dari mana bisa mendapat kalsium? Bisa dari susu, yoghurt, keju, ikan dan seafood yang rendah merkuri, seperti salmon, udang, dan ikan lele.

3. Vitamin D

Selain kalsium, ibu hamil juga membutuhkan vitamin D untuk pembentukan tulang dan gigi yang kuat. Vitamin D dapat diperoleh dari ikan salmon, susu, dan juga jus jeruk.

4. Protein

Protein bermanfaat untuk menyuplai darah ke janin kita. Oleh karena itu, adanya protein yang cukup baik untuk terbentuknya jaringan dan organ bayi, termasuk otak. Selain itu, yang kubaca dari berbagai sumber, ASI yang melimpah salah satu pencetusnya, ya, protein ini lho. Kita bisa mendapatkan protein dari daging sapi tanpa lemak, ayam, ikan salmon, kacang-kacangan, selai kacang, kacang polong, dan keju cottage.

5. Zat Besi

Nutrisi yang tak kalah penting adalah zat besi. Kebutuhan zat besi bagi ibu hamil adalah dua kali lipat dari ibu yang tidak hamil. Karena zat besi bertugas membawa oksigen ke jaringan dan sampai ke janin kita. Zatt besi kita dapatkan dari sereal, kacang-kacangan, dan sayuran. 

Nah, itulah nutrisi yang penting bagi ibu hamil. Kenapa aku masih mengkonsumsi vitamin juga padahal kalau dilihat daru pola makanku sudah bisa mencukupi? Karena aku tidak tahu, iya, kalau cara memasakku sudah benar. Kalau misalkan mengolahku keliru, kan kekurangan nutrisi itu bisa tertutupi dari vitamin yang kuminum.

Aku ada rekomendasi vitamin yang cocok sekali dikonsumsi oleh ibu hamil. Yaitu, Blackmores Pregnancy & Breastfeeding Gold. Kenapa kok Blackmores? Bukannya produk ini mahal harganya?

Blackmores Pregnancy & Breastfeeding Gold dan Program Blackmores Peduli Nutrisi Bunda


Blackmores Pregnancy, begitu orang menyebut singkat vitaminnya artis ini. Karena yang memakai artis, jadi mahal harganya. Jangan kemakan dengan iklan, begitu kata orang-orang. Akan tetapi, yuk, coba deh kita ulik, beneran mahal nggak sih vitamin yang awal mulanya berasal dari Australia ini.

Makin tenang mengkonsumsi Blackmores, karena halal dan terdaftar di BPOM

Satu botol Blackmores Pregnancy & Breastfeeding Gold yang isi 60 kapsul ini kalau di online shop harganya kisaran Rp 255.000. Kalau per hari minumnya cukup dua kapsul, berarti bisa dipakai selama sebulan. Per hari jatuhnya berapa? Rp 8.500 atau per kapsulnya Rp 4.250.

Pas pertama kali ke dokter kandungan, aku pernah nebus vitamin satu lembar isi 8 kapsul, itu harganya Rp 80.000. Nah, coba dihitung, satu kapsulnya kan malah Rp 10.000 to? Yakin, mau bilang kalau Blackmores Pregnancy & Breastfeeding Gold hanya vitaminnya artis dan mahal? Ya, jangan dibandingkan dengan vitamin zat besi dari bu bidan yang gratis dong. Karena dalam satu kapsul Blackmores Pregnancy & Breastfeeding Gold ini sudah mengandung 5 nutrisi yang kusebutkan di atas lho. Untuk ibu menyusuipun kualitas ASI nya insyaallah terjaga.

Kapsulnya besar tapi manis lho

Oiya, kapsul dari Blackmores Pregnancy & Breastfeeding Gold ini sebesar jari kelingking orang dewasa. Kesulitan minumnya? Tidak sama sekali. Malahan kalau mau minum, sebelum kutelan sering kuemut terlebih dahulu. Kulitnya terasa manis, kan licin, nah, kemudian kuminumi air, lep, masuk deh. Aman lancar jaya pokoknya.

