Selasa, 06 Agustus 2019

Hai Anak Tunggal, Siapkan Asuransi Kesehatan untuk Kedua Orangtuamu Sedini Mungkin



Sisi yang jarang dipandang orang lain dari seorang anak tunggal adalah tanggungjawabnya merawat kedua orangtua. Bisa dibayangkan, kalau punya saudara 3, satu merawat orangtua, yang satu mengurus tetek bengek keperluan rumah, yang lainnya karena ada kesibukan bisa menopang soal biaya. Semua bisa dikerjakan bersama-sama dengan saudara. Lha kalau anak tunggal?

Anak tunggal menanggung semua sendiri. Seringkali, saat berdoa sama Allah, ingin rasanya kulepas pundakku untuk sementara. Hihi. Tapi, mana bisa?

Saat perasaan ini muncul, kok, Allah gini, ya, sama aku? Stop. Aku nggak mau terus-terusan berburuk sangka sama Allah. Aku adalah orang pilihan. Ya, aku spesial, maka dipilih Allah untuk merawat kedua orangtuaku sendiri. Ingat, ini pahala besar. Kenapa kuharus berkeluh kesah?


Dulu, pas masih awal-awal kuliah, aku ngebet banget punya suami yang kaya raya dengan kekayaan tujuh turunan nggak habi-habis. Hahahaha. Kenapa? Ya, karena aku punya pemikiran biar nanti kedua orangtuaku sudah sepuh, aku tidak kelabakan mencari dana apabila mereka sakit.

Tapi, apa yang terjadi saat ini?

Itu hanya mimpi, Gaes. Hahaha.

Yaaaaah, paling tidak, meskipun tidak kaya raya secara materi, tapi insyaallah suamiku kaya hatinya. Hahahaha. Duit mah tinggal minta sama Allah. Ntar juga dikasih. Bukan, begitu?

Gayaneeeee...

Saat tahu ibuku sakit


Sejak anakku lahir, 3 tahun 10 bulan yang lalu, sebenarnya ibuku sudah mengeluhkan tentang benjolan di payudaranya. Karena masih kecil, kami pun menganggapnya itu bukan kanker. ((Bodohnya))

Setiap kali kuajak untuk periksa, pun ibuku menolak. Katanya sih itu bukan masalah yang besar. Kuturuti saja. Meskipun hatiku tetap ketar-ketir.

Sampai akhirnya, aku lupa awalnya karena apa, BPJS ibu sempat nonaktif karena nunggak pembayarannya hampir dua tahun lebih. Oh, ya, ya, aku pernah berpikir, buat apa bayar BPJS terus setiap bulan tapi tidak pernah dipakai. 

Sampai akhirnya, ibu mulai sering berkeluh kesah tentang benjolannya lagi. Akhirnya kutawarkan untuk periksa lagi dan lagi. Tapi, ya, tetap saja menolak. ((Sabar))

Apa mungkin ibu merasa kasihan kepadaku soal biaya. Sampai sini aku menyesal, kenapa BPJS ibu sampai tak kubayar? Hiks. Penyesalan memang selalu datang belakangan, ya.

Kucari pinjaman sana-sini untuk membayar tunggakan BPJS ibu yang menginjak angka 2 juta lebih. Alhamdulillah, tanpa berhutang, Allah kasih rezeki yang tidak terduga. Niat yang baik ternyata memang dipermudah sama Allah. BPJS ibu pun aktif kembali.

Benjolan di payudara ibu makin membesar, sekitar sejempol, ibu makin kalang kabut. Kubawa deh periksa ke dokter keluarga. Di sana, kami diberi rujukan untuk segera ke dokter bedah. Sampai rumah ibuku langsung menangis. Beliau nggak siap kalau harus dibedah, terlebih lagi kalau periksa di rumah sakit besar antrenya puanjaaaaaaaang.

"Kalau periksa ke rumah sakit pakai BPJS, kamu apa nggak ingat, Bulekmu yang awalnya sakit nggak terlalu parah, antre dari subuh, jam 12 baru kepegang sama dokter, pulang-pulang bukan malah sembuh, eh, malah.... Tadi periksa ke dokter keluarga saja antrenya kaya gitu (1,5 jam antre)." terang ibuku.

