Senin, 27 Juni 2022

Asuransi Kesehatan Astra Life, Ternyata Murah, Cashless dan Online Pula

Ini anak sulungku, Kak Ghifa yang sedang menikmati nila bakar.
Setahun terakhir, setiap sebulan sekali keluarga kami ada kebiasaan makan di luar

Kalau sekali mengajak keluarga kecilku ke tempat makan seperti di atas, tahu kan kira-kira habis berapa untuk dua orang dewasa dan satu anak? Pasti di atas 100 ribu. Kalau urusan perut saja, enteng, kenapa untuk asuransi kesehatan #AstraLife yang sebulan hanya 100 ribuan tidak jadi prioritas, ya?

Santai, ini ngomong dengan diriku sendiri kok. Hihi.

*** 

Seringkali kita dipaksa oleh keadaan untuk belajar tentang kehidupan.

Dulu, saat masih serumah dengan bapak dan ibuku, apa pernah aku mikir tentang asuransi kesehatan? Duh, boro-boro, belajar mengelola keuangan keluarga saja tidak pernah.

Ah, santai banget. Bisa dibilang, aku itu njagake, kan ada bapak dan ibu, kalau ada apa-apa ada yang memback-up

Allah murka kali, ya.

Ehm, bukan-bukan.

Lebih tepatnya Allah ingin aku dan suami mau belajar hidup mandiri. Diambillah ibuku, kemudian bapakku menikah lagi dan ikut dengan istrinya. Akhirnya tinggal aku, suami, dan balitaku dengan keuangan keluarga yang tidak jelas.

Kaget? Pasti. Sampai-sampai kami pernah salat ashar berjamaah yang diakhiri dengan tangis bersama karena tidak tahu nanti malam makan apa. Akan tetapi, percayalah satu hal dan ini insyaallah pasti, bahwa semua yang ada di muka bumi ini sudah dijamin oleh Allah.

Mengapa aku bisa berkata demikian? Karena saat malam menjelang, saat itu, ada orang yang mengantar makanan ke rumah kami. Allahuakbar.


Bersama kesulitan pasti ada kemudahan.

Aku beruntung, Allah tak lama menguji kesabaranku. Tangisan duka tak bisa makan, alhamdulillah, tak lagi menghampiri. Kabar diangkatnya aku menjadi CPNS, setahun pengabdian kemudian menjadi PNS, membawa angin semilir untuk keuangan keluarga. Nah, semenjak inilah, mau tidak mau, karena anakku juga sudah sekolah, kemudian aku diberikan rezeki anak kedua, pengelolaan keuangan keluarga harus kutata. Harus.

Kasihan anak-anakku nanti.

Maret 2022, aku resmi jadi guru PNS setelah 8 tahun mengabdi menjadi guru honorer

Bagaimana caranya?

Belajar secara otodidak kepada ahlinya.

Enaknya jadi generasi milenial, apalagi anak-anak sekarang, mau belajar apapun tinggal buka internet. Semua ada. Gratis pula.

Termasuk aku, belajar mengelola keuangan, ya, dari internet. Salah satu perencana keuangan yang sering kusambangi akun instagram milik Mbak Prita Hapsari Ghozie. Dari beliau, setiap awal bulan aku selalu membuat engkrengan atau catatan keuangan. Untuk apa saja gajiku selama sebulan ditambah pendapatan harian suami?


Kurang lebih begitulah engkrengan keuangan keluarga kecilku, dengan gajiku per bulan sekitar 3 juta dan pendapatan suami pas ada job per hari Rp 120.000.

Apakah dengan gajiku dan pendapatan suami seperti di atas #LoveLife keluarga kami mulus-mulus saja?

Guruku pernah berpesan,

"Semua pasti ada harga yang harus dibayar dari yang kita terima di dunia."


Diberikan-Nya aku tes kehidupan. Lagi.

Santai, bukankah sejatinya kita hidup untuk menghadapi tes demi tes kehidupan?

Dulu, pas masih jadi guru honorer dengan gaji yang hanya ratusan ribu bisa makan 'kan? Sekarang, gaji aman-aman saja, aku diberi lingkungan kerja yang menuntutku kerja berkali-kali lipat dari sebelumnya. Bahkan, aku sering cerita dengan suami, "Mau menyandarkan punggung saja sampai tak bisa."