Sampai sekarang, alhamdulillah aku masih mengkonsumsi Blackmores Pregnancy & Breastfeeding Gold ini. Kalau ke sekolah selalu kubawa. Botolnya memang terbuat dari kaca. Tapi, justru itu lebih aman kualitas vitaminnya dan tentu ramah lingkungan. Tutupnya pun aman. No lepas-lepas selama kubawa di dalam tas.

Tutupnya aman, ya. Botol terbuat dari kaca untuk menjaga kualitas vitamin.

Selama masa menyusui dan rutin mengkonsumsi Blackmores Pregnancy & Breastfeeding Gold, apa yang kurasakan? Paling terasa sekali adalah setiap dua jam kok belum ku-pumping ASI ku, rasanya PD ku penuh banget dan saat dipumping ASI yang keluar tampak putih pekat.

Alhamdulillahnya lagi, sampai Humayra mau 11 bulan, aku masih bisa pumping walau sekali (di sekolah) untuk stok dia di rumah. Dulu, saat anakku yang sulung, aku hanya bisa pumping sampai dia berusia 9 bulan. Eh, ini semua menghandle sendiri, ngajar dari pagi sampai pukul 14.00, rezeki ASI sangat melimpah.

Kalau lihat kulkas penuh dengan ASIP gini rasanya damai sekali

Terima kasih Blackmores Pregnancy & Breastfeeding Gold, menjadi teman berjuang saat hamil dan meng-ASI-hiku selama ini. Terima kasih juga karena mengajarkan arti peduli yang sesungguhnya kepada kami, ibu hamil dan menyusui.

Kok bisa?

Sesuai dengan tagline-nya, Blackmores Always Does More, pada bulan April 2022 sampai nanti bulan September, Blackmores menggandeng FoodCycle Indonesia dan Yayasan Gita Pertiwi memiliki program namanya Blackmores Peduli Nutrisi Bunda. Program ini diwujudkan melalui suplementasi Blackmores Pregnancy & Breast-Feeding Gold sebanyak 12.000 botol kepada 2.000 ibu hamil dan menyusui yang kurang mampu di Kota Solo.

Dipilihnya Solo sebagai kota pelaksanaan program Blackmores Peduli Nutrisi Bunda karena berdasarkan Profil Kesehatan Provinsi Jawa Tengah 2020 yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Tengah menjelaskan bahwa setidaknya terdapat 17,59% kasus bayi lahir dengan berat badan di bawah 2,5 kg di Kota Solo. Angka tersebut dinilai sangat tinggi jika dibandingkan dengan kota lain.

Selvi Ananda Gibran, Ketua TP PKK Kota Surakarta bersama ibu hamil dan menyusui saat menerima produk Blackmores Pregnancy & Breastfeeding Gold

Alhamdulillah, aku ikut senang baca kabar ini. Karena selama ini kan kebanyakan hanya sosialisasi dan edukasi saja mengenai kasus bayi lahir dengan berat badan kurang. Blackmores berinisiatif memberikan bantuan secara langsung agar kelak anak-anak penerus bangsa ini menjadi anak yang lebih cerdas dan siap membangun negeri.

Kalau dipikir, ya, untuk apa program ini dilakukan oleh Blackmores? Dengan memproduksi vitamin ini saja sudah jadi bentuk dukungan dan kepedulian bagi ibu hamil dan menyusui. Eh, ini kok malah lebih peduli lagi dengan membagikan produknya kepada masyarakat yang memang sangat membutuhkan.

Aku yakin cepat atau lambat, Blackmores akan menuai hasilnya. Pun, kelak, akan ada sejarah atas perannya dalam membangun negeri ini lewat pemberian Blackmores Pregnancy & Breastfeeding Gold kepada ibu hamil dan menyusui.

Aku pribadi sangat mengapreasi apa yang diprogramkan oleh Blackmores. Syukur alhamdulillah kalau program ini terus berlanjut setiap tahunnya, dengan berganti kota yang memang membutuhkan.

Terakhir, mari kita lakukan lebih dari biasanya seperti apa yang dilakukan oleh Blackmores dengan produknya Blackmores Pregnancy & Breastfeeding Gold. Karena aku sendiri yakin, saat kita melakukan lebih, terutama lebih peduli dengan orang terdekat dan sekitar kita yang membutuhkan, maka Allah akan membalasnya kelak.