Iya, sih, memang demikian adanya. Tapi, ya, tidak kemudian seutuhnya menyalahkan pelayanan rumah sakit dan adanya BPJS. Toh, banyak juga yang sangat terbantu dengan adanya BPJS.

Asuransi Kesehatan yang lain

Aku jadi teringat obrolan dengan guru SMAku saat berkunjung ke rumahnya, lebaran dua tahun yang lalu.

"Asuransi kesehatan ini ada yang mulai 50 ribu per bulan, ya, ada, Mbak. Pokoknya menyesuaikan dengan kebutuhan kita lah. Kalau pakai ini tuh ya nggak pakai antre panjang pas mau periksa. Enaklah pokoknya."

Itulah sekelumit ucapan Pak Kirno, guru SMA-ku. Nah, karena penasaran, pun aku lupa asuransi apa yang beliau ceritakan, semalam aku coba browsing tentang cara memilih asuransi kesehatan di internet sebelum menentukan mau pakai asuransi apa.

Ternyata ada hal terperinci yang harus kita perhatikan betul-betul ketika hendak memilih suatu asuransi. Apa sajakah itu?

  1. Pilih asuransi kesehatan dengan premi yang sesuai kantong kita.
  2. Pastikan perlindungan apa saja yang diberikan oleh asuransi kesehatan. Apakah menanggung biaya rawat inap, rawat jalan, kesehatan gigi, kehamilan, kesehatan mata, dll. Itupun berlalu berapa lama harus dipastikan betul.
  3. Apabila kita diberikan kesehatan terus, alhamdulillah, apakah premi kita akan kembali walau hanya berapa persen? Kalau BPJS kan jelas tidak akan kembali. Pastikan, asuransi kesehatan kita memberikan pernyataan jelas mengenai pengembalian premi ini. Pengennya, ya, sehat selalu, ya, aamiin.
  4. Apakah asuransi kesehatan yang kita pilih menanggung biaya pengobatan di luar negeri? Sekarang kan lagi ngetrend banget, ya berobat ke luar negeri. Ah, namanya juga berobat, kalau ada dananya, ke mana pun dijangkau asal bisa sembuh.
  5. Apakah prosesnya mudah dan cepat? Misalnya pembayarannya, mau nambah anggota keluarga baru, proses pengambilan klaimnya berbelit-belit, tidak. Ini bisa tanya-tanya ke pengguna asuransi kesehatan yang sudah lebih dulu memakainya. Bisa juga dengan membaca testimoni dari konsumen di web penyedia asuransi kesehatan tersebut.
  6. Pastikan jaringan rumah sakit yang menerima asuransi kesehatan kita ada di mana-mana. Lebih utama, tentunya ada di sekitar kita.
  7.  Dapatkah keuntungan tambahan, mialnya bonus cek kanker, dialisis, kematian, dsb?
***


Alhamdulillah, insyaallah, kini, keadaan ibuku lebih baik dari sebelumnya. Namanya orang berobat itu memang harus sabar. Sabar sekabehane (seluruhnya). Yang sakit, ya, sabar, apalagi yang merawat.

Sungguh, aku berpesan kepada anak tunggal di luar sana, kalau saat ini belum ada asuransi kesehatan untuk orangtua, yuk, segera buat agar hidup kita sedikit bisa bernapas lega lah. Walaupun kita minta doa sama Allah, ya, semoga selalu diberikan kesehatan. Biaya rumah sakit tuh naik muluuuuuu. Padahal gaji kita nggak naik-naik. Kalaupun naik, ya, nggak seberapa. ((Curhat))

Benar nasihat lama itu, lebih baik mencegah daripada mengobati dan lebih baik sedia payung sebelum hujan. Percayalah, insyaallah, kalau niat kita baik, Allah akan memudahkan rezeki kita.  Nanti ada saja jalan untuk membayar asuransi kesehatan mereka. Apalagi ini untuk kedua orangtua.



