Kamis, 02 Juni 2022

Apakah Perlu Bekerja dengan Sempurna?

 


Apakah perlu bekerja dengan sempurna?

Saat murid-murid sedang melaksanakan penilaian akhir tahun atau kenaikan kelas, eh, tiba-tiba seorang guru sakit dengan alasan kelelahan setelah lembur nilai? Kok bisa?

Pagi tadi aku mendapat pesan kalau guru kelas sebelahku sakit.

Selasa lalu, dia memang sudah meriang. Beliau juga sudah mengeluh di depan teman-teman guru lainnya kalau badannya lagi nggak fit. Kupikir, tepatnya lumrahnya, kan kemarin sudah libur satu hari, beliau bisa menggunakan kesempatan libur itu untuk istirahat karena kebetulan juga masih lajang.

"Capek lembur nilai, ya?" tanyaku.

"Tahu aja."

Tearkih bertemu, kulihat di motornya memang ada banyak berkas soal dan administrasi kelas. Makanya aku menebak demikian.

Ini bukan kali pertama 'kesalahan' tersebut dilakukan oleh beliau. Waktu rapotan semester 1 kemarin pun beliau yang paling akhir membagikan rapot bahkan di hari berikutnya dan siang hari.

(Wali murid dan anaknya pasti bertanya-tanya, bukan? Yang lain sudah dibagi, kenapa kelas ini belum sendiri?)

Kalau kuamati, beliau memang sangat rapi pekerjaannya. Bahkan paling rapi di antara semua guru. Detail, lengkap, dan sangat teliti, akan tetapi banyak yang berceletuk,

"Apa gunanya sempurna, paling top, kalau tidak sesuai jadwal? Sama saja bohong."

Kurasa memang bekerja di ranah apapun, pasti kita dipatok untuk kerja maksimal, hasilnya terbaik, pun sesuai deadline. Betulkan?

Sejujurnya, dulu, pas zaman kuliah, aku juga miss perfect banget nget lho. Sampai-sampai aku rela tidak tidur untuk mendapatkan hasil yang terbaik dan pastinya sesuai deadline.

Eh, pas kerja, masih lajang, itu bisa kuaplikasikan. Akan tetapi, saat punya anak satu, apalagi sekarang beranak dua yang satu masih bayi, rasa-rasanya mau jadi miss perfect kok mikir berkali-kali. Banyak hal yang akan kukorbankan.

Menjadi guru, makin ke sini, pekerjaannya itu memang semakin banyak dan penuh tantangan. Pekerjaan sakdetsaknyet alias tiba-tiba. Rasanya, bekerja mulai pukul 07.00 sampai 14.00 pun tidak cukup. Mau membawa pekerjaan ke rumah masih sering kelewatan karena bayi rewel minta kelon.

Kini aku bekerja sesuai tupoksiku saja, tapi tetap semaksimal mungkin tanpa mengorbankan siapapun termasuk diriku sendiri. Fleksibel-lah.

Pesan dari kepala sekolahku yang patut direalisasikan,

"Kerjakan setiap hari tanpa lembur."

Kalau menurutmu, mendapati apa yang dialami temanku ini, bagaimana? Pelajaran apa yang bisa kamu ambil?

Secara tulus kutuliskan kisah ini bukan untuk menghakimi seseorang, melainkan mengambil pelajarannya.

Kamis, 19 Mei 2022

Wajib Masuk Bucket List, Ini Kota Terbaik untuk Destinasi Liburan di Pulau Jawa


Pulau Jawa adalah pulau terpadat di Indonesia. Meski begitu, tak cuma untuk ditinggali, Pulau Jawa juga menjadi surga bagi para wisatawan. Di pulau ini bisa ditemui berbagai destinasi liburan terbaik di Indonesia. Ada banyak destinasi wisata untuk dikunjungi, mulai dari wisata alam, gunung, laut, dan tempat lainnya. Makin lengkap, pulau Jawa juga menjadi tujuan utama bagi para wisatawan untuk menikmati wisata kuliner. 

Berbagai tempat wisata di Pulau Jawa bisa ditempuh dengan cara yang mudah. Berbagai kota menghadirkan tempat wisata yang dapat diakses dengan transportasi yang lebih murah, namun tetap nyaman. Kamu dan para wisatawan bisa memilih transportasi darat seperti naik bus DAMRI atau dengan kereta.

