Minggu, 31 Desember 2017

Mengolah Egoisme Ketika Anak Sakit Tifus


Tiba-tiba di depan rumahku ada angin yang berputar-putar sangat cepat. Semakin dekat. Daun yang masih ranum ikut tergulung di dalamnya. Hitam pekat. Semua yang ada di dalam rumah berlarian sambil berteriak meminta tolong. Itu badai. Tak tahu kenapa aku hanya melongo. Tertegun bagai patung.


"Mi...Mi...Mi...bangun...."

Ada yang menepuk pipiku.

Aku tersadar. Kaget. Badanku terasa kaku. Persis seperti dalam mimpi.

"Mimpi apa, Mi?" tanya abi. Aku hanya menggeleng sebisaku.

Lupa.

Rabu, 27 Desember 2017

5 Kegiatan Akhir Tahun Bersama Anak yang Murah Meriah

Huuuuuhhhh...
Haaaaaaahhhhh!!

Rasanya legaaa banget. Apanya yang lega? Itu lho habis bagi rapot anak-anak. Rasanya pundakku sudah bisa digoyang-goyangkan lagi nih. Bisa jogetan sama Kakak lagi. Hihi.

Emang segitunya ya?

Iya, jujur saja, banyak drama di balik pembagian rapot anak-anak, kemarin. Makanya, saat Sabtu terlewati rasanya alhamdulillah banget. Semua berjalan sesuai dengan apa yang aku targetkan. Semoga wali murid juga puas dengan apa yang aku lakukan di semester ganjil ini. Pokoknya selamat datang liburan bau-bau sekolah. Hahaha.

Mandi bola dulu ya 😁

Rabu, 20 Desember 2017

Mesin Cuci untuk Ibu


Mesin Cuci untuk Ibu. Bulan Desember ini sepertinya postingan di blogku akan banyak bercerita tentang ibu. Ditambah lagi arisan bloger Gandjel Rel kali ini, yang ditarik oleh Mbak Chela dan Mbak Noorma pun melempar temanya tentang kenangan bersama ibu. Yihaaaa...

Dari sekian banyak cerita bersama ibu, yang paling baru kulalui dan bikin hepi bersama ibu adalah bulan lalu (11 November 2017), aku berhasil membelikan mesin cuci untuk ibu. Alhamdulillah.

Rabu, 06 Desember 2017

Andai Nilaiku Tidak B



Ehm, aku mulai dari mana ya ceritanya? Oke, sebenarnya tema arisan yang ke 16 ini, dari Mbak Icha dan Mbak Yuli, aku bingung mau cerita tentang guru yang mana. Tapi saat aku baca postingan notes FB milik Mbak Dede Harjanti dengan judul Mendidik, aku malah teringat satu kejadian yang membuatku sampai sekarang masih merasa menyesal. Kenapa dulu aku nggak mencoba klarifikasi sama Bu Y ya?

Kamis, 30 November 2017

Tips Memilih Sofa untuk Rumah Minimalis


Tips memilih sofa untuk rumah minimalis. Pernah nggak suatu ketika ada tamu datang pas ruang tamu kita lagi berantakan banget? Aku pernah. Bahkan sering. Ada  mainan Kakak Ghifa lah, baju cucian yang belum sempat ditaruh di belakanglah, majalah dan koran berserakan, dll.

Penghasilan Suami Tak Seberapa?


Penghasilan suami tak seberapa? Aku masih ingat betul, di atas becak, sesaat setelah akad nikah di KUA, abi memberikan uang 2 juta kepadaku. Uang itulah modal hidup kami setelah menikah di tahun 2014 lalu.

Saat itu aku tak pernah mikir, nanti mau makan apa? Apalagi mikir, nanti biaya melahirkan dan buat beli diaper anak pakai apa? Dalam pikiranku, sudah menikah dengan laki-laki yang selama ini jauh di mata tapi dekat di hati sudah sangat cukup. Sudah plong. Begitu saja. Ayem. Hihihi.

sumber foto: pixabay.com

Senin, 20 November 2017

5 Hotel di Surabaya yang Dekat ITS di Bawah 300 Ribu


sumber foto gunawangsahotel.com
Diterima di sebuah Perguruan Tinggi sebagus ITS Surabaya tentu merupakan berkah tersendiri bagimu. Dan untuk keperluan mempersiapkan segalanya, mungkin kamu perlu datang ke kampus tersebut. Jika kamu datang dari luar kota Surabaya, pastinya kamu memerlukan akomodasi penginapan cukup baik dan tidak jauh dari kampus tersebut. Berikut ini aku ada info beberapa hotel di Surabaya yang dekat dengan ITS.

Sabtu, 18 November 2017

Resep Keluarga Harmonis ala HIJUPXArisan Resik dan Pengalamanku Menggunakan Resik V Godokan Sirih


"Kalau njenengan berapa kali seminggu sama suami?" Aku kaget saat ditanya urusan ranjang sama teman kerja. Aku hanya senyam-senyum saja. Teman yang lainnya langsung menimpali dengan riuh rendah tawa yang memenuhi ruang kantor.

Sambil mengamati TL instagram bloger Palembang yang sedang ikut Arisan Resik dan #HIJUPbloggersmeetup, telingaku tetap mendengarkan obrolan teman sejawatku. Dari pembicaraan mereka aku menangkap bahwa semakin tinggi intensitas 'kebersamaan' bersama suami, semakin berkualitas pula keharmonisan rumah tangganya. Menurutku ini obrolan yang sangat menarik dan bisa kujadikan pelajaran bersama suami yang baru 3 tahun mengarungi bahtera rumah tangga.

Sejalan dengan apa yang aku dengar, caption di instagram bloger Palembang kok ya sedang bahas tentang resep keluarga harmonis. Sampai hati, aku ingin ikut acara serupa misalnya ada juga di Semarang.

