Saturday, 15 November 2014

(Jangan) Melewatkan Kesempatan

“Ah guru baru, GTT, bisa apa sih?”
“Nanti kalau saya tidak bisa bagaimana? Nanti kalau ini bagaimana?”
“Anak-anak bagaimana?”

***

Banyak alasan tidak akan maju. Sudahlah dicoba dulu. Bagaimana nanti urusan belakang. Itulah yang saya ucapkan pada diri saya sendiri setelah semua terjadi. Dan hanya penyesalan yang ada.

***

Yang guru pasti pada tahu ya kalau akhir-akhir ini banyak kegiatan lomba yang diadakan untuk memperingati HUT PGRI (beda tempat beda cerita juga sih ya). Nah, di tempat saya ada lomba voli tingkat kecamatan. Diharuskan masing-masing gugus mengeluarkan atlet guru Pa dan guru Pi.

Bagian bapak guru yang latihan voli
Alhasil, beberapa guru di sekolah saya pun mengikuti latihan voli yang nantinya akan dipilih tim inti, masing-masing 6 orang baik untuk Pa dan Pi. Jujur, selama latihan saya sedikit ogah-ogahan meskipun kata teman-teman saya ini bisa main voli dibandingkan yang lainnya. Entahlah, saya berat banget meninggalkan anak-anak. Ditambah lagi cuaca yang sangat tidak bersahabat. Apalagi setelah pulang sekolah saya harus nguli lagi. Lama tidak olah raga jadi rasanya tubuh cepat capek. Banyak alasan!

Setelah seminggu latihan, pas hari Kamis, ada latihan lagi. Sayang seribu sayang, bersamaan dengan puasa sunah (seharusnya nggak jadi alasan ya, hiks) saya pun tidak berangkat latihan. Dan apa yang terjadi? Hari itu dibentuklah tim inti.

“Wah, Bu...Bu... kenapa tidak berangkat? Harusnya kan kamu ikut tim inti. Coba tadi kamu bernagkat, Bu.”

Lesu.

Menyesal? Iya! Tapi apa guna? Kemarin sih malas-malasan. Ogah-ogahan. Padahal ini adalah pembuktian, kesempatan untuk menunjukkan siapa saya ini. Bukankah memang guru itu tugasnya tidak hanya mengajar di dalam kelas ya? Haduh! Catat!

Pernahkah Anda mengalami hal yang sama, melewatkan kesempatan yang berharga??

10 comments:

  1. guru gak cuma ngajar ya mba....
    Mesti melihatkan bakat dan eksistensi dibidang lain biar ada nilai tambah ya......, semoga masih ada kesempatan yang lain.... Semangat..mba... :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mbak, mungkin saya terlalu idealis dan kurang fleksibel jadi serba salah.

      Delete
  2. aku takut main voli.. takut kena bolanya :p

    ReplyDelete
    Replies
    1. Perempuan kebanyakan memang gitu mbak. Ada bola datang malah menghindar takut kena.

      Delete
  3. pernah juga ngalamin kaya gituh, dan nyeselnya pasti terakhir..
    kenapa yaa ga memanfaatkan kesempatan hihiihih

    *langsung jedotin kepala ke tembok :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kemudian temboknya teriak *aduh sakiittttnya tuh di sini

      Delete
  4. sayang sekali... smoga lain kali ada kesempatan lg...

    ReplyDelete
  5. benar sekali bu , jangan melewatkan kesempatan itu dan pergunakan kesempatan itus ecara baik

    ReplyDelete
  6. Yaudah mbak ga perlu disesalin. Teruslah mengejar kesempatan lain :))

    ReplyDelete

Maaf ya teman-teman untuk sementara komentar saya moderasi. Selain banyaknya spam yang masuk, saya juga ingin membaca satu per satu komentar yang masuk dan bisa berkunjung balik ke blog teman-teman. Happy Blogging!