Friday, 10 March 2017

Setelah Berenang Trauma Mandi? Begini Cara Mengatasinya


Kak Ghifa menangis tersedu-sedu.

Tangannya berpegangan erat di punggungku.

Kedua kakinya mencengkeram tubuhku.

Aku merasa sedikit kesakitan, "Anak lanang tenan. Kuat banget." bisikku.

"Kakak, ayo mandi! Nggak papa. Ini kan nggak di kolam renang. Airnya juga nggak dingin. Nggak usah takut." bujukku.

Kak Ghifa tetap meringsek di badanku. Tapi masak nggak mandi sih? Apa jadinya kalau nggak mandi? Biang keringatnya akan kambuh lagi kayak dulu. Ih, mengerikan.

Sebelumnya, siang itu sekitar pukul 10.30 WIB ku jemput ibu dan Kak Ghifa di rumah. Teman-teman sekolah sudah menunggu di kolam renang yang kami booking. Iya, sesekali ngajak anak seneng-seneng kan nggak papa. Apalagi gratis. Kalimat terakhir nih buka aib sendiri. Hihihi.

Ini kali pertama Kak Ghifa berenang (4/9/2016)

Di perjalanan menuju kolam renang, "Bu, Kak Ghifa tidur? Kok nggak gerak-gerak."

"Iya."

Blaik. Alamat akan gagal nih renangnya. Jam segitu memang waktunya dia tidur siang. Aku sih terlalu ngoyo banget ngajak dia berenang.

Sesampainya di kolam renang, aku dan ibu memilih duduk di mushola sambil nunggu Kak Ghifa bangun. Hampir setengah jam kami menunggu. Akhirnya, kami membangunkannya secara paksa.

Melihat tempat yang asing, dia celingukan. Pelan-pelan ku ajak mendekat ke air. Saat kakinya ku dekatkan ke air. Tangisnya pecah.

Yes, liburan gratisan gagal.

Sepanjang waktu di kolam renang dia hanya menangis. Padahal kami sudah berusaha membujuknya dengan berkeliling, melihat lingkungan sekitar kolam renang. Bahkan, aku sampai gemes, ku ajak masuk ke kolam secara paksa sampai dua kali. Tangisnya makin menjadi.

Oke, akhirnya kami pulang.

Sorenya, saat hendak mandi, Kak Ghifa meraung-raung.

Padahal saat pertama kali berenang, dulu, gak sehisteris kemarin. Malah dia nggak mau diajak naik. Maunya main air mulu. Kalau perkara pakai pelampung, dia memang nggak mau. Apa mungkin karena dulu bareng dengan saudara yang masih kecil-kecil? Jadi, dia merasa senang ada teman sebayanya? Kalau kemarin kan, hanya aku dan ibu saja yang dia kenal.

Baca juga: Tips Menyusun Liburan Keluarga yang Berkesan

Hampir dua minggu Kak Ghifa meraung-raung terus saat diajak mandi. Sampai-sampai aku selalu basah kuyub setiap kali memandikannya. Ya gimana lagi, dia nemplok terus tak mau turun dari gendongan.

Alhamdulillahnya, ide sepele bisa membuat Kak Ghifa mau turun dari gendongan setiap kali mandi. Bahkan, dia mulai seperti biasa, tak mau diajak mentas. Mau tahu ide sepelenya apa?

Bawa mainan kesukaaannya ikut serta mandi ke dalam bak.
Ciptakan suasana mandi seasyik mungkin. Nyanyi full ekspresi. Hihihi.

Miniatur Harimau ini selalu ikut Kak Ghifa mandi

Haduh, tahu gitu kan dari kemarin Kak. Jadi, nggak perlu pakai drama kalau mandi. Ummi sampai sedih banget. Tapi, beberapa kali saat mandi Kak Ghifa juga nangis lagi. Ada beberapa hal penyebabnya, yaitu:
  1. Aku kelamaan nyabunin (sabun habis, mencetnya lama)
  2. Dia main air kemudian tak sengaja keminum dan agak gelagapan gitu.
  3. Air mandinya terlalu dingin.
  4. Kaget sama suara keran air yang terlalu berisik (baginya).
  5. Selebihnya, aman.