Kamu bisa memulai liburanmu dengan membuat rencana mengenai tempat wisata mana saja yang akan dikunjungi. Sebagai rekomendasi, berikut ini kota terbaik di Pulau Jawa dengan beragam destinasi wisata unggulan yang dimilikinya.

1.Bandung

Destinasi pertama ini tak jauh dari ibukota Jakarta. Kota yang dijuluki dengan sebutan Paris Van Java ini tak pernah kehabisan pesonanya bagi para pelancong. Bandung punya beragam tempat wisata yang paling pas dikunjungi saat akhir pekan atau ketika musim liburan telah tiba.

Beragam tempat wisata menarik ada di ibukota Jawa Barat ini. Kamu bisa mencoba berbagai aktivitas seru dan menyenangkan. Sebut saja, kamu bisa melihat indahnya Gunung Tangkuban Parahu, berkemah di Lembang, atau berkeliling di jalanan Kota Bandung sambil melihat Gedung Sate dan Museum Asia Afrika.

Yang tak boleh terlewatkan adalah berbagai kuliner khas Kota Bandung. Jangan lupa untuk mencicipi enaknya batagor, sedapnya mie kocok, hingga bakso cuanki yang punya cita rasa otentik.

2.Yogyakarta

Kota berikutnya pasti menjadi top of mind dari para wisatawan. Kota Yogyakarta punya pesona tersendiri bagi para pengunjungnya. Bukan tanpa alasan, Kota Yogyakarta dicintai karena destinasi wisata yang ada didalamnya dan daya tarik budayanya.

Kamu bisa menikmati pemandangan Kota Yogyakarta dengan segala keramahannya di tempat ikoniknya, yaitu kawasan Malioboro. Kota Yogyakarta juga menjadi rumah dari banyak situs bersejarah, salah satunya adalah Candi Prambanan.

Terakhir, jangan lupa untuk mencicipi kuliner khas dari Kota Pelajar ini yaitu Gudeg dan mengunjungi indahnya pantai Parangtritis.

3.Malang

Bicara soal destinasi liburan, Kota Malang adalah salah satu yang menjadi favorit banyak orang untuk dikunjungi. Kota yang terletak di Jawa Timur ini punya banyak tempat menarik yang bisa kamu eksplor saat liburan.

Saat berlibur di Kota Malang, kamu bisa memulai liburanmu dengan mengunjungi tempat-tempat wisata seperti Gunung Bromo dan Jatim Park. Berbeda dengan kota lainnya, Malang menawarkan wisata unik yang tiada duanya, yaitu dengan mengunjungi Kampung Warna-warni Jodipan, Museum Angkut, dan Alun-alun Kota Malang.

Kamu juga bisa menghabiskan waktu dengan menikmati wisata alam sambil memetik buah apel khas Malang dan berkunjung ke Festival Batu Night Spectacular.

4.Semarang

Kota favorit selanjutnya di Pulau Jawa yang bisa kamu kunjungi adalah Semarang. Terletak di jantung Provinsi Jawa Tengah, Kota Semarang punya beragam tempat menarik yang tak kalah dengan kota lainnya. Mulai dari tempat wisata alam hingga wisata rohani, semua bisa kamu kunjungi di kota ini.

Pertama, kamu bisa mencoba untuk berkunjung ke Lawang Sewu yang ikonik di Semarang. Tempat wisata yang dijuluki Seribu Pintu sudah berdiri sejak tahun 1904 dan menjadi bangungan bersejarah yang punya keunikan tersendiri.

Tak hanya itu, kamu juga bisa melihat sejarah sambil berburu spot foto instagramable di bangunan lainnya, seperti Klenteng Sam Poo Kong dan Kawasan Kota Lama. Sambil berkeliling, jangan lupa juga untuk mencicipi kuliner khas kota ini, yaitu lumpia.

5.Surabaya

Kota yang punya latar belakang sejarah mengagumkan ini juga menjadi destinasi yang tepat untuk dijadikan tempat berlibur. Surabaya punya berbagai tempat menarik yang tak akan mengecewakan bagi para turis.

Kamu bisa memulai petualangan dan liburanmu di Kota Pahlawan ini dengan mengunjungi berbagai bangunan ikonik, seperti Tugu Pahlawan, Museum 10 November, dan Tugu Suro dan Boyo.

