Sunday, 30 March 2014

Tak Pernah Dilarang

Sore itu saya bercanda dengan si anak 2 tahun. Dia tertawa riang, saya pun senang. Karena melihat kakaknya yang sedang ngupil, dia pun turut serta.

“Hi...adik ikutan kakak. Nanti kalau hidungnya sakit lho.” bujuk saya sambil mencoba melepaskan tangan dari lubang hidungnya.

Dia kembali melakukannya, bahkan parahnya lagi dia memasukkan jarinya ke dalam mulut. Sontak saya berucap, “Loh, jarinya kan kotor sayang..”

Apa yang terjadi? Dia langsung menangis sekencang-kencangnya. Ibunya yang ada di sebelah (sambil memangku kakak) segera mengambil si adik.

“Oh, tadi dilarang-dilarang ya sama Mbak Ika? Kalau di rumah saja nggak pernah dilarang kok ya? Cup cup cup...”

Segitu labilkan si adik? Atau suara saya yang terlalu kencang ya? Ah, pelajaran lagi sebelum saya memiliki momongan nantinya.

Apa komentar Anda?

2 comments:

  1. Dimanja banget berarti anak itu mbak

    ReplyDelete
  2. anak2 saya juga jarang dilarang2 melakukan sesuatu tapi ketika mereka melakukan kegiatan yang tidak sopan atau berakibat buruk, kami melarang..tapi berusaha tidak mengejutkan atau bersuara pelan karena jika mengejutkan..kejadiannya akan sama dg peristiwa di atas mba :)

    ReplyDelete

Maaf ya teman-teman untuk sementara komentar saya moderasi. Selain banyaknya spam yang masuk, saya juga ingin membaca satu per satu komentar yang masuk dan bisa berkunjung balik ke blog teman-teman. Happy Blogging!