Thursday, 1 October 2015

Cara Allah Melindungiku

Assalamualaikum.

Cara Allah Melindungiku. Apa kata orang kalau perempuan berhijab pulang tengah malam? Bagaimana perasaan Anda jika teman Anda sering dilirik laki-laki sedangkan Anda tidak? Selain kedua hal itu ternyata ada yang Anda dapatkan dan hal itu (mungkin) tidak didapatkan oleh orang lain. Yaitu, perlindungan Allah yang begitu sempurna.

Saya bukan termasuk perempuan yang berhijab syar’i. Bahkan, saya masih mencari jati diri saya dalam berhijab. Bagaimana tidak? Saya masih sering tergoyahkan dengan pendapat orang. Terutama, takut dikatakan tua dan udik. Tapi, saya selalu berusaha istiqomah. Dan kalau bisa berusaha untuk selalu meningkatkan taraf ke-istiqomahan saya.


Awal Mulanya...

Saat SMP, saya suka sekali mengenakan baju ala pupuler (pupu di ler-paha dipamerin gitu) setiap kali keluar rumah. Hingga saat masuk SMA, bismillah, manteb mengenakan hijab. Tapi itu kalau di sekolah, kalau di rumah ya masih pakai baju pupuler *nutupmuka*. Hingga ada angin apa muncul-lah perasaan risih tiap kali ada mata laki-laki yang memandangi saya (mungkin inilah cara Allah melindungi hambaNya). Bukan GR tapi rasanya mata mereka seperti menelanjangi diri ini. Mulai mengurangi pemakaian baju pupuler jadi pilihan saya waktu itu.

Hijab jaman SMA
“Anaknya orang abangan kok pake hijab?!”

Ketaqwaan seorang hamba akan meningkat apabila dia kuat dalam menghadapi hantaman badai yang menghadang. Mendapati kenyataan kalau ternyata mulut-mulut orang begitu tajam bahkan setajam golok, Allah memiliki rencana lain. Perlindungan Allah mulai tampak.

Allah mengirim saya ke Kudus, kota yang menurut saya cukup ngademin hati. Dan itu mendukung langkah saya untuk meningkatkan ke-istiqomahan saya untuk berhijab. Semenjak menjadi mahasiswa di kota tersebut, saya bertemu banyak orang yang mendukung langkah saya. Pun kebijakan berpakaian di kampus saya yang pro dengan hijab. Semenjak itu saya pun memutuskan untuk selalu menutup aurat dan membuang baju pupuler saya. Lagi-lagi saya berpikir, mungkin inilah cara Allah melindungi saya.

Hayooo..saya yang mana?
Meskipun sudah memakai gamis, tapi hijabnya masih pendek
Namanya juga anak muda. Apalagi masih mencari jati diri dalam berhijab. Pasti ada saja godaannya. Salah satunya adalah godaan dari lawan jenis. Perempuan mana sih yang tak senang kalau dikenal oleh banyak laki-laki? Apalagi karena kecantikannya.

Nah, pernah nih, eh sering deh saat jalan di lingkungan kampus kan sering tuh ya ada kumpulan laki-laki yang sering nongkrong di beberapa sudut kampus. Nah, kalau ada perempuan yang sedikit bersolek lengkap dengan penutup tubuh yang lumayan seksi pasti mereka langsung beraksi.

“Suuiiitt...suiiitt....cewek!”

Eh, giliran saya yang lewat di depan mereka, langsung deh memalingkan wajah. Ada pula yang pura-pura tak lihat. Sakit, sakit banget. Tapi itu duluuuu...sebelum saya sadar bahwa karena hijablah Allah menjaga saya untuk tidak berbuat zina apalagi digoda oleh laki-laki yang tak bertanggungjawab.

Sebenarnya ada cerita lain yang membuat saya semakin mantab dan nyaman dengan berhijab. Saya merasa Allah begitu melindungi saya di mana pun saya berada. Seperti masa saat saya sering pulang malam di semester akhir perkuliahan S1 saya.

