Minggu, 03 Maret 2019

Tips Mencetak Anak Sebagai Pemenang


Tips Mencetak Anak Sebagai Pemenang - Wong ndeso juga berhak berprestasi.

Alhamdulillah, tahun ajaran 2018/2019 ini, aku sengaja menawarkan diri untuk terjun dalam meng-handle murid yang akan dikirim lomba akademik dan yang berbau-bau bahasa. Keikutsertaanku ini memberikan pelajaran penting dalam hidupku, bahwa setiap anak bisa kita jadikan seorang pemenang. Bagaimana caranya?
Inilah wajah-wajah pemenang sekolah kami

Tulisan ini kutulis dari sudut pandangku sebagai guru.

Minggu ini, tanggal 27 Februari dan 1 Maret, aku mengantarkan muridku lomba LCC (Lomba Cerdas Cermat) dan OSN (Oliempiade Sains Nasional) MTK dan IPA di tingkat kecamatan. Seluruh peserta yang mengikuti lomba ini berjumlah 44 sekolah.

Bagaimana hasil yang kami dapat? Tak henti-henti aku bersyukur, karena mereka yang dikirim sekolah mampu mempersembahkan prestasi yang luar biasa. LCC juara 5, OSN MTK juara 1 (go ke kabupaten), dan OSN IPA juara 8. Ini adalah prestasi baru untuk sekolahku.

Bukan, aku tidak ingin songong kemudian mengumbar berita ini semua karena aku, pelatih mereka. Justru aku mau mengaku, aku ini tidak melakukan hal yang luar biasa. Sekadar melaksanakan tugasku dan murid-muridku lah yang luar biasa.

Dari temuan baruku ini, khususnya untuk Ryan yang insyaallah tanggal 12 Maret 2019 nanti go ke kabupaten mewakili kecamatan, kudapati pelajaran penting bahwa mencetak anak sebagai pemenang itu sangatlah mungkin dan bisa kita ciptakan. Pertanyaannya adalah, bagaimana caranya?

Nah, berikut kushare hasil temuanku, yaitu tips mencetak anak sebagai pemenang.

Semua berawal dari anak

Setiap manusia dilahirkan memiliki bakat. Tugas kita sebagai orangtua, temukan bakat tersebut dan dukung semaksimal mungkin (bentuk dukungannya bermacam-macam, nanti kuceritakan yang dilakukan Mama Ryan). Jangan sampai kita memaksakan bakat yang kita miliki untuk dimiliki oleh anak kita juga.

Bagaimana cara menemukan bakat anak? Setiap orangtua pasti tahu. Apalagi yang setiap hari berkutat menemani si anak. Atau bisa juga dengan mengikuti tes bakat di rumah sakit tertentu atau cari aplikasi di web-web parenting.

Keluarga yang penuh perhatian

Tentu kamu juga percaya kalau usaha tidak akan menghianati hasil, bukan? Nah, yang kutemukan di lapangan, peran keluarga untuk memberikan dukungan ke anak saat hendak mengikuti lomba begitu jelas dampaknya. Insyaallah yang pol-pol-an akan memberikan hasil yang serupa.

Cerita dari Ryan, dia bisa sampai juara satu karena persiapannya memang sejak satu tahun lalu. Kedua, orangtuanya membelikan buku khusus OSN MTK dan mengingatkan Ryan untuk selalu berlatih mengerjakan soal OSN, setiap hari. Aku sebagai gurunya hanya melatih sekitar satu minggu.

Ryan dan kedua orangtuanya di POPDA tingkat eks karesidenan Semarang

Jelas usaha Ryan dan keluarganya berbeda dengan anak lainnya. Bisa jadi mereka persiapannya hanya seminggu saja. Karena pengumuman lomba dari kecamatan pun mendadak.

Kemudian satu hal yang tidak terlewatkan. Yaitu, tentang reward. Kedua orangtuanya tidak pernah sungkan memberikan reward sesuai keinginan Ryan. Tentu mengenai harga dan bentuknya masih masuk akal. Misalnya, sepatu, tas, atau alat-alat sekolah lainnya yang jelas kegunaannya.

Cerita Ryan menunjukkan bahwa untuk mencetak anak sebagai pemenang itu tidaklah instan, bukan?

Sekolah yang mendukung

Yang tidak banyak diketahui orang luar, ada lho oknum sekolah yang tidak ingin sekolahnya maju lomba. Kalaupun ikut lomba paling hanya sebagai partisipan. Karena apa? Soal biaya. Kalau mengirim murid lomba, otomatis kan memakan biaya. Baik biaya untuk melatih, konsumsi keseharian, sampai nanti saat hari H.

