Tuesday, 21 July 2015

14 Pantangan Bagi Ibu Hamil

Assalamualaikum.

Kata siapa jadi ibu hamil enak? Banyak pantangannya lho! Eits! Jangan salah, bisa hamil itu juga berkah! Bukankah begitu? Rasa syukur tak terkira saat kehamilan bisa hadir di awal pernikahan. Bagaimana tidak? Disaat di luar sana banyak sekali pasangan mengharapkan kehadiran sosok mungil selama bertahun-tahun, kalau kita mendapatkan kesempatan memiliki momongan di awal pernikahan bukankah termasuk berkah yang tak terkira?

Menjadi ibu hamil itu menyenangkan. Satu hal yang harus diketahui, kalau menjadi ibu hamil itu ada banyak pantangannya (larangan). Akan tetapi, semakin ke sini banyak sekali ibu hamil yang meng-halah-kan pantangan tersebut.

“Ah, masak sih?”

“Nggak masuk akal!”

“Emang gitu, ya?”

“Kata siapa?”

Dan masih banyak lagi tanggapan lainnya dari ibu hamil yang hidup di zaman modern saat ini. Saya sendiri sering juga seperti itu. Menanyakan segala alasan kenapa pantangan ini dan itu ada. Seringnya sih orang tua menjawab, “Kalau dikasih tahu orang tua itu nggak usah mbantah. Ngenyel. Orang tua yang sudah mengalami.” Dapat jawaban seperti itu ya sudah diam anteng ngikut saja sama orang tua. Takut kualat.


Nah, mau tahu pantangan bagi ibu hamil yang saya temukan di keluarga saya? Simak yuk! Ini dia 14 pantangan bagi ibu hamil.

Pantangan 1: Dilarang Mandi Lewat Pukul 16.00 WIB.
Nah lo, pertamanya susah banget kalau disuruh mandi awal sama ibu. Biasanya kalau mandi mepet waktu maghrib. Hihihi. Tapi karena ibu cerewetnya minta ampun, akhirnya sampai sekarang terbiasa juga. Kalau dipikir-pikir pantangan yang satu ini masuk akal juga. Kalau kemaleman nanti kan bisa kedinginan, terlebih lagi kalau sudah malem suhu tubuh pasti akan kaget kalau tersiram air dingin. Bisa-bisa kena rematik *kalau jadi kebiasaan*. Kan bisa pakai air hangat ?*gas mahal*. Intinya, saya sepakat sama pantangan yang satu ini. Dulu, zaman SMA pas ada teman tanya sama guru Biologi soal larangan mandi malem-malem, jawabannya kayak alasan di atas. Suhu tubuh kaget dengan keadaan air dan kalau jadi kebiasaan malah bisa menimbulkan rematik. Mau ibu hamil kena rematik?

Pantangan 2: Dilarang Mengikat Plastik Atau Tali
Pantangan ini berlaku bagi ibu hamil dan suami. “Jangan diikat! Buka ikatannya sebelum dibuang!” teriak ibu saya. Heran? Saya juga. Tiap kali mau membuang sampah yang ada di plastik atau hendak membuat simpul tali pasti ibu melarangnya. “Sini ibu saja yang mengikatnya.” Alasannya sih biar nanti lahirannya mudah, nggak mampet kayak plastik yang keikat. Entahlah, ngikutin saja.

Pantangan 3: Dilarang Makan Manis-Manis
Ini yang masalah besar. Saya penyuka makanan manis, apalagi pas hamil gini. Tapi larangan keras datang dari ibu. Apalagi pas hamil tua begini, “Jangan! Nanti darahmu kalau lahiran banyak yang keluar. Atau nifasmu terlalu lama.” Oke. Makannya ngumpet-ngumpet deh. Itu juga kalau pas lagi pengeeen banget *jangan ditiru* Makanan manis dari pemanis buatan dan pemanis gula asli memang tidak baik untuk kesehatan. Apalagi kalau berlebihan.

Pantangan 4: Dilarang Pergi Lewat Waktu Maghrib
Yang ini nurut banget. Meskipun awalnya ngerasa kayak dipenjara. Nggak mungkin bisa sembunyi-sembunyi juga kan. Alasan dari ibu sih, “Setan atau balak (sebangsa setan jahat-jahat) banyak keluar mulai maghrib begini. Di rumah saja. Biar suami saja yang beli.” Diem.

Pantangan 5: Dilarang Bepergian Jauh
Sebelum ada berita banyak ibu hamil yang melahirkan di kapal, pesawat, bahkan bus, ibu sudah melarang saya bepergian jauh. Seperti musim mudik kemarin, saya gagal mudik ke Pati. Takut kalau kontraksi di jalan malah lahiran di jalan. Oh...tidak! Tapi alasan masuk akalnya adalah ibu hamil itu tidak boleh terlalu lelah.