Dari kejadian itu ada beberapa poin penting yang harus ku pahami:
  1. Setiap anak itu beda. Masing-masing punya nasib, kegemaran, dan kebiasaan. Lihat anak teman yang seusia Kak Ghifa seneng banget diajak renang, envy. Wajar lah. Tapi, lihat dulu apakah Kak Ghifa juga suka berenang? Apakah dia enjoy kalau main di air dingin?
  2. Tidak egois. Tujuanku memang bagus, mengajak anak liburan. Aka tetapi dengan menyita waktu tidur siangnya malah justru nggak baik untuk kesehatannya. Bisa masuk angin lah, pilek, atau batuk. Parahnya malah bikin trauma Kak Ghifa. Sebagai pelajaran ke depan, misal mau mengajak berenang Kak Ghifa pilih waktu pagi saja, sekitar jam 9an sudah di tempat. Selain tidak waktunya tidur siang, udara dan air di kolam renang juga masih bersih. Kemudian tempatnya juga belum terlalu ramai. Kak Ghifa kan sering merasa tidak nyaman kalau di tempat yang terlalu ramai.
  3. Mengatasi anak yang trauma itu harus sabaaaar banget. Aku? Emosi maksimal. Enak ngadepin anak orang daripada anak sendiri. WEW! Nggak bisa serta merta aku ngotot, memaksakan pendapatku, dan meminta Kak Ghifa menuruti kemauanku. Sebaliknya, untuk mengatasi anak seusia Kak Ghifa (18 bulan), ternyata aku yang harus mengikuti cara mainnya. Maunya seperti apa? Harus pintar membaca kemauannya sekalipun dia belum bisa berbicara lancar. Oke, Ummi yang salah. Tak sabaran.
  4. Kebahagiaan anak kecil itu murah banget harganya. Hanya dengan mainan seperti miniatur harimau atau pesawat yang ikut masuk ke bak, traumanya lenyap. Mandi bahagia kembali tercipta. Ini nih yang sering tak terpikirkan olehku. Mungkinkah orang di luar sana juga tak terpikirkan soal ini?
Teman harimau saat mandi bersama Kak Ghifa

Terakhir, aku berharap suatu hari nanti Kak Ghifa akan suka dengan berenang. Padahal kalau pas mandi, dia juga betah banget main air. Kenapa kalau di kolam renang justru sebaliknya? Mungkinkah karena dia kurang mudah beradaptasi?

Punya pengalaman serupa dengan si kecil yang setelah berenang trauma mandi? Share dong!

33 comments:

  1. Mungkin karena awalnya kaget langsung ketemu air kolam renang...hihi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya kali ya, Mbak.
      Padahal sebelumnya sudah aku boncing mau ku ajak renang.

      Delete
  2. Karena dia baru bangun tidur kali, jd lg nyenyak2nya merasa terganggu

    ReplyDelete
  3. Bisa gitu ya...anak2 tuh emang suka unik ya

    ReplyDelete
  4. Ada emang anak2 yg takut sm kolam renang. Atau mungkin juga krn dibangunin trus kaget tempatnya asing. Kalo anak2ku dr kecil udah seneng air banget, meski kalo disuruh mandi kadang susah 😁😁. Hana usia 7bulanan deh klo ga salah udh kuajak main air di water blaster.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah kan aku kan envy Mbak lihat anaknya pada suka main air. Lha Kak Ghifa???

      Delete
  5. Anakku kebetulan doyan main air dan suka berenang mba. Jijik
    Moga traumanya lekas ilang ya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin, Makasih ya Mbak sudah mampir.

      Delete
    2. Eh maap mba Ika. Itu typo harusnya 'Hihiii', tapi jadi jijik :(

      Delete
  6. Pas pertama kamila nyemplung di kolam renang juga histeris mb, karena langsung pake pelampung..setelah itu ta contohin abinya lama lama mau sendiri.
    Sama mb, kamila jg kalau mandi harus bawa mainan nanti ikutan mandi dah mainannya: ada balon, bola, boneka, smua dicemplung cemplung ikut mandi hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kak Ghifa pakai bujukan maut apapun tetap aja No No No Mbak. Takuuutt bgt wajahnya.

      Hihi...kalau sebelum trauma Kak Ghifa malah nggak pernah mandi pakai mainan, Mbak.

      Delete
  7. Keponakanku juga sama takut di kolam renang pas usia 6 bulan diajakin ke kolam renang padahal air kolam panas tapi takut heuheu, sekarang malah suka lama mandi dan mainin air keran sisah diajakin mentas 😀

    ReplyDelete
    Replies
    1. Moga saja Kak Ghifa makin besar nggak talut 😅😅😅

      Delete
  8. Ponakanku nih pernah kayak gitu Mbak. Dan memang kudu sabar ya. BAhwa anak nggak harus selalu manut kita juga

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Mbak.
      Banyak pelajaran berharga yg diberikan anak ke aku nih.
      Kudu belajar banyaaaakkk sabar.

