Rabu, 25 November 2020

Pengalaman Mengikuti Tes Swab di Puskesmas Kebonagung Demak


Hari guru kali ini ada yang istimewa, yaitu aku ikut tes swab. Kenapa? Bagaimana prosesnya? Bayar atau tidak? Kemudian sensasinya seperti apa?

Sebenarnya sudah lama ada program tes swab gratis untuk guru di kecamatan Kebonagung. Tapi, pada takut. Apalagi pas ada guru di satu kecamatanku yang dinyatakan positif covid. Sekolahnya langsung ditutup selama dua minggu.

Foto dulu ah sebelum diambil nomor urut kami.

Aku sendiri takut nggak sih? Ya, takut. Makanya, di awal-awal nggak ikut. Tapi, kemarin pas ada tawaran lagi, kemudian teman-teman di sekolah banyak yang ikut, ya, ayolah. Dari empat belas anggota, yang ikut tes swab hanya ada enam yang ikut. Memang tidak wajib. Jadi, ya, monggo-monggo saja.

Akhirnya, seminggu lalu aku mengumpulkan selembar fotokopi KTP. Lalu dikumpulkan secara kolektif ke Puskesmas kemudian menunggu panggilan kapan harus melaksanakan tes swab.

Eh, kemarin sore, teman yang mengkoordinir tes swab memberikan info kalau pagi ini, tepat di hari guru, pukul 08.00 kami dijadwalkan untuk tes swab. Ada rasa takut muncul dalam hatiku. Duh, terlanjur daftar, sudah dapat panggilan pula.

Piye, yo? Gimana, ya?

Mangkat, gak, yo? Berangkat, nggak, ya?

Bismillah.

Aku juga ada rasa penasaran. Apalagi aku serumah sama bapak yang memang setiap hari ke Semarang dan Purwodadi. Amit-amit kalau sampai bersua dengan virus corona. Semoga sehat-sehat semua. Kontak secara langsung sih jarang banget. Wong bapakku juga jarang di rumah. Pulang kalau malam, tidur, pukul 02.00 pergi lagi. Pas beliau pulang, aku masih di sekolah, begitu terus.

Akhirnya, berangkatlah rombongan kami ke Puskesmas tepat pukul 08.00. Sampai di Puskesmas, kami langsung ambil nomor antrean dan registrasi. Ternyata, petugasnya sudah memiliki daftar nama kami. Jadi, tinggal dicentang saja.


Kak Ghifa antre dipanggil petugas

Sambil nunggu dipanggil, karena petugasnya belum siap semua dan aku dapat nomor 13, kuajak Kak Ghifa untuk masuk Puskesmas dulu untuk minta obat karena saat itu Kak Ghifa sedang batuk pilek.

Selesai urusan Kak Ghifa, aku langusng keluar ke halaman tempat pendaftaran tes swab tadi diadakan. Alhamdulillah, acaranya sudah dimulai. Sambil nunggu, duduknya agak nggak jaga jarak, kursinya terbatas soalnya, kami mengobrol sana-sini.

"Oh, ada ibu hamil juga, ya?"

"Hooh, katanya yang usia kehamilan di atas 7 bulan wajib swab."

"Aku kok deg-deg-an, ya."

"Kepalaku kok pusing."

"Aku mau pipis dulu lah."

Hahaha.

Iya, banyak diantara kami yang tegang, grogi. Aku sendiri, ya, agak tegang. Kuingat tulisan teman bloger yang sudah pernah swab, jangan tegang, biar nggak sakit, selow saja.

Temanku yang membawa tempat sampel hasil swab

Sampai nomorku dipanggil. Kuambil wadah sampel dari petugas registrasi. Kemudian menuju samping Puskesmas sebagai tempat ambil sampel swab (tempatnya terbuka). Alhamdulillah, Kak Ghifa nggak ikut ngintil aku. Dia mau nunggu di tempat tunggu depan bersama Bu Ulis.

Samping Timur Puskesmas

Lagi-lagi, kuingat tulisan teman blogger, usahakan posisinya jangan terlalu tegak. Pas duduk mau diambil sampel, posisinya agak ndlosor, insyaallah nanti nggak sakit. Kupraktikkan. Hasilnya?