Dari pukul 07.00 - 12.10 ngajar, setelah itu membina anak-anak yang lomba, salat, makan siang, lanjut membuat RPP untuk besok pagi. Pulang kerja pukul 14.00 saja belum tentu semua sudah beres. Mau tidak mau, saat bayiku tidur, aku membuka laptop lagi untuk melanjutkan pekerjaan yang belum terjamah. Hampir setiap hari seperti itu.

Kalau sesekali aku mengeluh, boleh 'kan? Menyerah, jangan!

Sebenarnya, dengan pola kerja seperti itu, ada satu hal yang kukhawatirkan, yaitu ambeienku. Semenjak kelahiran bayiku, yang saat ini sudah berusia 11 bulan, ambeienku sudah pernah bermasalah dua kali. Saat BAB tiba-tiba keluar darah mengucur dan itu membuatku keliyengan. Kalau sampai terjadi hal yang lebih dari itu, terus piye? Aku takut.

Ambeienku ini bisa kambuh begitu saja kalau pola makanku ngawur. Ini sering terjadi saat aku banyak kerjaan di sekolah dan tidak sempat masak. Jadi, makanan apa saja kulahap. Asal cepat. Tak jarang makan mie instan yang pedas sekali jadi langganan. Selain itu, bisa kambuh disaat aku sedang stres atau kelelahan bekerja.

Aku ada rencana ingin operasi saat bayiku berusia 2 tahun. Akan tetapi, rasa was-was kalau keadaan darurat terjadi selalu menghantuiku. Makanya, aku pernah bincang-bincang dengan suami, kalau mempunyai asuransi kesehatan lain yang bisa diandalkan saat keadaan darurat mungkin nggak ya? Asalkan preminya (bayar iurannya) tidak yang mahal-mahal lah.

Ternyata ada lho.

Yaitu, asuransi kesehatan dari Astra Life dengan nama produk Flexi Hospital & Surgical Protection. Adalah produk asuransi kesehatan yang diterbitkan oleh PT ASURANSI JIWA ASTRA yang memberikan manfaat penggantian biaya perawatan bagi kita dan keluarga dengan fasilitas cashless di rumah sakit di Indonesia dengan premi yang terjangkau.

Cashless?

Premi yang terjangkau?

Kenapa aku tertarik ingin tahu lebih jauh tentang Flexi Hospital & Surgical Protection? Ada beberapa hal, diantaranya akan aku bagi juga untukmu, siapa tahu kamu juga membutuhkannya.


Pertanyaan pertama setelah tahu nama produk asuransi kesehatan adalah, premi per bulannya berapa? Benar, bukan? Sama, aku juga. Nah, pada Flexi Hospital & Surgical Protection kita bisa menge-cek kira-kira besaran premi kita per bulan.

Caranya sangat mudah lho. Masuk saja di website ilovelife.co.id , kemudian pilih menu Health, klik Flexi Hospital & Surgical. Di sana ada pilihan untuk memasukkan data sesuai dengan keadaan kita. Aku sudah coba lho dan hasilnya seperti ini.

Tuh kan, premi per bulannya hanya Rp 134.800. Terjangkau bukan? Coba deh, kamu cek juga. Besar kecilnya premi ini dipengaruhi usia, harga rawat inap yang kamu inginkan, dan juga limit tahunan, ya. Pas aku baca di websitenya, asuransi kesehatan ini bahkan menawarkan premi mulai dari pembayaran premi Rp1.171.000 per tahun atau kalau dihitung per bulan hanya Rp 97. 583 ribu.

Selain menikmati kelebihan premi yang terjangkau, saat mendaftar asuransi kesehatan Flexi Hospital & Surgical Protection ini tidak perlu ada cek medis terlebih dahulu. Cukup mengisi data pernyataan kesehatan saja yang tercantum dalam website. Sudah, beres! Nggak perlu datang ke kantor. Semua kan serba online sekarang.

Kok ada keterangan free medical check-up?

Iya, tahu sendiri kan ya berapa biaya yang harus kita keluarkan kalau mau medical check up secara lengkap? Nah, kalau memiliki asuransi kesehatan ini, setelah dua tahun, kita bisa menikmati layanan free medical chesk-up lho. Agar lebih jelas, berikut aku tampilkan ilustrasinya.

Untuk jenis medical chek-upnya apa saja? Bisa dilihat di bawah ini, ya.


