Rabu, 29 April 2020

Alhamdulillah, Berikut Ceritaku tentang Kemudahan Mengenalkan Virus Corona Ke Anak Balita



Sampai detik ini, masih adakah yang mengutuki kenyataan adanya virus corona?

Percayalah kalau di setiap kesulitan selalu dibarengi dengan kemudahan-kemudahan yang dikirimkan Allah.

Di mana ada Ummi, di situ ada Kak Ghifa juga

Contoh nyata itu adalah yang kualami berikut.

Jelas, aku tidak pernah menyangka kalau virus corona ini akan membuat cerita tersendiri di hidupku. Selain karena aku tidak bisa berangkat mengajar tapi masih dapat gaji, juga dihadapkan dengan kewajiban memberikan pemahaman kepada Kak Ghifa, anakku yang berusia 4,5 tahun, tentang bahaya dari virus corona.

Kenapa anak balita seperti dia harus tahu tentang virus corona? Ya, karena siapa saja bisa terpapar oleh virus ini. Kubaca dari situs Halodoc, bayi dan anak kecil, kemudian orang dengan kekebalan tubuh yang lemah akan lebih mudah terpapar virus ini.

Virus corona ini tentu bahaya. Meskipun belum ada korban jiwa yang murni meninggal karena kena virus ini, sebelumnya ada penyakit bawaan, tapi, preventif adalah langkah paling tepat.

Terlebih lagi untukku, Kak Ghifa ini adalah tipe anak yang nempel banget ke aku. Jadi, aku ke mana, dia kudu ikut. Kami tak terpisahkan.

Ini menjadi masalah tersendiri untukku di saat virus corona menghantui di mana-mana.

Meskipun aku nggak ngajar, aku kan tetap ke sekolah setiap hari Selasa. Aku juga harus tetap keluar rumah untuk belanja keperluan memasak per tiga hari sekali. Lah, kalau dia ngintil aku terus, bahaya dong.

Piye iki?

Akhirnya, aku juga mulai mikir, ini gimana, ya, cara nerangin ke Kak Ghifa tentang virus corona ini? Bagaimana caranya dia mau di rumah saja? Kemudian mau juga pakai masker pas ikut aku sekolah dan tidak ada yang bisa dititipin Kak Ghifa?

Eh, pucuk dicinta ulam pun tiba.

Di salah satu grup job bloger, ada teman yang share PDF berisi gambar-gambar lucu virus corona. PDF itu berisi tentang pengertian virus corona yang mudah dipahami oleh anak-anak. Ada juga cerita-cerita ringan, pun poster  yang bergambar lucu.

Ini salah satu PDF yang kuceritakan

Nah, ini nih.

Langsung deh, PDF itu aku share juga di grup kelasku dan grup guru SD tempatku bekerja.

Pas mau tidur, seperti biasa, ritual membaca cerita bersama Kak Ghifa kuisi dengan menceritakan tentang virus corona.

"Kakak, Kakak, Ummi punya cerita bagus. Ada gambarnya lucu-lucu."

"Endi (mana), Kakak lihat, Mi. Lihat." Kak Ghifa antusias.

Dua kali cerita tentang virus corona itu kusampaikan. Alhamdulillah, Kak Ghifa tertarik.

Esok harinya, pas ada iklan di TV, "Ummi, itu virus corona yang lucu tapi jahat, kan?"

Ini PDF yang lainnya

Alhamdulillah, berarti 'kena' deh cerita semalam, batinku.

Semenjak hari itu Kak Ghifa juga makin paham, kenapa harus sering cuci tangan, pakai masker kalau terpaksa keluar rumah, dan harus di rumah saja, nggak boleh main-main di playground. Hahahaha.

Kak Ghifa pasti kangen pengen main ke sini nih

Bahkan, saat aku mau ke pasar untuk belanja, dia langsung komentar, "Ummi, kan harus di rumah saja. Kok Ummi ke pasar?"

Blaik. Hihi.

Kujelaskan deh ke dia kalau aku terpaksa harus keluar rumah karena bahan makanan di kulkas mulai habis.

"Ummi juga mau beli otak-otak kesukaan Kak Ghifa." Keluar deh jurus andalanku agar dia bolehin aku pergi, tanpa dia ngintil ikutan.

"Oke. Pakai masker, ya, Mi. Ojo suwi-suwi lho. (Jangan lama-lama lho)."

*** 
Alhamdulillah, alhamdulillah, banget. Aku merasa sangat terbantu dengan adanya PDF cerita tentang virus corona tersebut.

Kalau tidak salah, tiga hari yang lalu, saat aku akan membacakan cerita untuk Kak Ghifa lewat aplikasi LET'S READ, seperti biasa, kubiarkan Kak Ghifa untuk memilih cerita mana yang ingin kubacakan.

"Ummi, ada cerita virus corona di sini."


Aku cukup kaget, apa iya? Memang sih, pagi itu aku sempat update aplikasi tersebut. Wah, kalau benar ada, ya, lumayan.

Ternyata, setelah aku cek, memang ada. Cerita itu pun salah satu cerita dari PDF yang aku temukan di grup job bloger, yang kuceritakan di atas.

Namanya anak-anak, meskipun sudah pernah baca, ya, minta dibacakan lagi. Itu juga diwarnai dengan celotehan dia yang memang sudah hapal dengan alur ceritanya.