Ya, namanya dimasukin benda asing, agak aneh juga. Terus, menurutku pas dilogok-logok (benda kayak cotton bud dimasuk-masukkan) itu kok lama banget. Aku lihat temanku tadi cuma bentar-bentar doang. Pas selesai, mataku memang terasa agak perih. Kemudian hidung seperti kemasukan sabun. Pengar-pengar gimana gitu. Hanya saja, bedanya dengan teman-temanku, air mataku nggak sampai menetes. Yang lain sampai keluar air matanya. Dleweran. Apakah ini pengaruh dari posisi duduknya atau nggak, aku juga nggak tahu.

Posisiku agak ndlosor

Posisi temanku tegak


Setelah semua selesai, kami kembali ke sekolah. Sebelumnya, aku minum air putih dulu yang memang sengaja kubawa. Rasanya di kepala bagian belakang kayak pegel-pegel, seperti mau flu. Sensasi pengar agak mendingan setelah aku minum air putih. 

Sampai sekolah, aku langsung bersih-bersih kelas, ya, nyapu, ngepel, dan menyapu halaman depan. Pas semua sudah selesai, keluhanku tadi sudah berkurang signifikan. Aku hanya memperbanyak minum air putih saja.

Jadi, untuk bisa tes swab syaratnya hanya mengumpulkan fotokopi KTP ke Puskesmas. Kalau untuk umum, informasi dari bidan desaku membayar empat ratus ribuan. Hasilnya? Nunggu kabar selanjutnya.

Mohon doa, ya, Teman-teman, semoga hasil swab kami negatif semua. Untuk kamu, sudah pernah ikut swab? Kalau ada fasilitas gratis kayak aku, jangan takut, ya. Ternyata nggak skait kok. Soal hasil, pasrahkan saja sama Allah. Karena takutnya malah OTG, eh, di sekiar kita ada orang yang rentan terkena virus ini kan kasihan. Nanti malah kita dihantui rasa bersalah, oh, tidak, orang itu sakit karena tertular dariku. Jangan sampai!

Senin, 16 November 2020

Server: Pengertian, Mekanisme, Tipe, dan Kegunaan

Setiap penyedia layanan hosting selalu menggunakan server. Seluruh data pelanggan akan disimpan dalam perangkat tersebut. Bagi kamu yang hendak berlangganan hosting dan membuat website, sangat disarankan mengetahui hal yang berhubungan dengan server. Apabila kamu ingin berlangganan server Indonesia perlu simak ulasanku ini sampai selesai.

Pengertian Server

Server adalah program komputer yang digunakan untuk memberikan layanan bagi komputer lain, dan user atau client. Dalam suatu pusat data, komputer yang memiliki program server di dalamnya dapat dikatakan sebagai sebuah server juga.

Dalam model client server, server akan menunggu perintah dari client, yang merupakan software yang berada di dalam komputer tersebut, atau bahkan berada pada komputer lain, dan selanjutnya akan memproses permintaan tersebut dalam waktu yang singkat.

Mekanisme Kerja Server

Server dibedakan menjadi tiga, yaitu server fisik, server virtual, dan server software. Server fisik atau yang biasa dikenal dengan “server besi” adalah komputer server. Komponen, dan alat-alat yang digunakan pun tidak bisa digunakan secara berkelompok. Server fisik umumnya terdiri dari memori, prosesor, koneksi jaringan, dan aplikasi. Karena server ini merupakan satu unit komputer beserta komponennya, dibutuhkan banyak ruang untuk mengakomodasi ukurannya yang besar. 

Lain halnya dengan server virtual, server ini merupakan software yang berada di dalam aplikasi komputer. Virtual server menggunakan lingkungan multi-tenant, artinya akan banyak mesin virtual yang digunakan pada fisik sebuah hardware. Komponen yang ada pada virtual server lebih rumit jika dibandingkan dengan server fisik. Komponen yang diperlukan seperti hypervisor (VMware vSphere, atau Microsoft Hyper-V) yang akan di install pada fisik hardware. Selanjutnya hypervisor akan digunakan untuk membuat, dan mengatur mesin virtual. Setelah itu, baru beberapa sistem operasi, dan aplikasi di dalam server dapat diproses dalam virtual hardware.