Kamu, anak tunggal yang di luar sana, mari kita saling menguatkan. Hidup ini memang berat. Tapi, kamu, aku, kita nggak sendiri. Semangat berjuang merawat kedua orangtua, insyaallah, surgaNya di depan mata. Aamiin.

44 komentar:

  1. Semoga Bundanya selalu sehat selalu nih ya Mbak aamiin ya rabbal alaamiin

    BalasHapus
  2. Asuransi itu memang sangat penting nih ya Mbak, terutama untuk orangtua

    BalasHapus
  3. Hmm yang sabar nih ya Mbak. Semoga sehat selalu nih ya Mbak ibunya

    BalasHapus
  4. Iya nih Mbak dengan adanya asuransi ini memang bisa memudahkan ya Mbak

    BalasHapus
  5. Wah bermanfaat banget nih Mbak artikelnya. Terima kasih atas informasinya

    BalasHapus
  6. Iya juga nih Mbak biaya rumah sakit itu memang semakin mahal juga

    BalasHapus
  7. semangattt mba, semoga ibunya tambah sehat, sembuh seperti sedia kala, aku juga belum ada asuransi selain bpjs, emang ya asuransi penting kalau saat genting, pas kita mendadak sakit atau ortu/suami sakit

    BalasHapus
  8. Semoga bunda nya selalu sehat ya mbak.
    Asuransi memang penting ya, jadi inget anak masuk RS krn DBD, 3 hari biayanya mihiil, nggak punya asuransi.

    BalasHapus
  9. bener juga ya, mbak.
    saya jadi baru sadar kalau jadi anak tunggal itu ya banyak juga tanggung jawabnya. Saya sendiri punya 3 saudara, jadi semuanya ditanggung bareng-bareng.

    semoga orang tua masa kini lebih banyak persiapannya, jadi nanti kalau sudah menua, sudah punya dana pensiun, asuransi pun aktif dan dicover dengan dana pensiun yang disiapkan dari sekarang. jadi nggak ada lagi drama-drama untuk anak tunggal di luar sana.

    BalasHapus
  10. Bener sih, tapi kalau inget bpjs tuh agak sedih akutuh. Entahlah kudu ngadu kemana, huwaaaa ((lap))

    BalasHapus
  11. Bismillah, selalu ada rezeki dan jalan keluar dari arah yg tdk disangka2 yaaa
    Semoga semua selalu sehaaattt
    --bukanbocahbiasa(dot)com--

    BalasHapus
  12. Saya sempat kapok punya asuransi. Memang salah saya juga yang langsung tergiur dengan berbagai penawaran tanpa pertimbangan panjang. Malah ketemu asuransi yang salah.

    Sampai suami bilang kalau asuransi itu perlu. Itupun saya masih menyerahkan semua keputusan di dia. Kemudian, anak saya harus opname. Biayanya tertolong sama asuransi. Sejak itu, saya mulai sependapat kalau asuransi kesehatan itu penting

    BalasHapus
  13. Semangat mba, bersyukur dikasih kesempatan merawat oorang tua mba,kaya aku rasanya masih kurang merawat orang tua aku

    BalasHapus
  14. BPJS itu manfaat, saya ketolong banget pakai BPJS, sebenarnya meski gak balik tapi prinsipnya tolong menolong ya. Semoga ibu mba sehat selalu

    BalasHapus
  15. betul mba aku anak bungsu tapi turut bertanggung jawab untuk masa tua, orangtua ku terlebih beliau sudah lansia dan single parent jadi aku yang support.

    BalasHapus
  16. Semoga ibu selalu diberi kesehatan yah mbak dan mbak juga diberkan kekuatan untuk merawat ibunya. Semangat terus yah mbak

    BalasHapus
  17. Wah asuransi yah, memang harus pinter pilih2 nih. Semoga Ortu kita selalu sehat2 ya mba.