Sebelum acara dimulai

Tak tahunya, aku benar-benar jadi salah satu dari 25 perempuan yang beruntung terpilih mengikuti #HIJUPevent itu. Bertempat di Verve Bistro & Cafe, Lobby Floor, Rooms Inc Hotel, Jalan Pemuda Nomor 150, Semarang, kutempuh perjalanan 1,5 jam-an dengan motor.

Hari itu, Sabtu, 28 Oktober 2017, aku langsung ganti baju bernuansa hijau di kamar mandi sekolah. Jujur, saat itu aku nggak pakai mandi-mandi dulu. Hanya cuci muka, dandan dikit, dan cus berangkat. Dari sekolah sekitar pukul 10.30 tak tahunya jalanan macet banget karena jam makan siang, pun weekend pula. Duh, panasnya minta ampun.

Akhirnya aku baru sampai di lokasi sekitar pukul 12.15. Alhamdulillah, acara belum dimulai tapi sudah banyak teman blogger yang sudah hadir. Ada yang sedang berselfie ria, membidik hampers cantik yang ada di meja, atau sekedar mengobrol santai dengan teman sebelahnya.

Hampers cantik
Memasuki ruangan untuk #HIJUPmeetupsemarang ini seketika membuatku nyaman. Tadinya aku sangat ngos-ngos-an karena berlari, takut terlambat. Lampu yang temaram, hawa adem dari pancaran warna hijau pakaian kami, dilengkapi dengan alunan musik yang slow mampu membuatku sedikit rileks.

Tak lama, suara Mbak Sofi, yang kutahu adalah salah satu penyiar radio swasta ternama di Semarang, menarik perhatianku saat membuka acara. Sudah kuprediksi sih, biasanya kalau MC-nya penyiar radio bakalan asyik membawakan suatu acara. Dengan suara renyahnya, Mbak Sofi memperkenalkan dua perempuan cantik yang akan berbagi di sesi Inspiring Talk Show.


Aku, Mbak Vita, dan Mbak Sofi berfoto sebelum acara dimulai
Mereka adalah Mbak Fitri Aulia, seorang fashion designer sekaligus pemilik brand KIVITS, dan Mbak Yuna Eko Kristiani selaku Senior Public Relation dari PT. KINO Indonesia. Keduanya berbagi ilmu di bidangnya masing-masing, di antaranya, Mbak Fitri berbagi cerita bagaimana perjalanannya mengarungi perjalanan keluarga harmonisnya selama 7 tahun dan lika-likunya berbisnis dengan sang suami. Tak mau kalah mencuri perhatian bloger yang hadir, Mbak Yuna menambahkan informasi menarik sekitar kesehatan daerah kewanitaan perempuan, terutama #keputihan agar makin disayang sama suami.

Dari kiri, Mbak Yuna, Mbak Fitri, dan Mbak Sofi

Agar lebih mudah dipahami, berikut aku buat poin-poin penting yang disampaikan oleh kedua perempuan inspiratif ini ya. Sayang kan kalau ilmunya aku simpan sendiri?

1. Paham betul soal kodrat perempuan

Sebagian besar perempuan masa kini adalah wanita karir. Seperti Mbak Fitri, meskipun bekerja dan berpenghasilan, menghormati suami adalah suatu kewajiban. Sekalipun berbisnis bersama dengan suami, ego kita tetap harus dijaga. Cekcok sekali dua kali pasti tak dapat terhindari. Logika dan perasaan harus tetap terjaga dan tidak berat sebelah timbangannya. Jangan sampai banyak kasus di luar sana, seperti istri yang banyak 'petingkah' karena gajinya lebih besar dari suami, mampir juga ke keluarga kita! Contoh kecil kita tahu kodrat kita sebagai perempuan adalah tidak berbicara dengan nada tinggi kepada suami atau bahkan lebih tinggi dari suami. Di mana kelembutan kita sebagai perempuan?

Sumber gambar dari pixabay.com

2. Menikmati pekerjaan

Ada nggak sih yang suka bawa urusan kantor ke rumah? Habis dimarahin si bos, eh, di rumah gantian ngamuk sama orang di rumah. Jangaaaan!

Suka duka suatu pekerjaan harus kita nikmati. Bahkan, sampai urusan passion pun harus kita nikmati juga. Sudah tidak jadi rahasia kalau banyak orang sekarang ini bekerja tak sesuai passionnya. Tapi, apa iya kita menunggu pekerjaan yang sesuai passion kita terus? Kenapa tidak berusaha menikmati apa yang di depan mata dan berusaha selalu bersyukur?

Sejauh ini aku selalu berusaha untuk tidak membawa pekerjaan sekolah ke rumah. Lebih memilih pulang agak sore tapi semua pekerjaan sudah selesai. Pulang tinggal urusan anak dan suami. Akan tetapi, saat ini yang jadi masalah untukku adalah mengatur waktu untuk online. Karena Kak Ghifa (2 tahun) sudah sering protes dan marah-marah nggak jelas setiap kali melihatku pegang HP. Kan bahaya banget.

3. Me time berdua

Kurasa semua bloger yang hadir pada ngiler deh mendengar cerita Mbak Fitri yang selalu berdua dengan suami. Kerja sudah bareng, ada acara di mana-mana juga berdua. Hihihi. Tapi, memang itulah resep ketiga, keluarga harmonis ala Mbak Fitri. Kita harus punya waktu berdua dengan suami. Ya, tidak kemudian harus seperti Mbak Fitri. Paling tidak dalam sehari kita bisa ngobrol intim sama suami tentang apapun kan juga termasuk me time. Contohnya, ngobrolin tentang perkembangan anak, besok mau dimasakin apa, ada kejadian apa di tempat kerja, dll.

Aku sendiri sepakat dengan Mbak Fitri kalau me time bersama suami itu penting. Nyatanya, semenjak suami kerja di rumah, keluarga kami pun terasa lebih 'hidup'. Ya, sekalipun semakin sering bertemu-berdua, jadi, semakin sering cek-cok. Akan tetapi, semua bisa teratasi dengan yang namanya komunikasi.