Server software menggunakan dua komponen software yaitu sistem operasi, dan aplikasi. Sistem operasi akan bertindak sebagai platform yang mengoperasikan aplikasi server. Sistem operasi yang terdapat di dalam server adalah media untuk client, dan server untuk berkomunikasi. Alamat IP dari sebuah server, dan nama domain sebuah website akan dicari, dan menjadi tugas sistem operasi saat adanya permintaan dari client. Biasanya client hanya perlu melakukan satu klik pada sebuah link untuk membuat sistem operasi sebuah server bekerja. Dalam hal ini, komputer lah yang berperan sebagai client. Lalu, server akan merespon permintaan tersebut, dan langsung menuju alamat website tersebut.  Setelah alamat website tersebut didapatkan, protokol seperti HTTP akan langsung mengirimkannya. Terakhir, browser yang digunakan client akan menerima data, mengubahnya, dan menampilkan halaman website tersebut di screen perangkat elektronik yang digunakan oleh client. 

Beberapa Tipe Server

  1. Web Server: program komputer yang menyediakan halaman, atau file HTML. Web server disini bertindak sebagai client.
  2. Proxy Server: software yang bertindak sebagai penghubung endpoint sebuah perangkat elektronik, seperti komputer, dan server lain yang diminta oleh client.
  3. Mail Server: aplikasi yang digunakan untuk menerima email baru dari pengguna lokal (pengguna yang memiliki nama domain yang sama).
  4. Virtual Server: program yang dioperasikan pada shared server yang dikonfigurasikan sedemikian rupa sehingga penggunanya mendapatkan kontrol penuh terhadap server.
  5. Application Server: program yang ada di komputer pada jaringan terdistribusi yang menyediakan business logic untuk sebuah program aplikasi.
  6. Blade Server: merupakan komponen kerangka sebuah server, papan sirkuit elektronik modular, yang disebut sebagai server blade.
  7. Policy Server: komponen keamanan dari jaringan policy-based yang menyediakan layanan otorisasi, dan fasilitas mengontrol file serta tracking file.
  8. Print Server: menyediakan akses bagi user dengan satu, atau lebih akses jaringan printer. Server print bertindak sebagai antrian untuk pekerjaan printing yang di minta oleh client.
  9. File Server: komputer yang berfungsi dalam hal pengaturan, dan penyimpan data utama yang akan mengendalikan komputer-komputer yang berada pada jaringan yang sama, sehingga komputer-komputer tadi dapat mengakses data tersebut. 
  10. Database Server: server yang bertugas untuk menjadi hosting pada satu, atau lebih database.

Kegunaan Server

Setelah membahas beberapa detail tentang server, apakah fungsi sebuah server sebenarnya? Fungsi utama server adalah untuk merespon saat adanya permintaan dari client di dalam jaringan internet. Kedua, server juga dapat menjadi pengatur trafik data. Ketiga, dengan menggunakan server, kumpulan data akan lebih mudah diatur karena adanya sistem keamanan yang akan membatasi ruang gerak user terhadap file-file tertentu. Selanjutnya, server mampu menyimpan banyak data yang dapat diakses oleh semua pengguna yang menggunakan jaringan yang sama dengan menggunakan protokol FTP. Ditambah lagi, komputer client akan dijamin keamanannya jika komputer client tersebut di install  firewall, atau anti malware. Terakhir, server dapat disambungkan dengan domain website kamu. Sehingga saat client ingin mengakses domain kamu, server akan langsung mengarahkan ke hosting yang kamu gunakan. Semua keuntungan server hosting domain ini akan kamu miliki dengan harga terjangkau tanpa ada syarat khusus di website Domainesia.



Rabu, 28 Oktober 2020

Kugaet Hati Walimurid dan Anak-anak dengan 3+ Aplikasi Berikut ini


Kutahu semua orang merasa tidak nyaman dengan keadaan saat ini. Akan tetapi, itu tidak lagi menjadi fokus kita. Karena mau tidak mau kita harus tetap menjalani kehidupan ini. Terpenting saat ini adalah bagaimana kita mengubah ketidaknyamanan menjadi kenyamanan.

Masih ingat, kapan anak-anak mulai belajar dari rumah? Ya, sejak Maret lalu. Apakah semua berjalan baik-baik saja? Awalnya tentu tidak. Kalau saat ini bisa jadi sudah mulai terbiasa. Mungkin kalau anak-anak harus kembali ke sekolah justru rasanya malah aneh. Bukan, begitu?

Sama halnya dengan pola kerjaku sebagai guru. Awalnya kaget, tidak nyaman, kerja malah waktunya ananta, padahal aku punya anak sekolah juga, duh, kok begini, ya? Akan tetapi, balik lagi. Kalau gak gelem obah (tidak mau bergerak), ya salah kaprah. Kasihan walimurid, terutama anak-anak. Pun, di mana tanggungjawabku?

