Monday, 21 September 2015

Pertanyaan “Sudah Lahiran Belum?”

Assalamualaikum.

Sudah lama saya tidak posting tulisan ya. Terakhir adalah postingan tentang kuliner, Singkong Goreng Gurih dan Renyah yang saya posting dua hari sebelum melahirkan. Postingan ini, Pertanyaan “Sudah Lahiran Belum?” akan mengawali drama sebelum dan sesudah lahiran yang saya alami.

sumber gambar dari https://www.hellodoctor.co.id/52061/
Pertanyaan, “Kapan nikah?” rasa-rasanya sudah sangat familiar ya. Dan hampir setiap orang sudah mempersiapkan jawabannya. Nah, bagaimana dengan Pertanyaan “Sudah Lahiran Belum?” bagi ibu hamil dengan usia kehamilan tua? Ternyata sangat nendang lho!

Tak pernah terbayangkan muncul pertanyaan semacam itu sebelum saya melahirkan. Lebih tepatnya efek dari pertanyaan itu. Bagi saya, rasanya sungguh sangat menyiksa. Lebay? Biarin.

Menyiksa karena apa?

Dari dua petugas kesehatan, satu memprediksi Ghifa akan lahir tanggal 8 September, sedangkan yang satu pada tanggal 13 September. Itu pun bisa maju dan mundur. Berpatokan prediksi yang pertama, temtu maju mundurnya tak akan jauh-jauh dari tanggal 8 September. Saya pengennya sih lebih cepat lebih baik. Hal itu karena saya merasa tubuh ini sudah terlalu berat, seperti saya ceritakan di 8 Hal yang Harus Dilakukan Bumil Setelah Divonis Memiliki Berat Badan Di Atas Normal. Terakhir sebelum lahiran berat badan saya 78 kg lho. Jadi rasanya tuh berat banget.

Keinginan untuk segera melahirkan semakin menggebu. Apalagi mendengar kabar teman dan tetangga yang sudah melahirkan. Semakin iri lagi, saat ada teman yang prediksi lahirannya jauh lebih lama dibandingkan saya eh sudah lahiran. Saya jadi sedikit setres!

“Bu, kapan ya adik lahir?” tanya saya kepada ibu, melas.

Ibu hanya menjawab, “Santai, tinggal menunggu hari saja. Anak lahir itu kan sudah ada jadwal dari Allah. Nikmati saja.”

Setiap hari, saya menunggu hari melahirkan tiba dengan hati gundah gulana. Tanggal 8 pun terlewati. Saat periksa saya sampai mengeluh kepada bidan langganan saya, “Bu, kapan sih saya melahirkan? Sudah berat banget nih, Bu.” Bu bidan hanya meminta saya untuk bersabar. Sama dengan ibu.

Perasaan gundah semakin menjadi setiap kali ada orang atau tetangga yang melihat keadaan saya (hamil gendut banget dengan posisi perut yang semakin ke bawah) kemudian mengasihani keadaan saya yang tak kunjung lahiran juga. Sempat saya berpikir, dosa apakah saya sampai Allah mempersulit semua ini? *bodohnya diriku*

Puncak kegundahan saya tiba saat beberapa Pertanyaan “Sudah Lahiran Belum?” datang dari teman-teman lewat SMS, inbox FB, BBM, ataupun WA. Saking gundahnya, saya tak mau menjawab pertanyaan tersebut. Bahkan, ada perasaan takut tiap kali HP saya berbunyai. Ah, pasti Pertanyaan “Sudah Lahiran Belum?” lagi.

Apakah perasaan seperti itu wajar? Saya rasa wajar. Akan tetapi, ibu hamil harus selalu ingat kalau mereka wajib untuk selalu bahagia (Mengapa Bumil Harus Bahagia?). Biarkan orang lain berkata apa, yang jalani tetap diri sendiri. Benar pula kata ibu dan bu bidan bahwasanya anak lahir itu ada saatnya tersendiri. Kalau belum terlalu lama (seminggu) melewati HPL, santai saja. Beda lagi kalau sudah terlampau lama dari HPL. Harus segera dikonsultasikan.

Nah, sekarang, tak hanya pertanyaan “Kapan nikah?” saja yang perlu diwaspadai dan dipersiapkan jawabannya. Melainkan Pertanyaan “Sudah Lahiran Belum?” juga. Yang penting. ibu hamil harus hepi. Kalau Anda punya cerita serupa?

Dan, Ghifa akhirnya lahir pada 12 September 2015.

