Friday, 20 May 2016

Mengenalkan Buku Kepada Anak Sejak Dini itu Susah-Susah Gampang


“Anak saya itu kalau sudah di toko buku, tak mau pulang. Betah banget. Inginnya semua buku dibeli. Sepanjang perjalanan pulang pun dia langsung melahap buku yang dibelinya.”
Mengenalkan Buku Kepada Anak
Sumber gambar: kamarbayiku.wordpress.com
Membaca cerita tersebut, ibu mana yang tak iri? Saya iri banget. Semenjak hamil Kak Ghifa, saya juga sudah punya impian dia akan suka membaca buku. Sejurus dengan hal itu, saya mencari tahu tata caranya di internet dan tanya langsung kepada beberapa teman yang sudah berpengalaman dalam hal tersebut. Nah, akhir-akhir ini saya sering bertanya perkara ini kepada blogger yang baru saya kenal, yaitu Mbak Ipeh namanya.

Mbak Ipeh ini adalah seorang blogger Bekasi yang book addict. Makanya, pas ya kalau saya pilih beliau untuk diintograsi? Terus terus, Mbak Ipeh ini juga punya anak yang juga suka membaca buku meskipun usianya baru menginjak kelas 1 SD. Wah, pas ini. 

“Anak saya suka baca buku, tapi nggak se-kranjingan saya.”- Mbak Ipeh

Mengenalkan Buku Kepada Anak
Mbak Ipeh
Yah, kan baru kelas 1 SD, Mbak. Hihihi. Tunggu saja, nanti kalau sudah besar, lap lep lap lep. Hihihi. Menurut cerita Mbak Ipeh, awalnya ia tak suka membaca buku. Tapi karena Mbak Ipeh mempunyai ibu yang sabar, dipaksalah selalu ia untuk mau membaca buku. Eh, giliran sudah gila membaca gantian objeknya yang agak sulit ditemukan. Mau baca buku? Berjuang dulu!

Baca buku waktu kecil dan sekarang

“Semasa kecil, saya harus main ke tempat teman demi bisa membaca buku, Mbak.” -Mbak Ipeh

Sama dong. Saya juga harus pergi ke rumah tetangga agar bisa membaca buku. Sayang, kini, saya tidak bisa dikategorikan sebagai pecinta buku seperti Mbak Ipeh. Membaca buku jadi kegiatan saya hanya di waktu yang benar-benar tak ada kerjaan saja. Misalnya, saat liburan sekolah. Jadwal kegiatan harian masih banyak yang terbengkalai karena masih dalam waktu penyesuaian punya bayi. Duh, alasan mulu nih. Hihihi. Padahal Kak Ghifa sudah 8 bulan. Ingin rasanya Kak Ghifa saya tiup. Biar cepat besar. Hihihi. Balon kali. Berbeda dengan Mbak Ipeh, tiada hari tanpa membaca buku. Buku jenis apapun dilahapnya. Setiap kali ada kesempatan, seperti saat anaknya sekolah, menjadi waktu favoritnya untuk membaca dan menulis.

Saya jadi mikir, bagaimana ya Mbak Ipeh bagi waktunya? Soalnya ia juga sering banget BW ke blog saya ini. Kok ya masih sempat aja membaca buku. Perlu dicontoh nih kebiasaan Mbak Ipeh, biar DA dan PA blog kita juga bagus kayak blog Mbak Ipeh.

Mengenalkan Buku Kepada Anak
Blog Mbak Ipeh yang selalu ramai pengunjung

Membaca itu banyak manfaatnya lho

Sebagai orang tua, siapa sih yang tak ingin memberikan yang terbaik untuk anaknya? Dari pengalaman yang saya alami, betapa sulitnya bisa membaca buku-meminjam buku, saya ingin sekali memfasilitasi dan dapat mengenalkan buku kepada Kak Ghifa sejak dini. Agar keinginan saya bisa terwujud memang harus merelakan budget yang tak sedikit. Kenapa saya ingin sekali Kak Ghifa suka membaca buku? Hal itu karena saya tahu kalau manfaat dari membaca sangatlah banyak dan baik untuk tumbuh kembangnya. Berikut ini ada beberapa manfaat membaca yang saya himpun dari beberapa sumber:

Mengenalkan Buku Kepada Anak
sumber gambar: fandy-irfan99.blogspot.co.id

1.Melatih kemampuan berpikir

Ibarat pisau, semakin diasah maka akan semakin tajam. Sebaliknya, tak diasah maka akan menjadi tumpul. Sama, otak pun akan seperti itu. Cara mengasahnya dengan apa? Membaca. Karena membaca dapat meningkatkan kemampuan kognitif dan menambah pembendaharaan kosakata kita.