***

Ini adalah hasil LATSAR CPNS-ku. Tak kusangka kalau hasilnya bisa seperti ini. Karena dari 443 peserta, hanya 148 CPNS yang mendapatkan nilai SANGAT MEMUASKAN. Mungkin memang harus ada cerita salto bin jungkir balik dulu agar aku bisa benar-benar tulus peduli dengan bayiku. Rasanya lelah, letih, air mata, kurang tidur, rindu, dan amarah, terbayar sudah dengan dua kata tersebut.




Mari lakukan dengan lebih. Mari lebih peduli dengan apapun, terutama dengan orang terdekat kita!


Teman-teman, bisa follow akun instagram dari Blackmores untuk dapatkan info menarik seputar kesehatan kita.

Senin, 27 Juni 2022

Asuransi Kesehatan Astra Life, Ternyata Murah, Cashless dan Online Pula

Ini anak sulungku, Kak Ghifa yang sedang menikmati nila bakar.
Setahun terakhir, setiap sebulan sekali keluarga kami ada kebiasaan makan di luar

Kalau sekali mengajak keluarga kecilku ke tempat makan seperti di atas, tahu kan kira-kira habis berapa untuk dua orang dewasa dan satu anak? Pasti di atas 100 ribu. Kalau urusan perut saja, enteng, kenapa untuk asuransi kesehatan #AstraLife yang sebulan hanya 100 ribuan tidak jadi prioritas, ya?

Santai, ini ngomong dengan diriku sendiri kok. Hihi.

*** 

Seringkali kita dipaksa oleh keadaan untuk belajar tentang kehidupan.

Dulu, saat masih serumah dengan bapak dan ibuku, apa pernah aku mikir tentang asuransi kesehatan? Duh, boro-boro, belajar mengelola keuangan keluarga saja tidak pernah.

Ah, santai banget. Bisa dibilang, aku itu njagake, kan ada bapak dan ibu, kalau ada apa-apa ada yang memback-up

Allah murka kali, ya.

Ehm, bukan-bukan.

Lebih tepatnya Allah ingin aku dan suami mau belajar hidup mandiri. Diambillah ibuku, kemudian bapakku menikah lagi dan ikut dengan istrinya. Akhirnya tinggal aku, suami, dan balitaku dengan keuangan keluarga yang tidak jelas.

Kaget? Pasti. Sampai-sampai kami pernah salat ashar berjamaah yang diakhiri dengan tangis bersama karena tidak tahu nanti malam makan apa. Akan tetapi, percayalah satu hal dan ini insyaallah pasti, bahwa semua yang ada di muka bumi ini sudah dijamin oleh Allah.

Mengapa aku bisa berkata demikian? Karena saat malam menjelang, saat itu, ada orang yang mengantar makanan ke rumah kami. Allahuakbar.


Bersama kesulitan pasti ada kemudahan.

Aku beruntung, Allah tak lama menguji kesabaranku. Tangisan duka tak bisa makan, alhamdulillah, tak lagi menghampiri. Kabar diangkatnya aku menjadi CPNS, setahun pengabdian kemudian menjadi PNS, membawa angin semilir untuk keuangan keluarga. Nah, semenjak inilah, mau tidak mau, karena anakku juga sudah sekolah, kemudian aku diberikan rezeki anak kedua, pengelolaan keuangan keluarga harus kutata. Harus.

Kasihan anak-anakku nanti.

Maret 2022, aku resmi jadi guru PNS setelah 8 tahun mengabdi menjadi guru honorer

Bagaimana caranya?

Belajar secara otodidak kepada ahlinya.

Enaknya jadi generasi milenial, apalagi anak-anak sekarang, mau belajar apapun tinggal buka internet. Semua ada. Gratis pula.

Termasuk aku, belajar mengelola keuangan, ya, dari internet. Salah satu perencana keuangan yang sering kusambangi akun instagram milik Mbak Prita Hapsari Ghozie. Dari beliau, setiap awal bulan aku selalu membuat engkrengan atau catatan keuangan. Untuk apa saja gajiku selama sebulan ditambah pendapatan harian suami?