Tak hanya itu, kamu juga bisa mengeksplor kekayaan fauna di Indonesia mengunjungi Kebun Binatang Surabaya dan menelusuri indahnya Mangrove di Ekowisata Mangrove.

Nah, itu dia lima kota di Pulau Jawa yang layak untuk kamu kunjungi. Agar liburanmu makin nyaman dan anti repot, kamu bisa lebih dulu menyiapkan akomodasinya secara online lewat Traveloka.

Mulai dari tiket pesawat sampai tiket kereta, kamu bisa mendapatkannya di Traveloka Superapp. Tak hanya itu, kamu juga bisa memesan rental mobil untuk teman perjalananmu di kota tujuan nanti hanya di Traveloka Rental.

Jadi, sudah siap berlibur? Pastikan liburanmu berjalan lancar dengan Traveloka dan jangan lupa manfaatkan promo spesial, seperti Traveloka EPIC Sale!

Kamis, 21 April 2022

Deretan Stasiun Kereta Api Terbaik di Indonesia

Tak terasa, bulan Ramadhan 1443 H sebentar lagi telah tiba. Ada banyak kegiatan yang dilakukan pada bulan suci ini seperti tetap bekerja, tetap bersekolah, berpuasa, menyiapkan menu makanan berbuka puasa, ngabuburit, dan juga persiapan mudik hari raya.

Pemerintah memperkirakan setidaknya ada lebih tujuh puluh juta jiwa masyarakat yang akan melakukan pulang kampung pada tahun 2022. Angka ini disinyalir hampir mirip dengan angka dari jumlah pemudik pada tahun 2019, setahun sebelum pandemi.

Mudik memang menjadi aktivitas yang selalu ditunggu-tunggu oleh semua lapisan masyarakat. Terutama para perantau yang sepanjang tahun harus bekerja di luar kota kelahiran. Selain itu, pemerintah juga menyediakan cuti bersama yang cukup panjang di momen lebaran sehingga masyarakat bisa menikmati waktu bersama keluarga lebih lama dibanding waktu-waku lainnya.

Ada banyak pilihan moda transportasi yang bisa digunakan oleh pemudik. Misalnya saja, kereta api yang juga menjadi moda transportasi favorit sebagian orang. Hal ini dikarenakan harga tiketnya relatif terjangkau, juga fasilitas dan layanan yang semakin baik dari waktu ke waktu. Untuk bisa naik kereta, kalian cukup cari tiket kereta di Traveloka saja, biar tak perlu repot ke stasiun.

Nah, berbicara tentang stasiun, apakah kalian tahu tentang stasiun-stasiun yang ada di Indonesia? Kalau belum, kita cari tahu sama-sama yuk!

1. Stasiun Tugu, Yogyakarta

Stasiun Tugu dibangun oleh perusahaan kereta api milik pemerintah yaitu Staatsspoorwegen (SS). Stasiun Tugu pertama kali dioperasikan untuk umum pada tanggal 12 Mei 1887 yang melayani jalur Yogyakarta-Cilacap.

Bangunan Stasiun Kereta Api Tugu Yogyakarta merupakan stasiun pulau yang diapit oleh jalur-jalur kereta api.

Stasiun Tugu memang merupakan salah satu cagar budaya yang terus dirawat dan diperbaharui tanpa meninggalkan sejarahnya. Saat ini Stasiun Tugu melayani rute-rute jarak jauh ataupun dekat. 

Ada banyak kereta jarak jauh dan kereta lokal di sana. Bangunan Stasiun Tugu terkenal tebal dan kokoh, terbukti pada tahun 2007 kota Yogyakarta diguncang gempa, stasiun tersebut mengalami kerusakan minim.

Spot-spot yang ada di stasiun ini sangat menarik dan cocok untuk foto-foto.

2. Stasiun Gubeng Lama

Sebelum stasiun Tugu dibangun, ternyata Stasiun di kota Surabaya telah ada lebih dulu. Stasiun Gubeng merupakan salah satu stasiun kereta api milik Staatsspoorwegen yang diresmikan pada 16 Mei 1878 sebagai bagian dari proyek pembangunan jalur kereta api Surabaya–Pasuruan. Stasiun ini pertama kali dibangun di sisi barat rel kereta api.

Bangunan stasiun Gubeng lama tampak sangat menarik karena dibangun di era kolonial. Tampak vintage serta autentik. Sekarang stasiun Gubeng sendiri ada dua. Pertama stasiun Gubeng lama yang melayani keberangkatan kereta Ekonomi dengan tujuan seperti Malang, Banyuwangi, Jakarta, dan Bandung.

