Monday, 7 November 2016

Anakku (Langganan) Sakit?


Kata mereka, anakku langganan sakit. Dikit-dikit sakit. 2 minggu sehat 2 minggu kemudian sakit lagi. Siapa sih yang mau punya anak 'pesakitan'? Maunya juga sehat terus.

Anakku mulai langgan sakit itu sejak usia 8 bulanan. Ada orangtua yang bilang, "Biasanya nanti kalau sudah umur 1 tahun juga sudah berkurang kok sakitnya."

Ah, nggak juga. Nyatanya anakku sudah usia hampir 14 bulan masih sering sakit. Seperti sekarang ini nih. Awalnya dia pilek, kemudian demam. Sehari setelahnya batuk disertai demam tinggi. Kalau sudah seperti ini pasti ogah makan. Tapi bagusnya, dia tetap ceria, muterin rumah sampai yang ngintili capek sendiri. Dia mana ada capeknya?

Anakku langganan sakit

Heranku, Kak Ghifa itu kalau lagi bapil dan demam pasti disertai muntah dan diare. Kata dokter kalau batuk kok muntah itu malah bagus. Karena anak sekecil Kak Ghifa belum bisa mengeluarkan lendir sendiri. Lendirnya bisanya keluar melalui muntah atau BAB. Pesan penting dari dokter adalah selalu awasi asupan makanan yang masuk. Usahakan istirahat yang cukup dan banyak minum air putih agar anak tidak dehidrasi.

Orangtua mana pun pasti pernah merasakan saat-saat anak sakit. Capek, kurang tidur, dan ujung-ujungnya bisa gantian sakit. Eits..jangan sampai ya! Saat menghadapi hal ini, kedua orangtua memang harus mau saling berbagi, gantian. Jangan sampai egois. Kan anak berdua. Betul kan? Terpenting lagi, sabar.

Lihat anak tetangga kok nggak sama dengan anak kita? Syukuri saja. Hihi.. Padahal aku juga sering ngeluh. Anggap saja ini adalah salah satu bentuk cinta Allah dengan kita. Bukankah kalau kita bisa melewati suatu masa berarti derajat kita di mata Allah juga akan naik tingkat? Asalkan ikhlas. Wis pokoke, anggap saja ini rezeki.

Sedikit tips nih, untuk mengatasi anak yang lagi bapil, demam disertai muntah dan diare.

  1. Jangan panik. Bapil salah satu penyakit yang sering muncul saat musim pancaroba.
  2. Bapil termasuk penyakit yang menyerang antibodi. Bisa sih nggak dibawa ke dokter. Akan tetapi, tetap waspada.
  3. Bapil biasanya akan sembuh dengan sendirinya. Lama sebentarnya sakit ini tergantung kekebalan tubuh setiap anak.
  4. Beberapa obat yang bisa disediakan di rumah, diantaranya vicks vaporub, obat penurun panas, dan oralit. Aku juga menyediakan obat herbal.
  5. Vicks vaporub, biasanya aku pakaikan ke Kak Ghifa saat hendak tidur, yaitu di dada, leher bagian belakang, belakang kedua telinga, dan di atas hidung. Ini akan mengurangi hidung tersumbat dan batuk.
  6. Obat penurun panas, ini aku berikan saat Kak Ghifa panasnya sudah di atas normal. Ingat, kadar panas setiap anak itu beda-beda. Ada yang baru suhu 39 sudah kejang, ada pula yang tidak. Jangan lupa sediakan termometer di rumah ya.
  7. Oralit, ini bisa dibeli di apotek. Gunanya untuk mencegah dehidrasi akibat diare atau muntah. Kak Ghifa susah sih kalau disuruh minum obat, biasanya aku lebih memperbanyak minum air putih saja karena dia pun kuat banget minum air putihnya.
  8. Di keluargaku ada kebiasaan membuat cairan minyak tanah yang dicampur dengan telon. Cairan ini untuk meredakan batuk di malam hari. Baunya memang nggak enak tapi cukup manjur lho. Caranya, oleskan cairan ini di dada dan telapak kaki sebelum tidur. Saat tengah malam terbangun, oleskan lagi di tempat yang sama.
  9. Untuk meredakan demam, selain dengan obat penurun panas, biasanya aku juga membuat ramuan tradisional berupa campuran dari parutan bawang merah, minyak telon, dan jeruk nipis (kalau ada). Alhamdulillah membantu. Cairan ini aku oleskan di dada, punggung, ketiak, ubun-ubun, dua telinga dan telapak kaki.
  10. Saat tidur, alangkah lebih baiknya kalau memakai bantal. Ini akan memudahkan bernapas. 
Kesehatan merupakan rezeki. Begitu pula dengan sakit. Hidup ini harus dinikmati. Kalau mengeluh karena anak sakit terus malah kasihan anaknya.