Ayo, hari ini, me time sama suami mau ngapain?

Sumber gambar dari pixabay.com
4. Me time untuk diri sendiri

Pun poin ini tak kalah penting lho. Sekalipun sebagai perempuan selalu berkutat dengan dunia anak, dapur, dan melayani suami, yang namanya me time itu dibutuhkan agar tetap waras. Jangan sampai bilang, ah, aku sudah bahagia ketika melihat anak dan suamiku bahagia! Klise tahu.

Aku pernah membuat postingan tentang me time recehanku. Di sana aku menuliskan beberapa kegiatan yang murah meriah tapi bisa bikin aku hepi. Salah satunya ya ngepoin online shop. Akan tetapi, ada kabar baik nih untuk kepo-er online shop. HIJUP sedang bagi-bagi potongan senilai 50 ribu dengan minimum belanja sebesar 250 ribu nih. Lumayanlah ya buat ganti ongkir. Masukin saja kode voucher: HIJUPBMUSEMARANG ini.

Baca juga: Me Time Recehanku

4. Menjaga penampilan di depan suami

Hayo, siapa yang suka dasteran, sisiran jarang banget, lipstik sisa dari kantor pas di depan suami? Ini keliru tapi dianggap lumrah. Termasuk aku sendiri.

Pas kerja dandan menor, eh, sampai rumah hanya pake daster yang keteknya sudah sobek. Hahaha. Iya, sih ya, suami menerima kita apa adanya. Akan tetapi, membuat hati suami berbunga-bunga kan hadiahnya surga. Hahaha.

Bukankah kalau hati suami senang, istri dan anak juga ikut senang? Hayo, dandan buat suami juga. Jangan bau keringat mulu!

Kalau di rumah tampil cantik juga lah. Jangan dasteran mulu. Hihi.
Sumber gambar dari pixabay.com
5. Menjaga kesehatan kewanitaan

Soal hati dan penampilan luar sudah, poin yang ini juga harus diperhatikan. Melayani suami adalah suatu kewajiban. Sebagai seorang istri seharusnya kita mampu mempersembahkan yang terbaik.

Sayang, Mbak Yuna mengungkapkan kalau berdasarkan penelitian 70% perempuan sering sekali mengalami keputihan baik saat masa subur maupun menjelang menstruasi. Bayangin saja, saat suami lagi kebelet, eh, kita malah sedang dilanda keputihan kan nggak lucu. Kasihan wajahnya jadi kelipet-lipet. Hahaha.

Keputihan itu ternyata ada dua macam, normal dan tak normal. Normal kalau keputihannya bening, tak berbau. Sebaliknya yang tidak normal cirinya kental, berwarna, bau, dan bisa mengakibatkan gatal-gatal.

Sebagai antisipasi, kita harus tahu betul cara #mengatasikeputihan. Cara simpelnya ya sering-sering ganti celana dalam paling tidak 4 jam sekali. Arah cebok yang betul dari atas ke belakang, bukan sebaliknya. Selain itu, bawa selalu handuk kecil untuk mengeringkan daerah kewantiaan agar tidak lembab. Karena kalau lembab, jamur dan bakteri suka sekali hinggap di sana.


Kalau dulu, ibuku sering sekali membuat godokan daun sirih, kemudian dipakai membasuh daerah kewanitaan pas masih hangat. Sebenarnya #Manfaatdaunsirih itu seperti apa sih untuk daerah kewanitaan kita? Pas pertama kali nyoba, rasanya itu semriwing banget. Pas selesai di-uap pakai godokan sirih tradisional serasa kalau di wajah itu rasanya fresh banget. Tapi, ini yang fresh daerah kewanitaanku.

Sedihnya, kini, daun sirih di sini makin susah ditemui dan harganyapun seikat bisa sampai 5000. Itu saja dipakainya hanya sekali atau dua kali. Jatuhnya kan lebih mahal, keluar gas buat merebus, terus rempong juga.

Cocok deh, Mbak Yuna memperkenalkan antiseptik alami yang menganduk minyak atsiri, berupa Resik V Godokan Sirih ini. Produk yang satu ini juga sudah beredar di pasaran dengan harga kisaran 15 ribu untuk ukuran 100 ml. Jadi, membantu banget bagi ibu-ibu pekerja macam aku ini yang waktu luangnya tak banyak tapi pengen selalu nyenengin suami.


Resik V Godokan Sirih ini baunya khas godokan daun sirih asli. Encer seperti air, warna coklat bening, dan saat diusap-usapkan di tangan, kandungan busanya tidak banyak. Ini menunjukkan kalau bahan yang digunakan memang benar-benar alami dan tidak mengandung banyak sabun.

Pun, produk dari PT. KINO Indonesia ini sudah teruji secara klinis dan mikrobiologi membantu mengurangi jumlah jamur Candida Albicans penyebab keputihan. Ternyata kinerja produk berwarna hijau ini adalah menghambat tumbuhnya jamur dan membunuh bakteri jahat yang ada di daerah kewanitaan kita.

Cara pemakaiannya pun mudah, sebelum dipakai, kocok terlebih dahulu. Kemudian usapkan dari atas ke belakang di daerah kewanitaan kita. Bilas sampai bersih. Karena PHnya 3-4, sesuai dengan daerah kewanitaan kita, produk ini aman untuk digunakan setiap hari. Bahkan, sangat dianjurkan saat sedang menstruasi. Produk ini pun juga bisa digunakan mulai dari gadis yang baru pertama kali menstruasi lho. Halal pula.


Hayo, jangan sampai keputihan jadi penghalang kemesraan kita bersama suami ya!



Itulah poin-poin penting yang aku dapat dari kedua narasumber yang so inspiring. Benang merah dari semua poin di atas sebenarnya adalah sepasang kesabaran dan ketelatenan. Kalau nggak sabar dan telaten menikmati skenario yang punya hidup ini ya wassalam deh.