Bahkan ada juga lho yang justru membebankan biaya tetek bengek ke wali murid. Syukur-syukur kalau ketemu wali murid yang punya ekonomi lebih dan tidak masalah saat mengeluarkan biaya untuk anaknya. Kalau tidak? Blaik. Bisa jadi masalah sama LSM.

Kesempatan di depan mata

Kalau pepatah mengatakan, kesempatan itu belum tentu datang untuk kedua kalinya, jelas aku setuju. Makanya, setiap kali ada kesempatan untuk mengikuti lomba, baik sebagai murid, guru, dan wali murid, hajar dengan sungguh-sungguh.

Pasang target dengan jelas, usaha semaksimal mungkin. Bismillah, juara bisa diraih. Menurutku penting sekali lho dapat juara. Apalagi untuk masuk ke sekolah tingkat di atas SD. Karena sertifikat sebagai juara lomba menjadi penyumbang poin yang menjanjikan. Sayang bukan kalau ada kesempatan yang baik, tapi justru terlewatkan?

Foto terbaru Ryan dengan piala kejuaraan OSN se-kecamatan

Mengikuti suatu lomba turut mengajarkan kepada siswa bahwa hidup ini memang penuh kompetisi. Akan tetapi, poin terpenting adalah membentuk karakter anak bahwa saat kita menginginkan sesuatu, kita harus berjuang, bekerja keras bahkan melebihi kerja keras orang lain. Merawat semangat berjuang dalam diri anak adalah hal yang harus kita lakukan terus menerus, baik sebagai guru dan wali murid.

Bagaimana? Dari poin-poin di atas, apakah ada tambahan? Kuyakin di luar sana banyak sekali pejuang-pejuang pembentuk anak sebagai pemenang. Monggo kutunggu sharingnya.

Terakhir, juara apapun anak-anak kita, baik akademik ataupun tidak, mereka tetaplah anak-anak kita yang harus diperjuangkan masa depannya, bukan?

Ah, aku jadi ingat cerita kepala sekolah yang mengkarantina muridnya demi goal pemenang. Cerita perjuangan kepala sekolah bisa kamu baca di Menjadi Guru Honorer yang Open Minded? Harus Dong!

Mohon doa juga ya, Teman, semoga Ryan diberikan hasil yang terbaik untuk OSN Matematika nanti, sekaligus lomba bercerita tingkat kabupaten. Tunggu juga update-an ceritaku mengantarkan anak-anak mengikuti lomba selanjutnya ya.

22 komentar:

  1. Selamat bu ikaaaa... kamu luarrr biasa. Semoga ryan menang lagi di tingkat kabupatennya yaaa... semangaatttt!!!

    BalasHapus
  2. Selamat bu sudah mencetak para pemenang 👍

    BalasHapus
  3. Keren mbaaa, salut banget bagi para pencetak pemenang.

    Saya ngajarin anak aja gak sabaran hahaha.

    Semoga Ryan terus melaju menjadi pemenang ya :)

    BalasHapus
  4. Subhanallah.. Ibu guru yang satu ini memang inspiratif banget ya.. bu.. akutuh masih belum punya harapan muluk2 tentang anakku.. khawatir akunya stress sendiri hihi.. baca tulisan ibu guru jadi adem deh.. semoga aku juga menerapkan as mom dirumah ya bu

    BalasHapus
  5. Aamiin. Semoga Ryan berhasil melewati tahap demi tahap agar bisa menjadi pemenang yang potensial. Apa pn hasil ikhtiarnya ia tetap seorang pejuang dan pemenang sengan cara mau bekerja keras. Saya klagim pada kegigihannya juga pada dukungan kedua orang tuanya. Juga Mbak Diyanika yang membimbing. Riga pilar utama bagi kemenangan adalah upaya anak, dukungan dan semangat dari orang tua, bimbingan sekaligus pengarahan dari gurunya. Jangan lupakan sekolah karena mau memfasilitasi. Kejuaraan bukanlah tujuan utama, ada yang lebih utama lagi: mencetak anak agar berjiwa pemenang. Jelas itu bukan perkara mudah tetapi harus diupayakan.
    Tulisan Mbak menginspirasi saya sebagai orang tua. Saya kurang menanamkan ambisi kepada Palung jadi anak itu masih santai. Sepertinya Palung harus mengenal dunia luar lebih baik lagi. Contoj keteladanan agar bisa memotivasinya bahwa ia pun insya Allah bisa.
    Tabik untuk Bu Guru yang baik. :)

    BalasHapus
  6. Aamiin semoga Ryan bisa juara lagi, dan cerita mengenai persiapannya mantul banget ya mba Ika ortunya sampe setahun lalu udah siapin bukunya, mengingatkan latihan dan utamanya juga mba Ika sebagai guru yang memonitor kemampuan siswanya :)

    cerita ini kasih insight juga buat aku next anak-anak juga akan aku siapkan begitu :)

    BalasHapus
  7. wow keren Ryan berprestasi, selamat bun, cerita bunda bisa jadi inspirasi buat bunda unda lain agar anaknya berprestasi.

    terus tingkatakan belajar biar bisa mendapatkan mengapai cita cita yang di inginkan.

