Monday, 9 November 2015

Mengatasi Kaki Bengkak Pasca Melahirkan

Assalamuaaikum.

Setelah kemarin posting tentang Mengatasi Kaki Bengkak Pada Ibu Hamil, kali ini saya akan berbagi cerita dan tips tentang Mengatasi Kaki Bengkak Pasca Melahirkan. Loh setelah melahirkan juga bengkak ya? Iya. Kok bisa?

Masih ingat betul, sesaat setelah melahirkan bu bidan memberikan nasihat kepada saya untuk tidak terlalu lama duduk dengan kaki digantung. Kalau duduk ya duduk dengan kaki selonjoran. Dasar saya yang ndablek alias susah dibilangin, ditambah banyaknya tamu yang datang ke rumah. Dengan alasan ewuh kalau tidak menemui tamu, saya pun duduk di ruang tamu sambil ngobrol dengan tamu yang datang. Lama.

Apa yang terjadi kemudian? Tahu-tahu kaki saya jadi bengkak. Bengkaknya lebih parah dari bengkak saat hamil. Ini segede gajah.

Orang yang berkunjung dan melihat keadaan kaki saya berkata kalau keadaan itu wajar bagi ibu yang baru melahirkan normal. Nanti juga akan sembuh bersama dengan sembuhnya jahitan di jalan lahir. Akan tetapi, entah kenapa kepala saya jadi ikutan pusing banget. Ada yang tidak beres nih. Suami pun mengantarkan saya untuk cek ke bu bidan.

Sempat syok saat diperiksa bu bidan tensi darah saya melonjak ke angka 135, padahal selama hamil paling tinggi hanya 115 dan pasca melahirkan ditensi pun normal. Lah ini? Kemudian apa kata bu bidan tentang kaki bengkak saya?

Satu, kaki bengkak itu bisa terjadi karena posisi duduk saya yang salah. Ingat! Setelah melahirkan jangan banyak bergerak dulu. Kalau capek rebahan, bolehlah duduk tapi dalam keadaan kaki lurus atau selonjoran. Kalau orang tua dulu bilang kalau duduk kaki ditopang kursi, itu salah. Karena posisi itu juga mengakibatkan peredaran darah tidak lancar dan kaki bisa bengkak.

“Anda masih  muda, jangan rusak diri Anda dengan penyakit mematikan semacam stroke dan darah tinggi. Banyak istirahat. Ingat posisi duduk yang betul. Komunikasikan pada keluarga, kalau ada tamu diminta masuk kamar saja, bukan Anda yang menemui mereka! Makannya pun dijaga!” nasihat bu bidan.

Dua, saya mengalami hipertensi postpartum (kapan-kapan mau bahas ini lebih detail. Memang, pasca melahirkan ada sebagian ibu yang mengalami kenaikan tekanan darah yang cukup drastis di minggu pertama setelah melahirkan. Katanya sih itu normal. Akan tetapi, tetap perlu dipantau secara intens oleh bidan atau tenaga kesehatan. Ditakutkan apabila setelah satu minggu tidak ada perubahan pada tekanan darah ibu yang baru melahirkan normal, tekanan darah tinggi itu bisa sebagai tanda bahwa ibu bisa jadi memiliki penyakit darah tinggi bahkan terserang stroke.

Setelah menerima nasihat bidan, saya pun menuruti apa yang dianjurkan. Memang tidak serta merta kaki langsung kempes. Suami pun mengusahakan berbagai cara. Salah satunya merendam kaki saya dengan air garam (resepnya bisa dilihat di sini) dan memijitnya dengan minyak telon. Hal itu dilakukan setiap hari sebanyak dua kali, yaitu selepas magrib dan subuh.


Bagaimana hasilnya? Benar kata orang, kalau bengkak itu sedikit demi sedikit kempes. Akan tetapi tidak bisa langsung normal. Ternyata bisa kembali normal setelah luka jahitan sembuh total. Akan tetapi, satu hal yang saya dapatkan. Dengan direndam kakinya kemudian dipijit oleh suami, hati rasanya lebih tenang dan pikiranpun adem ayem. Semacam relaksasi.

Biasanya saat dipijit suami, saya bisa bercerita ini dan itu. Mencurahkan apa-apa yang saya rasakan. Saya pikir, apa yang saya lakukan ini memang penting untuk dilakukan oleh semua ibu baru. Entah yang mengalami kaki bengkak ataupun tidak. Karena apa? Saya merasa kalau saya tidak sendirian. Ada teman untuk berjuang. Jadi, berjuangnya seornag ibu itu bukan hanya dari mempersiapkan kehamilan, saat hamil, bahkan saat lepas melahirkan pun juga, lagi saat mendidik anak.

Penting untuk saya sarankan, agar ibu hamil, ibu pasca melahirkan, ibu menyusui untuk selalu bahagia. Godaan dari luar itu lumrah, tapi kita yang mengendalikan diri kita.

4 comments:

  1. Dulu saya juga mengalami kaki bengkak pasca melahirkan. Katanya sich karna duduk terlalu lama, kakinya gantung. Ndak dikasih apa2 cuma selonjoran aja kempes sendiri

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah kasusnya sama ya mbak. Hanya saja perlakuannya yg sedikit berbeda.

      Delete
  2. Emang mesti curhatan itu, sambil dipijit suami. Efeknya luar biasa ya ^_^

    ReplyDelete

Maaf ya teman-teman untuk sementara komentar saya moderasi. Selain banyaknya spam yang masuk, saya juga ingin membaca satu per satu komentar yang masuk dan bisa berkunjung balik ke blog teman-teman. Happy Blogging!