October 2018 - Diyanika Journal

Wednesday, 31 October 2018

Jadi Guru Kelas 1 SD itu Seru

October 31, 2018 9
Jadi Guru Kelas 1 SD itu Seru


Apa yang ada di benak kamu saat muncul kata ‘guru kelas 1 SD’? Perempuan, penyabar dan sepuh? Ternyata tidak selalu seperti itu lho.

Tahun ini adalah tahun ketiga aku menjadi guru kelas 1 SD. Rasanya? Seru banget. Ada saja cerita yang ingin kutiliskan di sini. Terutama tentang tuntutan multitalenta seorang guru kelas 1 SD. Apa saja itu?

#Tukang Sisir
Berbaris adalah kegiatan di pagi hari yang selalu jadi favoritku. Karena saat kegiatan ini, taringku pasti keluar. Mak lampir datang. Heeeeh...eh...eh...eh...eh...

“Bajunya yang masih di luar dimasukkan dulu.”

“Tali sepatu, dilihat!”

“Yang pakai jilbab, ayo, dimasukkan rambutnya yang masih kelihatan.”

“Rizki, rambutmu besok dipotong ya, sudah kena telinga itu. Biar tambah ganteng gitu lho.”

“Belakang, belakang, kalau tidak bisa lurus tidak usah masuk saja.”

Saat mataku mengamati satu per satu, ”Alya, kamu tidak menyisir rambutmu lagi?”

Yang dipanggil namanya hanya nyengir dan berdalih takut terlambat. Tidak hanya Alya, seringnya malah anak laki-laki yang tidak menyisir rambutnya. Setelah kusisir, mereka hanya cengar-cengir. Ini sebenarnya mereka sengaja atau bagaimana? Andai saja nanti kalau mereka sudah kenal rasa ‘suka’, berapa kali sehari mereka akan menyisir rambut? Sekarang sih masih polos, sebentar lagi?

#Penjual Pensil
“Sudah puas bermain? Yuk, kita lemaskan juga jari kita dengan menggambar.”

Di tengah asyiknya menggambar, berkelilinglah aku. “Puji, kok masih kosong bukunya?”

“Tidak punya pensil, Bu.”

Kasus tidak punya pensil, pensil ketinggalan, atau pensil hilang ini menjadi makananku setiap hari. Bahkan sering juga wali murid yang cerita kalau sebenarnya dari rumah sudah bawa pensil dua, eh, di kelas hilang, dsb.


“Kalau tidak bawa atau tidak punya pensil, pinjamlah ke teman. Atau Bu Ika jualan pensil saja di kelas?”

Apa yang mereka lakukan saat mendengar perkataanku di atas?

“Hahahaha”

Mereka itu keterlaluan banget ndableknya. Tapi, sangat menggemaskan. Sehari saja aku tak jumpa, rasanya rindu.

#Dokter Idaman
“Aku mau disuntik Bu Ika saja." rengek Syifa saat ada imunisasi campak. Saat itu aku memang berpura-pura pegang jarum suntik dan memeluknya dengan erat.

"Kalau takut, jarumnya tidak usah dilihat, Syifa. Siap ya, Bu Ika suntik." dia mengangguk dan seketika petugas langsung menyuntiknya.

Berbeda lagi dengan Greva. Muridku yang gendut dan berkulit sawo matang ini langsung memelukku dengan erat saat petugas kesehatan kecamatan setempat hendak mengimunisasinya.

"Greva takut?" (badan boleh gede, kalau di kelas paling heboh, tapi namanya anak-anak lihat jarum suntik kayak kerupuk masuk kuah bakso, mlempem)

Kalau boleh jujur, saat ada jadwal imunisasi (biasanya 2 kali dalam setahun), aku pun ketar-ketir. Kenapa? Aku takut muridku banyak yang menangis atau memberontak. Dulu ada lho yang sembunyi di rak buku, masuk lemari, disuntik malah ngajak berantem, nendang perutku, dan macam-macam reaksinya.

Sudah, sudah kuberi pengertian pastinya saat hendak diimunisasi. Ditambah lagi penjelasan dari petugas kesehatan yang datang. Tapi, yang paling menyebalkan adalah seringkali muridku dapat kabar bocor dari kakak kelas kalau esok hari akan ada imunisasi. Alhasil, esok harinya nggak berangkat. Atau berangkat tapi pakai acara rewel minta ditunggui ibunya. Ini nyebelin banget.