Brush and Hand Lettering Workshop.

Sebagai awal untuk menguji kesabaran dan ketelatenan peserta arisan resik kala itu adalah dengan adanya Brush and Hand Lettering Workshop dari teman-teman Semarang Coret dan Duduk Nyeni. Peserta diajari bagaimana menulis kaligrafi dengan alat kuas dan cat air.

Alat dan media sebelum buat hand lettering
Mbak Mia dan Mas Edison mengenalkan hand lettering
Mulanya kita berlatih konsep nai tipis turun tebal
Inilah karyaku 😊, bagus sih, menurutku. Hahaha.

Setelah mengikuti step by step, aku baru sadar kalau sebenarnya ini seperti menulis indah atau halus di sekolah. Kuncinya, setiap kali naik itu coretannya tipis, sedangkan setiap kali turun coretannya menebal. Meskipun konsepnya mudah, keterampilan yang satu ini butuh konsentrasi yang penuh dan pembiasaan. Sayang, meskipun sudah berusaha keras, aku belum bisa membuat juri tertarik atas karyaku. Tak apalah ya. Hari itu sudah jadi Sabtu yang penuh makna bagiku. Aku bisa belajar banyak hal baru.

Pengalamanku Memakai Resik V Godokan Sirih untuk Mengatasi Ruam

Saking seriusnya buat hand lettering, sampai-sampai nggak sadar kalau jam sudah menunjukkan pukul 16.00. Wah, alamat pulang bakalan macet nih kan bareng sama pekerja pada bubar yang juga ingin segera bertemu dengan keluarga.

Benar saja, baru sampai lampu merah pertama setelah tempat acara saja langsung disambut kemacetan. Akhirnya aku sampai di rumah sekitar pukul 19.00 dalam keadaan yang tak ada manis-manisnya sedikitpun.

Lha mau manis dari mana? Yang ada justru wajah lepek semua, terus lipatan pahaku rasanya perih, gatal, campur aduk semuanya. Wajar sih, siangnya nggak mandi, pakai baju dobel, celana leging hitam, berangkat kepanasan, pulang kena macet parah pula. Parah banget hari itu.

Aku turun dari motor malah seperti pinguin sedang berjalan. Sakit banget rasanya lipatan pahaku. Sesegera mungkin, aku segera mengambil Resik V Godokan Sirih yang ada di salam hampers tadi.

Aku sudah nggak tahan banget. Segera saja kukocok produk tersebut dan kubasuh di area kewanitaanku, apalagi yang kena ruam parah itu.

Setelah mandi, kuberi ruamku itu dengan produk perawatan bayi untuk mengatasi ruam juga semakin mendingan. Pokoknya setiap kali mandi atau BAB/BAK segera kubersihkan dengan Resik V Godokan Sirih dan  kukeringkan  agar kulitku tidak jadi bulan-bulanan jamur nakal.

Tiga hari setelah pemakaian, alhamdulillah ruam itu kabur. Pokoknya sekarang aku menghindari banget pakai celana ketat, tidak terlalu lama memakai rok/celana hitam, selalu mengeringkan daerah kewanitaan setiap selesai BAB/BAK, dan memakai Resik V Godokan Sirih setiap hari. Sumpah, nyiksa banget lho kena ruam di lipatan paha itu.

Keseruan kala itu

Sampai sini, sudah tahukan harus bagaimana agar suami makin cinta? Menjaga daerah kewanitaan pun suatu kewajiban bagi kita sebagai langkah kita membahagiakan suami.

Resep keluarga harmonis di atas sebenarnya mudah kita terapkan asalkan kita mau bersabar dan telaten apalagi sadar betul kodratnya sebagai istri dan juga suami sadar kodratnya. Paling tidak, kita harus selalu bersyukur dengan apa yang kita punya dan berprasangka yang baik sama Allah.  Insya Allah, keluarga harmonis pun akan singgah dan enggan pergi dalam rumah tangga kita.


Rabu, 15 November 2017

Belajar Hidup Tanpa Peduli Omongan Orang


Aku mau nyeritain diriku sendiri. Ini bukan aib sih. Kusebut cara berpikir yang beda saja.

Aku rasa benar kata orang, semakin dewasa, semakin sering berkumpul dengan banyak orang, maka cara berpikir kita akan berbeda. Apalagi kalau sudah kepentok dengan keadaan.

Seperti hari ini, adik bapak mertuaku punya gawe. Beliau menikahkan anaknya. Letak rumahnya itu gang depan sekolah tempatku mengajar.

www.pixabay.com

Jumat, 10 November 2017

3K (Kepo, Konfirmasi, dan Koreksi) Sebagai Langkah Sigap Guru dalam Menyikapi Kabar Hoaks di Lingkungan Sekolah

Oleh: Ika Hardiyan Aksari, S.Pd.
Guru Kelas 1 SDN 3 Ngroto
Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan


Kabar hoaks itu sebenarnya sudah ada sejak dahulu. Pun sangat dekat dengan kehidupan bermasyarakat. Penulis sebagai guru juga akrab dengan kabar hoaks. Misalnya, kabar hoaks yang pernah penulis terima awal tahun ajaran lalu. Ada wali murid yang melapor bahwa siswa di sekolah penulis tidak boleh mengenakan kerudung. Penulis kaget karena pernyataan tersebut tidak pernah ada. Kabar hoaks itupun dihubungkan dengan jumlah siswa baru di sekolah penulis yang tahun ini mengalami penurunan secara drastis. Tentu pertanyaan dari pihak guru muncul, apakah mungkin kabar hoaks itu beredar karena ada kepentingan pihak tertentu? Apakah pihak tersebut tidak menginginkan calon siswa baru mendaftar di sekolah tempat penulis bekerja? Akhirnya, aura kebencian pun muncul di antara guru di sekolah penulis dengan guru di sekolah sebelah. Padahal kabar tersebut belum jelas asal mula dan kebenarannya. Ini baru ranah sekolah dengan sekolah lainnya, kalau kabar hoaks itu untuk kepentingan ranah nasional atau internasional, bagaimana? Bukankah kebencian akan ada di mana-mana dan kelangsungan suatu negara jadi taruhannya?