Foto kiriman Ika Hardiyan Aksari (@diya_nika) pada


Introspeksi diri, bisa jadi aku sering lupa berdoa untuk kesehatan anakku. Atau aku lupa bersyukur. Bisa jadi aku juga lupa tak berbagi dengan yang lainnya.

Terakhir, aku hanya ingin berbagi rasa, bahwa dengan seringnya anak sakit, sebenarnya ada hikmah di baliknya. Apa itu? Tidak mudah panik dan sudah tahu apa yang harus dilakukan. Hati pun lebih mantab dalam mengambil langkah.

Anak sakit? Mengeluh lagi? Janganlah ya.


33 comments:

  1. Kalau anak masih balita mah biasa mbak ika, ponakamku juga gitu, semoga sehat dan kalau sakit melanda semoga cepat sehat lagi ya dek ghifa, ponakannku namanya juga Ghifa sekarang udah kelas 1 SMP

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, namanya sama ya, Mbak.
      Hooh Mbak, namanya juga anak-anak ya apalagi balita belum bisa menjaga diri dengan baik.

      Delete
  2. Bahkan anak yang sudah SD juga akan sering mengalami sakit bapil, apalagi kalau baru sembuh kemudian temannya sakit, eh mau gak mau nular juga.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hooh Mbak, muridku juga gitu. Mudah banget tertular. Tapi ya itu tafi ada yang mudah tertular ada jga yang tidak.

      Delete
  3. Kalau anak saya dulu waktu balita langganan sakitnya kringet buntet tapi sampai parah, mbak Ika. Saya bawa ke dokter spesialis kulit berkali-kali dan sudah gonta ganti dokter tetap nggak sembuh. Akhirnya saya bawa ke dokter daerah Simpang Lima bisa sembuh dengan biaya hampir 1 juta. Nggak apalah yang penting bisa sembuh yaa..

    Buat kak Ghifa, semoga dengan bertambah besar nanti tambah sehat yaa. Benar ya mbak, sehat dan sakit itu rejeki tinggal bagaimana kita menyikapinya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Walah, anakku juga kringet bunteten Mbak. Tapi alhamdulillah sejauh ini bisa ditangani meskipun kalau musim panas sering muncul mbak.

      Aamiin, terima kasih Mbak.

      Delete
  4. duh... nak..rajin banget sih bersih2 halaman..ya..

    sehat terus ya nak... *gemez liat fotonya*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihihi...towel pipiku dong Bude.

      Aamiin terima kasih/

      Delete
  5. Kalau kata teman aku yg dokter, anak dibawah 2 tahun emang sering terkena flu atau common cold dalam rangka membangun imunitas tubuhnya :) Yang penting tetap dijaga makan & minumnya selama sakit. Sehat2 ya Kak Ghifa.. kiss kiss

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga ini menguatkan Kak Ghifa di kemudian hari. Aamiin.

