Thursday, 16 June 2016

Semalam Suntuk Bayi Muntah Lebih dari 10 Kali


Setiap bayi memiliki cerita yang up dan down-nya sendiri. Sama halnya dengan Kak Ghifa. Sore itu Kak Ghifa sedang aktif-aktifnya merangkak dan berlatih berdiri. Makan ini dan itu, main guling-guling di kasur, ketawa-ketiwi, setelah capek akhirnya dia pun tidur. Selang 2 jam, dia terbangun, batuk dan akhirnya muntah. Semua yang ada di dalamnya keluar. Apa yang terjadi?

Selasa lalu, mulai pukul 21.00 sampai pukul 03.00 dini hari, Kak Ghifa muntah terus menerus. Tidur setengah jam, perutnya krucuk-krucuk, guling-guling, kemudian muntah. Saya nenenin, tidur lagi, guling-guling, perutnya krucuk-krucuk, muntah. Minum air putih, lagi, guling-guling, perutnya krucuk-krucuk, muntah lagi. Begitu terus. Pokoknya apapun yang masuk pasti keluar lagi. Untung saya tak sendiri, ada suami yang mau diajak kerja sama.



Apakah saya panik? Iyalah, tapi tak begitu. Yang ada dalam pikiran saya adalah biarlah Kak Ghifa muntah, itu artinya tubuhnya sedang mengeluarkan benda asing dalam tubuhnya. Terpenting adalah ada yang masuk dalam tubuhnya. Makanya, saya selalu berusaha memberikan cairan, ASI dan air putih. Meskipun nantinya akan dimuntahkan lagi. Jangan sampai Kak Ghifa dehidrasi.

Apa sih yang sebenarnya membuat Kak Ghifa muntah terus menerus?
Penyebab pastinya saya juga tidak tahu. Karena awalnya Kak Ghifa stay cool aja. Masih main-main, cekakak-cekikik. Badannya pun tak demam. Saya hanya menduga-duga penyebabnya dari makanan yang masuk dalam tubuhnya.

1. Tempe goreng
Tempe goreng jadi makanan favorit Kak Ghifa dalam seminggu terakhir ini. Setiap kali makan, tempe goreng selalu ada dalam genggamannya. Kalau ini jadi penyebab muntahnya Kak Ghifa kok kayaknya tidak deh. Kalau pun iya, masak sih tempenya beracun, saya makan juga nggak papa.

sumber dari: food.reisha.net
2. Es krim
Sore itu adalah kedua kalinya Kak Ghifa makan es krim. Itupun hanya 4 sendok kecil, nggak penuh pula. Pas pertama kali kenalan sama es krim, Kak Ghifa malah makan jauh lebih banyak. Tapi tak ada reaksi apapun. Makanya, saya silang es krim dari daftar penyebab Kak Ghifa muntah.


3. Kerupuk
Selain tempe, teman makan favorit Kak Ghifa yang lainnya adalah kerupuk. Kerupuknya  hasil gorengan sendiri. Bukan kerupuk yang dijual di warung-warung. Karena terbiasa makan kerupuk, pun kerupuknya masih sama (disimpan ditoples) seperti kerupuk yang dimakan Kak Ghifa di hari sebelumnya, kerupuk saya coret dari daftar penyebab Kak Ghifa muntah. 

sumber dari: www.vemale.com
4. Cincau
Tahu  cincau kan ya? Itu tuh yang sering ada di es campur. Cincau ini dibuat sendiri oleh ibu saya tanpa ada tambahan bahan kimia apapun(kapan-kapan saya share cara membuatnya). Melihat Kak Ghifa bergairah banget sama cincau (bentuknya kayak agar-agar), saya suapin deh beberapa kali. Karena baru pertama kali ya sedikit dulu lah ya. Kan belum tahu reaksinya. Eh, malah ada kejadian muntah tapi kok setelah beberapa jam. Kemungkinan besar memang karena cincau ini deh Kak Ghifa muntah. Karena dari beberapa makanan lainnya, cincau-lah yang pertama kali baru dicoba Kak Ghifa. 

sumber dari : caramemasakanekaresepmasakannusantara.blogspot.com
Kalau sudah tahu begini kan jelas. Besok-besok lagi jangan dicoba lagi. Tapi kalau dipikir-pikir, cincau kan bagus ya untuk meredakan panas dalam, mengatasi sembelit, bahkan mampu menyingkirkan senyawa-senyawa yang berbahaya bagi tubuh termasuk pemicu kanker*. Atau mungkin muntahnya Kak Ghifa ini adalah proses pengeluaran bakteri-bakteri jahat dalam tubuhnya ya? Soalnya, muntahnya berhenti setelah pukul 03.00. Kak Ghifa nenen lagi kemudian tidur pulas sampai pukul 05.00 (jam bangun seperti biasa). Setelah itu, Kak Ghifa pun makan dengan lahapnya, tak muntah lagi, main lagi, dan cekakak-cekikik lagi.