Minggu, 05 November 2017

Berinternet yang Sehat? Begini lho Caraku

Aku pernah apa-apa jadi status di facebook.

Aku  pernah membuat postingan di blog yang intinya malah menjatuhkan perasaan teman kuliahku.

Aku pernah beradu mulut dengan pengguna sosial media lainnya gara-gara dia tak sepaham dengan pendapatku.

Aku pernah jadi korban pencemaran nama baik di facebook.

Aku pernah jadi korban pelecehan seksual juga karena facebook.

Aku pernah berkali-kali naksir orang yang hanya kenal di facebook.

Sehari-hari hobi ngepoin TL laki-laki yang pernah aku suka di twitter dan instagram.

Akan tetapi, aku juga pernah menang lomba menulis sampai aku bertemu dengan abi dan menikah dengannya pun karena facebook.

Rabu, 01 November 2017

Sleek Baby Diaper Cream dan Kesalahan yang Sering Ibu Lakukan Saat Si Kecil Ruam Popok


“Yang paling cepat ngatasin ruam popok merek apa ya, Mbak?” tanya sepupuku saat anaknya mengalami ruam popok yang cukup parah.

Kamu juga gitu kalau sedang menghadapi hal yang sama seperti sepupuku di atas? Maunya yang instan. Sekali usap langsung sembuh.

“Kasihan. Si Kecil jadi rewel.”

“Lah, iya. Tapi, mana bisa?”

Selasa, 31 Oktober 2017

Ummi, Jangan Main HP Terus


"HP, Mi.....HP." pinta Kak Ghifa.

"Nggak usah ah. Ini HPnya buat kerja Ummi."

"HP, Mi....HP...HP." rengek Kak Ghifa sambil merobek wallpaper dinding beli di Tokopedia.

Tak sekali Kak Ghifa bertingkah seperti itu. Aku saja yang ndableg. Tetap saja main HP di depan anak saat mendampinginya bermain.

Jumat, 27 Oktober 2017

Me Time Recehan


"Sudah ah, gantian Abi yang ngurusin Kakak. Ummi capek." Ucapku sambil setengah marah saat Kak Ghifa pipis sembarangan untuk kesekian kalinya.

Rabu, 25 Oktober 2017

Rumah yang Kurindukan


Senin adalah hari yang selalu membuat jantungku berdegup lebih kencang. Pokoknya jangan buat aku emosi pas hari ini. Kalau nggak, aku bisa berubah jadi singa yang kelaparan dan siap menerkam.


Senin, 23 Oktober 2017

Sebulan Bersama, Kau Sangat Berarti Bagiku, SOBATKU


"Bi, uangnya kok kurang?!" Aku sedikit berteriak seakan Abi ada di depanku. Padahal saat itu aku sedang di depan toko besi untuk membayar bahan pembuatan tralis pesanan konsumen Abi.

"Malu ih, Abi. Kenapa tadi nggak dihitung sekalian? Ummi nggak mau ah kalau balik lagi. Kan jauh. Abi yang ke sini ya?"

"Ummi sudah selesai bicaranya?" Suara Abi terdengar melembut di ujung sana.

"Iya, maaf."

"Ummi kan ada aplikasi apa itu yang di HP. Sudah diisi kan?....."

Jreeeettt...

Oh iya, kan ada SOBATKU (Simpanan Online Sahabatku). Aku langsung pergi ke Alfamart terdekat. Ku tarik tunai sebesar 200 ribu untuk memenuhi kekurangan uang belanja bahan kerjaan Abi.

Ku cek saldoku. Saldoku hanya berkurang 200 ribu tanpa ada biaya administrasi. Enak banget.

***

"Andai saja kalau Ummi masih jualan pulsa. Kan nggak usah keluar rumah. Apalagi baru hujan gini." Abi ogah-ogahan beranjak dari kursi.

"Abi mau beli pulsa?"

"Ho-oh." Wajahnya memelas.

"Sini uangnya, Ummi beliin!" Tanganku segera mengetik di atas keypad HP.

Cling.

Pulsa Abi sudah masuk

Pulsa 50 ribu sudah masuk ke nomor HP Abi. Uang Abi masuk kantongku. Hahahaha. Untung saja ada SOBATKU. Abi untung, aku juga untung.

Kalau mau beli pulsa pilih menu Bayar dan Beli. Kemudian pilih Beli Pulsa HP, nanti ada pilihan beli pulsa atau token listrik. Untuk pulsa, setiap provider beda-beda pilihan nominalnya. Secara umum mulai dari 20 ribu sampai 300 ribuan. 

***
Saat asyik mengikuti event blogger, tiba-tiba ada SMS dari ibu.

"Jamu ibu tinggal sedikit, Nok. Nggak kuat seminggu."

Blaik. Padahal kalau pengiriman dari Kalimantan baru sampai 3 hari, itupun harus pakai paket yang kilat. Kalau yang biasa bisa sampai seminggu.

"Saya baru diklat nih, Mbak Ika. Baru bisa kirim jamunya besok Senin." Balas Mbak Ayu, penjual jamu.

Lah, harus beli sekarang juga nih. Buat jaga-jaga kalau di jalan ada apa-apa, terus paketan jamunya datang telat, bisa-bisa minum jamu ibu jadi tersendat.

Biasanya aku itu panik-an. Saat itu aku nggak sama sekali. Tetap duduk anteng dan jariku saja yang ketak-ketik, selesai. Kemudian aku kirim bukti transfer ke Mbak Ayu (penjual jamu).

Bukti transfer ke Mbak Ayu dan siap menunggu jamu datang.