    BalasHapus
  18. Waaah anak tunggal ya? Pas banget ini artikel barusaja aku ngurus bapakku kepake semua asuransi. Bapakku pakai yakkes kantornya dulu. Memang repot bikin pengantar tapi fasilitasnya diatas BPJS. Suatu hari, pas mau kontrol, malah kumat & masuk UGD. Daripada kelamaan ngurus yakkes, akhirnya pake BPJS. Tinggal sodorin kartu BPJS, nggak perlu ngurus apa2 lagi. Gratis. Alhamdulillah semua bermanfaat.

    BalasHapus
  19. Ibumu pantas jadi kakakmu, Ka, masih mudaaaa.
    Semoga Ibu segera pulih dan diberikan kesehatan seperti sediakala.
    Aku udah 4 tahun mendaftarkan bapak ibu dan adikku yang tinggal serumah di BPJS, karena murah sih. Dan sebelumnya waktu bapak operasi prostat itu belum ada BPJS bayar sendiri habis banyak, alhamdulillah Allah kasih rejeki dari suamiku.

    BalasHapus
  20. Alhamdullilah selalu Ada jalan jika berhubungan dengan orangtua. Asuransi memang penting buat membantu.kita keluar dari masalah kesehatan

    BalasHapus
  21. Alhamdulillah ortu ku pensiunan jadi untuk urusan biaya kesehatan sudah dijamin, tapi aku tetap urus BPJS kesehatan untuk mereka juga buat jaga-jaga kalau lagi keluar kota.

    BalasHapus
  22. Tos kak, aku pun akan tunggal dan punya pemikiran yang sama… malah kalua kata ibuku, justru ada sisi positifnya aku jadi anak tunggal, karena kan pahala yang harus nya dibagi-bagi bisa aku ambil sepenuhnya… Hehehe...

    BalasHapus
  23. Kayanya pesan ini bagus juga ditujukan ke banyak orang deh mbak, bukan cuma buat anak tunggal ya. Sudah kewajiban kita juga merawat orang tua ya. Allhamdulillah ortuku masih dicover kesehatannya sama perusahaan dulu tempat bekerja.
    Kalau inget BPJS aku pernah tuh gak dibayar2 soaknya merasa gak butuh & gak pernah dipakai karena punya asursni kesehatan pribadi dan kantor. Nah ternyata BPJS wajib aku harus membayarkan dulu yang tertunggal untuk 4 orang (satu kk), kapok deh habis itu. Pesanku BPJS itu wajib punya deh buat siapapun kalau ada rezeki lain usahakan punya asuransi juga (bantu banget aku sudah tertolong karena ini)

    BalasHapus
  24. Berat banget yaa, kak...jadi anak tunggal.
    Aku punya sepupu yang juga anak tunggal, laki. Pas mau nikah..Ibunya ikut campur terus.
    Jadi memilih calon aja saringannya luar biasa.

    Tapi kalau dipikir-pikir, anak- tetaplah anak dengan segala ketidak dewasaannya.
    Semoga ada hikmah yang bisa dipetik dari setiap apa yang dialami.


    Salam hormat kagem Ibu, kak...
    Syafakillahu...semoga Allah mudahkan, lancarkan dan paringi kesehatan kembali.

    BalasHapus
  25. Asuransi kesehatan bagiku wajib banget sih mba untuk semua orang baik dia anak tunggal ataupun tidak soalnya sekarang kalau sakit mahal sekali biayanya.. ya minim ada BPJS kalau ada yang lain lebih bagus

    BalasHapus
  26. Salfok sama ibunya yg keliatan muda banget sempat bingung yg mana anak yg mana ibu..hahaha

    BalasHapus
  27. Iya mbak, asuransi itu penting banget, yah itung itung nabung gitu, tabungan dana darurat, seperti misalnya sakit yang mendadak harus dioperasi dll. Alhamdulillah ibu sudah baikan ya mbak, moga sehat selalu

    BalasHapus
  28. kalau bisa kita memang siap dengan segala kemungkinan ya mbaaa..asuransi kesehatan ini sangat penting untuk kita semua

    BalasHapus
  29. Asuransi tuh penting banget ya, siapapun harus punya asuransi, istilahnya sedia payung sebelum hujan lah.

