Kamis, 22 Juni 2017

Andai Kau Ada Saat Bimtek Kurikulum 2013


"Edan tenan! Mosok kelompokku sepuh-sepuh semua? Wah, pasti nanti aku terus nih yang disuruh kerja. Apalagi tugas dari fasilitator serba pakai IT." gerutuku dalam hati pas hari pertama Bimtek Kurikulum 2013 yang ku ikuti sejak tanggal 12-17 Juni lalu.


Lha kok beneran, aku yang ditunjuk sebagai sekretaris kelompok. Nasib apa nasib ini?

Kupandangi semua anggota Bimtek, memang iya sih, hanya aku yang dapat kelompok kurang beruntung. Kelompok lainnya hampir semua rata, ada guru muda dan sepuh. Lha kelompokku? Dari 7 anggota, hanya aku yang masih kinyis-kinyis. Lainnya hampir purna tugas.

Kelompokku berfoto bersama fasilitator
Hayo, aku yang mana? Pokoknya yang paling kemayu ya itu aku. Hihihi

"Jangan lupa, besok kita langsung praktik, praktik, dan praktik! Laptop atau netbook dibawa. Terutama untuk sekretaris kelas maupun sekretaris kelompok. Siapkan diri Anda. Kelar langsung presentasi, kelar langsung presentasi. Guru era masa kini kan gitu, dituntut kreatif dan mahir IT. Apalagi bagi guru-guru muda ya." kata Pak Martono, fasilitatorku.

Blaik. Apa kabar netbookku? Bisa diajak kerja rodi nggak ya? Ah, kulihat tadi Ibu-ibu alat tempurnya lengkap. Aku bisa pakai laptop atau netbook mereka.

Eits, tahukah kamu, apa yang terjadi di hari kedua Bimtek?

“Yuk, alat tempurnya dikeluarkan! Netbook, laptop, segera disiapkan. Kita brainstorming dulu. Kita satukan pemahaman kita tentang GLS (Gerakan Literasi Sekolah). Jawab pertanyaan di slide, kemudian kelompok yang sudah selesai langsung presentasi. Siapa cepat, dia dapat. Dapat nilai plus pastinya.”

Aku segera bergerak, “Bu, ada yang bawa laptop?”

Apa jawaban mereka?

“Lah, kemarin nggak digunakan, tak pikir hari ini juga, Mbak, ya nggak tak bawa.”

“Bawa buku ini saja saya sudah bingung, Mbak. Ditambah bawa laptop, nggak kuat.”

Aku hanya tersenyum kecut. Menghela napas, “Sabar, Ka. Mereka sudah sepuh. Lagi puasa juga.”

Siap tempur setiap hari.
Beginilah bawaanku setiap kali berangkat BIMTEK.
Aku saja kuwalahan, apalagi mereka yang sudah sepuh.

“Mbak Ika nggak bawa laptop?” tanya salah satu anggota dari kelompokku.

“Bawa netbook sih, Bu. Tapi......” kalimatku menggantung. Karena ingat ucapan fasilitatorku soal siapa cepat dia dapat nilai, ku keluarkan netbook tuaku. Tak lupa chargernya juga.

Aku bergerak maju, mencari colokan terdekat denganku dan semuanya ternyata penuh. Aku berusaha tanya satu per satu laptop siapa yang sudah penuh baterainya agar bisa gantian. Sampai akhirnya sesi pertama, kelompokku nggak maju karena tugas kami paling akhir selesainya. Selain karena faktor netbookku yang nggak dapat colokan, menyatukan pendapat sesama anggota yang sudah sepuh dan banyak pengalaman itu sangat sulit. Ada saja yang nggak mau mengalah. Aku sampai heran.

Huh! Sabar.

Netbook tak ku matikan. Cukup ku hibernate. Biar bootingnya nggak kelamaan. Karena di sesi kedua ini juga kami dituntut untuk mendiskusikan tentang PPK (Penguatan Pendidikan Karakter) dan kemudian tampil mempresentasikannya di depan.

Aku sangat pede sekali saat tugas di sesi kedua ini diberikan. Terlebih lagi anggota kami belajar dari sesi pertama. Kami tak boleh egois dengan pendapatnya masing-masing. Ini kerja kelompok.

Sepuluh jariku ketak-ketik dengan lincah. Kami semua optimis bisa maju yang pertama. Nilai bagus sudah di depan mata. Kami begitu semangat sampai tiba-tiba, mak pet!