"Senin langsung aku kirim ya, Mbak Ika. Terima kasih untuk ordernya. Semoga ibu segera diangkat penyakitnya. Aamiin."

Kemudahan ini karena siapa? Aku nggak berlebihan, memang SOBATKU sudah banyak membantuku. Aku tak perlu keluar cari ATM untuk transfer uang demi membayar jamu ibuku. Pun murah biaya transfernya, hanya Rp 4000. Pokoknya saat itu aku tetap hepi mengikuti acara blogger tanpa harus khawatir mikirin transaksi untuk membeli jamu ibu.

Salah satu contoh bukti transfer yang masuk ke email. Pokoknya setiap kali ada transaksi pasti ada email yang masuk. Masih ragu pakai SOBATKU?
***

Setiap Minggu sore, aku rutin mengajak Kak Ghifa ke SPBU dekat rumah untuk mengisi bahan bakar motorku. Sekalian motor-motoran gitu deh. Maksudnya biar hari Senin nggak terlalu hectic juga sih pas mau berangkat. Hihi.

Minggu itu nggak seperti biasa, selesai mengisi bahan bakar, Kak Ghifa malah nunjuk-nunjuk ke arah Timur sambil bilang, "Es kim....es kim.... (es krim)."

Ternyata dia ngajak ke Alfamart untuk beli es krim. Masalahnya saat itu aku tak bawa uang lebih selain untuk beli bahan bakar. Sempat mikir apa beli es krim saja ya. Tapi, motorku sudah terlanjur diisi bahan bakarnya.

Kak Ghifa nangis merengek-rengek. Bahkan, saat aku naikkan ke atas motor, dia berontak. Aku berusaha menerapkan ilmu parenting bahwa, apa yang dia inginkan tak harus selalu dituruti. Tapi, mata orang-orang di SPBU itu semua tertuju ke arahku. Seakan-akan menghakimiku, "Anak nangis kok santai saja."

Saat hendak mengangkat Kak Ghifa yang jongkok di samping motor, ada sesuatu yang jatuh dari saku bajuku. Oalah, kan bawa HP. Hahaha.

Setelah berhasil meyakinkan Kak Ghifa untuk berhenti menangis, langsung deh, kami ke Alfamart sekalian beli diaper, minyak goreng, pewangi. Hahahaha. Emak-emak kalau lihat diskonan kan emang gitu ya. Awalnya mau beli apa, ujungnya dimasukin semua. Tapi, nggak masalah, yang penting Kak Ghifa sudah dapat es krimnya.

"Kak Ghifa siap belanja, Ummi."

Tahukan aku bayar pakai apa? Iya, SOBATKU. Jadi, aku melakukan tarik tunai di Alfamart terlebih dahulu, kemudian bisa belanja. Nggak bawa dompet ke Alfamart? Bisa kok belanja. Kan ada SOBATKU. Tinggal sebutin aja, "Top Up Loket Sahabat, mau tarik tunai, Mas/Mbak."

***

"Eh, Bu, tahu nggak Pak Ulil buat novel lho? Sudah ada di pasaran pula. Aku sudah beli. Duh, bikin nangis dleweran ceritanya."

Aku langsung menghubungi Pak Ulil. Pasalnya Pak Ulil ini hampir saja di-DO dari kampusku. Eh, malah memberikan kabar gebrakan. Keren. Rasanya aku ikutan hepi banget. Langsung deh cus aku pesan dan transfer untuk karya teman kuliahku ini.

Bukti transferku untuk buku Pak Ulil

Sekalipun malam-malam, aku masih bisa transfer uangnya. Tak perlu keluar rumah dan paginya buku itu sudah siap meluncur ke alamatku. Enak, bukan? Seperti punya mesin ATM di genggaman.

***

Malam ini, saat aku merampungkan postingan ini, aku juga baru saja melakukan transaksi.

Sabtu besok, ada salah satu teman SDku yang insyallah akan dipinang oleh laki-laki pilihan Allah. Daripada bingung, aku langsung deh belanja kerudung secara online untuk kado di hari bahagianya.

Tak lama, cukup 1 menit juga sudah selesai transaksinya.


Besok Sabtu, tinggal berangkat deh. Nggak perlu pusing-pusing lagi mau bawa kado apa. Ah, lagi-lagi aku mau bilang kalau aplikasi tabungan online ini sangat bermanfaat banget untukku.

******


Perkenalanku dengan SOBATKU ini tak sengaja. Berawal dari blogwalking ke blog teman blogger Makassar yang menghadiri launching aplikasi ini untuk pertama kalinya, pada 13 juli 2017 lalu, ku baca review singkatnya dan berhasil membuatku penasaran.

Ketertarikanku semakin meningkat saat kubaca bahwa dengan tabungan ini aku bisa melakukan transaksi setor atau tarik tunai di Alfamart. Wah, angin segar nih bagiku yang waktunya terbatas untuk antre di bank.

Aku, sebagai guru, selalu mendapat mandat menerima uang tabungan dari anak-anak. Karena pengalaman tahun pertama ngajar, dulu, dan menghindari kemungkinan yang tidak diingankan, aku pun mau menerima tabungan anak-anak asalkan seminggu hanya menabung tiga kali. Nah, sebelumnya, aku selalu menyimpannya di bank yang tak ada ATMnya. Sayang, letak bank ini melewati rumahku. Letaknya inilah yang membuatku malas untuk ke sana. Apalagi setelah dari sekolah aku masih ada pekerjaan lain. Jadi, inginnya prosesnya yang cepat dan segera bertemu dengan Kak Ghifa sebelum lanjut bekerja lagi.