Nah, sebagai guru, selama belajar dari rumah ini apa yang aku lakukan? Bagaimana caraku agar walimurid tetap semangat mendampingi sekaligus anak-anak juga tidak mangkir dengan tugas yang ada?

Sebelum aku membahas lebih jauh, kita mulai dari sini dulu, yuk!

Belajar dari rumah tak akan jauh dari kata pembelajaran daring dan luring. Apa arti keduanya? Secara mudah, keduanya diartikan sebagai berikut.

Dari penjelasan di atas, pembelajaran daring adalah pembelajaran yang dilaksanakan dengan memanfaatkan jaringan komputer, internet, dan sejenisnya. Lain halnya dengan pembelajaran luring, yaitu pembelajaran tanpa memanfaatkan jaringan komputer.

Sampai sini sudah paham arti keduanya, ya?

Bagiku, selama belajar dari rumah ini, kombinasi pembelajaran luring dan daring memang tak terelakkan. Bahkan menurutku keduanya tidak bisa jalan sendiri-sendiri. Keduanya saling mengisi agar kegiatan belajar dari rumah ini tetap berjalan lebih efektif dan syukur-syukur menyenangkan.

Kalau kuingat saat awal belajar dari rumah, semua guru kelabakan. Bagaimana ini? Karena semua tidak ada persiapan. Ini kali pertama terjadi. Akhirnya pemerintah memberikan angin segar lewat belajar luring, yaitu tayangan di TVRI.

Apakah cukup hanya dengan belajar lewat tayangan TV (pembelajaran luring)? Jelas tidak. Butuh juga komunikasi dengan guru.  Paling sering dilakukan dengan aplikasi WhatsApp. Bentuknya bisa pemberian arahan dari guru tugasnya kira-kira apa, mengerjakannya di buku apa, kemudian pemantapan dari guru bagaimana, sampai refleksi yang muncul seperti apa. Bukankah ini butuh kombinasi antara pembelajaran daring dan luring? Kok ya untungnya perkembangan teknologi begitu pesat, ya. Sehingga pekerjaan guru juga sangat dimudahkan.

Apakah belajar dari tayangan TVRI berjalan lancar?

Sehari, dua hari, sampai seminggu, okelah, tidak ada masalah. Lama-kelamaan anak-anak bosan. Orangtua juga tidak bisa selalu mendampingi. Mereka harus bekerja. Nah, bagaimana ini? Masalah mulai muncul satu per satu. Anak-anak dengan orangtua bekerja mulai mangkir dari tugasnya. Kalau terus-terusan seperti ini, bagaimana?

Aku memutar otak.

Jujur, sebenarnya aku merasa envy dengan teman-teman guru yang sering kulihat kabarnya di sosial media. Mereka bisa melaksanakan pembelajaran melalui zoom, google meet, atau sejenisnya dengan lancar. Aku ingin juga seperti itu. Bisa melihat wajah dan menyapa anak-anakku kelas 1 SD tahun ini setiap pagi.

Sayang, aku harus sadar bahwa keadaan walimurid dan anak-anakku tidak semua memiliki gadget. Selain itu, adanya keterbatasan kuota, perkara sinyal dan setiap anak tidak pegang HP sendiri harus kuperhatikan.

Sejak saat itu aku berpikir untuk mencari cara agar tercipta pembelajaran luring dan daring yang lebih fleksibel, bisa diakses kapanpun, bervariasi, menyenangkan, dan tentunya anak-anak tetap disiplin mengerjakan.

Alhamdulillah, sampai saat ini, dari 30 anak, ada 4 anak yang tidak memiliki gawai, sisanya hampir semua mengirimkan tugas. Ya, kalau ada yang telat sehari dua hari, wajar, karena orangtua ada kepentingan. Tapi, mereka (walimurid dan anak-anak) tetap menepati tugas. Bahkan ada yang pernah sakit (tangan kanannya kecelakaan) berusaha untuk tetap mengerjakan tugas tepat waktu. Cerita seperti ini membuatku selalu semangat untuk memberikan yang terbaik pula untuk anak didikku.

Bagan di atas menunjukkan kalau lebih dari 75% dari anak yang memiliki gawai selalu mengirimkan tugas dengan disiplin. Aku pribadi merasa bersyukur, karena untuk tahun ajaran ini ada peningkatan yang signifikan dibandingkan antusiasme anak-anak kelas 1 tahun kemarin yang sempat merasakan belajar dari rumah selama empat bulan sebelum kenaikan kelas.