Layar netbookku mati. Aku tak menyadari kalau ternyata listrik di ruangan kami padam. Otomatis, netbookku akan ikutan mati. Ya Allah, ingin rasanya aku menangis saat itu juga. Data tugas tadi belum ku simpan. Wajah-wajah kecewa mereka, Ya Allah...Nilai plus melayang.

“Lho, ada apa kelompok melati? Kok diam semua?” tanya Pak Bejo, fasilitatorku yang kedua.

“Netbooknya mati, Pak.” jawabku malas.

***

Sesampainya di rumah, saat hendak tidur.

“Andai saja, Bi....”

“Andai kenapa?” tanya suami penasaran.

“Andai saja aku dapat kelompok yang enak. Anggotanya ada yang muda juga. Nggak sepuh semua kayak gini. Banyak yang mahir pakai laptop. Aku kan juga santai. Nggak ngoyo. Lha ini, apa-apa aku, Bi.” Aku menceritakan kejadian selama dua hari mengikuti Bimtek kepada suami. Rasanya jenuh banget. Seperti menanggung beban sendiri. Terlebih lagi sampai di rumah harus menghadapi Kak Ghifa yang ngambek karena ku tinggal sampai sore terus.

Baca juga: Begini ya Rasanya Patah Hati dengan Anak Sendiri


“Sabar, Mi. Dijalani yang ikhlas. Siapa tahu ini ladang pahala buat Ummi karena membantu kelompok. Apalagi bulan puasa. Berlipat-ganda pahala Ummi. Ayo, semangat! Allah menuntut Ummi bisa kreatif tuh meskipun dapat kelompok yang menurut Ummi kurang pas.”

“Iya, paham, Bi. Tapi andai saja, netbookku nggak sowak juga. Pasti lebih mudah menjalani Bimtek seminggu ini. Rasanya itu kayak jatuh, eh, tertimpa tangga lagi, Bi. Netbookku sudah sowak, eh, dapat kelompok kok ya yang gitu. Sampai rumah dijutekin sama Kak Ghifa (aku menghela napas). Ah, jadi ingat notebook keluaran ASUS yang seri E202, Bi.”

“Kenapa memangnya?” suara suamiku mulai merendah.

“Misalnya saja ada Notebook ASUS E202 pas Bimtek ini.....” aku nyerocos babibubebo kepada suami.

1. Tasku Nggak Lekas Jebol

Tahukan apa yang setiap hari ku bawa ke tempat Bimtek? Tasku berisi netbook, charger, buku pedoman Bimtek yang segede skripsi, masih ada HP, powerbank, dan printilan-printilan lainnya. Padahal aku juga harus membawa buku kurikulum 2013 paling tidak satu semester yang terdiri dari buku pegangan guru dan siswa (masing-masing 4 buku). Belum lagi kabel roll.

Tahu nggak berapa berat beban yang harus ku pikul setiap harinya? 7 kg, Saudara. Lama-lama aku bisa osteoporosis dini nih.

Perhatikan angka yang ku lingkari. Hampir 7 kg. Itu belum termasuk HP, powerbank, tempat pensil, mukena, dll.

"Kalau misalnya terlalu berat bawa buku, Anda bisa pakai soft file buku kurikulum 2013 yang saya berikan kemarin. Jadi, tinggal copas saja."

Duh, Pak. Maunya ya gitu. Tapi, netbook ini kalau ku gunakan untuk membuka beberapa aplikasi secara bersamaan, pasti langsung muter-muter tuh kursornya. Daripada malah makin emosi. Mengalah bawa buku dulu deh.

Kursorku lagi pusing nih, muter melulu

Kenapa nggak minta tolong sama anggota kelompokku untuk bawa buku saja? Sudah, tapi mereka bawanya juga nggak lengkap. Kasihan juga sih kalau harus bawa berat-berat. Aku juga nggak suka njagake orang lain. Kalau aku masih bisa membawa sendiri, ya aku bawa.

Andai saja ada notebook ASUS E202 beda lagi ceritanya. Aku nggak perlu bawa-bawa buku pedoman Bimtek, buku pegangan guru dan siswa. Karena semua memang sudah ada soft filenya.