Empat tahun kuliah, saya jalani dengan setahun jadi anak kos, dan tiga tahun menjadi mahasiswa rumahan-pulang pergi kampus rumah. Karena jadwal kuliah yang semakin padat dan mengejar setoran skripsi, saya sering sekali pulang malam. Pulang malam tuh jam berapa sih? Seringnya hampir tengah malam. Hal itu karena setiap Sabtu malam saya harus ikutan latihan menari di pendopo kabupaten Kudus untuk pementasan demi melaksanakan tugas salah satu mata kuliah. Pernah juga pulang malam saat harus melembur membuat media pembelajaran yang hanya diberi waktu satu minggu. Belum lagi tugas lain.

Tidak takut pulang malam? Apa kata orang? Saya tak peduli lagi. Justru mereka iba kepada saya. Karena jalan yang harus saya lalui kebanyakan adalah toang (jalan sepi yang sekelilingnya hanya persawahan). Di jalan tersebut juga kalau sudah kelewat maghrib jarang yang lewat karena terkenal dengan begal yang sadis (merampas, menganiaya dan memperkosa (korbannya perempuan) korbannya).

Kalau keluar sama teman-teman
masih nyaman nih dengan kostum kayak gini
Kemana orang tua saya? Saya yang menolak untuk dijemput. Saya yang memaksa untuk pulang sendiri saja. Tak mau merepotkan orang lain. Saya yakin saja kalau Allah menjaga saya. Ada perasaan takut sih, tapi saya punya tips nih tiap kali pulang malam.
  1. Hubungi atau beri kabar orang rumah saat hendak pulang. Jadi orang rumah bisa mengira-ngira kapan sampai rumah.
  2. Mengenakan baju atau jaket yang agak tebal. Kalau bisa malah baju rangkap dua. Untuk mengantisipasi kalau ada peristiwa pemerkosaan agar pelaku bosan buka baju melulu.
  3. Gunakan perlengkapan berkendara, seperti masker, kaos tangan, dan helm.
  4. Posisikan tubuh seperti laki-laki, jangan loyo. Biar tampak kekar.
  5. Letakkan benda berharga atau uang di beberapa tempat. Di saku baju juga ya.
  6. Kalau ada kendaraan besar, seperti mobil atau truk, jangan takut untuk ngintil (berjalan di belakangnya).
  7. Kalau tidak ada kendaraan satu pun atau ada kendaraan sepeda motor selalu waspada. Perhatikan gerakannya mencurigakan atau tidak dari kaca spion. Kalau mencurigakan siap-siap gas pol. Hihihi.
  8. Jangan lupa untuk berdoa. Ini nih yang penting banget.

Itu tadi tips abal-abal dari saya. Alhamdulillah, sampai detik ini Allah selalu melindungi saya. Salah satunya karena hijab yang saya kenakan. Kalau saya mengenakan baju yang seksi-seksi apalagi pupuler, mungkin saja saat pulang malam saya sudah digaet para begal.

Jujur, di luar semua kejadian yang saya alami tersebut, saya ingin sekali mengenakan hijab yang syar’i. Dukungan suami pun sudah saya kantongi. Semua perubahan itu memang butuh pengorbanan, salah satunya secara materi. Saya selalu berharap dan berdoa, agar Allah selalu menjaga rezeki hamba agar bisa membeli baju-baju syar’i demi melaksanakan ajaranNya. Untuk mensiasti saat mengenakan hijab syar’i biar tetap kelihatan muda, saya harus banyak bertanya, mencari informasi dan menemukan tips yang tepat. Pemilihan warna pastel akan jadi salah satu pilihan saya agar hijab syar’i tetap nyaman di hati saya dan perlindungan Allah semakin melimpah.


Bagi teman-teman yang saat ini memang sedang mencari jati diri dalam menentukan hijabnya, yakinlah bahwa kenyamanan itu letaknya di hati dan percayalah bahwa dengan berhijab secara ikhlas Allah akan melindungi kita.

20 comments:

  1. keren loh SMA sudah mulai berhijab. Aku pakai hijab baru tahun 2008 pas anakku udah umur 2 tahun

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jadi saya harus banyak bersyukur ya mak karena sudah mengenal hijab diwaktu SMA.

      Delete
  2. Aku SMA masih pake rok pendek dan t shirt *_*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bayangin ah mak irma pake rok pendek ma tshirt ahh...