Jadi, kalau ada jadwal imunisasi, aku meminta semua teman sejawat untuk meng-keep kabar tersebut. Alhamdulillah, tahun ini sukses. Nggak ada yang menangis sama sekali. Kelas sebelah pada teriak-teriak tuh. Murid Bu Ika mah jempol.

#Satpam Keliling
Namanya anak-anak, kalau sudah telanjur istirahat, inginnya main terus. Giliran sudah bel masuk, mereka ogah berbaris dan masuk kelas. Kadang ada juga yang sudah dengar bel berbunyi malah tenang-tenang saja di kantin. Alhasil, saat sudah masuk semua dan, "Siapa yang belum ada?"

"Faza, Bu."

Lari deh ke kantin, menyisir ke kamar mandi, tempat parkir, kalau semua tidak ada? Larinya ke grup WhatsApp wali murid. Tanya deh ke wali murid, apakah anak mereka pulang? Ternyata, iya.

Ada yang pulang ke rumah karena pengen pup-lah, uangnya habis, sampai ada yang hanya mau mengadu karena giginya copot. ((gerbang sekolahku nggak lengkap euy, anak-anak bisa kabur kapan saja :( terutama saat jam istirahat))

Tarik napas. Lega. Sering banget seperti itu, keliling sekolahan, keringat mengucur di dahi, baju bagian punggung basah. Tapi, kok ya nggak kurus-kurus ya aku ini.

#Tukang Cebok
Pelajaran sedang berlangsung. Muridku sedang asyik menggambar lambang dalam sila Pancasila. Berkelilinglah aku menengok hasil kerja mereka. Semakin ke belakang, kok seperti ada bau yang tak asing. Aku mulai curiga.

"Bu, kok seperti ada bau sepiteng ya?" tanya salah satu muridku yang duduk di belakang.

Mulai ada yang curiga nih.

Tak ada yang mengaku. Aku mencurigai murid laki-laki yang duduk paling depan. Tak biasanya dia bertingkah aneh. Akan tetapi, teman yang lainnya menuduh temannya yang duduk di belakang (mengira sumber bau dari belakang). Bahkan, ada anak yang dengan sigap mencium pantat anak tersebut.

"Nggak bau kok, Bu."

Berarti benar dugaanku.

"Kenapa harus pup di dalam celana. Apakah Bu Ika menakutkan? Kalaupun kamu mau pup, pasti bu guru tunggu sampai kamu kembali baru kemudian lanjut menggambar lagi."

Sebagai guru aku pasti kecewa. Tapi, mau bagaimana lagi? Aku malah lebih senang kalau ada yang jujur, "Bu, aku nggak bisa cebok." Setelah itu kuceramahi deh orangtuanya. Hahaha. Lain kesempatan, saat dia pup lagi sudah bisa sendiri.

Tahun lalu ada anak perempuan yang pup di pojok kelas. Tahun ini malah anak laki-laki yang pup di celana. Berasa gagal deh jadi guru.

#Wasit Paling Cantik
Anak-anak kelas 1 SD itu hobi banget bertengkar. Perkaranya sepele, seperti diejek temannya lah, tasnya kesenggol dikit, pensilnya direbut temannya, ada teman belakangnya pinjam penghapus nggak bilang, dll. Ujung-ujungnya nangis atau teriak-teriak nggak jelas, kemudian ngadu, "Bu Guru si ini nakal."

Kalau dipikir pakai nalar orang dewasa, ini apaan sih? Tapi, inilah anak-anak. Aku harus jadi anak-anak juga untuk menyelesaikannya.



Kudatangi mereka, bicara baik-baik (tatap mata mereka dengan posisi mata sejajar alias merendahkan tubuh di hadapan mereka), maaf-maafan, berpelukan, kelar, mereka ketawa-ketiwi lagi. Sesimpel itu.

#Pelatih Handal
Sebutan ini berlaku sejak di kelasku pakai kurikulum 2013. Karena PJOK kan gabung dalam satu tema dan guru PJOKnya agak errrr... Nanti kalau urusan rapotan aku suruh mengarang sendiri nilainya. Duh, duh, duh. Mendingan aku ajar sendiri deh murid-muridku.

Materi PJOK anak kelas 1 SD kan ya nggak berat-berat banget. Misalnya, lempar bola dari berbagai arah, berjalan di titian, bergelantungan, berjalan berurutan, berjalan lurus sambil berkelompok, sampai guling ke depan.

Nah, untuk kegiatan yang terakhir, aku punya cerita lucu. Kegiatan guling ke depan itu kan dilakukan di kelas. Tentu aku harus memberi contoh terlebih dahulu ya.