Dari situlah aku sadar bahwa bukan harus seperti guru lain dalam menciptakan pembelajaran daring dan luring. Akan tetapi, lebih ke apa yang walimurid dan anak-anak butuhkan. Karena setiap daerah, sekolah, bahkan kelas, memiliki keterbatasannya masing-masing. Cari benang merahnya. Syukur-syukur kalau aku bisa memaksimalkan kompetensi yang aku miliki.

Nah, untuk mencapai angka 75% tersebut, dalam pelaksanaan pembelajaran daring dan luring, aku memaksimalkan beberapa aplikasi yang ada di HP. Iya, hanya HP senjataku, jadi, kamu yang tidak ada laptop pun bisa mengaplikasikannya. Aplikasi apa sajakah itu?


Aplikasi sejuta umat, setuju? Coba sini angkat tangan, di HP siapa yang tidak ada aplikasi yang satu ini? Hampir semua punya, ya. Walimuridku jelas semua punya aplikasi WhatsApp. Aplikasi dengan logo berwarna hijau ini memang sangat membantu pembelajaran daring maupun luring untuk kelasku.

Foto, teks, file dokumen, video, kontak, sampai suara bisa dikirim lewat aplikasi yang satu ini. Bahkan video call juga bisa lebih dari dua orang. Sesekali kalau mau video call-an ramai-ramai bisa juga, agar anak-anak bersua dengan teman-temannya lewat layar.


Kelemahan dari pemakaian aplikasi ini adalah memori HP yang tersita banyak. Misalkan anak-anak mengirim tugas dalam bentuk foto dan video, tentunya memori HP cepat penuh. Cara untuk mengatasinya adalah kita bisa menggunakan flashdisk OTG yang kapan saja bisa dicolokkan ke HP untuk memindahkan data foto dan video anak agar tersimpan sebagai arsip yang rapi. HP pun tidak jadi lemot. Kalau tidak, data bisa dipindah secara manual menggunakan kabel USB yang disalurkan ke laptop atau PC.


Tidak ada kata kebetulan, yang ada adalah mau apa tidak kita mengambil kesempatan. Karena hobi menulis di blog ini, aku mengenal aplikasi 'ajaib' bernama Canva. Semua yang berhubungan dengan gambar bisa didesain dengan aplikasi ini. Gratis pula. Ada yang berbayar. Akan tetapi, yang gratis juga sangat berguna. Satu lagi, aplikasi ini bisa diakses via mobile maupun web.



Gambar sampai bagan di tulisan ini kudesain dengan aplikasi Canva yang gratis. Aku tidak pernah ikut kursus khusus menggunakan aplikasi ini. Semua otodidak. Kucoba pelan-pelan sampai akhirnya di titik ini. Ternyata aplikasi Canva sangat berguna untuk membuat pembelajaran daringku menyenangkan dan lebih variasi. Bahkan, saat aku mendapat tugas dari kepala sekolah untuk membuat banner PPDB, lomba peringatan tertentu, sampai poster Covid aku juga pakai aplikasi yang satu ini. Contoh desain buatanku seperti berikut.




Ini benar-benar memakai Canva, bukan photoshop. Coba deh didownload dulu aplikasi ini. Siapa tahu kamu akan ketagihan juga menikmati kemudahan teknologi untuk pengembangan pembelajaran sepertiku sekarang ini?!

Aku sudah pernah mencoba menggunakan aplikasi edit video dan foto seperti Viva Video, Filmora, Kinemaster, tapi yang paling pas kemudian cocok banget di aku adalah Inshot ini. Pengoperasiannya sangat mudah. Menunya juga tak kalah lengkap. Pemula pun bisa langsung praktik tanpa mengalami trial and error.

Kenapa memakai aplikasi ini untuk menunjang pembelajaran daring dan luring? Karena kalau tugasnya hanya dalam bentuk teks dan gambar, tentu anak-anak akan cepat bosan.

Nah, dengan aplikasi Inshot, aku sering sekali membuat video dari menggabungkan hasil desain Canva, kemudian ditambah dengan rekaman suara, musik, efek-efek gambar atau tulisan agar lebih menarik.

Aku juga pernah membuat video sederhana tentang mengenalkan nama anggota tubuh dengan memanfaatkan beberapa aplikasi, misalnya Canva, Inshot, Screen recorder. Diolah sedemikian rupa dan jadilah video seperti yang kuunggah di youtube channelku ini.

