Wednesday, 21 March 2018

Eling Bening dalam Ingatanku


Bagi orang yang introvet sepertiku, apabila dituntut untuk menulis cerita traveling seperti tantangan dari Mbak Mara dan Mbak Erina itu rasanya susah-susah sedap. Pasalnya, aku jarang piknik, pun lebih suka angkrem di rumah. Sekalinya aku piknik, pasti acara sekolah atau RT. Seperti saat aku piknik untuk perpisahan kepala sekolahku, Oktober 2017 lalu, di Eling Bening, Salatiga.

Sesuai judulku di atas, aku ingin menceritakan Eling Bening yang masih tersisa dalam ingatanku dan alasan itulah yang membuatku ingin suatu hari nanti mengajak keluargaku ke sana. Oiya, karena aku kesananya tahun lalu, jadi akan ada perbedaan 'rasa' apabila aku datang baru-baru ini.

Apa? Kamu nggak percaya kalau aku sudah pernah ke Eling Bening?

Eling Bening itu di atas awan. Begitu yang aku ingat. Tempat wisata yang ada  di Ambarawa ini baru dibuka tahun 2015. Pun saat aku ke sana, masih dalam tahap renovasi. Masih banyak pekerja yang mondar-mandir untuk memermak area di Eling Bening. Tapi saat aku lihat di instagram Eling bening kemarin, semua sudah terlihat sangat bagus.

Foto ini aku ambil dari sudut dekat restoran

Beralamatkan di jalan Sarjono, Ambarawa Semarnag dan tidak jauh dari gerbang tol Bawen, di sana kamu bisa mendapatkan hawa sejuk dan pemandangan hijau yang eksotis. Nah, bagi kamu yang suka hunting spot foto dan suka selfie, di sini tempatnya.

Eling Bening ini buka setiap hari, dengan ketentuan sebagai berikut.

Weekday, buka dari 08.00 – 18.00 dengan harga tiket 15K 
Weekend, buka dari 07.30 – 18.30 dengan harga tiket 20K
Oiya, pengalamanku dulu pas ke sini bayar 15.000 (weekday) terus per orang dapat sebotol air mineral. Lumayanlah ya buat bekal keliling Eling Bening yang luasnya sampai 3 hektare dari total luas 10 hektare.



Setelah parkir, kita bisa memilih mau ke area apa. Diantaranya ada;
  1. Swimming pool
  2. Restoran
  3. Outbond
  4. Play ground
  5. Camping ground
  6. Café garden resto
  7. Taman bunga
  8. Lokasi selfie
  9. Tempat memanah
Untuk masuk dan menikmati area tertentu seperti kolam renang, memanah dan main flying fox dikenakan biaya lagi ya.


Saranku nih kalau ke sini pas pagi atau sore sekalian. Biar dapat view foto yang kece. Temukan juga senja yang cantik dan deretan gunung yang eksotik. Tak heran jika Eling Bening ini makin hits dan selalu ada yang menggunakannya untuk reuni, gathering, melangsungkan pernikahan, dan foto prewedding.

Pengalamanku Makan Siang di Elben Resto, Eling Bening


Namanya piknik sekolah, berangkat ke Eling Beningnya pas anak-anak sudah pada pulang. Seingatku pas sampai sana itu sekitar pukul 12.30an. Jadi, matahari masih berada di atas kepala. Tapi karena Eling Bening berada di daerah tinggi, serasa baru pukul 09.00. Panasanya nggak begitu terik. Ketika ada angin berhembus, rasanya semriwing banget.

Kami berkeliling sebentar di dekat restoran. Karena kebanyakan restonya outdoor dan semi outdoor, nggak heran kalau ada beberapa daun kering berguguran yang mengotori area restoran. Terus aku juga menemukan ada puntung dan bungkus rokok dibuang sembarang. Duh, sebersih apapun petugas di sana membersihkan kalau pengunjungnya kurang ajar kayak gitu ya bakal merusak tempat yang dikunjungi ya. Ayolah, jadi konsumen yang cerdas dan santun! Semoga pihak Eling Bening pun bisa lebih banyak menyediakan tempat sampah di setiap sudut area. Sayangkan kalau tempat seindah itu dirusak sama sampah.

Oh, puntung rokok.

Daunnya kesasar sampai sini.

Setelah memilih tempat duduk dekat kolam renang, rombonganku segera memesan beberapa menu. Diantaranya ada:

Es buah ( 20 ribu )



Soal porsi, es buah ini lebih besar dibandingkan es buah dengan mangkuk ayam jago yang sering aku beli di pinggir jalan. Isian es buah ini ada potongan dadu nanas dan pepaya. Kemudian ditambah dengan nata de coco. Manis es buah ini seperti dari air gula putih. Ada kesan warna putih susu, bisa jadi disiram susu tapi tak seberapa. Siang-siang minum es buah ini, sueger lah. Es batunya juga banyak kok.

Sup iga ( 35 ribu )



Sup iga ini rasanya standar, pas lah di lidahku. Rasa kuahnya itu no micin. Suka. Dengan porsi yang sedang, sukses banget masuk ke dalam perutku. Di dalamnya ada 4 potong iga ukuran sedang dan ditemani wortel, seledri, tomat, kentang yang dipotong tipis-tipis dan kemudian digoreng. Enak, ramai banget. Wotelnya nggak overcook.  Biar makin jos, sup iga ini bisa ditambah sambal, saus, ataupun kecap. Kalau aku tetap ya pilih sambal yang banyak. Panas-panas makan pedas, jos.

