Thursday, 6 August 2015

8 Hal yang Harus Dilakukan Bumil Setelah Divonis Memiliki Berat Badan Di Atas Normal

Assalamualaikum.

Tersiksa! Itulah perasaan saya saat ini. Bagaimana tidak? Selama ini saya selalu ngebo setiap kali makan. Nah ini? Serba dibatasi. Nggak boleh makan ini dan nggak boleh minum itu.

Semua demi saya dan jabang bayi dalam kandungan saya. Setelah kemarin periksa dan USG, saya divonis dengan sebutan bumil dengan berat badan yang berlebih. Sebelum hamil berat badan saya 52 kg, sekarang? 73 kg. Kenaikannya sudah keterlaluan. Kata bu bidan desa normal kenaikan berat badan seorang bumil sebelum hamil sampai melahirkan itu antara 10 kg – 15 kg. Saya?

“Posisi bayinya sudah bagus. Tapiii...bayi Mbak sudah 3 kg, padahal baru 8 bulan 1 minggu. Ya, kalau panggul Mbak lebar kalau tidak? Harus operasi.” Terang bidan desa.

Duh, bu bidan ini malah nakut-nakutin saja. Tapi sumpah, dengan keadaan ini saya justru setres! Ditambah lagi ibu yang terprovokasi ucapan bidan desa. Ya sudah deh, saya takut kualat dan juga tidak mau terjadi yang tidak-tidak dengan saya dan jabang bayi dalam kandungan saya. Nurut. Demi impian saya untuk melahirkan normal pula.

Saya pikir untuk mencapai tujuan yang besar pasti harus ada pengorbanan yang lebih besar pula. Bismillah, saya pun melaksanakan segala nasihat bu bidan desa dan ibu yan saya uraikan menjadi 8 hal yang harus dilakukan bumil setelah divonis memiliki berat badan di atas normal.

1.Kurangi porsi nasi yang kita makan
Kita semua tahu kalau kandungan gula dalam nasi cukup tinggi. Makanya nasi jadi salah satu makanan yang menunjang melesatnya angka timbangan berat badan kita. Oleh karena itu, kalau biasanya 2 centong, sekarang ya cukup 1 centong saja.

2.Kurangi minuman yang serba manis
Lagi-lagi adalah masalah gula. Kalau seandainya tidak minum gula sama sekali memang aneh rasanya. Karena gula adalah salah satu penyumbang energi dalam tubuh kita. Ya, sesekali boleh lah, tapi jangan berkali-kali. Tidak baik juga untuk bumil yang usia kehamilannya sudah tua. Takut kalau nanti punya diabetes malah lukanya tidak lekas sembuh. Seperti yang saya ceritakan di sini.

3.Stop nyemil
Saya termasuk yang hobi banget nge-cek isi kulkas. Ada buah apa, makan. Ada jajan apa, makan. Tapi kalau sudah divonis gini ya mau tidak mau harus stop. Saran bidan desa, boleh nyemil, asalkan nyemil sayuran hijau.

4.Kurangi makan buah yang manis
Gula lagi, gula lagi urusannya ya. Selama ini, tiap hari saya pasti makan buah terus. Apalagi bapak hobi banget bawa oleh-oleh buah jeruk, semangka, atau pepaya untuk saya. Sekarang? Tak mengkonsumsi buah sama sekali badan saya ya agak aneh rasanya. Terus BAB juga jadi tidak lancar. Makanya sesekali saya juga tetap makan buah, tapi tak sesering dulu. Paling dua hari sekali. Itupun dalam jumlah yang sedikit.

5.Tambah aktivitas
Bukan berarti harus aktivitas yang berat-berat ya? Sering saya sampaikan meskipun sedang hamil bukan berarti duduk diam di depan televisi. Mencucui piring, nyapu, jalan-jalan pagi, ngajar, bersosialisasi dengan masyarakat juga harus tetap dilaksanakan. Jangan sampai aktivitas dengan makanan yang masuk dalam tubuh kita tidak seimbang. Bukannya berkurang atau tetap berat badannya eh malah semakin nambah. Oh tidaaakkk!

6.Kurangi jam tidur siang
Kalau tidur siang berapa jam? Apa? 2 jam? Saya banget. Hihihi. Disarankan setiap orang bisa tidur siang selama 30 menit. Bagi bumil 1 jam. Kalau sampai 2 jam ya, benar saja kalau berat badan saya di atas normal. Kebanyakan ngebo.

7.Perhatikan waktu makan
Bukan bumil pun kalau ingin diet tidak akan makan 2 jam sebelum tidur. Nah, untuk bumil pun juga seperti itu. Jangan makan pada 2 jam sebelum tidur. Selain akan menambah berat badan, pun akan mengganggu kenyamanan tidur kita.

8.Puasa
Langkah yang terakhir ini-lah yang saya anggap paling jitu akan mencegah kenaikan badan bumil yang berlebihan. Asalkan, saat berbuka tidak memberlakukan sistem balas dendam, apapun dilahap. 

Nah, itulah 8 hal yang harus dilakukan bumil setelah divonis memiliki berat badan di atas normal. Kalau Anda akankah memiliki cerita seperti saya? Apa tanggapan Anda? Adakah masukan yang bisa saya lakukan?

Semoga sehat selalu ya, Bumil.

12 comments:

  1. hehehe..saya usia kandungan 34 minggu berat udah naik 15 kg hiks..kemaren debay udah 2,2 kg seh...tapi takut juga kalau over weight...berat sebelum hamil 84 kg ngecek terakhir udah 99 kg dongg!!! hiks,,,
    aku juga kalau pagi suka ngeteh mak..tapi gulanya di kurangi..tidur siang paling lama satu jam..mudah-mudahan sehat dan lancar ya mak lahirannya...Amiin

    ReplyDelete
    Replies
    1. BB dekbay saya dah terlalu gede mak :( *elus2 perut ah

      Minum manis jangan sampai dihilangkan ya mak tapi dikurangi. Kalau nggak gitu ntar lemes.

      Makasih mak begitu sebaliknya. Aamiin.

      Delete
  2. wuaw gede juga perkiraan BB bayiny amba ...seperti anak saya Radit, lahir 4,4 kg, terpaksa operasi karena kedudukannya melintang meski sudah bukaan. Semoga diberi kemudahan dan kelancaran saat persalinan nanti mba :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah itu mbak. Moga nggak pake operasi2 mbak. Alhamdulillah posisinya bagus. Ngeri aja kalau operasi, biayanya juga pasti membengkak.

      Delete
  3. aaih aaih ikye juga over weight kok mba..oops, cuek bebek aja dah :) hahaha #abaikan komennyelenehku ini ya non :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha over weightnya beda ceritaaaa nih *kena jitak

      Delete
  4. banyak bergerak aja mba, tapi jgn capek. Semoga selalu sehat ya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak. Aktivitas saya tambah dan berusaha menikmatinya.

      Delete
  5. Habis kuret aku 47 kilo mb, apa perlu turunin lg, tinggiku 155

    ReplyDelete
  6. makasih mbak infonya,sehat2 ya bumillll...^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama-sama Mbak, aamiin.
      Terima kasih ya Mbak.

      Delete

Maaf ya teman-teman untuk sementara komentar saya moderasi. Selain banyaknya spam yang masuk, saya juga ingin membaca satu per satu komentar yang masuk dan bisa berkunjung balik ke blog teman-teman. Happy Blogging!