Asuransi kesehatan Flexi Hospital & Surgical ini memberikan perlindungan kesehatan yang komprehensif. Mulai dari biaya kamar dan akomodasi sampai biaya cuci darah. Semua akan dibayarkan sesuai tagihan. Oiya, aku ada ilustrasi berikut sebagai gambaran lebih detailnya, apa to yang dimaksud sesuai tagihan?

Berkiatan dengan cashless, kamu yang pernah menemani keluarga atau saudara yang dirawat di rumah sakit pasti tahu betapa lama dan repotnya mengurus administrasi saat masuk maupun kepulangannya. Pengalamanku dulu, perawat rumah sakit memberikan berkas pukul 10.00 dan ibu baru bisa dibawa pulang setelah aku selesai mengurus administrasi mendekati waktu ashar. Kalau dengan asuransi kesehatan yang membuat #TagihanRSjadiRingan ini kan tinggal menunjukkan e-card yang tersimpan di HP, urusan beres. Nunggu lama? Bye bye.

Kalau bisa memilih, siapa sih yang mau sakit? Kita kan hanya bisa berusaha dan mempersiapkan dengan baik apabila keadaan darurat terjadi sewaktu-waktu.

Flexi Hospital & Surgical Protection memberikan pembiayaan kamar rawat inap hingga 2 juta/hari. Perawatan penyakit tertentu yang membutuhkan proses berkali-kali tentu saja akan menghabiskan biaya yang cukup banyak. Memilih layanan Flexi Hospital & Surgical Protection adalah bentuk perlindungan yang tepat untuk kita dan keluarga.

Itulah informasi yang bisa kubagi setelah kupelajari lebih lanjut tentang asuransi kesehatan Flexi Hospital & Surgical Protection. Kamu bisa mengulik lebih lanjut melalui websitenya, yaitu ilovelife.co.id. Bisa juga mention dan tanya-tanya langsung lewat DM di instagram @ilovelife.co.id dan @astralifeid lho.

***

Yuk, kalau orang bilang generasi milenial sepertiku ini gila bekerja, okelah! Tapi, jangan sampai lalai dengan kesehatan. Atur waktu, atur keuangan, atur juga asuransi kesehatannya. Siapkan dari sekarang juga, jangan nanti!

Setiap pagi, setiap hendak pergi bekerja, niatkan selalu untuk kerja ikhlas, jujur, dan jangan pernah sombong. Insyaallah nanti akan diberikan jalan terbaik dari Allah.

Bismillah, 13 bulan lagi operasi ambeienku! 

Kerja maksimal, keluarga, ya, jangan ditinggal.


Sumber bacaan:

https://www.astralife.co.id/beta/wp-content/uploads/2022/05/Flyer-Fasilitas-Tambahan-Medical-CheckUp-Flexi-Hospital-Surgical.pdf

https://ilovelife.co.id/products/product-flexi-hs/5275

Kamis, 02 Juni 2022

Apakah Perlu Bekerja dengan Sempurna?

 


Apakah perlu bekerja dengan sempurna?

Saat murid-murid sedang melaksanakan penilaian akhir tahun atau kenaikan kelas, eh, tiba-tiba seorang guru sakit dengan alasan kelelahan setelah lembur nilai? Kok bisa?

Pagi tadi aku mendapat pesan kalau guru kelas sebelahku sakit.

Selasa lalu, dia memang sudah meriang. Beliau juga sudah mengeluh di depan teman-teman guru lainnya kalau badannya lagi nggak fit. Kupikir, tepatnya lumrahnya, kan kemarin sudah libur satu hari, beliau bisa menggunakan kesempatan libur itu untuk istirahat karena kebetulan juga masih lajang.

"Capek lembur nilai, ya?" tanyaku.

"Tahu aja."

Tearkih bertemu, kulihat di motornya memang ada banyak berkas soal dan administrasi kelas. Makanya aku menebak demikian.

Ini bukan kali pertama 'kesalahan' tersebut dilakukan oleh beliau. Waktu rapotan semester 1 kemarin pun beliau yang paling akhir membagikan rapot bahkan di hari berikutnya dan siang hari.

(Wali murid dan anaknya pasti bertanya-tanya, bukan? Yang lain sudah dibagi, kenapa kelas ini belum sendiri?)