      Delete
  6. Anakku juga sering sakit Mbak. Panik yang menggunung lama-lama cair juga. Mungkin karena masih kecil daya tahannya belum kuat banget. Pokoknya dinikmatin aja biar kepanikan berkurang ya, Mbak :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semakin sering mengalami semakin berkurang pula paniknya. Alhamdulillah selalu.

      Delete
  7. Hasna jg kalau kecapekan kadang demam mba..
    Sakit2 begitu masih wajar lah ya.. Biar imun sikecil tambah kuat.
    *cium Kak Ghifa

    ReplyDelete
  8. Batpil itu langganan bangett, dan kalo udah kena lamaa sembuhnya, tapi kupikir umum sih aku kecil jg gitu

    ReplyDelete
  9. Sama mb anakku jg sering pilek tp namanya anak2 wajar sih menurutku

    ReplyDelete
  10. Bapil itu emang bawaan balita x ya mbak paati ada masa2 itu. Yg penting emaknya jangan panik kasih masu tiap hari bagus jg lo mbak.
    Syafakilah ya ghifa syang :*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Belum pernah nyoba madu nih Mbak. Masukan yang bagus. Makasih ya, Mbak.

      Delete
  11. Anakku yg nomer 2 tu jg langganan sakit mbak..ndak pa2 ya ghifa.nanti besar tinggal sehatnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Orangtua sini juga pada bilang gitu Mbak. Aku aamiinkan mbak.

      Delete
  12. Semoga lks sembuh, Kak Ghifa... Bundanya yg sabar yaa..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Insya Allah stok sabarnya masih panjang Mabk.

      Delete
  13. Tips nomer 8 patut dicoba itu. Btw vicks vaporub itu ada yg buat anak balita y mba? Kalo ak saran dari dojtere dhaff pakeke transpulmin. Alhamdulillah cocok. Hmmm, sedih emg y kalo anak kecil sakit. Tapi yg pntg emg bener, ortunya jangan panik. Setuju bgt kalo itu ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dari petunjuknya boleh mbak. Aku dulu pas masih di bawah 1 tahun pakai transpulmin bb mbak tapi sekarang nggak ada efeknya mbak.

      Delete
  14. saya juga sering bapil bunda...

    ReplyDelete
  15. Aku juga suka ngasi bawang merah kalau abang syiraz lagi demam. Biasanya kalau aku campuri dengan asam jawa dan minyak goreng

    ReplyDelete
  16. Thanks for sharing the tips, Mba. Dulu anak pertamaku selepas ASI kan ganti sufor, sering bgt langganan ke dokter...ternyata dia alergi susu sapi, begitu stop jd jarang sakit, In syaa Allah. Paling klo batpil ga sampe radang dan hrs minum antibiotik

    ReplyDelete
  17. hahahaha waktu aku sakit typus kemarin itu, seluruh badan aku dibulis bawang merah+minyak kayu putih ama Ibu...Ibuku hebat hahaha

    ReplyDelete
  18. Kak Milzam juga sering batuk waktu balita dan lumayan bikin pening dulu. Sekarang udah jadi kakak yang pintar bantuin emaknya. Moga Ghifa makin pintar kalo abis sakit ya, kecup sayaaang :)

    ReplyDelete
  19. obat andalan keluargaku bawang merah plus minyak gosok/minyak angin. Karenanya di rumah selalu ada bawang merah dan minyak. Semoga anaknya selalu sehat ya mba....

    ReplyDelete
  20. Wah makasih banyak nih mbak tips2nya, semoga anaknya diberikan kesehatan selalu dan juga keluarga mbak, dan semoga anak mbak bisa menjadi anak yang kuat dan selalu berbakti kpd kedua orangtuanya kelak nanti..

    ReplyDelete

Maaf ya teman-teman untuk sementara komentar saya moderasi. Selain banyaknya spam yang masuk, saya juga ingin membaca satu per satu komentar yang masuk dan bisa berkunjung balik ke blog teman-teman. Happy Blogging!