Tasku cukup ada notebook ASUS E202 berukuran 12 inci, mukena, HP, dompet dan tempat pensil saja. Beratnya kan nggak seberapa. Notebook ASUS ini pun beratnya cuma 1,2 kg dengan dimensi 193x297 mm dan tidak lebih besar dari kertas yang berukuran A4. Kesan dari notebook ini tuh kecil, tipis, tapi kok elegan. Jadi, aku nggak perlu lah ya berjalan sampai membungkuk-bungkuk karena tas yang beratnya mencapai 7 kg.


2. Fasilitatorku Nggak Tersandung Kabel Roll

Lagi serius menerangkan suatu materi yang di slide, eh, tiba-tiba salah satu fasilitatorku hampir saja terjungkal. Seketika semua yang ada di ruangan ikut panik dong. Mau tahu apa penyebabnya? Ini dia!


Colokan di mana-mana.
Ini kan sangat berbahaya.

Ya, hampir semua laptop yang digunakan peserta Bimtek itu dicolokkan semua. Apakah semua laptopnya seperti netbookku? Nggak bisa nyala kalau nggak dicolokkan ke sumber listrik? Atau mungkin baterainya nggak tahan lama? Entahlah.

Andai saja semua peserta Bimtek menggunakan notebook ASUS E202 yang baterainya tahan sampai 8 jam. Pasti insiden jungkal terjungkal, sandung tersandung, nggak bakal terjadi.

Memang pas sih ya kalau notebook ASUS ini digunakan untuk Bimtek, karena acara dimulai dari pukul 07.30 - 15.30an. Nggak perlu rebutan colokkan ya.



Kok bisa tahan lama sih baterainya? Notebook ini menggunakan komponen Intel Celeron Dual Core N3060 generasi kelima atau Braswell yang memiliki nilai Thermal Design Power (TDP) yang kecil, yakni hanya sebesar 6 watt. Rendahnya konsumsi daya itulah yang membuat kapasitas baterai tidak cepat habis. Enak kan? Jadi, ke mana-mana nggak perlu bawa charger dengan syarat baterai sudah penuh dari rumah.

3. Aku Bisa Istirahat Lebih Lama

Semestinya, dalam sehari, ada 3 kali kesempatam untuk istirahat. Akan tetapi, karena kesepakatan bersama, istirahat yang hanya 15 menit selama 2x itu ditiadakan. Tinggal 1 kali istirahat yang awalnya selama 45 menit jadi 30 menit. Peniadaan istirahat ini semata-mata agar kami pulangnya bisa lebih awal. Kan lagi puasa. Bagi ibu-ibu bisa masak dulu setelah sampai rumah.

Sayang seribu sayang, waktu istirahat segitu terasa kurang banget. Setiap kali sholat buru-buru. Karena setiap kali akhir sesi, aku sebagai sekretaris kelompok harus mengumpulkan tugas yang telah diberikan fasilitator kepada sekretaris kelas. Setiap kelas ada 5 kelompok, berarti harus antre. Biasanya aku sholat dulu sampai di kelas kok ya belum pada selesai mindah datanya dari flashdisk ke laptop sekretaris kelas. Padahal tak ada 5 menit lagi sesi selanjutnya segera dimulai. Pokoknya seperti dikejar setoran deh. Gedebak-gedebuk.

Sumber gambar: dirga.net

Sebenarnya, data yang kami setorkan ke sekretaris kelas tidak terlalu besar. Mungkin laptopnya capek kali ya. Andai saja ada ASUS E202 yang sudah dilengkapi USB 3.1 Type-C. USB ini bentuknya simetris sehingga mudah digunakan untuk mentransmisikan data dengan kecepatan hingga 5Gbps. Sehingga proses pemindahan data berjalan lebih cepat. Bahkan lebih cepat 11x dari USB 2.0. Dengar-dengar, karena fitur ini, E202 menjadi notebook 12 inci pertama di dunia yang menggunakan teknologi USB 3.1 Type-C lho. Nah, kalau cepat mindah datanya kan aku bisa istirahat agak lama. Ya bisa nyelonjorin kaki dulu lah, tidur-tiduran di mushola, atau sekedar bercengkrama dengan teman-teman. Ah, maunya ya.

4. Kelas Lebih Ceria

Hampir seharian di kelas, mendengarkan materi, diskusi, dan presentasi mulu, siapa sih yang nggak bosen? Lagi puasa pula. Untung saja, fasilitatorku ini kreatif banget. Kami peserta Bimtek selalu dihibur dengan ice breaking yang lucu-lucu, nonton film pendek, atau kalau tidak kami sesama peserta saling bertukar ice breaking yang sering kita pakai di kelas.

