Skip to main content

Posts

Begini Cara Sukses Menyusui untuk Ibu Bekerja

Menjadi ibu bekerja itu nggak ada salahnya. Kalau bisa bantu keuangan keluarga dan suami mendukung, why not? Tapi, jangan sampai karena bekerja justru anak yang jadi korban! Misalnya, anak tak terpenuhi ASI eksklusifnya. Wew! Jangan sampai ya!
Kamu seorang ibu bekerja yang hendak kembali ke kantor setelah cuti melahirkan? Coba deh baca pengalamanku, biar nggak nyesel.


Aku adalah seorang guru SD. Bisa ditebak kan aku kerjanya sampai jam berapa? Maksimal pukul 14.00 aku sampai rumah. Harusnya, aku bisa sukses ya ngasih full ASI ke Kak Ghifa sampai usianya 2 tahun. Karena kerjaku nggak sampai malam. Tapi, kenyataan membuktikan bahwa aku harus merelakan Kak Ghifa mencicipi susu formula semenjak usia 9 bulan. Kenapa?
Aku rangkum 5 kesalahan yang pernah kulakukan di awal masa menyusui:Aku tidak berinisiatif membaca (banyak) atau bertanya pengalaman ibu bekerja lainnya. Aku terlalu meyakini bahwa yang kulakukan itu ya sudah benar. Terlalu pede itu nggak bagus ya.Tak pernah memijat PD saat ma…

Setelah Berenang Trauma Mandi? Begini Cara Mengatasinya

Kak Ghifa menangis tersedu-sedu.
Tangannya berpegangan erat di punggungku.
Kedua kakinya mencengkeram tubuhku.
Aku merasa sedikit kesakitan, "Anak lanang tenan. Kuat banget." bisikku.
"Kakak, ayo mandi! Nggak papa. Ini kan nggak di kolam renang. Airnya juga nggak dingin. Nggak usah takut." bujukku.
Kak Ghifa tetap meringsek di badanku. Tapi masak nggak mandi sih? Apa jadinya kalau nggak mandi? Biang keringatnya akan kambuh lagi kayak dulu. Ih, mengerikan.

Botok Lamtoro Bukan Makanan Orang Miskin

Aku nemu kalimat berikut di internet,

"Botok lamtoro dianggap sebagai makanan orang miskin."

Wew!

Kok bisa?

Keningku mengkerut.

Makanan yang gurih bin lezat, kaya rempah, dan suka ngabisin nasi gini kok dianggap sebagai makanan orang miskin?

Little Hippo: Kesan Pertama yang Mencuri Hati

"Pakai clodi memang berat di awal, tapi selanjutnya kan ringan. Kalau pakai pospak (popok sekali pakai), kantong jebol melulu."
Kira-kira begitu cerita teman SMA ku yang punya bayi lebih dulu dariku. Dulu, aku berpikir, ah, belum ada uangnya. Pakai pospak dulu nggak papa lah. Nanti beli clodinya kalau pas ada uang. Ada juga yang berpikiran sama denganku?
Kenyataan membuktikan apa?

Sebelum Membeli Jam Tangan, Para Pria Wajib Memperhatikan Hal Ini

[Artikel Placement yang disesuaikan]



"Pada Perang Dunia I, beberapa perajin jam tangan membuat jam chronograph dengan jarum jam yang bisa terlihat meski di tengah kondisi gelap saat perang. Jam itu dilengkapi protektor untuk menghindari pecahan peluru."
Betapa pentingnya jam tangan, bukan? Orang-orang terdahulu kita ternyata sudah mengenal fungsi jam ya.
Kalau sekarang apakah fungsinya sudah berubah? Kini, selain sebagai penunjuk waktu jam tangan juga sebagai salah satu item fashion yang dapat menyempurnakan penampilan kita. Ini berlaku untuk perempuan maupun pria.

Apa Enaknya Belanja di Alfamart dan Indomaret?

"Kemarin aku beli tisu di Indomaret cuma 17.000. Tak pikir sudah paling murah. Eh, di Alfamart dua pack tisu hanya 25.000!" menyesal tiga hari tiga malam. 
Pernah mengalami kejadian tersebut juga?

Masalah harga belanjaan, kalau perempuan, cuma selisih 500 juga dikejar. Benar nggak? Rasanya ada kebanggaan tersendiri kalau bisa dapetin barang dengan harga paling miring. Lumayan, 500 bisa masuk celengan. Coba angkat tangan yang sepakat! Nggak sepakat? Pasti uangnya melimpah ini. Hihihi. Aamiin.

Hampir Saja Ada Pertumpahan Darah di Kelasku

Kalau siswa berantem di kelas, "Gurunya ngapain?"
Kalau siswa bolos sekolah, "Gurunya nggak asyik ya ngajarnya?"
Kalau siswa suka membantah, "Gurumu ngajarin gitu ya di sekolah?"
Kalau siswa nggak berangkat sekolah, "Gurunya pasti galak."
Napasku langsung sesak! Susahnya menjadi guru. Dituntut banyak, tapi jarang yang perhatian. Apalagi pemerintah. Pak, ayo adain CPNS, semoga aku diterima. Jadi lelahku ada harganya.
"Dasar guru matre."