Thursday, 20 August 2015

Berharap? Kepada Allah Saja!

Assalamualaikum.

Anda korban PHP (Pemberi Harapan Palsu) sesama makhluk Allah? Makanya kalau berharap kepada Allah saja. Karena Allah tak akan pernah memberikan harapan palsu kepada hamba-Nya. Tak seperti manusia.

Gambar dari google

Idih, saya sok bijak banget ya. Padahal kemarin juga galau balau karena merasa di-PHP-in oleh sesama makhluk Allah. Hihihi.

Ceritanya, suami mencoba melamar pekerjaan yang ‘gaji’-nya lebih dari pekerjaan yang sekarang. Plus dekat rumah pula. Kan lumayan. Bisa nambah-nambah biaya lahiran nanti dan untuk masa depan keluarga kami tentunya. Pikir saya. Setelah menunggu seminggu, muncul deh pengumuman, dan hasilnya?

TIDAK DITERIMA

Kecewa? Iya. Tapi yang kecewa itu saya. Bukan suami. Dada terasa sesak. Mau menangis, malu. Merasa tak adil. Kenapa dan kenapa? *kelihatan kalau masih labil ya* hihihi. 

Dengan entengnya suami hanya berkata, “Dari awal kan kita sudah punya rencana lain, Mi. Kenapa sekarang mau berubah haluan? Bisa jadi Allah tak ingin kita berbelok arah. Kita lanjutkan saja rencana kita yang sudah 25% ini. Jangan kecewa seperti itu.” terangnya.

“Umi terlalu berharap ya?” tanya saya. Mata saya berkaca-kaca. Suami hanya mendekat. Memeluk saya.

Sungguh, tak tampak rasa kecewa di raut wajah suami. Selalu adem. Entah dalam hatinya. Setidaknya kalau pun dia berharap, pasti kepada Allah. Bisa kuat dan setegar itu. Nah, saya?

“Dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu  berharap.” (Ash-Sharh ayat 8)

Dari apa yang saya alami, intinya hanya satu. Berharap? Kepada Allah Saja! Karena kalau kita berharap dengan sesama akan sering mengalami kecewa sedangkan saat kita berharap kepada Allah, kekecewaan itu tak pernah tampak. Yang ada, Allah memberikan yang terbaik untuk kita. Bukan yang kita inginkan.

Postingan ini bukan bermaksud menggurui, hanya berbagi dan berharap di luar sana ada yang merasa dikuatkan dan merasa tak sendirian. 

18 comments:

  1. Iya, bener mba
    Berharap pada yang maha memiliki saja. Jadi ga akan kecewa.

    ReplyDelete
  2. sepakat bangeud. terasa sakit kalau sudah menanamkan harapan yang mendalam akan sesuatu pada mahklukNya, bukan padaNya, lalu kemudian gagal. Jadi pelajaran buat saya juga nih.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dan saat kekecewaan itu hadir kita harus bangkit.

      Delete
  3. Betul sekali.. pasrah dan ikhlas, setelah ikhtiar

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Bunda. Terima kasih untuk supportnya.

      Delete
  4. semoga nanti ada pengumuman yang lebih bahagia lagi mbk...reminder juga buat saya.

    ReplyDelete
  5. Setuju mba, don't expect too much to others, bahasa jawanya mah ya. Hehe...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jawa londooo yo Mbak.
      Selamat untuk kelahiran baby Mbak Noe.

      Delete
  6. Benar mbak diyanika, berharap kepada sesama ciptaan allah swt apalagi berharap berlebihan pasti mengecewakan hasilnya... :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. sekarang sudah nggak kecewa lagi kan setelah tahu?

      Delete
  7. Semoga suaminya mendapat rezeki dan pekerjaan yang jauh lebih baik lagi, terus berdoa dan berusaha saja..

    ReplyDelete
  8. Setujuuu mak.. Pernah kecewaaa sekali krna brharap pd makhluk, pdhl ada Allah sebaik-baik tempat bergantung yah. Gak nyesel deh berharap sm Allah :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga kita selalu ingat bahwa Allah adalah Maha segalanya.

      Delete
  9. Sering banget heheheee... Lillahi ta'ala saja

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mak Lusi yang WOW banget aja masih sering dikecewain, apalagi saya. Lhaaaaaaa

      Delete

Maaf ya teman-teman untuk sementara komentar saya moderasi. Selain banyaknya spam yang masuk, saya juga ingin membaca satu per satu komentar yang masuk dan bisa berkunjung balik ke blog teman-teman. Happy Blogging!