Dengan semangat yang membara, kuangkat pantatku dan bruuukk. Pantatku mendarat tidak sempurna. Aku bagaikan gajah yang duduk terbengong-bengong. Muridku melongo, takut aku kenapa-kenapa.

"Hahahahaha...Bu Ika kan kayak gajah, jadi susah berguling. Maaf ya hahaha..."

Murid-muridku ikut tertawa. Alamaaak, ternyata matras yang kupakai untuk berguling tak seempuk bayanganku. Kalau dipakai anak-anak sih masih oke. Nah, aku? Benar-benar gajah berguling yang gagal total.

Cool gray surface pink side air tumble track

Cool gray surface pink side air tumble track

Pas lagi asyik download video untuk materi pelajaran esok hari, kulihat iklan di Youtube tentang air track hire kok tergiur. Bentuknya tipis tapi bisa mental gitu kalau dipakai. Jenisnya juga banyak, salah satunya air track tumbling mat. Seru ya kalau di rumah punya sendiri. Bisa untuk main bersama Kak Ghifa yang suka jumpalitan juga. Terlebih lagi bisa dipakai saat di air. Mumpung ada airtrack mat for sale juga. Ah, bisa usul nih kepada kepala sekolah kalau mau beli semacam matras pakai merek ini saja. Biar nggak kejadian sepertiku. Gajah yang oleng.

#Pelukis Amatiran
Sejelek-jeleknya gambar yang kuhasilkan di papan tulis, mereka pasti bilang, "Wah, baguuuuus, Bu." ((Mata mereka langsung keluar love love-nya))

Padahal, aku nyontek di Google. Aku kan nggak jago-jago amat menggambar. Tapi, karena menjadi guru kelas 1 SD, aku dituntut harus mau belajar menggambar. Ternyata, aku berhasil. Berhasil membohongi mereka, karena sesungguhnya gurunya adalah pelukis amatiran. Hihi.

Bagaimana, seru kan jadi guru kelas 1 SD itu? Kalau misalnya kamu ada tawaran untuk menjadi wali kelas 1 SD, hajar saja! Kita patahkan tradisi kalau guru kelas 1 SD itu harus perempuan, sepuh dan penyabar. Karena semua bisa dipelajari.

Menjadi guru kelas 1 SD itu intinya harus paham karakteristik siswa, menciptakan pembelajaran yang menyenangkan, sajikan media pembelajaran yang konkret dan siapkan stok sabar. Yah, ada kalanya harus bertingkah seperti anak-anak juga agar kelas semakin hidup. Satu lagi, jangan jadi guru yang jaim sama anak didik.



Salam,
Diyanika-Guru Kelas 1 SD.

Thursday, 25 October 2018

Tips Ngeblog: Membuat Subdomain Keren untuk Pemula

October 25, 2018 30
Tips Ngeblog: Membuat Subdomain Keren untuk Pemula


Tips ngeblog: membuat subdomain keren untuk pemula - Di tengah kesibukan mengajar dan mempersiapkan tes CPNS, Allah menyelipkan kebahagiaan tersendiri kepadaku. Yaitu, trafik blog yang tetap bagus. Malah bisa kusebut lebih bagus dari bulan sebelumnya.

Sebulan terakhir ini aku memang menyempatkan diri untuk ikutan grup blogwalking. Alhamdulillah manfaatnya ke trafik blog sudah terlihat. Saat blogwalking itulah, aku mendapat ilmu baru tentang subdomain. Aku penasaran sama manfaat menggunakan subdomain untuk mendongkrak trafik blog. Oleh karena itu, aku mencoba mempelajarinya dan aku share di sini ya.

Subdomain itu apa?

Kalau domain kamu sudah tahu, bukan? Seperti milikku ini diyanika.com, inilah domain. Lebih mudahnya aku sebut alamat blog yang berbayar.

Ada yang berbayar, ada juga yang gratis, seperti saat pertama kali aku membuat blog ini dengan alamat ichaituika.blogspot.com (inilah yang disebut subdomain). Dari ichaituika.blogspot.com kita uraikan demikian, blogspot.com itu domain utamanya, sedangkan ichaituika.blogspot.com-nya itu adalah sub domain.