Alhamdulillah, respon dari anak-anak pun sangat baik. Bahkan kalau dalam seminggu aku tidak menyapa mereka lewat video mereka akan komplain.


Kira-kira, selain WhatsApp ada juga yang memakai Canva dan Inshot untuk mendukung proses pembelajaran luring dan daring selama pandemi ini? Bagaimana kesan yang kamu dapatkan?

Semoga apa yang aku share di atas bisa berguna untuk mempermudah tugas kita selama masa pandemi ini, ya. Akan tetapi, ada satu hal yang juga harus kita perhatikan agar proses pembelajaran daring dan luring bisa berjalan dengan efektif dan menyenangkan. Yaitu, proses komunikasi yang baik kepada walimurid dan anak-anak.

Berikut tips yang bisa kamu perhatikan saat berkomunikasi dengan walimurid khususnya via WhatsApp.

  1. Setiap kali memberikan tugas, jangan lupa sampaikan salam, tanyakan kabar, beri pembukaan, baru kemudian sampaikan tugas untuk anak-anak. Basa-basi itu sangat penting. Kalau kamu tidak bisa basa-basi, latihan.
  2. Saat menyusun kalimat untuk poin 1, jangan lupakan tiga kata ajaib, yaitu maaf, tolong, dan terima kasih. Ini sangat berpengaruh. Tidak percaya? coba saja.
  3. Tentukan pada pukul berapa akan memberikan tugas ke anak. Karena ada wali murid yang cerita, setiap kali pukul 09.00 (aku memberikan tugas ke anak setiap pukul 09.00), anak sudah siap dengan buku tugas dan seperangkatnya di meja belajar. Tentunya sudah mandi dan sarapan. Kalau sampai kelewat, meskipun lima menit, jangan lupa sampaikan maaf. Jangan gengsi untuk meminta maaf.
  4. Setiap kali ada hal yang menyangkut satu kelas, kalau bisa kamu ambil keputusan tanpa merugikan anak-anak, ya, ambil saja keputusan. Kalau ada apa-apa divoting, nanti akan menimbulkan kesan yang tidak baik bagi mereka yang tidak terpilih hasil votenya.
  5. Jangan pernah lupa untuk memberikan apresiasi ke orang tua yang selama ini menemani anak. Tidak gampang bukan menemani anak-anak belajar di rumah? Sangat. Tolong jangan sampai ada kalimat kutukan yang keluar dari mulut kita, "Rasain, baru menemani satu anak saja sudah kerepotan, apalagi sepertiku, setiap hari menghadapi 30 anak." Hai! No no. Jangan sampai ada juga anggapan, "Enak ya gurunya, tidak mengajar dapat bayaran." Oh, tidak!


Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba blog yang diadakan dalam rangka Bulan Bahasa dan hari Sumpah Pemuda oleh Ikatan Guru TIK PGRI bekerjasama dengan Komunitas Guru TIK/KKPI (KOGTIK) dan Komunitas Sejuta Guru Ngeblog (KSGN) melalui https://www.gurupenggerakindonesia.com/



Ika Hardiyan Aksari, anak tunggal yang lahir di Pati, 20 April 1992. Saat ini tinggal di Demak dan bekerja sebagai guru wiyata bakti di SDN Kebonagung 1, Kec. Kebonagung, Kab. Demak. Bagiku, menulis adalah suatu keharusan. Sehari tidak menulis kepala terasa penuh. Temukan tulisanku di www.diyanika.com


#PGRI #KOGTIK #EPSON #KSGN

Minggu, 11 Oktober 2020

Guru Harus Memiliki Gaya Komunikasi yang Baik


Guru kelas sebelah tergopoh-gopoh mendatangiku.

"Ini siapa sih, Mbak?"

Beliau menunjukkan nomor seseorang di grup kelasnya. Aku tentu kenal siapa yang dimaksud karena grup tersebut dulu yang pegang dan buat aku. Grup wali muridku tahun lalu.

Komentarnya panjang lebar dan masuk akal, menurutku. Akan tetapi, bagi teman sejawatku tadi justru membuatnya kurang nyaman.

"Aku pusing, Mbak. Setiap hari ada masalah terus."

Beberapa kali wali murid kelas sebelah memang banyak yang japri aku mengeluhkan kinerja teman sejawatku.

"Masak seminggu nggak ada tugas sama sekali, Bu."

"Tugas anak diberikan tiga hari sekali."

"Grup dibuat 'hanya admin'  yang bisa komentar. Lah, buat apa dibuat grup kalau anggotanya tidak bisa komentar?"