16 comments:

  1. Pasti super galau y mb ika nungguin si dedek brojol, selametin dulu ahh..
    Namanya sapa?

    ReplyDelete
  2. Hahahaaa anak pertamaku dulu juga gitu. Pdhl waktu itu lg di Sumatra, ortuku dtg dr Jawa udah nungguin smp sebulan nggak lahir2. akhirnya bapakku gak betah, pulang dulu tp ibuku tetap tinggal smp lahiran. Welcome to the world Ghifa :D

    ReplyDelete
  3. Hehehe, tren pertanyaan seputar hidup manusia selalu sama ya Mbak. Dari baca hal2 seperti ini sy jadi belajar jadi tidak nyinyir, karena apa yg kita anggap sebuah pertanyaan sepele, ternyata bagi ornag lain dalem bgt.
    Kalo soal melahirkan, orang sepuh di kampung saya masih percaya yg namanya 'sangat', (kalo ga salah dr bhs Arab 'sa'ah'). Jadi kalo blm lahir ya blm 'sangat'e gt. In shaa Allah kalo sdh 'sangate' tadi pasti mbrojol :D.
    Eniwei, welcome Baby Ghifa :*

    ReplyDelete
  4. Anak pertamaku maju 3 minggu dari perkiraan dokter mak. Pakai drama, pecah ketuban saat di jalan, ke rmh sakit blm bawa perlengkapan. Nggak ada ortu dan saudara. Ditinggal suami ambil baju, saya ditemenin simbok, pembantu tetangga. Rasaanya, hmmm, nano-nano

    ReplyDelete
  5. banyak sekali emang pertanyaan yg nantinya kita terima mbak ya...hahaha...aku juga kaget pas lihat di FB mbak..eh ternyata mbak Ika udah lahiran..selamat ya mbak...senangnya udah ada temannya skrg :)

    ReplyDelete
  6. Hehe. Yang penting heppy mba Ika. Biar Ghifa dan ibunya selalu sehat. :*

    ReplyDelete
  7. Wah... aku juga gitu.. terus di induksi di akhiri dg sc (hiks)

    Selain kapan nikah..dan kapan melahirkan .masih ad pertanyaan lain yg lebih mengiris...

    "Udh berp bulan?"
    Pada hal lagi ga hamil... wwkwwwuaaaaa. . .!!!!

    ReplyDelete
  8. Selamat ya Mak, semoga babynya menjadi penyejuk hati kedua tuanya...aamiin. Dan semoga ibu dan baby sehat2 dan hapyy selalu...aamiin.

    ReplyDelete
  9. tanggalnya dibalik jd 21, sama deh ama tgl lahir anakku yg pertama :D

    selamat ya mbaaa ^o^..semoga si baby selalu sehat

    ReplyDelete
  10. Barakallah .... selamat yaa, moga Ghifa jadi penyejuk mata dan hati kedua orang tua :)

    Waktu anak pertama, saya telat 2 minggu dari HPL. Terpaksa diinduksi. Saat melahirkan baru ketahuan, si sulung terjerat (nyaris tercekik) lilitan pali pusar (sebanyak 3 kali) di lehernya. Pantesan dia lama banget lahir, dipaksa baru bisa lahir :))

    Alhamdulillah yah, sudah terlewati. memang masa2 pertama hamil dan melahirkan itu deg2an banget. Kalo saya, ditanyain begitu (sudah lahiran, belum?) biasa saja. Yang sebel kalo setelah itu komentar orang macam2. Yg pake komentar perut belum turunlah, harus beginilah, harus begitulah, inilah itulah ... hehehe.

    Yaah begitulah ... Indonesia kayaknya punya salah satu ciri khas seperti itu. Orang2nya terlalu perhatian (sesekali juga ada yang gila urusan) wkwkwk.

    Waktu anak pertama saya mau 5 tahun dan saya belum kunjung hamil, ada lagi yang tanyain, "Kapan anak kedua? Kenapa belum hamil2?" Lah, memangnya saya yang atur apa, yak hehehe ...

    Ok deh, kepanjangan nih kayaknya komennya Selamat menikmati hari2 baru dengan Ghifa :D

    ReplyDelete
  11. Allhamdulillah sudah melahirkan ya mbak. Barakallah. Tanggalnya beda sehari sama aku :)

    ReplyDelete
  12. Alhamdulillah Mbak Ika.. Udah lahir dedek Ghifa. Selamat yah. ^^

    Tetanggaku 10 bulan baru lahiran :'D

    CokelatGosong.blogspot.com

    ReplyDelete
  13. Selamat atas kelahiran babynya ya mbak.. dan baru tahu kalau ada pertanyaan seperti itu...aduh ada ada saja...:-( Kalau saya kan belum punya baby, jadi pertanyaannya beda tpi cerita mbak Ika yg sempat merasa malas buka hape karena diduga akan mampir pertanyaan yg sama juga saya rasakan hehehe... #ealahhh

    ReplyDelete
  14. Congratulations ya makk.. :))
    Aku sering tuh makk di tanya kapan nikah kapan nikah, lalu setelah menikah ditanya kapan punya momongan sampai sekarang. Hehehe.. Ya menurutku orang orang yang bertanya seperti itu adalah orang orang yang tidak mempunyai topik pembicaraan untuk berbicara dengan kita, jadinya mereka membuka topik sensitif seperti itu. Gak banget deh!

    ReplyDelete
  15. Selamat Mbak untuk kelahiran Dek Ghifa :)

    ReplyDelete

Maaf ya teman-teman untuk sementara komentar saya moderasi. Selain banyaknya spam yang masuk, saya juga ingin membaca satu per satu komentar yang masuk dan bisa berkunjung balik ke blog teman-teman. Happy Blogging!