Pantangan 6: Dilarang Mencuci Kaki dengan Sisa Air Cucian
Kalau habis menjemur baju, kadang kan kaki kena cipratan air dan tanah di sekitar kita menjemur kan? Nah, seringnya saya berpikir daripada jauh-jauh cuci kaki ke sumur atau kamar mandi mending pakai sisa air cucian tadi. Eh, ibu malah teriak, “Jangan, nanti kakimu bengkak segedhe gajah!” Nggak masuk akal banget kan? Tapi saya nurut juga sih. Daripada berantem atau adu mulut sama ibu. *elus-elus perut*

Pantangan 7: Dilarang Mengenakan Perhiasan Emas
Pantangan yang ke tujuh ini berlaku bagi ibu hamil tua. Pokoknya ibu hamil harus brundul, tidak boleh pakai perhiasan apapun di tubuhnya. Alasannya biar lancar nanti lahirannya. Tolong jangan membayangkan bagaimana penampakan betapa brundulnya saya. *nangis di pojokan

Pantangan 8: Dilarang Makan Nanas, Tape, Durian, Daging Kambing dan Nangka
Pantangan ini juga diutarakan oleh bidan langganan saya. Jadi, jangan coba-coba ya! Apalagi yang usia kehamilannya masih muda. Alasannya, makanan itu panas (ada zat-zat tertentu-berbahaya) kalau di perut, kasihan janinnya. Nanti kalau sudah hamil tua boleh, tapi sedikit saja. “Tombo milik”.

Pantangan 9: Dilarang Makan Kepiting
Kalau dalam jumlah yang berlebihan. Padahal kan kepiting banyak banget kandungan proteinnya ya? Saya pun menuruti nasihat ibu, “Nanti kalau anakmu pecicilan alias nggak bisa diatur kayak kepiting, mau?” Hihihi. Alasannya lucu ya. Alhamdulillah pas puasa kemarin kan saya ngrengek sama ibu, akhirnya boleh makan juga. Duh, penantian untuk bisa makan kepiting saus tiram sampai 7 bulan lho lamanya.

Pantangan 10: Dilarang Membunuh Binatang
Ini berlaku bagi ibu hamil dan suami. Alasannya sangat jelas, nanti kalau ada apa-apa sama jabang bayi dalam kandungan. “Si A dulu pas istrinya hamil, dia membunuh ular, sekarang anaknya begini, begini, begitu....” cerita ibu. Sereemm...

Pantangan 11: Dilarang Duduk atau Berdiri Di Depan Pintu
“Kamu mau nanti anakmu susah lahirnya?” Sudah deh kalau ada alasan seperti  itu keluar dari mulut ibu langsung melipir. 

Pantangan 12: Dilarang Membeli Perlengkapan Bayi Sebelum 7 Bulan
Kalau pantangan ini sudah populer banget deh ya, dan ini berlaku juga untuk ibu saya,

Pantangan 13: Dilarang Menggunakan Kosmetik
Pernah juga baca di salah satu web parenting, kalau ibu hamil sering menggunakan kosmetik ditakutkan bahan kimianya akan berpengaruh pada si jabang bayi. Ibu saya juga seperti itu alasannya. Dan saya menerima alasan tersebut, tapiii masihlah pakai bedak dan lipstik, sedikit-sedikit. Masak iya sih wajah saya polos los? 

Pantangan 14: Dilarang Pergi Ke Pasar
Untuk pantangan yang terakhir ini berlaku bagi ibu hamil di segala usia. Banyak memang kasus di sekitar saya yang kandungannya tiba-tiba hilang pas pergi ke pasar. Lah kok bisa? Percaya nggak percaya sih ya. Di pasar itu kan berbagai macam orang berkumpul, hati-hati kalau misal ada yang dengan sengaja menginjak kaki ibu hamil. Tak menunggu lama, kandungannya akan hilang tanpa mengalami proses keguguran. Yah, saya dapat cerita itu mlongo, tapi saya juga tahu korbannya. Namanya juga Ika, tetap saja penasaran, “Lah, Mbak yang jualan tahu itu juga hamil, nyatanya nggak hilang?” Ibu saya langsung melotot. Menurut cerita, janin yang hilang itu biasanya digunakan sebagai tumbal untuk seseorang yang hendak memperdalam ilmu hitamnya. Ih, serem ah. Semoga kita, ibu hamil, selalu dalam lindungan-Nya. Aamiin.

Itu tadi 14 pantangan bagi ibu hamil. Mau dipercaya dan diikutin ya monggo, kalau tidak ya monggo. Semua tergantung kemantaban hati ibu hamil sendiri-sendiri. Yang pasti, menuruti nasihat orang tua itu tak ada salahnya. Daripada kualat? Terpenting lagi, asalkan tak melanggar ajaran agama yang kita anut, why not?