Saat peer teaching di luar kelas, serasa mendapat angin segar karena jenuh di dalam kelas

Dari kegiatan ice breaking ini, sering banget kami yang awalnya semangat pol-pol-an, sudah berdiri, eh nunggu sound system-nya diperbaiki dulu malah jadi kendor semangatnya. Andai saja aku punya ASUS E202 ini, akan ku pinjamkan ke fasilitator agar kami langsung cus bisa melaksanakan ice breaking tanpa menggunakan sound system yang sering sowak itu. Soalnya, notebook yang satu ini memiliki fitur 2 kualitas audio yang terbaik, speaker yang menghadap depan.

Selain itu, makin ajeb-ajeb lagi, notebook ini juga dilengkapi dengan teknologi ASUS SonicMaster yang dikolaborasikan dengan ASUS Golden Ear team. Teknologi tersebut mampu menghasilkan suara yang lebih dalam dan bersih, walau di volume suara yang tinggi. Wah, bisa-bisa kalau nggak ada gangguan saat melakukan ice breaking, semangat kami, peserta Bimtek dijamin makin pol-pol-an nih. Pokoke tarik, Mang!



5. Aku Gesit Menjawab Pertanyaan Fasilitator

"Ayo, Ibu-ibu, segera cari informasi, apa itu integritas? Dibaca, analisis informasi yang ada di internet, kemudian angkat tangan yang sudah menemukan arti integritas. Jangan lupa sebutkan nomor urut. Poin plus-plus untuk Anda. Hehehe!" pancing fasilitatorku.

Ini nggak lagi ngitung THR ya, melainkan berlomba menghitung nilai pengetahuan siswa kemudian presentasi di depan.

Adrenalin siapa sih yang nggak tertantang kalau diajak balapan nyari informasi di internet? Itu sih pekerjaanku setiap hari. Riset dulu sebelum menulis draft di blog. Masalahnya, sambil ditantang fasilitatorku itu, aku juga sedang melaksanakan tugas yang harus dipresentasikan setelah itu. Bingung deh ya mau ngerjain tugas untuk presentasi di netbook atau browsing lewat HP.

Sebenarnya aku sudah tethering netbook ke HPku. Tapi, ya itu tadi, netbook tua, mau buka chrome aja lama banget. Inisiatif buka HP, lah sudah ada yang jawab. Wassalam deh ya poin plus-plus.

Andai saja aku pakai ASUS E202 dengan teknologi Wi-Fi terbaru 802.11ac yang memiliki kecepatan hampir tiga kali lipat dari 802.11n. Baru klik, langsung cus, keluar deh tuh ya arti kata integritas. Apalagi kenyamanan memakai notebook ini didukung dengan:
Varian warna ini bagus ya^^
  • Touchpad dengan fitur teknologi ASUS Smart Gesture. Memakai touchpad ini seperti kamu memakai layar sentuh di HP. Srat-sret-srat-sret, mudah banget. Ukurannya pun 36% lebih besar dibandingkan touchpad pada laptop sejenis.
  • Keyboard dengan desain one-piecce chiclet keyboard dengan jarak antar keyboard 1.66mm dan tahan sampai 10 juta kali pengetikan.
  • Notebook ini hadir dengan 2 versi, yaitu windows 10 dan DOS, harganya pun tentu sedikit berbeda.
  • Memiliki perangkat penyimpanan berbasis Hard Disk Drive (HDD) dengan ukuran mencapai 500GB. Monggo mau menyimpan apa saja bisa. Film? Bisa banget.
  • Memiliki ASUS WebStorage yang bisa kita gunakan untuk menyimpan data kantor ataupun foto-foto penting.

6. Berangkat Lebih Pagi

Sering telat? Nggak sih. Lebih tepatnya aku kalau sampai di tempat Bimtek itu tak lama kemudian langsung dimulai. Rasanya nggak ada kesempatan buat napas gitu. Hihihi.

Apa penyebabnya? Karena aku harus mengerjakan tugas dari Bimtek dan tagihan DL job content placement. Walau ikut Bimtek, kerjaan di luar harus tetap jala nkan? Sebenarnya tak ingin rasanya membawa tugas ke rumah. Akan tetapi, mau bagaimana lagi? Ini tuntutan. Apalagi sampai rumah sudah capek. Belum lagi ngurus Kak Ghifa. Benar-benar deh dituntut untuk kreatif membagi waktu.