Subdomain ini sering digunakan dengan berbagai tujuan. Diantaranya:
  1. Untuk mengkategorikan artikel, misalnya: sport.detik.com (untuk kategori olahraga) dan inet.detik.com (untuk kategori teknologi)
  2. Untuk memberikan tampilan tertentu, misalnya: m.facebook.com (untuk tampilan mobile Facebook) dan mobile.twitter.com (untuk tampilan mobile Twitter)
  3. Untuk menjangkau daerah tertentu, misalnya: jogja.tribunnews.com (untuk mewakili daerah Jogja) dan id.yahoo.com (untuk negara Indonesia)
  4. Untuk penggunaan bahasa tertentu, misalnya: id.wikipedia.org untuk penggunaan Bahasa Indonesia

Itulah beberapa tujuan dari penggunaan subdomain yang kupelajari dari internet. Nah, kalau mau buat subdomain keren untuk blog kamu juga bisa lho. Apalagi untuk bloger yang sudah professional. Tidak ada salahnya kalau mulai sekarang melirik penggunaan subdomain ini.

Bagaimana cara membuatnya?

Subdomain keren bisa kita buat apabila sudah punya domain terlebih dahulu. Kalau belum punya domain, kita bisa menggunakan jasa dari IDwebhostcom dan coba ikuti langkah-langkah sebagai berikut.

Panduan Membuat Subdomain Keren untuk Startup dan Bloger Profesional


Sebelum kita membuat subdomain keren, maka kita harus menambahkan terlebih dahulu subdomain di cPanel akun hosting kita. Di sini masuk ke cPanel dan pilih menu add subdomain. Kemudian, pilih nama subdomain yang ingin kita buat. Jika subdomain itu sudah tersedia, kini saatnya kita kelola dengan baik.

Tahap #1: Pilih Nama Subdomain yang Tepat

Kita bisa membuat subdomain keren sesuai keinginan kita. Akan tetapi, kita juga harus memperhatikan nama subdomain tersebut. Karena subdomain sama saja dengan nama kita di dunia maya. Jangan sampai kalau kita salah pilih nama, malah merusak branding yang sudah kita bangun selama ini! Usahakan pilih nama subdomain yang tidak lekang oleh waktu.

Tahap #2: Berikan Fitur dan Tema yang Bagus

Subdomain keren juga bisa kita ciptakan dengan memperhatikan tentang penggunaan widget, menu, background dan juga tema yang tepat. Tunjukkanlah kalau subdomain itu adalah web yang mencerminkan situs utama yang kita miliki. Jangan sampai malah bertolak belakang, karena subdomain ini kita buat untuk mendukung web utama kita. Pokoknya pilih tampilan yang rapi, bersih dan background yang clean agar mata pengunjung betah saat berkunjung.


Tahap #3: Berikan Backlink Menuju Situs Utama

Salah satu tujuan utama membuat subdomain keren adalah untuk meningkatkan trafik blog kita. Nah, bagaimana caranya? Cantumkan link di sana yang mengarah ke blog utama kita. Tentu trafik blog kita tidak langsung kemudian naik drastis. Semua tetap butuh proses dan waktu. Kunci utamanya adalah telaten dan konsisten. Kira-kira, kamu sanggup tidak?

Tahap #4: Tunjukkan Bahwa Subdomain pun Tak Kalah Canggih dengan Situs Utama

Ketika membuat subdomain, kita harus bertekad meskipun gratisan tapi kemasannya jangan sampai kalah jauh dengan blog utama kita. Alangkah lebih baiknya kalau kita bisa menambah fitur Live Chat agar bisa terjalin komunikasi atau interaksi antara pengunjung dan pemiliknya. Fitur lain yang bisa kita sematkan adalah deskripsi mengenai apa situs kita dan fungsinya. Kemudian, jangan lupa sertakan juga kontak yang bisa dihubungi.

Tips Memilih Nama Untuk Subdomain

Nama subdomain keren akan berpengaruh dengan popularitas blog kita. Jadi, usahakan memilih nama subdomain dengan tepat.

Tips pertama, pilihlah nama subdomain sesuai kegunaan blog kita. 

Tips kedua, terkait pembuatan nama untuk subdomain keren, kita juga harus mempertimbangkan pilihan nama domain yang benar-benar sesuai kebutuhan. Jadi, jangan membuat URL terlalu panjang. Karena URL yang terlalu panjang, akan membuat pengunjung kesulitan menghapalkannya.