Kurang lebih begitulah engkrengan keuangan keluarga kecilku, dengan gajiku per bulan sekitar 3 juta dan pendapatan suami pas ada job per hari Rp 120.000.

Apakah dengan gajiku dan pendapatan suami seperti di atas #LoveLife keluarga kami mulus-mulus saja?

Guruku pernah berpesan,

"Semua pasti ada harga yang harus dibayar dari yang kita terima di dunia."


Diberikan-Nya aku tes kehidupan. Lagi.

Santai, bukankah sejatinya kita hidup untuk menghadapi tes demi tes kehidupan?

Dulu, pas masih jadi guru honorer dengan gaji yang hanya ratusan ribu bisa makan 'kan? Sekarang, gaji aman-aman saja, aku diberi lingkungan kerja yang menuntutku kerja berkali-kali lipat dari sebelumnya. Bahkan, aku sering cerita dengan suami, "Mau menyandarkan punggung saja sampai tak bisa."

Dari pukul 07.00 - 12.10 ngajar, setelah itu membina anak-anak yang lomba, salat, makan siang, lanjut membuat RPP untuk besok pagi. Pulang kerja pukul 14.00 saja belum tentu semua sudah beres. Mau tidak mau, saat bayiku tidur, aku membuka laptop lagi untuk melanjutkan pekerjaan yang belum terjamah. Hampir setiap hari seperti itu.

Kalau sesekali aku mengeluh, boleh 'kan? Menyerah, jangan!

Sebenarnya, dengan pola kerja seperti itu, ada satu hal yang kukhawatirkan, yaitu ambeienku. Semenjak kelahiran bayiku, yang saat ini sudah berusia 11 bulan, ambeienku sudah pernah bermasalah dua kali. Saat BAB tiba-tiba keluar darah mengucur dan itu membuatku keliyengan. Kalau sampai terjadi hal yang lebih dari itu, terus piye? Aku takut.

Ambeienku ini bisa kambuh begitu saja kalau pola makanku ngawur. Ini sering terjadi saat aku banyak kerjaan di sekolah dan tidak sempat masak. Jadi, makanan apa saja kulahap. Asal cepat. Tak jarang makan mie instan yang pedas sekali jadi langganan. Selain itu, bisa kambuh disaat aku sedang stres atau kelelahan bekerja.

Aku ada rencana ingin operasi saat bayiku berusia 2 tahun. Akan tetapi, rasa was-was kalau keadaan darurat terjadi selalu menghantuiku. Makanya, aku pernah bincang-bincang dengan suami, kalau mempunyai asuransi kesehatan lain yang bisa diandalkan saat keadaan darurat mungkin nggak ya? Asalkan preminya (bayar iurannya) tidak yang mahal-mahal lah.

Ternyata ada lho.

Yaitu, asuransi kesehatan dari Astra Life dengan nama produk Flexi Hospital & Surgical Protection. Adalah produk asuransi kesehatan yang diterbitkan oleh PT ASURANSI JIWA ASTRA yang memberikan manfaat penggantian biaya perawatan bagi kita dan keluarga dengan fasilitas cashless di rumah sakit di Indonesia dengan premi yang terjangkau.

Cashless?

Premi yang terjangkau?

Kenapa aku tertarik ingin tahu lebih jauh tentang Flexi Hospital & Surgical Protection? Ada beberapa hal, diantaranya akan aku bagi juga untukmu, siapa tahu kamu juga membutuhkannya.


Pertanyaan pertama setelah tahu nama produk asuransi kesehatan adalah, premi per bulannya berapa? Benar, bukan? Sama, aku juga. Nah, pada Flexi Hospital & Surgical Protection kita bisa menge-cek kira-kira besaran premi kita per bulan.

Caranya sangat mudah lho. Masuk saja di website ilovelife.co.id , kemudian pilih menu Health, klik Flexi Hospital & Surgical. Di sana ada pilihan untuk memasukkan data sesuai dengan keadaan kita. Aku sudah coba lho dan hasilnya seperti ini.