Kalau kuamati, beliau memang sangat rapi pekerjaannya. Bahkan paling rapi di antara semua guru. Detail, lengkap, dan sangat teliti, akan tetapi banyak yang berceletuk,

"Apa gunanya sempurna, paling top, kalau tidak sesuai jadwal? Sama saja bohong."

Kurasa memang bekerja di ranah apapun, pasti kita dipatok untuk kerja maksimal, hasilnya terbaik, pun sesuai deadline. Betulkan?

Sejujurnya, dulu, pas zaman kuliah, aku juga miss perfect banget nget lho. Sampai-sampai aku rela tidak tidur untuk mendapatkan hasil yang terbaik dan pastinya sesuai deadline.

Eh, pas kerja, masih lajang, itu bisa kuaplikasikan. Akan tetapi, saat punya anak satu, apalagi sekarang beranak dua yang satu masih bayi, rasa-rasanya mau jadi miss perfect kok mikir berkali-kali. Banyak hal yang akan kukorbankan.

Menjadi guru, makin ke sini, pekerjaannya itu memang semakin banyak dan penuh tantangan. Pekerjaan sakdetsaknyet alias tiba-tiba. Rasanya, bekerja mulai pukul 07.00 sampai 14.00 pun tidak cukup. Mau membawa pekerjaan ke rumah masih sering kelewatan karena bayi rewel minta kelon.

Kini aku bekerja sesuai tupoksiku saja, tapi tetap semaksimal mungkin tanpa mengorbankan siapapun termasuk diriku sendiri. Fleksibel-lah.

Pesan dari kepala sekolahku yang patut direalisasikan,

"Kerjakan setiap hari tanpa lembur."

Kalau menurutmu, mendapati apa yang dialami temanku ini, bagaimana? Pelajaran apa yang bisa kamu ambil?

Secara tulus kutuliskan kisah ini bukan untuk menghakimi seseorang, melainkan mengambil pelajarannya.

Kamis, 19 Mei 2022

Wajib Masuk Bucket List, Ini Kota Terbaik untuk Destinasi Liburan di Pulau Jawa


Pulau Jawa adalah pulau terpadat di Indonesia. Meski begitu, tak cuma untuk ditinggali, Pulau Jawa juga menjadi surga bagi para wisatawan. Di pulau ini bisa ditemui berbagai destinasi liburan terbaik di Indonesia. Ada banyak destinasi wisata untuk dikunjungi, mulai dari wisata alam, gunung, laut, dan tempat lainnya. Makin lengkap, pulau Jawa juga menjadi tujuan utama bagi para wisatawan untuk menikmati wisata kuliner. 

Berbagai tempat wisata di Pulau Jawa bisa ditempuh dengan cara yang mudah. Berbagai kota menghadirkan tempat wisata yang dapat diakses dengan transportasi yang lebih murah, namun tetap nyaman. Kamu dan para wisatawan bisa memilih transportasi darat seperti naik bus DAMRI atau dengan kereta.

Kamu bisa memulai liburanmu dengan membuat rencana mengenai tempat wisata mana saja yang akan dikunjungi. Sebagai rekomendasi, berikut ini kota terbaik di Pulau Jawa dengan beragam destinasi wisata unggulan yang dimilikinya.

1.Bandung

Destinasi pertama ini tak jauh dari ibukota Jakarta. Kota yang dijuluki dengan sebutan Paris Van Java ini tak pernah kehabisan pesonanya bagi para pelancong. Bandung punya beragam tempat wisata yang paling pas dikunjungi saat akhir pekan atau ketika musim liburan telah tiba.

Beragam tempat wisata menarik ada di ibukota Jawa Barat ini. Kamu bisa mencoba berbagai aktivitas seru dan menyenangkan. Sebut saja, kamu bisa melihat indahnya Gunung Tangkuban Parahu, berkemah di Lembang, atau berkeliling di jalanan Kota Bandung sambil melihat Gedung Sate dan Museum Asia Afrika.

Yang tak boleh terlewatkan adalah berbagai kuliner khas Kota Bandung. Jangan lupa untuk mencicipi enaknya batagor, sedapnya mie kocok, hingga bakso cuanki yang punya cita rasa otentik.

2.Yogyakarta

Kota berikutnya pasti menjadi top of mind dari para wisatawan. Kota Yogyakarta punya pesona tersendiri bagi para pengunjungnya. Bukan tanpa alasan, Kota Yogyakarta dicintai karena destinasi wisata yang ada didalamnya dan daya tarik budayanya.