Itulah cerita kemudahanku mengenalkan virus corona ke Kak Ghifa. Terpenting lagi, selain ada media yang pas untuk mereka, kita sebagai orangtua wajib memberikan contoh kepada anak-anak. Percuma juga kita bercerita sampai berbusa, tapi tak ada contoh nyata untuk mereka.

Terus, yang tak jauh lebih penting lagi, anak seusia Kak Ghifa itu kan kalau nanya bisa ke mana-mana. Nah, aku juga berusaha memperbanyak bacaan tentang virus corona ini di situs Halodoc. Di sana lengkap sekali ulasan tentang pengertian virus corona, sampai wanti-wanti kapan harus ke dokter saat ada keluhan pada saluran pernapasan.

Terakhir, untuk kamu yang pengen punya PDF di atas, WA aku saja di 085727351413. Atau kamu juga bisa coba cari di internet. Yuk, jangan lupa bersyukur di tengah mewabahnya virus corona ini!

15 komentar:

  1. Alhamdulillah, anak saya sudah remaja Mbak, jadi nggak perlu putar otak untuk menjelaskan tentang virus corona. PR saya justru karena anak saya mulai bosan di rumah dan sempat down menghadapai situasi ini.

    Iya sebagai ibu yang punya balita pasti sangat teebantu dengan film tersebut ya, sehingga balita bisa mengerti juga kondisi saat ini.

    Semoga pandemi ini segera berakhir ya Mbak, dan semoga hal positif selama pandemi masih terus dilakukan, misalnya cuci tangan dan pakai masker :)

    BalasHapus
  2. Sama Mbak. Pdf, video animasi gitu buat aku jelaskan ke arkaan .alhamdulillah mau kalau kubilang mainnya di dalam rumah aja

    BalasHapus
  3. Ghifa pinter bangeet. Udah bisa ingetin Ummi selalu pakai masker. Hihi. anak jempolan.

    BalasHapus
  4. Keren ya Dek Ghifa bisa mengerti saat diberi penjelasan tentang Corona dan dibantu buku cerita, semoga situasi segera aman kembali ya Ka aamiin ya Rabb

    BalasHapus
  5. Toss dulu mbak Ika aku pun menjelaskan soal virus Corona ke anak-anak lewat cerita, tau sendiri kan nak-anak suka banget diceritain? semoga virus ini segera pergi ya biar kita bisa beraktivitas lagi seperti dulu amin

    BalasHapus
  6. Aku juga pakai PDF nya mbak Watiek Ido untuk mengenalkan korona ke anak-anak. EH sekarnag dicetak dalam bentuk buku kecil2 harganya 20ribuan, tambah sneeng anak-anak karena bisa pegang bukunya secara langsung.

    BalasHapus
  7. Emang keren ya ceita corona dari mbak Watiek. Selain ilustrasi menarik juga bahasanya mudah dipahami untuk anak-anak. Salut deh...

    BalasHapus
  8. mengenalkan ttg apa yg sedang terjadi saat ini pd anak2 terutama balita punya tantangan tersendiri ya mba, kalu pakai masker maunya dilepas terus kdang emoh cuci tangan. tp disinlahs erunya menjdi orangtua yg sbaar ngajarin dn memb ritahu yg sdg kita alami ini. smoga virusnya sgra berlalu ya mas, biar bs main lg

    BalasHapus
  9. Aku aja lbh nangkep klo pake gambar2 dan ilustrasi mbak. Untung ada media seperti ini ya,jd mudah kasih pengertian ke siapapun spy cpt paham.

    BalasHapus
  10. Maya mutar otak untuk ngasi tau anak-anak tetangga soal corona, habisnya mereka menjadikan rumah maya base camp mereka :D Mana ada anak yang bilang, kata salah satu ibu mereka, anak-anak itu kebal sama Corona, kalau kenapun pasti sembuh gitu....Hadeuuuh pemikiran sesat darimana ini. Oke nanti maya coba PDF nya, makasi ya mb diyan

    BalasHapus
  11. Kalau dijelaskan dengan cerita dan gambar yang lucu gini, anak-anak memang jadi mudah mengerti ya. Alhamdulillah Kak Ghifa udah pinter, bisa paham kalau kemana-mana harus pake masker. Jempol Kak Ghifaaaa....

    BalasHapus
  12. tentang urusan covid-19 dan si anak,, saya mendadak jadi ahli dalam memnggambar jenis wajah wjah virus covid. sebab si anak suka kalo diceritain...

    BalasHapus
  13. Ghifa lucunyaaa, cerita dengan ilustrasi masuk lebih mudah ke memori seorang anak yaa. Sampai ngingtin jangan lama-lama pergi ke pasar.

    Kalo nyari artikel kesehatan memang mending ke Halodoc, aku udah lama akses info di sana sejak tahun lalu

    BalasHapus
  14. Seru juga ya dek pakai media itu..intan juga aku bacain tentang corona pas awal-awal pandemi ini.. eh dia saiki kemana-mana pakai masker, rajin cuci tangan juga.

    BalasHapus
  15. Betul mbak, kita harus bisa mengenalkan Corona ke anak-anak. Dan dengan media dan metode yang tepat, anak jadi mengerti dan tidak takut. Siiip deh cara mbak.

    BalasHapus