Sedangkan Stasiun Gubeng Baru khusus melayani kereta eksekutif dan bisnis dengan rute yang hampir sama. Jadi, apabila kalian hendak melakukan perjalanan dengan kereta api dari Kota Surabaya, pastikan jenis kereta kalian terlebih dulu agar tidak tertukar stasiun pemberangkatannya.

3. Stasiun Semarang Tawang

Stasiun Tawang dirancang oleh seorang arsitek berkebangsaan Belanda bernama Sloth-Blauwboer dan diresmikan pada tanggal 1 Juni 1914. Sebelumnya, pada tahun 1911 dilakukan peletakan batu pertama oleh Anna Wilhelmina van Lennep, putri Kepala Teknisi di NISM.

Tahukah kalian kalau lokasi Stasiun Tawang sangat strategis? Stasiun ini terletak di sebelah utara kawasan Kota Lama Semarang yang pada saat itu menjadi pusat perdagangan di Semarang. 

Kendati berlokasi strategis, menurut sejarah wilayah di utara Kota Lama Semarang masih berupa rawa dengan tanah yang labil. Nah, dalam upaya mengatasi hal tersebut, pembangunan awal yang dilakukan adalah dengan memadatkan tanah menggunakan lempengan pelat beton selama berbulan-bulan. Agar tanah benar-benar kuat dan bisa menanggung beban di atasnya.

Bangunan stasiun Semarang Tawang meski sudah dipugar, tapi tetap cantik dan autentik. Stasiun ini memiliki jalur kereta ke arah Solo dan Yogyakarta serta memiliki jalur khusus ke kantor NIS (sekarang menjadi Lawang Sewu).

Nah, itu dia deretan stasiun peninggalan sejarah yang bisa kalian kunjungi sembari mudik. Jangan lupa untuk apresiasi kinerja PT. KAI yang berhasil mengelola stasiun sehingga tampak rapi dan asyik, ya!

Jumat, 01 April 2022

Curhat Menyambut Hari Pertama Puasa

Apa, ya? Aku sebenarnya bingung mau menulis dari mana. Karena sudah lama juga tidak menulis blog.

Baiklah, karena aku percaya bahwa pikiran itu maha dahsyat, ingin rasanya menuliskan keluh kesahku dalam menyambut hari pertama puasa tahun 2022 ini.

Inginku, setelah mencurahkannya dalam bentuk tulisan, hal-hal berikut tidak lagi mengganggu keseharianku. Jadi, puasaku kali ini lebih pol-pol an.

Pertama,

Ini adalah puasa tahun ketigaku tanpa ibuk. Buk, apa kabar? Tak kupungkiri, seperti ada yang hilang, Buk. Aneh rasanya. Tapi, aku bisa apa? Hidupku harus kulanjutkan meski tanpamu. Tunggu aku di sana, ya, Buk.

Kedua,

Aku bingung, menyambut hari pertama puasa ini muncul pertanyaan, apakah aku bisa melewatinya? Tahun lalu aku hamil, kini ada bayi usia hampir 8 bulan, sedangkan yang momong bisa datang mulai pukul 07.00 dan selama ramadan nanti minta pulang pukul 15.00. Kemudian, aku masaknya bagaimana? Adakah ide?

Ketiga,

Surat edaran jadwal libur di hari pertama puasa belum juga ada. Sampai hari ini aku masih bekerja seperti biasa dan siswa kelas VI sedang melaksanakan tryout terakhir. Benarkah hari pertama puasa jatuh hari Minggu? Tak adakah libur di awal puasa ini?

Keempat,

Soal pekerjaan abi. Biasanya kalau bulan ramadan seperti ini proyek abi agak sepi. Semula ada rencana mau bikin usaha kuliner. Tapi, kupikir, ini nanti bakalan menyibukkan abi apa tidak sehingga ibadahnya malah nggak khusyuk dan jatuhnya lebih ke duniawi?

Sebenarnya bulan April ini aku dapat rezeki bertumpuk-tumpuk. Kalau untuk makan insyaallah cukup dengan gajiku. Akan tetapi, aku harus membayar hutang sekitar 3 jutaan.

Aku berdoa kepada Allah agar diberikan jalan terbaik. Terutama, aku dan abi tetap bisa ibadah ramadan dengan lebih khusyuk dibanding sebelumnya.