Tips ketiga, memilih nama subdomain yang tidak lekang oleh waktu


Kesimpulan


Untuk bisa membuat sebuah subdomain keren memang perlu usaha yang nyata. Meskipun gratis dan bukan blog utama, sebaiknya diurus dengan semaksimal mungkin agar bisa memberikan manfaat. Salah satunya menaikkan trafik blog kita. Karena saat kita mampu membangun subdomain ini dengan benar, maka situs ini akan dengan mudah terindex di mesin pencari Google. Pemilihan nama yang tepat juga menjadi solusi efektif saat ada orang yang memasukkan kata kunci tertentu di mesin pencari, mereka akan bisa menemukan hasil di blog kita. Satu hal yang pasti, subdomain juga tak boleh diremehkan karena keberadaannya tak kalah pentingnya. 

Thursday, 11 October 2018

Tabungan Berencana Saja Tidak Cukup

October 11, 2018 30
Tabungan Berencana Saja Tidak Cukup

Aku dan abi memiliki perbedaan usia sekitar sepuluh tahun. Setelah ada Kak Ghifa, barulah aku sadar ternyata pilihanku menikah dengan abi memiliki banyak resiko. Salah satunya adalah nasib anakku nanti. Bukan aku menyepelekan rezeki dari Allah atau aku tidak percaya akan rezeki anakku. Tidak ada salahnya bukan kalau aku mawas diri sejak dini?

via Depositephotos

Kubayangkan, saat anakku masuk kuliah, kira-kira lima belas tahun yang akan datang, berarti suamiku sudah berusia lebih dari lima puluh tahun. Dalam usia segitu, tentu suamiku tidak lagi se-produktif sekarang. Bagaimana kalau aku menuruti nasihat seorang teman yang mengatakan demikian?

Aku nggak ada tabungan sama sekali untuk pendidikan anak-anakku. Percaya saja nanti ada rezeki anak yang diberikan sama Allah.

Aku percaya betul akan ada rezeki Allah. Akan tetapi, terselip rasa ragu kalau aku juga memiliki prinsip seperti di atas. Keadaan keluarganya jelas berbeda dengan keluarga kecilku.

Apalagi aku pernah menyaksikan sendiri bagaimana kedua orangtuaku berjuang mati-matian mencari dana pendidikan untukku. Dari situlah aku belajar bahwa memiliki rencana sejak dini itu lebih baik dibandingkan suatu hari berhutang atau menjual harta satu-satunya yang kumiliki.

Setelah mempertimbangkan banyak hal, aku dan abi membuka tabungan berencana untuk pendidikan Kak Ghifa dalam jangka waktu sepuluh tahun ke depan. Tabungan ini sudah berjalan satu tahun terakhir. Perhitungannya sebagai berikut.

Misal, per bulan 200 ribu

Satu tahun berarti 200 ribu x 12 bulan= 2.400.000 dengan bunga per tahun kisaran 4%

Sepuluh tahun kurang lebih jadi 25.000.000

Lumayan, bukan?

Kami sadar penghasilan kami belum seberapa. Karena sudah tekad, demi masa depan anak yang lebih baik lagi, ya bismillah. Aku dan abi berjuang sangat keras. Berusaha hidup lebih irit lagi. 

Kami sepakat fee menulisku harus masuk ke tabungan berencana ini. Akan tetapi, jasa menulisku kan tidak selalu lancar. Terkadang fee menulis baru cair sebulan kemudian. Nah, kupilih tabungan berencana dengan potongan otomatis. Misalnya, bulan lalu aku tidak ada fee menulis, otomatis tidak ada yang dipotong, bulan ini kalau ada fee yang cair bisa dipotong double. Pokoknya kalau ada fee menulis yang cair, aku langsung tujukan ke tabungan berencana ini. Sisanya bisa kupakai untuk membeli buku atau untuk kepentingan lainnya.

Awalnya memang ragu, ah, apakah bisa mengalokasikan uang untuk tabungan berencana ini? Ternyata bisa. Semua memang harus berawal dengan niat, disiplin dan harus konsisten.
Foto bersama dengan Presdir MAMI

Sudah tenang ada tabungan berencana, eh, waktu ikut Kopdar Investarian bersama Reksa Dana Manulife (30/10/2018), Pak Legowo Kusumonugroho, Presdir dari Manulife Asset Management (MAMI), membuatku sadar ternyata memiliki tabungan berencana saja belum cukup untuk membuat masa depanku tenang.

Bertempat di kantor PT. Asuransi Jiwa Manulife yang beralamatkan di Jalan Pandanaran nomor 16, Randusari, Semarang ini, Pak Legowo mengibaratkan kondisi keuangan kita saat ini dan dua puluh tahun yang lalu. Dua puluh tahun yang lalu, harga ayam goreng sekitar 2.500. Sekarang? Harga ayam goreng bisa mencapai 25.000.