Aku bisanya mengerjakan tugas Bimtek dan ngeblog ya pas Kak Ghifa tidur. Itupun sering gagal mengerjakan saat Kak Ghifa terbangun. Tak lain penyebab dia bangun adalah suara bisingnya netbookku. Bayangin saja, kalau aku mengerjakannya pukul 01.00 dini hari, suasananya kan sunyi, nah, dasar Kak Ghifa dari bayi itu telinganya sensitif pasti akan bangun dan langsung duduk untuk cari sumber suara. krikkrik krik. Hihihi.

Kalau sudah bangun seperti itu mana bisa lanjut ngerjain tugas? Akhirnya ya nunggu sampai Kak Ghifa tidur lagi. Ujung-ujungnya sahur telat. Hihihi. Eh, ditinggal sahur, dia bangun lagi. Tepok jidat deh ya.

Andaikan saja notebook ASUS E202 yang ku gunakan untuk mengerjakan tugas di dini hari. Kak Ghifa nggak akan terbangun karena suara kipas netbookku. Karena ASUS E202 ini kan desainnya sangat tipis dan fanless. Bisa tanpa kipas karena nilai TDPnya yang hanya 6 watt. Sehingga notebook ini tidak menghasilkan panas yang tinggi. Jadi, kerjaan kelar, anakpun tidur nyenyak. No krik krik lah ya.



"Bagaimana, Bi? Bagus banget kan ASUS E202 ini? Ada 4 warna lho, Bi. Ada silk white, dark blue, thunder blue, dan red rouge. Yang merah bagus, Bi. Ummi ya mau kok kalau dibelikan ini."

Ynag putih kok ya bagus, kamu pilih mana?


".........."

"Bi? Harganya murah lho, 3 jutaan."

"…........….."

Oalah, ternyata sudah mimpi. Kebiasaan ini. Borok (Tibo ngorok-jatuh langsung ketiduran)

Sumber gambar: http://mas-goglee.blogspot.com

***

"Ibu-ibu, saya sangat bahagia sekali karena apa yang saya harapkan dari, Ibu-ibu, itu di luar dari prediksi saya. Saya berharap nanti ketika Ibu-ibu kembali ke sekolah ya seperti di sini. Aktif, kreatif, responsif sama anak didik, menghadirkan IT di kelas. Terus melaksanakan GLS dan PPK tentunya. Karena itulah yang diharapkan oleh kurikulum 2013. Siap, Ibu-ibu?"

Aku tak menyahut. Otakku berputar, teringat sesuatu.

"Ka, saya berharap tahun ajaran baru nanti kamu hadirkan IT di kelas. Biar anak-anak lebih semangat lagi belajarnya." saran Wakasek.

Satu masalah yang sama, aku bermasalah dengan netbookku. Paling tidak akan aku usahakan bersama suami. Nanti setelah lebaran aku akan mendekor ulang kelasku. Mengecatnya dan tentunya membuat colokkan baru agar tidak mengganggu gerak anak-anak. Muridku ini kelas 1 SD, geraknya tak bisa diprediksi. Meleng sedikit bisa bahaya kalau berurusan sama listrik.

Aku juga belum bisa memastikan ya kalau bisa membeli netbook baru. Mau mengandalkan punya sekolah sudah terpakai semua netbooknya. Inginnya ya setiap hari selalu menghadirkan IT di dalam pembelajaran. Tapi ya itu tadi, aku trauma karena kabel chargerku yang berserakan pernah membuat muridku jatuh. Yah, semoga ada jalannya.

Bimtek Guru Sasaran Kelas 1 SD

"Mbak Ika....." panggil Bu Sri, teman 1 kelompokku yang paling sepuh. "Kok melamun?"

"Hehehe...nggak papa, Bu. Monggo, Bu, upacara penutupan mau dimulai."

Bu Sri mencegahku. Dia mengambil tasku dan menyelipkan sesuatu di dalamnya.

"Lho apa itu, Bu?" aku berusaha meraih tasku.

"Jangan dibuka di sini dan tolong jangan ditolak! Ini sebagai rasa terima kasih kami, yang sepuh-sepuh ini karena selama 6 hari ini sudah Mbak Ika bantu."