    BalasHapus
  30. Semoga ibunya sehat2 selalu ya mbak. Iya asuransi emang penting ya, minimal kita punya BPJS. InsyaAllah merawat ortu akan jadi amalan buat kita anak-anaknya ya mbak aamiin

    BalasHapus
  31. Jadi anak tunggal berat ya, mba. Temenku banyak cerita juga, saat sulit dengan ortu jadi gada temen diskusi, hiks. Dan asuransi itu memang penting ya, mba

    BalasHapus
  32. Masih muda banget ibumu ya mba
    sehat selalu ibuk, alhamdulillah ibuku sudah ada asuransi mba, lega
    malah aku yang belum hahaha

    BalasHapus
  33. Anak yang baik dan penurut menjadi pelita bagi orang tua di masa senja mereka. Salut!

    BalasHapus
  34. Jujur nih aku smpet iri sama anak tunggal. Ngeliatnya kok enak gitu, apa2 bakal dikasih sama orang tuanya. Karena ya anak satu2nya fokus ke dia doang. Ternyata kok tanggung jawabnya gede. Oh iya smpet baca2 sih mbak asuransi itu yg banyak dibutuhin asuransi kesehatan sama asuransi jiwa. Bener ya, secara kita ngga tau kapan sakit itu datang..

    BalasHapus
  35. setuju, tapi aku masih pakai bpjs aja sih hehehe, alhamdulillah baru sekali dipakai selama ikut dan semoga sehat selalu ya kita semua aamiin

    BalasHapus
  36. Ya, anak tunggal saat kecil juga mendapat seluruh materi dan perhatian ortu secara full tanpa terbagi, ya. Jadi, sudah besar pun kudu membalas kebaikan ortu seorang diri. Tetap semangat!

    BalasHapus
  37. Saat ada anggota kelg kita yg sakit memang sediih sekali ya..apalagi ibu tercinta. Untung sdh tercover asuransi ya Ika.. salam hormat utk Ibu..semoga sehat selalu..

    BalasHapus
  38. Baru tau aku kalo bu guru anak tunggal. Memang penting banget si asuransi kesehatan. Sekarang aku baru pake bpjs aja si alhamdbulilah kepake pas lahiran kmr. Sehat2 selalu ya insyaallah

    BalasHapus
  39. Saat ini cuma pake bpjs dari kantor aja sih mba, udah dari awal tahun mau daftar asuransi sekalian buat orang tua juga soalnya mereka juga udah ngeluh asam urat mulu
    Tapi sampe sekarang masih bingung mau pilih asuransi yang mana soalnya banyak banget pilihannya

    BalasHapus
  40. Anak tunggal maupun anak banyak, sebenarnya sama kok urusan merawat orang tua. Karena ada juga yang nggak tinggal satu kota dengan orang tuanya. Jadi tiap anak pasti punya masalah yang berbeda ketika menjumpai orang tuanya sakit. Sabar ya, semoga ibu lekas sehat kembali

    BalasHapus
  41. Semoga penyakit yang diderita ibu segera sembuh ya Mbak, dan Mba Ika dimampukan Allah buat merawat beliau. Aku cuma bisa bantu doa dan ngasih pelukan maya 😢

    BalasHapus
  42. Alhamdulillah ibu sudah sehat dan semoga sehat selalu ya mbak. Makasih artikelnya, bermanfaat banget ini

    BalasHapus
  43. Meskipun anak tunggal, bu guru yang satu ini luar biasa tangguh loh. Bisa mumpuni mengatasi berbagai macam persoalan hidup. Selalu kuat dan tangguh ya bu guru :*

    BalasHapus
  44. Benar sekali. Asuransikan orang tua itu artinya tidak menanggung semua beban di pundak seorang diri. JIka orang tua sakit, setidaknya ada uang asuransi yang akan mengcover biayanya. Bagi anak tunggal yang tidak memiliki saudara, hal ini mesti benar benar dipertimbangkan loh.

    BalasHapus

Maaf ya teman-teman untuk sementara komentar saya moderasi. Selain banyaknya spam yang masuk, saya juga ingin membaca satu per satu komentar yang masuk dan bisa berkunjung balik ke blog teman-teman. Happy Blogging!