Kamu bisa menikmati pemandangan Kota Yogyakarta dengan segala keramahannya di tempat ikoniknya, yaitu kawasan Malioboro. Kota Yogyakarta juga menjadi rumah dari banyak situs bersejarah, salah satunya adalah Candi Prambanan.

Terakhir, jangan lupa untuk mencicipi kuliner khas dari Kota Pelajar ini yaitu Gudeg dan mengunjungi indahnya pantai Parangtritis.

3.Malang

Bicara soal destinasi liburan, Kota Malang adalah salah satu yang menjadi favorit banyak orang untuk dikunjungi. Kota yang terletak di Jawa Timur ini punya banyak tempat menarik yang bisa kamu eksplor saat liburan.

Saat berlibur di Kota Malang, kamu bisa memulai liburanmu dengan mengunjungi tempat-tempat wisata seperti Gunung Bromo dan Jatim Park. Berbeda dengan kota lainnya, Malang menawarkan wisata unik yang tiada duanya, yaitu dengan mengunjungi Kampung Warna-warni Jodipan, Museum Angkut, dan Alun-alun Kota Malang.

Kamu juga bisa menghabiskan waktu dengan menikmati wisata alam sambil memetik buah apel khas Malang dan berkunjung ke Festival Batu Night Spectacular.

4.Semarang

Kota favorit selanjutnya di Pulau Jawa yang bisa kamu kunjungi adalah Semarang. Terletak di jantung Provinsi Jawa Tengah, Kota Semarang punya beragam tempat menarik yang tak kalah dengan kota lainnya. Mulai dari tempat wisata alam hingga wisata rohani, semua bisa kamu kunjungi di kota ini.

Pertama, kamu bisa mencoba untuk berkunjung ke Lawang Sewu yang ikonik di Semarang. Tempat wisata yang dijuluki Seribu Pintu sudah berdiri sejak tahun 1904 dan menjadi bangungan bersejarah yang punya keunikan tersendiri.

Tak hanya itu, kamu juga bisa melihat sejarah sambil berburu spot foto instagramable di bangunan lainnya, seperti Klenteng Sam Poo Kong dan Kawasan Kota Lama. Sambil berkeliling, jangan lupa juga untuk mencicipi kuliner khas kota ini, yaitu lumpia.

5.Surabaya

Kota yang punya latar belakang sejarah mengagumkan ini juga menjadi destinasi yang tepat untuk dijadikan tempat berlibur. Surabaya punya berbagai tempat menarik yang tak akan mengecewakan bagi para turis.

Kamu bisa memulai petualangan dan liburanmu di Kota Pahlawan ini dengan mengunjungi berbagai bangunan ikonik, seperti Tugu Pahlawan, Museum 10 November, dan Tugu Suro dan Boyo.

Tak hanya itu, kamu juga bisa mengeksplor kekayaan fauna di Indonesia mengunjungi Kebun Binatang Surabaya dan menelusuri indahnya Mangrove di Ekowisata Mangrove.

Nah, itu dia lima kota di Pulau Jawa yang layak untuk kamu kunjungi. Agar liburanmu makin nyaman dan anti repot, kamu bisa lebih dulu menyiapkan akomodasinya secara online lewat Traveloka.

Mulai dari tiket pesawat sampai tiket kereta, kamu bisa mendapatkannya di Traveloka Superapp. Tak hanya itu, kamu juga bisa memesan rental mobil untuk teman perjalananmu di kota tujuan nanti hanya di Traveloka Rental.

Jadi, sudah siap berlibur? Pastikan liburanmu berjalan lancar dengan Traveloka dan jangan lupa manfaatkan promo spesial, seperti Traveloka EPIC Sale!

Kamis, 21 April 2022

Deretan Stasiun Kereta Api Terbaik di Indonesia

Tak terasa, bulan Ramadhan 1443 H sebentar lagi telah tiba. Ada banyak kegiatan yang dilakukan pada bulan suci ini seperti tetap bekerja, tetap bersekolah, berpuasa, menyiapkan menu makanan berbuka puasa, ngabuburit, dan juga persiapan mudik hari raya.

Pemerintah memperkirakan setidaknya ada lebih tujuh puluh juta jiwa masyarakat yang akan melakukan pulang kampung pada tahun 2022. Angka ini disinyalir hampir mirip dengan angka dari jumlah pemudik pada tahun 2019, setahun sebelum pandemi.