    BalasHapus
  8. MasyaAllah semoga ryan bisa selalu berprestasi, tulisan mba menginspirasi sekali meskipun anak saya masih bayi tapi penting untuk menanamkan mental juara pada anak sejak dini

    BalasHapus
  9. Alhamdulillah ya, Mba. Jadi inget tahun lalu anak saya ikutan OSN IPA dan juara 3. Bangga rasanya walo gagal lanjut ke tahap selanjutnya :')

    BalasHapus
  10. Aamiinn.. keren rek Ryan.. aku jadi ingat dulu pernah lomba waktu SD kalau bukan karena dukungan orang tua dan guru pasti aku ga pede maju loh

    BalasHapus
  11. Baca postingan ini jadi mengingatkan saya waktu mendampingi murid2 ikut OSN dan alhamdulillaah ada juga yang seperti Ryan sampai maju di tingkat Kabupaten.

    Tapi tentunya seperti yang mbak bilang keberhasilan itu tergantung atau berawal dari anaknya sendiri dan yes i agree. Peran orang tua atau keluarga juga sangat penting dalam hal ini.

    BalasHapus
  12. Masyaallah, seneng bgt kalau liat keluarga dan sekolah bersinergi untuk menggali dan mengembangkan potensi anak.

    BalasHapus
  13. Barokallah selamat jadi juara ya Dek
    berkat ibu guru juga yang mendukung dan mengarahkan
    memang bakat tidak boleh dipaksakan ya mba
    makasih ya Mba sudah memberikan banyak ilmu lewat tulisanmu

    BalasHapus
  14. Keren bu guru Ika, proud of you. Anak pasti bangga dapat dukungan penuh dan orang tua dan guru

    BalasHapus
  15. Congratulations mbaaa.. senang dengarnya dan semoga sukses terus! Setujuuu bahwa anak hebat bisa dicetak dengan komitmen dan semangat dari swmua pihak yaaa

    BalasHapus
  16. Seneng dan bangga banget ya kalo anak didik kita berprestasi. Apalagi prestasinya ini juga didukung oleh kedua orangtuanya. Makin semangat untuk menjadikan anak-anak didik kita berprestasi

    BalasHapus
  17. Barakallah Bu guru, turut bahagia dengan pencapaian muridnya. Alhamdulillah sungguh kabar baik ini, karena saya tahu Bu Ika tentu saja ga sekadar mengantar anak mengikuti lomba tapi juga harus mengajar, membuat RPP tiap hari dan lain lain. Sibuk banget. Moga kesibukan ini yang membawa kebahagiaan dunia dan akhirat ya Bu.

    BalasHapus
  18. Keren banget muridnya. Jd keinget zaman sekolah dulu kalau ada murid berprestasi pasti disayang2 guru hehe.
    Iya anak gak bisa gtu aja melajut pesat dapat prestasi tapi jg sejak awal butuh dukungan dari keluarganya ya mbak TFS

    BalasHapus
  19. Saya juga dulu ikut beberapa lomba waktu SD dan SMA. Kalau di sekolah besar memang kalau gurunya nggak perhatian ke anak, bisa melewatkan bibit2 yang potensial di bidang tertentu. Kadang ada anak yang punya bakat di suatu bidang tapi agak pemalu. Jadi terutama orangtua yang harus memperhatikan anak, punya minat dan bakat di mana supaya bisa dikembangkan termasuk lewat lomba.

    BalasHapus
  20. Seneng banget bacanya mba. Barakallah. Putra daerah memiliki potensi yang luar biasa dan berprestasi. Percaya bahwa anak-anak kita ini pasti hebat.

    BalasHapus
  21. Semangat Ryan, semoga usahanya membuahkan hasil yang maksimal.
    Gurunya juga mantaap nih.
    bener banget ya Mbak, dukungan dari sekolah dan juga orangtua itu emang harus dan wajib hukumnya, klo biarin anak untuk usaha sendiri, duuhh kasihan, bisa stress juga mereka.

    BalasHapus
  22. Hebat bu Diyan, luar biasa menginspirasi :)

    BalasHapus

Maaf ya teman-teman untuk sementara komentar saya moderasi. Selain banyaknya spam yang masuk, saya juga ingin membaca satu per satu komentar yang masuk dan bisa berkunjung balik ke blog teman-teman. Happy Blogging!