Kelima,

Masih urusan finansial lagi. Ternyata, ramadan kali ini aku harus memikirkan THR untuk yang momong bayiku, mertua, dan juga bapakku yang saat ini sudah tidak serumah denganku. Padahal akhir bulan nanti, seperti biasa aku harus nyicil angsuran hutang tinggalan bapakku. Ya Allah, cukupkanlah agar ibadahku bisa lebih khusyuk.

Keenam,

Soal ibadah, aku belum ada target apapun. Inginku, ramadan kali ini aku tidak hanya mikir soal duit duit dan duit terus. Aku ingin beribadah dan mendekatkan diri kepada Gusti. Izinkanlah, Ya Allah. Tadarus hayuk, tarawih juga.

Terakhir,

Halo, apa kabar setrikaanku yang menggunung? Insyaallah selama puasa nanti bisa menyetrika sedikit demi sedikit. Kalau mau manggil Mbak Sol, yang biasanya bantu nyetrika, duh, uangnya bisa dipakai buat yang lain dulu. 

Itulah yang saat ini sedang kugelisahkan dalam menyambut hari pertama puasa. Bismillah akan ada jalan rezeki Allah yang menutup semua lubang-lubang kegelisahanku ini. Aamiin.

Kamu, punya kegelisahan juga? Selamat menjalankan ibadah puasa hari pertama, ya. Jangan lupa bersyukur bisa sampai di hari yang mulia ini! Alhamdulillah.

Kamis, 10 Maret 2022

Pond's Triple Glow Serum yang Mudah Meresap Di Kulit


Pond’s Triple Glow Serum yang Mudah Meresap di Kulit. Punya bayi artinya soal skincare-an kudu diskip? Ah, tidak selamanya seperti itu. Nyatanya, pekerjaan menuntut harus tetap tampil prima, ya, bagaimana caranya, kan? Begini pengalamanku skincare-an dengan Pond's Triple Glow Serum yang mudah meresap di kulit.

Kalau disebut repot setelah beranak dua, iya. Tapi, kurasa mau anak satu, dua, tiga, dan seterusnya, kerepotan sekecil apapun itu memang akan selalu ada. Pintar-pintarnya kita untuk membagi waktu antara urusan domestik dan pekerjaan di luar rumah bagi ibu yang bekerja sepertiku.

Kalau selfie sudah nggak muat bertiga, ya?

Jujur, saat ini, meski bayiku sudah usia enam bulan, aku masih dalam tahap menyesuaikan jadwal harianku. Karena bayi kan masih 'ada saja' ceritanya. Hari ini dia bisa bangun agak siang, jadi aku bisa masak, nyuci piring, dan nyapu dengan tenang. Besok pagi, siapa yang bisa menebak?

Pagi hari itu jadi momen mendebarkan untukku. Ngurusin masakan, bekalku dan abi, menyiapkan Kakak sekolah, nyiapin MPASI si adik, mandi sampai sarapan, pokoknya bisa nganter Kakak dan ke sekolah tanpa terlambat itu sudah jadi kado terindah banget untuk setiap hariku.

Satu kegiatan pagi yang sering kunomor sekian kan adalah berdandan. Terpenting pakai parfum, nanti dandan di sekolah juga nggak papa (seringnya sih malah lupa). Kalau urusan pakai lisptik mah belakangan. Hihihi, kan ada  penolongnya sekarang, apalagi kalau bukan masker.

Ingin sekali, kalau soal dandan ini setiap pagi bisa selalu on. Sampai-sampai aku itu envy kalau lihat teman guru bisa ke sekolah sudah ready, cantik. Rahasianya itu apa? Teringatlah aku dengan salah satu teman guru.

Namanya Mbak Ifa, beliau ini teman guru di SD ku yang lama. Kenapa tiba-tiba aku cerita tentang beliau? Begini, saat itu, beliau itu anaknya 3, yang satu bayi pula. Akan tetapi, setiap hari beliau selalu tampil sangat prima. Make-upnya selau full, mulai dari alis yang nylirit, bulu mata cetarnya, lipstik yang gonjreng, sampai bedak yang nggak pernah luntur.

Aku, yang saat itu masih beranak satu saja setiap pagi juga tetap kecacalan alias kewalahan dengan pekerjaan di pagi hari, dandan saja sampai nggak sempat, lah beliau?