20 comments:

  1. wahh makasih kak..
    berguna nanti kalau ane udh punya istri hihih

    ReplyDelete
  2. Dilarang pergi ke pemakaman maupun melayat makk.. Tambahin tuh mak hehhee.. Dan dilarang minum air yang disediakan waktu melayat.. Aku bookmark ya makk.. Thanks

    http://beautyasti1.blogspot.com/2015/07/cara-merawat-rambut-rusak-akibat.html

    ReplyDelete
    Replies
    1. Eh kalau melayat saya tetap berangkat. Asalkan manteb. Sampai sana jangan lupa minta sawanan ntar dibalurkan ke tubuh. Hihihi. Makasih :D

      Delete
  3. wih, kok serem ya ga boleh ke pasar? trus kalo belanja di mall boleh, mba?

    ReplyDelete
  4. Kalo pas aku Hamil, pantangannya ga boleh ngerendam baju nanti pendarahan.
    Kalo keluar Rumah harus bawa gunting + bangle (macem kunyit2an gitu).
    Trus bersihin kasur pake sapu lidi aren.

    Hehehe.
    Salam kenal mak.
    Akuratu.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salam kenal Mak :D
      Hihihihi...
      Ia saya kalau pergi-pergi juga bawa gunting dan bangle. Hihihi.

      Nggak boleh ngerendem baju? Saya malah baru tahu nih Mak :D

      Delete
  5. Pantangan yg terakhir kok serem amat ya mak?btw klo yg makan kepiting itu pas aku hamil anak pertama malah nyidamnya makan kepiting terus mak. Skrg anakku udah mau 6 taun alhamdulilah enggak pecicilan..hehe..tp namanya nasihat org tua ga ada salahnya dipatuhi ya mak.dpd ntar malah kualat:) semoga lancar dan sehat terus sampai lahiran ya mak.amin YRA

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mak, dilematis banget kan. Ih...padahal saya suka banget makan kepiting Mak. Ih, jadi ngiler kan.

      Delete
  6. ada sebagian yg mitos ya mbak ika?

    ReplyDelete
  7. Kadang karena kita kebanyakan ngeyel, ortu jd males menjelaskan lebih lanjut, jadinya kita pikir itu mitos yg harus dituruti aja, padahal ternyata dibelakangnya ada penjelasan yg tak terpikirkan. Misal, larangan duduk atau berdiri didepan pintu kalau ketabrak atau pintu jemblak tiba2 krn angin, itu bikin kejengkang yg bahaya bagi bumil. Bumil kadang ngeyel, "Wong nggak ada siapa2 yg mau lewat kok." Drpd eyel2an, langsung aja dibilang ntar susah melahirkan spy si ibu takut & nurut. Tujuan akhirnya sama2 baiknya, kan.

    ReplyDelete
  8. Iya mak. Seringkali sebagai anak suka ngeyel terus dan mbantah apa kata orangtua dengan embel2 ah tidak masuk akal. Padahal di balik smeua larangan orangtua pasti ada maksud tertentu :)

    ReplyDelete
  9. Banyak ya mbak pantangannya, bisa saya terapkan nanti jika sudah menikah hehehe

    ReplyDelete
  10. kalo yang masuk akal kayak ngga boleh keluar setelah maghrib, trus jangan makan di depan pintu (alasannya karena ngga sopan, bukan karena ini itu), saya sih oke.. tapi kalau ngga boleh mengikat plastik, saya mah ngga percaya, hehe.. sesuatu kalau dipercaya, lalu kita tersugesti, memang pada akhirnya benar-benar kejadian. wallahu a'lam.. :)

    ReplyDelete
  11. Kok hampir semua masih aku lakukan yaa, ka... hihi
    Tapi mantep aja lah, Bismillah

    ReplyDelete
  12. Saya lebih memilih untuk menggunakan beberapa fitur dari blog anda yang dipasang pada di blog saya apakah Anda tidak keberatan. Tentu saja aku akan memberikan link di blog web Anda. Terima kasih telah berbagi.
    Buah-Buahan Yang Baik Untuk Ibu Hamil

    ReplyDelete
  13. Assalamualaikum

    Boleh saya kritik??
    Segala sesuatu serahkan pada Allah...
    Tidak boleh melakukan hal2 yg tidak ada dalil dalam ajaran Islam..
    Sama saja Syirik atau mmperskutukan Allah Swt...
    Kalau saran saya, ketika hamil lebih baik, perbanyak mengaji bagi yang beragama Muslim...
    Memang mematuhi orgtua itu kewajiban kita, tapi ketika yg dilakukan adalah hal2 yg tdak ada dalam AlQur'an, kita juga berhak memberi tahu kebenaran pada org tua. Karena hal trsbut bisa menyebabkan Syirik, dan Syirik itu termasuk dosa besar.
    Penghancur semua amalan2 yg slama ini dilakukan..
    Alangkah baiknya, serahkan segala sesuatu pada Allah Swt Yang Maha Kuasa Pencipta segala isi jagat raya ini.
    Sekian

    Terimakasih

    Wassalamualaikum

    ReplyDelete

Maaf ya teman-teman untuk sementara komentar saya moderasi. Selain banyaknya spam yang masuk, saya juga ingin membaca satu per satu komentar yang masuk dan bisa berkunjung balik ke blog teman-teman. Happy Blogging!