      Delete
  3. saya juga mulai pake jilbab pas SMA mba, tp pas udah kelas 3, hihi.. oya mba, maksudnya "anak wong abangan" tu apa ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Abangan itu kalau di sini sebutan bagi orang yang islamnya tidak religius mbak. Biasa aja gitu.

      Delete
  4. hmm itulah cara allah melindunginya :D

    ReplyDelete
  5. Tiba-tiba ketawa baca nomer 2 :)
    Btw, saya pake jilbab awalnya seperti ngemis lho karena semuanya serba dikasih teman dan kakak kelas waktu SMA... ortu gak setuju karena takut nggak laku.

    KeepIstiqomah yah ^_^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha..
      Tips itu saya dapatkan pas nonton tipi beberapa tahun yg lalu mbak dan saya praktikkan alhamdulillah berkhasiat. Hahaha.

      Eh ngemis? Hemat materi dong mbak kalau gitu. Keep istiqomah juga mbak.

      Delete
  6. dulu pernah punya pengalaman keluar dini hari mbak, meski jalanan rame tp masih aja digodain anak2 yang nongkrong...kebetulan bukan naik motor tapi jalan kaki...sempet mangkel padahal udah pake masker...gak bisa ngebayangin mbak yang melewati jalanan sepi, ngeriii...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah nah kan kalau tak semua yang kita lakukan akan mendapat perlindungan Allah ya mbak. Tapi yg pasti selalu menjalankan ajaranNya dan menjauhi laranganNya adalah kewajiban kita.

      Delete
    2. betul betul betul
      yg penting kita terus mengusahakan untuk tetap taat :)

      Delete
  7. Baru ngerti saya istilah abangan.. berarti sy termasuk anak abangan juga.. hehehe..
    Makasih sdh ikut ya mba.. goodluck.. tetep menginspirasi banyak org dgn hijabnya.. aamiin

    ReplyDelete
  8. aku masih blm bisa nih mba...pdhl pake jilbab udh sr smp, krn memang wajib... tp di luar sekolah ya buka lagi...di kantorpun aku pake jilbab, dgn alasan, kalo ga pake jilbab , rambut wajib dicepol... krn pilihannya cepol ato jilbab, aku milih jilbab ;p... tp lagi2, di luar kantor ya buka lagi.. -__-.. skr ini sih, masih blm bs konsisten, krn panas aja ya.. aku ga kuat panas soalnya..kalo di kantorkan pake AC spanjang hari, jd nyaman... moga2 de ntr jd bisa konsisten pake jilbabnya

    ReplyDelete
  9. Berdoa berdoa dan berdoa ya mbak.
    Kalau ada mahram yg bisa nemenin, sy lbh memilih ditemenin mbak. Krn msh suka digodain (wlpn saya sudah bergamis & jilbab lmyn panjang) "Assalamu'alaikum Bu Haji..." terus begitu. Kalau ga dijawab, sudah pasti dimaki2. Sombong-lah atau tuli-lah dsb. (Sepertinya masker it bisa jd solusi, krn sy belum siap pake cadar :D)
    Kdg sebel sih, tp istighfar aja-lah. Ga diladeni. Berdoa supaya tdk ada dendam di antara yg menggoda untuk berbuat nekat.
    Tapi, msh bandel juga sih kemana2 sdri krn ga ada yg nemenin. Hehe
    Semoga Allah selalu melindungi kita ya, mbak. Aamiin

    ReplyDelete
  10. Bawa minyak wangi semprot juga ke mana-mana, kalau ada yang jahat langsung semprot matanya lalu teriak dan kabuuur. Hehe. Semoga sukses selalu.

    ReplyDelete
  11. Ketaqwaan seorang hamba akan meningkat apabila dia kuat dalam menghadapi hantaman badai yang menghadang..setuju mbak :)

    ReplyDelete
  12. Selamat kakak udah menang di giveawaynya. Tulisannya emag cakeeepp xD

    ReplyDelete

Maaf ya teman-teman untuk sementara komentar saya moderasi. Selain banyaknya spam yang masuk, saya juga ingin membaca satu per satu komentar yang masuk dan bisa berkunjung balik ke blog teman-teman. Happy Blogging!