“Mbak, maaf, ya, maaf banget, njenengan kok bisa dandan kayak gini kira-kira itu mandinya jam berapa?” aku kepo banget.

Beliau dengan gaya centil binti cerianya menjelaskan,

“Hiiii...gini lho, Non. Aku kalau habis subuhan gitu, langsung bersihin muka, pakai ini itu, alis kupasang sekalian. Jadi, ntar kalau mandi, bagian muka nggak diguyur.”

Ooohh...

“Lha kalau masak apa nggak luntur, Mbak?”

“Halo, aku kalau pagi jarang masak, beli. Jangan kayak orang susah, deh, Non!”

Aku terkekeh sambil manggut-manggut.

Ada yang seperti Mbak Ifa, nggak? Rutinitas Mbak Ifa memang belum cocok kalau kuterapkan dengan gaya hidupku. Apalagi beliau juga ada asisten yang ngurus bayinya. Oke, skip.

Kalau kukoreksi sendiri, sebenarnya yang membuat kegiatan dandan sering ku-skip itu karena lama. Padahal hanya pakai pembersih, serum, pelembab, bedak, dan lipstik. Paling lama bagian pakai serum, duh, bisa tunggu lima menit di depan kipas biar benar-benar meresap. Padahal lima menit itu kan sangat berharga untukku.

Sebenarnya aku sudah ganti merek serum sebanyak lima kali. Belum ada satupun yang benar-benar cocok. Ada yang bisa mengangkat sel mati di bagian area T, tapi, ya itu, lama meresapnya ke kulit.

Nah, beberapa hari ini aku dapat kesempatan untuk nyobain Pond’s Triple Glow Serum dan Pond’s Triple Glow Serum Mask yang jadi serum pencerah wajah terbaik. Iya, serumnya ada yang model masker juga lho. Dari kandungannya, yaitu Gluta-boost-C, vitamin B3, dan Hyaluronic Acid Complex, keduanya mampu mencerahkan, menghaluskan, dan melembapkan kulit wajah kita seketika. Kira-kira, bagaimana pengalamanku setelah memakai serum pencerah wajah terbaik dari Pond’s ini?

Aku ceritain saat memakai Pond’s Triple Glow Serum dulu, ya.

Pertama kali memakai, baunya seperti pelembab Pond’s yang kupakai pertama kali saat SMP dulu. Baunya kalem, lembut, dan nggak nonjok ke hidung. Cukup encer, pas diaplikasikan ke muka, langsung mak ces. Adem. Paling kusuka dan selama ini kudamba dari serum yang kupakai sebelum-sebelumnya adalah Pond’s Triple Glow Serum ini cepat sekali meresapnya ke kulit. Di depan kipas, cukup jadi patung semenit saja, sudah meresap. Kulit mukaku memang terasa lembab. Yeay, aku suka!

Apakah memang benar-benar bisa bikin ending dari dandananku makin bersinar alias glowing? Kamu bisa menilai sendiri deh dari fotoku sebelum dan sesudahnya.

Kalau pengalaman memakai Pond’s Triple Glow Serum Mask, bagaimana?

Pertama kali membuka kemasannya, baunya jelas sama, ya. Paling kusuka, serumnya itu luber ke mana-mana, melimpah dan nggak pelit. Pas ditempel ke muka. Ya Allah, adem banget. Cara pakainya sama dengan serum masker yang lain. Tinggal tempel saja sesuai wajah kita. Tunggu antara 15 -20 menit. Setelah itu, jangan dibilas, pijat area wajah kita. Dijamin, kulit wajah kita jadi kenyal, ada kesan kencengnya juga, tapi terasa nyaman banget. Tapi, yan pasti kulit wajah memang tampak lebih cerah.

Setelah ini, insyaallah aku akan beli Pond's Triple Glow Serum untuk keseharianku. Di minimarket dekat rumah sudah ada lho ternyata, barusan kuintip lewat aplikasi belanja online. Senang banget rasanya ketemu sama serum yang memang aku butuhkan. Cepat banget meresap ke kulit. Bismillah, soal dandan di pagi hari nggak pakai skip  lagi deh, biar makin prima di depan anak-anak.

Kamu, yang dulu awal-awal kemunculan Pond's pernah pakai produknya yang pelembab, hati-hati bakalan jatuh cinta juga sepertiku dengan serum pencerah wajah terbaik ini lho.