Kenapa aku simpan uang tabungan anak-anak di bank? Karena takut. Bawa uang orang itu resikonya besar sekali lho. Misalnya saja uang tabungan tak segera aku setorkan, siapa yang tahu kalau aku malah tergoda untuk memakainya. Tahukan ya, sedikit-sedikit pakainya, lama-lama jadi jutaan yang kepakai? Amit-amitlah pokoknya. Makanya, kalau pakai SOBATKU, aku kan melewati 3 Alfamart pas pulang sekolah. Tinggal mampir deh. Nggak perlu jauh-jauh lagi melewati rumah terlebih dahulu. Begitu pikirku sampai akhirnya aku benar-benar memakai aplikasi tabungan online ini.

Kasir Alfamart membantu transaksi setor tunaiku

Sebenarnya, sebelum memakai aplikasi yang bisa diunduh melalui Google Play atau App Store ini, ada banyak pertanyaan yang membuatku sedikit ragu untuk memakainya. Akan tetapi, kalau tidak dicoba lebih dulu, siapa yang tahu aplikasi ini benar-benar bagus atau tidak?

Pertanyaan-pertanyaan apa sajakah yang muncul dalam benakku sebelum dan setelah memakai aplikasi SOBATKU ini? Berikut aku rincikan dan kuberikan jawabannya setelah aku menggunakan aplikasi ini ya.

Memang benar hanya menggunakan nomor HP untuk bisa membuka tabungan online, SOBATKU?

Iya, betul banget. Setelah kita download aplikasi ini secara gratis, kita hanya cukup menyiapkan nomor HP kita, data diri sesuai KTP dan password saja. Data isian yang harus kita isi pun tak banyak seperti di bank-bank konvensional. Nomor HP kitalah yang jadi nomor rekening. Enak bukan? Bagiku yang paling susah menghapal nomor rekening, ini solusi banget. Nomor HP ya nomor rekening. Hihihi.

Kalau yang nggak punya smartphone, apakah bisa memiliki nomor rekening SOBATKU?

Bisa. Asalkan mau pinjam dahulu smartphone saudara atau teman untuk registrasi. Setelah berhasil registrasi, untuk segala transaksi nantinya akan tetap mendapat pemberitahuan lewat SMS. Jadi, kalau kamu mau membuatkan anggota keluargamu yang lain bisa banget ya. Mau transaksi apapun dengan anggota keluarga yang lainnya malah lebih mudah dan murah biayanya.

Bisakah satu orang punya beberapa nomor rekening?

Bisa banget. Pakai SOBATKU, kita dapat memiliki 5 akun dengan nomor HP yang berbeda. Namun, harus dengan data KTP yang sama, meliputi nama lengkap, alamat email, TTL, nomor KTP, dan foto KTP. Terpenting lagi, per akun sama kok untuk maksimum saldonya, yaitu 20 juta.

Ada saldo minimalnya nggak?

Nggak ada.

Ada batas minimal transaksi tarik atau setor nggak per hari?

Kalau kamu transaksi di Alfamart, ada batas minimalnya transaksi, yaitu 50 ribu sedangkan maksimal transaksi adalah 2 juta. Kemudian dalam sehari maksimal transaksi setor sebanyak 10 kali.

Santai, kalau via transfer dari teman, internet banking atau bank lain aturannya mengikuti bank tersebut kok. Mengenai langkah-langkahnya, semua sudah ada penjelasaannya secara detail di SOBATKU.

Langkah-langkahnya lengkap dan jelas. Jadi, mudah dipraktikkan.

Biaya administrasinya per bulan berapa?


Nggak ada. Bank lain berapa? Cek saldo saja bayar. Hihi. Malahan kita dapat bunga 1% per tahun dari saldo kita lho. Lumayan lah ya.

Biaya transfer ke bank lain, berapa? Bank lain ke rekening kita, berapa?

Hanya 4 ribu. Kalau bank lain ke nomor rekening kita berbeda-beda sesuai banknya apa. Biasanya di atas 5 ribu kan ya?

Memang bisa tarik tunai dalam jumlah besar di Alfamart?

Kalau ada yang tanya seperti ini, berarti sama pikirannya denganku. Aku juga sempat bertanya-tanya, bisa nggak ya?

Sejauh ini kalau ambilnya 1 atau 2 juta masih bisa dilakukan di Alfamart. Kalau dalam jumlah lebih bisa janjian dulu sama pihak Alfamart (ini yang kualami sendiri di Alfamart sini). Akan tetapi, kalau dalam jumlah banyak bisa ditransfer ke bank lain atau diambil lewat Bank Sahabat Sampoerna. Sayangnya, bank ini kalau di Jawa, baru ada di Jakarta dan Jawa Timur saja. Ya, kalau aku sih enakan di Alfamart, nggak pakai antre. Misal mau ambil bisa dilakukan di beberapa Alfamart yang sudah menjamur di mana-mana. Misal, Alfamart A ambil 2 juta, di Alfamart B ambil 1 juta, dst. Hihi.

Setiap selesai transaksi akan dapat bukti slip seperti di atas dan juga dapat email pemberitahuan.

Kan ini via HP, kalau HPnya hilang, bagaimana?

Tak ada yang ingin barang bendanya hilang begitu saja ya. Apabila HP kita hilang, berikut langkah-langkah yang harus kita lakukan.

  1. Santai dan tarik napas dulu. Jangan panik!
  2. Sebenarnya, secara otomatis, setiap kali kita selesai membuka aplikasi SOBATKU di HP selalu diminta untuk memasukkan password kembali setelah beberapa saat tidak digunakan. Kalau orang tak tahu password kita akan lebih aman.
  3. Segera telepon call center di 1500218 untuk mengabarkan HP kita yang hilang agar nomor kita diblokir untuk sementara.
  4. Kalau HP kita nggak ditemukan, kita bisa mengganti nomor rekening kita dengan nomor yang baru. Setelah download lagi aplikasi SOBATKU di HP yang baru, log in pakai nomor lama dan ganti nomor di bagian Settings kemudian Ubah Nomor Handphone. Nantinya saldo kita akan berpindah ke nomor yang baru.


Dengan segala iming-imingnya itu, nggak takut kalau itu ternyata penipuan saja?