Mudik memang menjadi aktivitas yang selalu ditunggu-tunggu oleh semua lapisan masyarakat. Terutama para perantau yang sepanjang tahun harus bekerja di luar kota kelahiran. Selain itu, pemerintah juga menyediakan cuti bersama yang cukup panjang di momen lebaran sehingga masyarakat bisa menikmati waktu bersama keluarga lebih lama dibanding waktu-waku lainnya.

Ada banyak pilihan moda transportasi yang bisa digunakan oleh pemudik. Misalnya saja, kereta api yang juga menjadi moda transportasi favorit sebagian orang. Hal ini dikarenakan harga tiketnya relatif terjangkau, juga fasilitas dan layanan yang semakin baik dari waktu ke waktu. Untuk bisa naik kereta, kalian cukup cari tiket kereta di Traveloka saja, biar tak perlu repot ke stasiun.

Nah, berbicara tentang stasiun, apakah kalian tahu tentang stasiun-stasiun yang ada di Indonesia? Kalau belum, kita cari tahu sama-sama yuk!

1. Stasiun Tugu, Yogyakarta

Stasiun Tugu dibangun oleh perusahaan kereta api milik pemerintah yaitu Staatsspoorwegen (SS). Stasiun Tugu pertama kali dioperasikan untuk umum pada tanggal 12 Mei 1887 yang melayani jalur Yogyakarta-Cilacap.

Bangunan Stasiun Kereta Api Tugu Yogyakarta merupakan stasiun pulau yang diapit oleh jalur-jalur kereta api.

Stasiun Tugu memang merupakan salah satu cagar budaya yang terus dirawat dan diperbaharui tanpa meninggalkan sejarahnya. Saat ini Stasiun Tugu melayani rute-rute jarak jauh ataupun dekat. 

Ada banyak kereta jarak jauh dan kereta lokal di sana. Bangunan Stasiun Tugu terkenal tebal dan kokoh, terbukti pada tahun 2007 kota Yogyakarta diguncang gempa, stasiun tersebut mengalami kerusakan minim.

Spot-spot yang ada di stasiun ini sangat menarik dan cocok untuk foto-foto.

2. Stasiun Gubeng Lama

Sebelum stasiun Tugu dibangun, ternyata Stasiun di kota Surabaya telah ada lebih dulu. Stasiun Gubeng merupakan salah satu stasiun kereta api milik Staatsspoorwegen yang diresmikan pada 16 Mei 1878 sebagai bagian dari proyek pembangunan jalur kereta api Surabaya–Pasuruan. Stasiun ini pertama kali dibangun di sisi barat rel kereta api.

Bangunan stasiun Gubeng lama tampak sangat menarik karena dibangun di era kolonial. Tampak vintage serta autentik. Sekarang stasiun Gubeng sendiri ada dua. Pertama stasiun Gubeng lama yang melayani keberangkatan kereta Ekonomi dengan tujuan seperti Malang, Banyuwangi, Jakarta, dan Bandung.

Sedangkan Stasiun Gubeng Baru khusus melayani kereta eksekutif dan bisnis dengan rute yang hampir sama. Jadi, apabila kalian hendak melakukan perjalanan dengan kereta api dari Kota Surabaya, pastikan jenis kereta kalian terlebih dulu agar tidak tertukar stasiun pemberangkatannya.

3. Stasiun Semarang Tawang

Stasiun Tawang dirancang oleh seorang arsitek berkebangsaan Belanda bernama Sloth-Blauwboer dan diresmikan pada tanggal 1 Juni 1914. Sebelumnya, pada tahun 1911 dilakukan peletakan batu pertama oleh Anna Wilhelmina van Lennep, putri Kepala Teknisi di NISM.

Tahukah kalian kalau lokasi Stasiun Tawang sangat strategis? Stasiun ini terletak di sebelah utara kawasan Kota Lama Semarang yang pada saat itu menjadi pusat perdagangan di Semarang. 

Kendati berlokasi strategis, menurut sejarah wilayah di utara Kota Lama Semarang masih berupa rawa dengan tanah yang labil. Nah, dalam upaya mengatasi hal tersebut, pembangunan awal yang dilakukan adalah dengan memadatkan tanah menggunakan lempengan pelat beton selama berbulan-bulan. Agar tanah benar-benar kuat dan bisa menanggung beban di atasnya.