      Delete
  9. aku baru tahu istilah ini mbak..memang kalau anak masih balita gitu butuh kesabaran ekstra ya. kudu pinter ngerayu. ibu pintar nih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mungkin karena secara umum anak suka main air Mbak. Lah anakku ini kan unik. wkwkwk

      Delete
  10. Saya jg pernah mb,
    Awalnya anak mau antusias tp krn sy kepleset dia jd g mau n takut
    Waduh tiketnya mana mahal wkwkwkw

    Tp renang berikutnya sdh aman terkendali

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga berenang selanjutnya juga aman jaya ya, Mbak.

      Delete
  11. Anakku malah kebalikannya mbak, habis renang malah seneng mandi, berendem katanya. hihi... tapi soal bawa mainan itu kita sama *toss, selain macan, mobil selalu ikut sama dia . hehehehhe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahhaa. Ini secara umum memang gitu, Mbak.
      Mungkin jurusku nih yang keliru. hihi

      Delete
  12. Wah ternyata air yang kebanyakan anak suka, bisa jadi hal yang nggak nyaman untuk sebagian yg lain ya mba. Nice info, makasih..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Mbak. Aku berharapnya ntar kalo diajakin renang lagi gak nangis lagi.

      Delete
  13. mungkin kaget gara-gara bangun-bangun, langsung diajak berenang...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yups! Emaknya terlalu nafsu, Mbak. Hihihi

      Delete
  14. Namanya juga anak-anak mbk, suka main air hehehe.

    Ghifa sama waktu aku kecil dulu kalau mandi harus pakai mainan dulu terus nyemplung ke ember ehehehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mayoritas anak-anak emang gitu ya, mandi bawa mainan.

      Delete
  15. anakku yg ketiga juga takut air dan mandi di bak, diajak berenang pun nangis melulu.. mgkn krn lagi gak mood.. saat mandi di bak bareng kakaknya di teras kok dia seneng

    ReplyDelete
  16. Sabar ya mbak. Kalau analisaku, jiaaah, ini dasarnya pengalaman anak sendiri sih, jadi bisa nggak benar juga karena tiap anak beda seperti kata mbak diatas.
    Jadi, pertama, kalau kata orang Jawa, nyawa kak Ghifa belum ngumpul, ketika masih tidur nyenyak, dibangunin, langsung diajak main air. Kak Ghifa belum tune in dg sekitar, blm merasakan hawanya orang bersenang-senang. Masih bingung krn bangun mendadak.
    Kedua, anakku dulu nggak langsung aku kenalin ke air dg memasukkan kaki, tapi akunya masuk air dulu, aku kasih waktu dia buat lihat aku, baru deh digendong bapaknya masuk air. Pura2nya nyusul aku. :))
    Ntar ada masanya malah nggak mau keluar air lo kalau sdh tau asiknya main air. Sementara sabar dulu ya mbak, kasih waktu ke kak Ghifa.

    ReplyDelete
  17. ini kok kebalik ama anakku yaa... yg cewe, itu suka bgt berenang mba, tp ga suka mandi.. hihhh, piye itu coba... apalagi kalo aku udh mw ngeramasin rambutnya, duuuh udh kyk drama penculikan anak, tangisnya kenceng banget... alasan dia ga mau kena mata... lah gmn cara mandiin kalo g kena mata .. padahl shampoonya itu yg khusus anak kecil , yg g perih di mata... udh aku coba pake kacamata renang, ttp aja jejeritan... tp biasanya aku biarin aja nangis,,, yg ptg tetep mandi :D

    ReplyDelete
  18. Berarti ritmenya si anak perlu dilihat juga ya, Mba. Misalnya itu jam tidur siang dia, jangan ambil kegiatan di jam itu. Anaknya adik saya juga takut berenang. Walau tetap diajak ke kolam renang, dia cuma nggak mau nyebur, haha... Ada masanya juga mungkin ya nanti.

    ReplyDelete

Maaf ya teman-teman untuk sementara komentar saya moderasi. Selain banyaknya spam yang masuk, saya juga ingin membaca satu per satu komentar yang masuk dan bisa berkunjung balik ke blog teman-teman. Happy Blogging!