2.Meningkatkan pemahaman tentang suatu hal
Dari membaca, kita akan mengetahui apa yang belum kita ketahui sebelumnya. Misalnya, murid saya tak tahu apa itu cuaca. Setelah dia membaca pengertian cuaca yang ada di buku, akhirnya dia paham apa yang dimaksud dengan cuaca.

3.Menambah wawasan dan pengetahuan
Membaca membuat kita tahu hal-hal baru yang bisa kita gunakan sebagai bekal dikemudian hari. Pengetahuan adalah harta yang tidak akan pernah hilang. Selain itu, dengan membaca kita dapat membaca hiruk pikuk dunia luar sana tanpa harus mengunjunginya.

4.Mengurangi stres
Anda tidak bisa tidur? Bacalah buku fiksi. Membaca sebelum tidur akan membuat tidur kita lebih pulas. Selain itu, dengan membaca stress akan berkurang. Sebab, kegiatan membaca dapat menekan pertumbuhan hormon stres sehingga tubuh akan menjadi lebih rileks.

5.Melatih otak untuk lebih fokus dan konsentrasi 
Saat Anda sedang membaca buku, secara otomatis otak akan berusaha fokus dan konsentrasi untuk memahami apa yang kita baca. 

6.Memiliki tujuan hidup
Secara tidak langsung, membaca buku dapat memberikan motivasi kepada kita. Motivasi tersebut akan memberikan dampak tersendiri pada tujuan hidup yang akan kita capai. Setiap masalah atau hambatan yang menghadang, diri kita akan lebih siap dan ridak pantang menyerah.

Mengenalkan Buku Kepada Anak
sumber gambar : cobookan.blogspot.co.id
Selain keenam manfaat tersebut, masih banyak lagi manfaat membaca yang dapat kita dapatkan. Salah satunya adalah mengurangi kepikunan. Hayo, siapa yang masih muda sering pikun? Jangan-jangan memang kurang membaca ya?

Ngomong-ngomong soal membaca, sebenarnya sejak hamil saya sudah sering membaca buku untuk Kak Ghifa. Tapi tidak membacakannya sih. Saya baca buku ya baca aja, tak bersuara. Hanya saja sesekali mengelus-elus perut saja.

Setelah lahir? Dulu, pas usia masih di bawah 4 bulan, setiap kali hendak tidur, saya rutin membacakan dongeng yang saya unduh dari playstore untuk Kak Ghifa. Makin ke sini, setiap kali mau tidur sering drama dulu, saya sudah capek sendiri dan malah ikutan tidur nggak jadi baca dongeng. *alesan* (terdengar suara ngorok Rrrrrrr....)

Mengingat pentingnya membaca, keinginan saya untuk mengenalkan buku kepada Kak Ghifa masih terjaga. Saya berusaha sedikit demi sedikit, mulai dari mengajak Kak Ghifa membaca alquran bersama. Tahu apa yang terjadi? Alquran saya malah dijilatin. Saat saya meleng sedikit, kreeeekkk....satu lembar alquran saya sukses robek akibat tangan mungil Kak Ghifa.

Lain lagi cerita saat Kak Ghifa menemukan buku yang sampulnya warna warni di dalam tas saya. Dia terlihat sangat gemas, dikoyak-koyaklah sampulnya sampai tak berbentuk. Besoknya lagi, dia mencari buku itu lagi, dan semakin dikoyak-koyak.

Sampai akhirnya saya bertemu dengan Mbak Ipeh yang sudah sukses mengajak orang sekitarnya untuk mencintai buku. Khususnya, sang buah hati.

“Tak ada usia yang paling tepat untuk mengenalkan buku. Karena pada dasarnya anak kan berbeda-beda.”-Mbak Ipeh.

Yups! Beda kepala beda isi, kebiasaan, dan kegemaran. Dari Mbak Ipeh, saya memperoleh beberapa poin penting yang harus diperhatikan oleh saya dan setiap orang tua yang ingin mengenalkan buku kepada anak. Apa saja itu? Simak ya!

1.Niat kuat dan sabar
Poin pertama ini harus benar-benar dimiliki oleh orang tua. Karena kalau tidak punya niat yang kuat, melihat bayi merobek-robek atau membuang buku, sakit hati deh. Besok tak mau berusaha lagi. Sabar, kalau dirobek, dilarang sambil diberitahu alasannya, “Sayang, bukunya tidak boleh dirobek. Kalau robek semua nanti tidak bisa dibaca.”