Hati-hati kalau makan sup iga ini kamu temani dengan nasi. Porsinya bikin begah perut. Kenyang banget.


Mendoan ( @4 ribu)

Di perjalanan, ibu kepala sekolahku bilang gini, "Nanti, kamu cobain deh mendoan harga 4000."



Aku sempat melongo, wew, mendoan seharga 4000? Apa istimewanya? Setelah ada di depan mata, ternyata, tempenya memang tebal banget, seukuran jempol jariku deh. Terus rasanya pas buat camilan. Kemungkinan teknik menggoreng tempe ini dengan cara deep frying. Jadi, tempe bisa masak sampai dalam dan rata. Siang-siang setelah makan besar terus nyemil tempe mendoan ditemani lombok ijo. Duh, sedap. Lupakan perut begah!

Kentang goreng



Kentang goreng ini aku lupa harganya berapa. Ini seperti kentang yang siap saji yang dijual di minimarket gitu. Hihihi. Tinggal goreng dikasih saus. Tapi bagi penyuka makanan pedas, sausnya ini  kurang banyaaaak. Hahaha. Pokoknya kenyang banget deh.

Harga makanan dan minuman bisa kamu cek juga di IG Eling Bening. Lengkap.

Banyak yang bilang, makan di Elben Resto itu mahal. Menurutku, kantong orang kan masing-masing ya. Kami ber 11 dulu habis 1 jutaan plus tiket masuk. Toh dengan harga segitu kita sebenarnya tidak hanya kenyang di perut, melainkan kenyang juga di mata. Momennya itu lho yang mahal. Bukan makanannya. Pun setiap hari nggak akan seperti itu, bagai makan di atas awan dengan pemandangan yang belum tentu kita dapatkan di tempat lain. Hal inilah yang membuatku ingin kembali lagi ke Eling Bening dan membawa keluargaku.

Setelah makan, kenyang, kemudian sholat. Santai, di sana ada juga musholanya dekat kasir. Ukurannya tidak seberapa sih, cukuplah kalau untuk 5 orang yang berjamaah. Mukenanya juga wangi. Nggak ada salahnya kalau ditambah lagi space-nya ya. Soalnya kan pengunjungnya banyak banget. Atau mungkin sudah ditambah sekarang?

Selesai sholat, kami pun jalan-jalan sebentar sambil menikmati keindahan Eling Bening. Sayang kan jauh-jauh kalau cuma mau makan. Berikut beberapa momen dan view yang dulu aku abadikan. Tentu kini makin bagus.








Piye, apik to?
Itu dulu, sekarang?
Coba aja cek instagramnya Eling Bening.

A post shared by ELING BENING (@eling_bening) on


Ngiler, nggak?

Pokoknya kalau ke Eling Bening jangan sendirian, jangan sampai lupa foto-foto. Stok memori diperbanyak, dan jangan takut ketagihan untuk datang lagi. Jadi, kapan kamu mau bertandang ke Eling Bening? Atau sudah pernah ke sana juga? Bagaimana kesanmu?

Doakan aku juga ya bisa ke sana lagi bersama keluargaku.

12 comments:

  1. Eling bening terua inovasi ya jadi makin menarik, terakhir kesana februari tahun lalu, jadi kangen sup iga dan memdoan juga pisang goreng eling bening nih ☺

    ReplyDelete
  2. Aku belum pernah kesiniii....seringnya lewat doang di jalan yg ada di bawah itu loh kalo mau pulang kampung. Kapan2 kesini, aaah

    ReplyDelete
  3. Aku tahun 2016 Ka, bareng paksuami ama teman2 SMP, waktu membahas acara reuni. Waktu itu katanya yang masuk bayar 15rb udah dapat jus jambu atau minuman kacang ijo. Tapi karena kami booking tempat jadi nggak bayar masuknya. Kalo menurutku sih murah, karena untuk 22 orang suami cuma bayar 1,7 juta

    ReplyDelete
  4. Tiap x kesini tuh pas wiken kd ruame bgt mo pepotoan aja sampe males mbak

    ReplyDelete
  5. Ngileerrr... Kirain hrs masuk restonya utk bisa masuk kawasan wisata. Ternyata bisa dinikmati secara terpisah ya?

    ReplyDelete
  6. aku udah pernah kesini, viewnya bagus, tapi kok panas pol ya..
    hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau pas tengah hari ya panas mbak. Tapi aku lihat di IGnya sudah banyak taman bunganya. Semoga makin adem.

      Delete
  7. subhannalh indah sekali ya mba, lupa ama anak kalo udah di sana, hihihi

    ReplyDelete
  8. Whuaa tempatnya bagus ya mba. Harga makanannya juga reasonable. Semoga ada rezeki bisa ke sana. Aamiin..

    ReplyDelete
  9. Eling Bening. Duh, belum pernah ke sana. Seketika jadi ingin liburan. Nice sharing mbak.

    ReplyDelete

Maaf ya teman-teman untuk sementara komentar saya moderasi. Selain banyaknya spam yang masuk, saya juga ingin membaca satu per satu komentar yang masuk dan bisa berkunjung balik ke blog teman-teman. Happy Blogging!