Tuh kan, premi per bulannya hanya Rp 134.800. Terjangkau bukan? Coba deh, kamu cek juga. Besar kecilnya premi ini dipengaruhi usia, harga rawat inap yang kamu inginkan, dan juga limit tahunan, ya. Pas aku baca di websitenya, asuransi kesehatan ini bahkan menawarkan premi mulai dari pembayaran premi Rp1.171.000 per tahun atau kalau dihitung per bulan hanya Rp 97. 583 ribu.

Selain menikmati kelebihan premi yang terjangkau, saat mendaftar asuransi kesehatan Flexi Hospital & Surgical Protection ini tidak perlu ada cek medis terlebih dahulu. Cukup mengisi data pernyataan kesehatan saja yang tercantum dalam website. Sudah, beres! Nggak perlu datang ke kantor. Semua kan serba online sekarang.

Kok ada keterangan free medical check-up?

Iya, tahu sendiri kan ya berapa biaya yang harus kita keluarkan kalau mau medical check up secara lengkap? Nah, kalau memiliki asuransi kesehatan ini, setelah dua tahun, kita bisa menikmati layanan free medical chesk-up lho. Agar lebih jelas, berikut aku tampilkan ilustrasinya.

Untuk jenis medical chek-upnya apa saja? Bisa dilihat di bawah ini, ya.


Asuransi kesehatan Flexi Hospital & Surgical ini memberikan perlindungan kesehatan yang komprehensif. Mulai dari biaya kamar dan akomodasi sampai biaya cuci darah. Semua akan dibayarkan sesuai tagihan. Oiya, aku ada ilustrasi berikut sebagai gambaran lebih detailnya, apa to yang dimaksud sesuai tagihan?

Berkiatan dengan cashless, kamu yang pernah menemani keluarga atau saudara yang dirawat di rumah sakit pasti tahu betapa lama dan repotnya mengurus administrasi saat masuk maupun kepulangannya. Pengalamanku dulu, perawat rumah sakit memberikan berkas pukul 10.00 dan ibu baru bisa dibawa pulang setelah aku selesai mengurus administrasi mendekati waktu ashar. Kalau dengan asuransi kesehatan yang membuat #TagihanRSjadiRingan ini kan tinggal menunjukkan e-card yang tersimpan di HP, urusan beres. Nunggu lama? Bye bye.

Kalau bisa memilih, siapa sih yang mau sakit? Kita kan hanya bisa berusaha dan mempersiapkan dengan baik apabila keadaan darurat terjadi sewaktu-waktu.

Flexi Hospital & Surgical Protection memberikan pembiayaan kamar rawat inap hingga 2 juta/hari. Perawatan penyakit tertentu yang membutuhkan proses berkali-kali tentu saja akan menghabiskan biaya yang cukup banyak. Memilih layanan Flexi Hospital & Surgical Protection adalah bentuk perlindungan yang tepat untuk kita dan keluarga.

Itulah informasi yang bisa kubagi setelah kupelajari lebih lanjut tentang asuransi kesehatan Flexi Hospital & Surgical Protection. Kamu bisa mengulik lebih lanjut melalui websitenya, yaitu ilovelife.co.id. Bisa juga mention dan tanya-tanya langsung lewat DM di instagram @ilovelife.co.id dan @astralifeid lho.

***

Yuk, kalau orang bilang generasi milenial sepertiku ini gila bekerja, okelah! Tapi, jangan sampai lalai dengan kesehatan. Atur waktu, atur keuangan, atur juga asuransi kesehatannya. Siapkan dari sekarang juga, jangan nanti!

Setiap pagi, setiap hendak pergi bekerja, niatkan selalu untuk kerja ikhlas, jujur, dan jangan pernah sombong. Insyaallah nanti akan diberikan jalan terbaik dari Allah.

Bismillah, 13 bulan lagi operasi ambeienku! 

Kerja maksimal, keluarga, ya, jangan ditinggal.


Sumber bacaan:

https://www.astralife.co.id/beta/wp-content/uploads/2022/05/Flyer-Fasilitas-Tambahan-Medical-CheckUp-Flexi-Hospital-Surgical.pdf

https://ilovelife.co.id/products/product-flexi-hs/5275