2.Pilih bahan buku sesuai usia anak
Ada yang pernah dengar buku bantal? Kini sudah banyak lho produsen buku bantal. Dan saya tahu ya dari Mbak Ipeh ini. Harganya mulai 20 ribuan. Buku bantal ini bahannya tidak mudah robek dan aman bagi bayi seperti Kak Ghifa yang suka jilatin buku apalagi merobeknya. Ada pula buku yang bahannya tidak bisa dirobek dan anti air. Tentu harganya berbeda dengan jenis buku dengan bahan secara umumnya ya.

Mengenalkan Buku Kepada Anak
sumber gambar: kesekolah.com
3.Jadikan membaca sebagai rutinitas
Masih berkaitan dengan poin 1. Sebagai orang tua harus telaten buat menggiring anak agar suka membaca. Tetapkan jam-jam tertentu untuk kegiatan yang satu ini. Yang paling efektif sih sebelum tidur. Lakukan seperti itu terus, beruang, dan jadikan rutinitas.

4.Gunakan teknik mendongeng
Perbedaan suara antar tokoh satu dengan yang lain akan membuat anak lebih tertarik untuk memperhatikan kita saat membacakan sebuah buku. Selain itu, kita juga harus mengingat kembali bahwa anak yang sering didongengkan akan memiliki kemampuan kognitif dan verbal yang lebih unggul dibandingkan dengan anak yang tidak pernah didongengkan.

Tak sabar rasanya menunggu buku Kak Ghifa yang saya beli secara online sampai di rumah. Ingin rasanya segera mempraktikkan tips dari Mbak Ipeh. Ngomong-ngomong soal tips mengenalkan buku kepada anak, Anda punya tips juga nggak? Boleh lho dishare di kolom komentar. Biar saya dan pembaca lainnya jadi terinspirasi dan bisa nyontek tips Anda. Hihihi. 

Sumber bacaan:
http://www.irvanyale.com/pentingnya-manfaat-membaca-untuk-meningkatkan-kemampuan-otak/
http://health.detik.com/read/2011/03/12/075450/1590162/766/5-manfaat-membaca-buku-untuk-kesehatan
http://manfaat.co.id/manfaat-membaca-buku

11 comments:

  1. Semoga kakak Ghifa semangat untuk membaca. Dan jadikan mendongeng sebagai quality time, biar anak selalu 'nagih' :)

    ReplyDelete
  2. isi artikelnya dalem banget mbak dan sangat bermanfaat ^_^
    membaca itu penting, karena semakin banyak membaca yang positif dan semakin banyak pula ilmu bermanfaat yang kita dapati :)

    ReplyDelete
  3. Membaca itu killing time banget di masa kecil. Mungkin anak jaman sekarang killing timenya main HP ya hehehe .. Dulu rutinitas menyenangkan adalah disediakan buku, camilan dan susu cokelat biar anteng ga gangguin Mama kerja hehehe

    ReplyDelete
  4. Salah satu masa kecilku yang sampai sekarang masih terkenang sama orangtua dan saudara adalah nggak bisa lepas dari buku. Bahkan makan aja sambil baca buku. Nah, anakku 5th sama 2th udah mulai kelihatan book addictnya nih, Ka. Kadang sampai kewalahan, mata udah kriyep2 tapi masih minta dibacain terus-__-

    ReplyDelete
  5. Teknik mendongeng yang jitu banget buat aku dulu, mama sering banget ngedongeng pas aku kecil, jadi sekarang jadi seneng sama buku juga. Buat dongengin calon anak nanti, hihihihi

    ReplyDelete
  6. Anak aku mah agak susah eung baca buku teh, nggak kayak emaknya. Harus dicoba ini mah metodenya supaya dia lebih senang baca buku daripada nonton sinetron Uttaran (yang ini karena pengaruh neneknya).

    ReplyDelete
  7. pernah baca satu tips , katanya biarkan buku bergeletakan di rumah. huhu tapi sya blm bisa kalo tips yg ini gmn yaa. kalau bergeletakan gitu suka gatel pengn beresin :D

    ReplyDelete
  8. Coba kasih buku kain biar gak gampang sobek Mba Ika.

    ReplyDelete
  9. jangankan kepada anak kepada orang dewasa pun susah mbak, harus suka membaca dulu ya :)

    ReplyDelete
  10. Aku juga lagi nulis ini, hihi..
    sedih ya lihat buku atau majalah dirobek anak. Memang harus dibiasakan melihat dan membuka buku supaya tidak dirusak.

    ReplyDelete
  11. Aku punya beberapa buku bantal tapi udah bosen anakku. Belum beli yg lain lagi. Tapi anakku belum terlihat suka baca buku. Cuma tertarik dgn gambarnya

    ReplyDelete

Maaf ya teman-teman untuk sementara komentar saya moderasi. Selain banyaknya spam yang masuk, saya juga ingin membaca satu per satu komentar yang masuk dan bisa berkunjung balik ke blog teman-teman. Happy Blogging!