Ini gambaran inflasi pada ayam goreng. Artinya setiap tahun, inflasi ayam goreng sebesar 40%

Aku tertegun, iya juga ya? Itu baru ayam goreng, bagaimana dengan inflasi pendidikan yang setiap tahun mencapai 15% dan kesehatan sebesar 18%? Benar adanya kalau banyak yang bilang inflasi itu adalah perampok yang kejam dan kita tak sadar akan hal itu.

Kemudian aku mikir tentang tabungan berencana yang kumiliki. Saat ini uang 25.000.000 tentu masih terhitung banyak. Bagaimana dengan lima belas tahun yang akan datang? Apakah masih cukup saat uang itu kujadikan uang pangkal Kak Ghifa masuk kuliah? Atau malah tergerus dengan inflasi?


Kira-kira, tabungan Anda ada di bagan yang mana? tanya Pak Legowo

Bagan di atas menggambarkan posisi tabungan kita yang dirampok oleh inflasi. Paling kiri, ibaratkan itu adalah tabungan kita di celengan. Bagan tengah, ibaratkan itu tabungan kita berupa deposito atau tabungan berencana. Paling kanan, itu gambaran tabungan kita berupa investasi Reksa Dana.

Agar kamu juga tambah paham, kuscreenshootkan slide yang ditampilkan Pak Legowo berikut ini.

Inflasi harga daging saat ini dan tabungan kita

Aku melongo melihat tabel tersebut. Jawaban atas tabungan berencanaku jelas terjawab dari tabel di atas. Dua puluh lima juta rupiah di sepuluh tahun yang akan datang jelas tidak bisa kujadikan uang pangkal untuk kuliah Kak Ghifa nanti. Nilai uang itu dirampok oleh inflasi selama sepuluh tahun ke depan.

Kemudian, bagaimana?

Kalau mau tabungan kita berkembang dan tidak kalah dengan inflasi, salah satu caranya dengan menginvestasikan uang kita dalam bentuk Reksa Dana Manulife. Salah satu dari tujuh jenis investasi Reksa Dana Manulife ini, sebut saja Reksa Dana Pasar Uang, bahkan bisa dimulai dari uang 10.000. Punya kan ya kalau uang segitu?

Ada beberapa kelebihan investasi Reksa Dana yang bisa kita perhitungkan, diantaranya:
  1. Naik turunnya stabil
  2. Tidak ada pajak
  3. Banyak pilihan
  4. Aman
  5. Bisa beli dan dicairkan kapan saja
  6. Jangka waktu investasi beragam, pendek, menengah, panjang juga ada

Aku jadi ingat tiga tahun lalu punya rekening investasi Reksa Dana Manulife ini. Setelah mendengar sharing Pak Legowo, aku jadi ingin me-reaktifkan nomor rekeningku dan mengalihkan tabungan berencana Kak Ghifa ke investasi Reksa Dana. Orangtua mana sih yang tak ingin anaknya memiliki pendidikan yang tinggi? Semoga rezeki Kak Ghifa bisa sekolah tinggi. Aamiin.

Aku begitu yakin dengan MAMI, karena sudah sembilan belas tahun beroperasi di Indonesia. Dalam empat tahun terakhir juga sudah menggondol tiga puluh lima penghargaan. Apalagi dana yang dikelola saat ini mencapai enam puluh tujuh triliun. Itu uang semua lho ya, bukan daun.

Kalau kamu mau ikut investasi Reksa Dana Manulife, siapkan saja data diri, nomor rekening bank dan juga KTP. Agar lebih jelas, kamu  juga bisa tanya-tanya langsung ke https://www.klikmami.com dan live chat bersama LANI. Santai, pelayanan MAMI ini tujuh hari non stop, mulai pukul 08.00 - 22.00 WIB. Mau pelayanan yang cepat juga bisa tanya-tanya lewat email di bawah ini ya.



Postingan ini insya Allah akan ada lanjutannya lagi. Akan kuceritakan juga bagaimana proses reaktifnya nomor rekening Reksa Dana Manulife-ku, nanti.

Nah, kira-kira, kamu tertarik tidak dengan investasi Reksa Dana ini? Jangan-jangan kamu malah sudah jadi investariannya sejak lama? Atau mau bertahan dengan investasi emas, tabungan berencana, properti, atau saham?