Begitulah inti komentar wali murid. Ini bukan hanya satu wali murid yang berani mengungkapkan uneg-unegnya lho ya.

Jujur, aku tidak munafik, sempat berpikir kalau selama satu tahun aku pegang juga jarang wali murid yang komplain atau berkeluh kesah sampai menusuk dada. Tapi, jahat bangetlah kalau aku sampai merendahkan atau bahkan menjelek-jelekkan teman sejawatku di depan wali murid. Aku berusaha banget untuk memberikan komentar netral. Nggak memihak pihak manapun.

Di lain sisi, temanku tadi kan kalau ada apa-apa cerita ke aku. Betul, paginya pas ketemu sama aku pasti langsung cerita tentang masalah dengan wali murid. Di sinilah aku berusaha untuk memberikan masukan kepadanya, tanpa menggurui atau sok sok an jadi guru yang paling aman berhubungan dengan wali murid. Karena rasanya tuh seperti nggak ada ajine (harganya) di depan wali murid kalau sampai ada masalah terus.

Dari kejadian yang dialami temanku di atas, aku jadi benar-benar tersadar kalau pandemi ini tuh mengingatkanku kalau guru harus memiliki gaya komunikasi yang baik secara langsung atau tatap muka dan juga secara tulisan.

Aku sendiri juga tentunya memiliki masalah dengan grup kelasku. Ada yang sampai sekarang tidak pernah kirim tugas. Ada juga yang kirim suka telat-telat, pakai banget malah. Tapi, alhamdulillah, aku sikapi dengan caraku sendiri dan sampai sekarang aman-aman saja.

Nah, di sinilah aku bisa menarik benang merah dari kejadian yang dialami oleh temanku tadi, pun juga dari pengalamanku. Kuakui pandemi ini sungguh menuntut kami kerja lebih ekstra dan tk terhingga pula.

Berikut hal-hal yang harus digaris bawahi oleh guru selama memberikan tugas kepada anak-anak via apapun, terutama via WhatsApp.

  1. Setiap kali memberikan tugas, jangan lupa sampaikan salam, tanyakan kabar, beri pembukaan, baru kemudian sampaikan tugas untuk anak-anak. Basa-basi itu sangat penting. Kalau kamu nggak bisa basa-basi, latihan.
  2. Saat menyusun kalimat untuk poin 1, jangan lupakan tiga kata ajaib, yaitu maaf, tolong, dan terima kasih. Ini sangat ngaruh banget lho. Nggak percaya, coba saja.
  3. Tentukan pada pukul berapa akan memberikan tugas ke anak. Kalau pukul 08.00 ya pukul segitu terus. Karena ada wali murid yang cerita, setiap kali pukul 09.00 (aku memberikan tugas ke anak setiap pukul 09.00), anaknya sudah siap dengan buku tugas dan seperangkatnya di meja belajar. Tentunya sudah mandi dan sarapan. Kalau sampai kelewat, meskipun lima menit, jangan lupa sampaikan maaf. Jangan gengsi untuk meminta maaf.
  4. Setiap kali ada hal yang menyangkut satu kelas, kalau bisa kamu ambil keputusan tanpa merugikan anak-anak, ya, ambil saja keputusan. Kalau ada apa-apa divoting, nanti akan menimbulkan kesan yang tidak baik bagi mereka yang tidak terpilih hasil votenya. Ini terjadi di kelas sebelah.
  5. Jangan pernah lupa untuk memberikan apresiasi ke orang tua yang selama ini menemani anak. Tidak gampang bukan menemani anak-anak belajar di rumah? Sangat. Tolong jangan sampai ada kalimat kutukan yang keluar dari mulut kita, "Rasain deh, baru menemani satu anak saja sudah kerepotan, apalagi sepertiku, setiap hari ngadepin 30 anak." Helo! No no. Jangan sampai ada juga anggapan, "Enak ya gurunya, nggak ngajar dapat bayaran." Oh, tidaaaaaakkk!


Kamu, orang tua? Kamu, guru? Masa pandemi ini memang terasa sangat sulit bagi kita. Tapi, tolong, jangan semua hal dijadikan masalah. Kalau kita bisa padamkan pecikan api, kenapa harus kita sulut?

Kamu kalau ada komentar atau keluh kesah berkaitan cara komunikasi bersama guru anak-anak atau ke wali murid, boleh lho ditulis di kolom komentar. Yah, setidaknya bisa mengurangi beban perasaan kamu. Atau mau menambahkan poin di atas, boleh banget. Ku tunggu ya.

