Mau cari apa di blog Diyanika?

Tuesday, 7 August 2018

Mengembalikan Mood Saat Pekerjaan Menumpuk dengan Colour to Life dari Faber Castell



Itu statusku di WhatsApp Kamis lalu (2/8) dan kamu tahu apa komentar teman-teman yang melihat statusku itu?

“Sabar, Mbak.”
“Hahahaha……sabar.” 
“Sabar, Buuuukkkk.”

Bukan, bukan. Aku nggak ngeluh lho itu. Aku hanya menuliskan ‘noise’ yang ada dalam otakku agar aku tidak stres. Karena aku merasa terganggu banget dengan keadaan tersebut. Saat itu moodku porak-poranda dan aku ingin cepat move on agar bisa mengerjakan tugas yang sudah menunggu di depan mata. Nggak ada waktu untuk bermelow-melow ria. Lagian ya kalau aku nggak sabar, aku sudah resign jadi guru dari dulu. Hihihi. Tapi, ternyata, persepsi orang?

Berkali-kali kubaca ulang statusku di atas, nggak salah juga sih ya kalau mereka berpikiran kalau aku sedang ngeluh. Sedihku adalah ternyata aku ini menyebar tulisan yang bisa jadi memberikan aura negatif kepada orang lain. Duh, duh, duh. Maaf.

Kulupakan tentang status dan WA dari teman-temanku di atas. Kupandangi meja kerja yang penuh dengan buku tabungan anak-anak, buku tugas mereka yang menanti dinilai, administrasiku sebagai guru yang harus diselesaikan, belum lagi menyiapkan pembelajaran esok hari, padahal hari sudah lewat waktu dzuhur. Ditambah tugas sekolah yang akan akreditasi. Huh, hah. Hatiku rasanya kemrungsung banget.

Mejaku yang amburadul
Aku berdiam diri. Kuletakkan kepala di atas meja. Kuhembuskan napas panjang berkali-kali. Mataku memandang origami burung yang melayang-layang di atas langit-langit kelas. Pikiranku hanya satu, “Bagaimana caranya biar moodku bisa balik lagi?”