Bangunan stasiun Semarang Tawang meski sudah dipugar, tapi tetap cantik dan autentik. Stasiun ini memiliki jalur kereta ke arah Solo dan Yogyakarta serta memiliki jalur khusus ke kantor NIS (sekarang menjadi Lawang Sewu).

Nah, itu dia deretan stasiun peninggalan sejarah yang bisa kalian kunjungi sembari mudik. Jangan lupa untuk apresiasi kinerja PT. KAI yang berhasil mengelola stasiun sehingga tampak rapi dan asyik, ya!

Jumat, 01 April 2022

Curhat Menyambut Hari Pertama Puasa

Apa, ya? Aku sebenarnya bingung mau menulis dari mana. Karena sudah lama juga tidak menulis blog.

Baiklah, karena aku percaya bahwa pikiran itu maha dahsyat, ingin rasanya menuliskan keluh kesahku dalam menyambut hari pertama puasa tahun 2022 ini.

Inginku, setelah mencurahkannya dalam bentuk tulisan, hal-hal berikut tidak lagi mengganggu keseharianku. Jadi, puasaku kali ini lebih pol-pol an.

Pertama,

Ini adalah puasa tahun ketigaku tanpa ibuk. Buk, apa kabar? Tak kupungkiri, seperti ada yang hilang, Buk. Aneh rasanya. Tapi, aku bisa apa? Hidupku harus kulanjutkan meski tanpamu. Tunggu aku di sana, ya, Buk.

Kedua,

Aku bingung, menyambut hari pertama puasa ini muncul pertanyaan, apakah aku bisa melewatinya? Tahun lalu aku hamil, kini ada bayi usia hampir 8 bulan, sedangkan yang momong bisa datang mulai pukul 07.00 dan selama ramadan nanti minta pulang pukul 15.00. Kemudian, aku masaknya bagaimana? Adakah ide?

Ketiga,

Surat edaran jadwal libur di hari pertama puasa belum juga ada. Sampai hari ini aku masih bekerja seperti biasa dan siswa kelas VI sedang melaksanakan tryout terakhir. Benarkah hari pertama puasa jatuh hari Minggu? Tak adakah libur di awal puasa ini?

Keempat,

Soal pekerjaan abi. Biasanya kalau bulan ramadan seperti ini proyek abi agak sepi. Semula ada rencana mau bikin usaha kuliner. Tapi, kupikir, ini nanti bakalan menyibukkan abi apa tidak sehingga ibadahnya malah nggak khusyuk dan jatuhnya lebih ke duniawi?

Sebenarnya bulan April ini aku dapat rezeki bertumpuk-tumpuk. Kalau untuk makan insyaallah cukup dengan gajiku. Akan tetapi, aku harus membayar hutang sekitar 3 jutaan.

Aku berdoa kepada Allah agar diberikan jalan terbaik. Terutama, aku dan abi tetap bisa ibadah ramadan dengan lebih khusyuk dibanding sebelumnya.

Kelima,

Masih urusan finansial lagi. Ternyata, ramadan kali ini aku harus memikirkan THR untuk yang momong bayiku, mertua, dan juga bapakku yang saat ini sudah tidak serumah denganku. Padahal akhir bulan nanti, seperti biasa aku harus nyicil angsuran hutang tinggalan bapakku. Ya Allah, cukupkanlah agar ibadahku bisa lebih khusyuk.

Keenam,

Soal ibadah, aku belum ada target apapun. Inginku, ramadan kali ini aku tidak hanya mikir soal duit duit dan duit terus. Aku ingin beribadah dan mendekatkan diri kepada Gusti. Izinkanlah, Ya Allah. Tadarus hayuk, tarawih juga.

Terakhir,

Halo, apa kabar setrikaanku yang menggunung? Insyaallah selama puasa nanti bisa menyetrika sedikit demi sedikit. Kalau mau manggil Mbak Sol, yang biasanya bantu nyetrika, duh, uangnya bisa dipakai buat yang lain dulu. 

Itulah yang saat ini sedang kugelisahkan dalam menyambut hari pertama puasa. Bismillah akan ada jalan rezeki Allah yang menutup semua lubang-lubang kegelisahanku ini. Aamiin.

Kamu, punya kegelisahan juga? Selamat menjalankan ibadah puasa hari pertama, ya. Jangan lupa bersyukur bisa sampai di hari yang mulia ini! Alhamdulillah.