Dari pengalaman menghadapi Kak Ghifa yang muntah sampai berkali-kali ini, ada beberapa poin penting yang bisa saya ambil.

1. Jangan panik
Poin ini sangat penting. Karena seperti yang saya ceritakan di Saat Anak Sakit, Ibu Panik? Begini Jadinya bahwa panik hanya akan membuat saya linglung dan salah langkah. 

2. Tetap beri cairan
Muntah yang terus menerus akan membuat si kecil mudah dehidrasi. Apalagi bagi si kecil yang memang konsumsi airnya minim. Meskipun setelah minum akan muntah, usahakan selalu tetap memberikan minum. Bisa dalam bentuk air putih, ASI, atau jus kesukaan si kecil. Kalau bisa berikan sedikit demi sedikit tapi terus. Setelah muntah mereda, berikan makanan dalam bentuk yang lembut, sedikit encer atau berkuah agar sistem pencernaan si kecil tidak kaget.

3. Hangatkan tubuhnya
Menghangatkan tubuh si kecil bisa dilakukan dengan beberapa cara:
  • Memakaikan baju panjang
  • Melaburi bagian tubuh tertentu (telinga, leher, tengkuk, ketiak, perut, dan telapak kaki) dengan parutan bawang merah yang dicampur dengan minyak telon dan air jeruk pecel (optional)
  • Mengerok punggung dan dada si kecil dengan bawang merah dan minyaak telon

Itulah beberapa langkah yang dapat saya bagikan untuk mengatasi anak muntah. Intinya, panik boleh tapi jangan keterlaluan. Kapan harus membawa si kecil ke dokter? Kalau muntahnya tidak berhenti, si kecil lemas, wajah memucat, tak mau minum atau makan, dan saat cairan yang keluar sudah tidak wajar. Misalnya. muntah darah, berbau menyengat, dan berwarna hijau (bukan pengaruh makanan). Semoga keluarga kita selalu diberi kesehatan dan umur panjang. Aamiin. Semoga bermanfaat.

Sumber bacaan:
*https://www.ibudanbalita.com/diskusi/MANFAAT-CINCAU-HIJAU

12 comments:

  1. Wah jadi pemicu muntahnya cincau ya
    Semoga dek ghifa lekas sembuh
    Tipsnya aku save dulu mb ika

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kemungkinan besar memang cincau, Mbak.
      Iya, Mbak. Semoga bermanfaat.

      Delete
  2. Lagi musim baby-baby dan anak2 sakit Mbak, semoga lekas sembuh yaa buat Adek ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mbak, ini sudah sembuh. Alhamdulillah.

      Delete
  3. Untungnya Ghifa mau dinenenin ya...Sehat2 ya nak

    ReplyDelete
  4. Waah kak Ghifa mamamnya udah macam2 bun? Tepatnya brp ya sekarang usianya? Sdh mamam es krim segala ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. 9 bulan Mbak. Iya, es krim ini sudah saya konsultasikan dan saya berikan seminggu sekali. Karena tak ada efek apapun ya saya lanjut saja.

      Delete
  5. Cincaunya sendiri pada dasarnya bagus. Yang jadi masalah, kadang kita nggak tahu apa yg pedagang masukkan ke dalamnya. Dan karena dia kan disajikan mentah ya, jadi kita nggak bisa menghindari kuman yg kemungkinan numpang di sana.
    Kalau anak masih kecil, emang bikin galau kalau muntah terus terusan. Khawatir dehidrasi ya Mak, dan kasihan juga ngelihatnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kebetulan ini cincaunya buat sendiri, Mbak. Dan airnya juga matang. Kalau yang dijual di pasar-pasar itu saya jarang beli, Mbak.

      Delete
  6. Yang paling penting kangan panik dulu ya mba, biar bisa menangani dengan baik.
    Semoga anaknya sehat selalu.

    ReplyDelete
  7. Smoga cpt reda yaaa
    Aku blm punya anak tp klo liat bayi muntah ya gimana gitu, nggak tega

    ReplyDelete

Maaf ya teman-teman untuk sementara komentar saya moderasi. Selain banyaknya spam yang masuk, saya juga ingin membaca satu per satu komentar yang masuk dan bisa berkunjung balik ke blog teman-teman. Happy Blogging!