Sabtu, 10 Oktober 2020

Rilis Dalam Waktu Berdekatan, Simak Perbedaan Realme C11 Dan C15!

Kemarin aku habis bahas HPku yang sempat mati total, kali ini aku mau ngasih bocoran tentang HP Realmi C11 dan C15.

Baca juga, yuk Cara Mengatasi ASUS ASUS Zenfone Max M2 Mati Total


sumber : selular.id


Realme adalah brand smartphone dengan beberapa pilihan handphone dengan harga terjangkau. Suamiku juga pakai merek HP ini lho. Bagi kamu yang memiliki budget minim, tentu bisa menjadikan Realme sebagai  ponsel terbaik. Salah satu pilihannya yaitu Realme C11 dan C15. 

Kedua smartphone ini punya jadwal rilis yang berdekatan. C11 rilis pada Juni 2020 kemudian diikuti dengan C15 yang rilis pada Agustus 2020. Keduanya memiliki spesifikasi yang mirip, tapi tentunya ada  perbedaan di beberapa sektor.

1. Kamera

Dari sektor kamera, kedua smartphone ini punya beberapa perbedaan. Untuk C11 dibekali dengan 2 kamera dengan lensa utama 13 MP dan sisanya kamera 2 MP dengan fitur depth sensor. Sementara untuk realme C15 punya 4 kamera, dengan kamera utama sebesar 13 MP, lalu kamera kedua 8MP yang memiliki fitur Ultra-wide. Untuk dua kamera lainnya memiliki resolusi 2 megapiksel dengan lensa B&W dan retro. 

2. RAM

Realme C11 dan C15 punya dua opsi RAM dan memori internal yang berbeda. Pada C11 menawarkan RAM 3 GB dan 2 GB dengan memori internal 32 GB. Sementara untuk Realme C15 punya dua opsi RAM dan memori internal. RAM 3GB dilengkapi dengan memori internal 64GB, sementara untuk RAM 4GB dilengkapi dengan memori internal sebesar 128 GB. Bisa dibilang, C15 adalah smartphone Realme pertama dengan C series yang punya memori internal sebesar 128 GB. 

3. Baterai

Apa perbedaan Realme C11 dan C15? Perbedaan cukup terlihat pada daya baterai yang diusung. Untuk C11 didukung daya baterai sebesar 5000 mAh, dengan klaim bisa bertahan selama 40 hari dalam mode standby. Sementara untuk C15 didukung baterai yang cukup besar yaitu 6000 mAh. Lalu handphone Realme seri ini memiliki fitur fast charging sebesar 18 watt. Sementara C11 belum memiliki dukungan fitur pengisian cepat tersebut. 

4. Sidik Jari

Untuk C11 belum dilengkapi adanya sensor sidik jari. Tapi seri ini sudah dilengkapi dengan sistem Face Unlock untuk membuka kunci pengaman ponsel. Pada Realme C15 sudah dilengkapi dengan fitur fingerprint pada bagian belakang smartphone letaknya ada di dekat kamera. Kemudahan ini tentu sangat ditunggu-tunggu oleh para fans setia smartphone Realme di kelas entry level. 

5. Harga

Perbedaan kedua smartphone dari segi harga cukup berbeda jauh. Realme C11 harga dijual pada harga 1,4 jutaan saja. Sementara Untuk C15 jauh lebih mahal yaitu dua jutaan. Kedua harga yang berbeda ini tentu punya pengaruh dari kapasitas RAM dan memori internal yang lebih besar. Jika kamu ingin mendapatkan harga yang lebih terjangkau untuk kedua smartphone ini bisa langsung mengunjungi Blibli. Seperti diketahui, Blibli merupakan salah satu marketplace terbesar di Indonesia yang menjual berbagai produk dengan promo besar-besaran termasuk pula untuk penjualan produk smartphone. 


Dari perbandingan di atas, tentu kamu bisa menyimpulkan bahwa C15 punya beberapa fitur yang bisa dibilang lebih unggul dari Realme C11. Maka dari itu kamu bisa menyesuaikan penggunaan produk dengan kebutuhan sehari-hari. Jika memang menyukai smartphone dengan gaya yang stylish bisa memilih C11. Namun, bagi kamu yang menginginkan smartphone dengan fitur unggulan maka pilihan terbaik adalah Realme C15.