Wednesday, 21 August 2013

Ketika Gelas ‘Amblong’

Mencuci piring adalah salah satu kegiatan membersihkan perabotan rumah tangga yang dilakukan oleh perempuan, laki-laki juga. Sebenarnya sebutan kegiatan tersebut kalau dicermati memang kurang tepat. Karena menyebutkan “mencuci piring” namun kenyataannya ada perabot yang lain seperti gelas, sendok, garpu, panci dan sebagainya. Benar bukan? Termasuk saya, karena saya juga sering salah menggunakan kata tersebut. Koreksinya adalah mencuci perabot rumah tangga.
Menyinggung perabot selain piring, gelas menjadi salah satu sorotan saya kali ini. Hal itu berawal dari kejadian Selasa kemarin, (20 Agustus 2013) ketika saya hendak mencuci piring (dan kawan-kawannya), saya menemukan ada gelas saya amblong ke dalam gelas yang lainnya. Bisa dibayangkan tidak? Jadi, satu gelas kecil dan satu lagi gelasnya agak besar. Nah, karena ukuran diameter dalam gelas yang besar itu sama dengan diameter luar gelas yang kecil akhirnya gelas yang kecil tidak bisa dikeluarkan dari gelas yang besar. Nah lho?
Tak terpikirkan siapa yang menyebabkan kasus yang satu ini, dalam benak saya, ah~ dulu ibuk juga pernah mengalami hal yang sama. Tapi dulu akhirnya kedua gelas pecah karena ditarik paksa.
Tak ingin kejadian yang sama terulang lagi, saya pun memutar otak. 3 cara saya coba lakukan. Pertama, mengisi celah di antara dua gelas tersebut dengan air kemudian menariknya. Hasilnya? Tak bergerak satu mili pun. Kedua, melakukan hal yang sama namun berganti dengan air hangat, hasilnya sama saja. Ketiga, ya sudah saya biarkan tanpa air apapun, saya tarik dan hasilnya sama saja.
Saya mulai frustasi. Sambil memeras otak saya pun tetap mencuci perabotan. Saya peras otak lebih kuat lagi. Aha! Saya tahu. Beranjak meninggalkan tumpukan perabotan kotor itu dan saya menuju ke dapur. Saya oleskan cairan yang satu itu pelan-pelan. Saya tunggu hingga cairan tersebut memenuhi dinding kedua gelas yang saling berhimpitan.
Setelah 5 menit saya perhatikan cairan itu telah sampai di dasar gelas. Saya coba cabut gelas pelan-pelan. Bergerak. Saya coba lagi. Tapi rasanya ini akan memakan waktu yang lama. Saya coba tarik dengan kain yang kering dan kesat, tapi sama saja. Akhirnya saya ambil tumpukan kain sebagai alas. Saya ketuk-ketukkan gelas tersebut dengan perlahan. Saya lihat gelas kecil yang amblong tersebut mulai bergerak mendekati bibir gelas yang besar. Saya ketuk lagi. Tek!!! Gelas kecil itu retak. Oh, tidak!

Hati-hati saya lakukan kegitan mengetuk gelas tersebut. Sabar, lebih sabar daripada menghadapi anak TK. Yah, gelas kecil itu akhirnya tidak tertolong juga. Tapi paling tidak gelas yang satunya lagi masih bisa dipakai. Untung saja saya menemukan cairan itu. Kalau tidak ibuk pasti kecewa karena gelas kesayangannya saya pecahkan. Dan yang pasti terimakasih minyak goreng karena sudah membantu saya. 

8 comments:

  1. Begitu yaa cara simplenya, aduuh selama ini aku sudah pasrah ambil plastik n pluung buang ke tong sampah. Thks ya non atas idenya keren :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe, mbak Tanty berarti banyak nih gelasnya.
      Semoga berguna ya Mbak :) Sama-sama^^

      Delete
  2. Aha, saya tadi udah mau nyarankan pake minyak goreng sebagai pelicin, ternyata memang benar. Tapi memang harus sabar dan juga menambah waktu tinggal agar reaksi pelicinannya menjadi lebih sempurna kali ya, Mbak. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mbak, kalau minyaknya semakin banyak juga mempengaruhi asalkan nggak satu liter dituang semua. Hehehe :)
      Terimkash sudah mampir :)

      Delete
  3. hehehe makanya saya suka kesal kalo orang naro perabot kotor sembarangan, takut amblong juga.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau sampai amblong sekarang udah tahu kan mbak caranya :)?

      Delete
  4. td sempet mikir, amblong itu apa, ow rupanya nyemplung n menempel, ya. Gelas di rumah paling banyak pake gelas plastik. Maklum, anak2 msh kecil semua. Sering juga gelas plastiknya amblong. Biasanya saya pake sabun pencuci piring cair n bisa sembuh. Rada boros juga sih, hehe. Kapan2 dicoba pake minyak goreng,ah. Makasih share-nya, mbak ika :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihihi, alhamdulillah kalau penasaran Mak :) jadi mampir dah.
      xiixixixixi
      Sama-sama^^

      Delete

Maaf ya teman-teman untuk sementara komentar saya moderasi. Selain banyaknya spam yang masuk, saya juga ingin membaca satu per satu komentar yang masuk dan bisa berkunjung balik ke blog teman-teman. Happy Blogging!