Ya Allah, hatiku langsung mak nyes...

"Bu, saya melakukannya ikhlas. Nggak usah pakai gini-ginian, Bu."

"Sudah, ayo upacara!"

Bu Sri menarikku paksa.

Sesampainya di rumah, ku buka tasku. Selembar kain batik warna pink dan beberapa lembar uang. Ya Allah...

Blog Competition ASUS E202 by uniekkaswarganti.com.





Sumber bacaan:
https://www.asus.com/id/Laptops/E202SA/
http://www.laptophia.com/2015/12/harga-spesifikasi-asus-eeebook-e202-laptop-tipis-intel-braswell.html
http://selular.id/device/2016/11/incar-anak-muda-notebook-asus-e202-dijual-harga-terjangkau/
http://dirga.net/keunggulan-asus-e202-dalam-alfabet/

19 komentar:

  1. Ya ampun mba, 7kg beban tiap hr.. Semoga dpt laptop yg lebih ringan yak

    BalasHapus
  2. Aku dulu juga ngemong rekan2 guru yg sudah sepuh2, dek. Hihii...sabaaar.
    Semoga dapet rezeki Asus ini ya

    BalasHapus
  3. Semoga ada rezeki dapat laptop baru mba, biar lancar ngajarnya..Aamiin

    BalasHapus
  4. Masya Allah kudu sabar ya Ka, kalo ikut bimtek gini. Mbakyuku juga gitu, karena sepuh dia mengandalkan teman guru yang masih muda.

    BalasHapus
  5. aduh ituu kabel dimana2.jadi inget dulu pas diklat tentorku jatuh kesandung

    BalasHapus
  6. Aku pengen warna biru, Mbak. Bagus.
    Aku udah sejak jaman penelitian 2010-an mgkn ya, pakai asus EeePC kalau ga salah. Enak, ringan, sesuai kebutuhan. Bertahan ±6 tahun. Skrg udah almarhum :(

    BalasHapus
  7. ikhlas, kunci utamanya. semoga rejeki mengalir terus ya Ummi Ghifa

    BalasHapus
  8. Terima kasih ya sudah ikutan #E202BlogCompetition. Good luck.

    BalasHapus
  9. Ikut ndoain moga2 mbak ik jd salah 1 pemenang lomba blog ini. Ga kebayang bawa laptop 7kg tiap hari. Pantesan langsing hahahha...

    BalasHapus
  10. Semoga dpet asus e202 ya mbk, byr mudah kalau ikutan diklat, trutama kalau dpet anggota kelompok yg sepuh2, amin

    BalasHapus
  11. 12 inch? Kecil amat ya mak..good luck mak

    BalasHapus
  12. Duh mbak, berat banget bawaannya. Sudah ngebayangin betapa beratnya.

    BalasHapus
  13. Ciye...... Ending akhir ceritanya itu lho........ Membahagiakan, gak ada kata seandainya seperti judulnya

    BalasHapus
  14. Very very ringan yah mbak, jadi mudah dibawa kemana-mana, Salam #DuniaFaisol

    BalasHapus
  15. Aku sih lgs tertarik bgt baca featurenya... Cocok nih utk aku beliin buat anakku.. Dia udh berkali2 mibta dibeliin notebook. Jaman udh berubah bgt yaaa. Kayaknya pas seumuran dia, aku ga kenal malah ama laptop dkk nya itu wkwkwkwkw....

    BalasHapus
  16. Ternyata berat laptop juga pengaruh ya mbak Ika, apalagi isinya tas ga cuma laptop doang. Asus E202 cocok dibawa kemana-mana krn ringan dan spek lainnya juga oke..

    Semoga mbak Ika bisa segera memiliki laptop Asus E202 ya mbak supaya tugas2nya terbantu.. aamiin.. ☺

    BalasHapus
  17. Moga segera kesampaian dapat Asus E202 ini. Mempermudah sekali kalo ada ....

    BalasHapus
  18. Colokannya emang sangat bahaya ya Mbak. BTW sukses terus buat Mbak Ika, semangat!!

    BalasHapus
  19. Apapun profesinya, notebook Asus E202 sangat cocok untuk menunjang aktivitas ya... Good luck buat lombanya. Eh BTW saya juga ikutan loh, kuylah kepoin blog ndeso saya

    BalasHapus