Hahaha. Sama nih sama kasir yang di Alfamart, karena aku sering setor tunai di sana, ada yang bertanya, "Nggak takut kalau ini penipuan, Mbak?"

Wajar sih ya kalau ada yang bertanya seperti itu. Hanya saja, aku ada alasannya kok, kenapa aku memilih SOBATKU untuk menyimpan uang atau transaksi lainnya? Berikut alasannya:

  1. SOBATKU merupakan produk simpanan yang dikelola oleh Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Sahabat Mitra Sejati yang biasa disebut Sahabat UKM (S-UKM) dan berkantor pusat di Gedung Sampoerna Strategic Square, North Tower, lantai 17, Jl Jenderal Sudirman Kav 45 Jakarta Selatan.
  2. KSP Sahabat Mitra Sejati dikelola oleh orang-orang profesional dan didukung oleh Bank Sahabat Sampoerna dan Sampoerna Strategic Group.
  3. KSP Sahabat Mitra Sejati mulai berdiri tahun 2009 dan kini memiliki 120 cabang di pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan Papua.
  4. KSP Sahabat Mitra juga jadi koperasi pertama yang memperoleh izin Sistem Informasi Debitur (SID) Bank Indonesia.
  5. KSP Sahabat Mitra Sejati meraih penghargaan dari OJK sebagai satu-satunya koperasi yang berperan sebagai kontributor pelaporan pada Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK).

Bagaimana, masih ragu dengan SOBATKU? Nggak kan?

Adakah keuntungan lainnya dari SOBATKU?

Ada. Bagi yang ada di Jakarta sana, kalau makan ke Sam's Wok aja. Dengan SOBATKU kamu bisa dapat diskon 30% plus gratis minum lho. Ini hanya berlaku sampai 21 November nanti. Lumayan banget kan? Makan enak dapat diskon pula.


Terus, yang nggak kalah penting buat kamu tahu ya, dengan memiliki tabungan online SOBATKU, kamu juga bisa ikutan Undian Milyaran Rupiah.

Syaratnya mudah, sering-seringlah menabung dan melakukan transaksi dengan SOBATKU. Karena dari transaksi itu kita akan dapat poin yang akan diundi setiap 1 bulan sekali dan 3 bulan sekali.

Untuk pengundian yang 1 bulan, hadiahnya berupa, ratusan undian bulanan sebesar 10jt, 5jt, 1jt, 500rb, dan 100rb, sedangkan yang 3 bulan ditambah grand prize senilai 100 juta.

Untuk penghitungan poin ada ketentuannya sebagai berikut.

  • Saldo rata-rata sebulan < 500 ribu, poin setiap 50 ribunya = 10 poin
  • Saldo rata-rata sebulan 500 ribu - < 10 juta, poin setiap 50 ribunya = 30 poin
  • Saldo rata-rata sebulan di atas 10 juta, poin setiap 50 ribunya= 40 poin
Akumulasi poin akan dilakukan setiap awal bulan. Misalnya poin kamu sudah diikutkan undian akan tetapi belum menang, di pengundian berikutnya bisa diikutkan kembali.

Sayang, tanggal 12 Oktober lalu saat ada pengundian 3 bulanan namaku belum keluar sebagai pemenang. Tapi, nggak papa, siapa tahu bulan depan ada namaku. Aamiin Ya Allah.

Kesimpulan,
Sejauh ini aku sangat terbantu dengan adanya aplikasi tabungan online, SOBATKU ini. Aku lebih mudah menabungkan uang anak-anak, mengurangi resiko terpakainya uang tersebut untuk keperluan yang tak semestinya, memudahkanku membeli pulsa dan belanja online.

Sayangnya, pernah sekali saat aku mau tarik tunai di Alfamart, ternyata sistemnya baru offline. Jadi, harus milih nunggu, datang lagi nanti, atau cari Alfamart lain. Tapi, aku yakin, semakin ke sini layanan internet kan makin bagus ya. Semoga nggak ada lagi kata offline-offline lagi. Anggap saja saat itu aku lagi apes. Hihi.

Kamu, sudah punya aplikasi ini? Bagaimana komentarmu? Untuk kamu yang nggak suka ribet dan nggak punya banyak waktu buat antre, rugi kalau nggak buka rekening di SOBATKU.

Kamis, 19 Oktober 2017

Dia dan Radio adalah Kenangan


Hari gini masih ada yang hobi mendengarkan radio? Punya chanel radio favorit? Atau malah naksir sama penyiarnya padahal belum pernah ketemu? Memang bisa naksir sama penyiar radio dari mendengar suaranya yang mengudara setiap hari? Bisa, aku mengalaminya.

Selasa, 17 Oktober 2017

AC Daikin, Pilihan Ibu Cermat yang Sayang Anak

"Biang keringat kok nggak pakai jeda. Kemarin di jidat, sekarang pindah di punggung. Besok gantian di mana lagi?"

"Sudahlah, pasang AC saja."

Aku diam.

Kalau pakai AC bakalan nambah biaya untuk membayar listrik dong. Batinku. Faktanya hampir 50% biaya listrik itu dari penggunaan AC.


"Beli saja AC Daikin. Lebih nyaman dan hemat dibandingkan yang lainnya." Balas temanku seperti bisa membaca isi pikiranku.

***
Makin ke sini, cuaca memang ekstrim banget ya? Punya anak dengan kulit sensitif memang kudu waspada. Kalau sudah pakai produk perawatan bayi, baju yang menyerap keringat, dan memperhatikan kebersihan sekitar tapi hasilnya masih kurang maksimal, memang harus didukung dengan udara sekitar yang bersih juga. Caranya ya dengan memasang AC di rumah.

Masalahnya sekarang adalah AC apa yang pas untuk kebutuhan kita? Soalnya kan banyak sekali produk AC yang beredar di pasaran. Karena penasaran, aku pun searching di Google dan tanya-tanya teman yang sudah pakai AC Daikin. Biar lebih mantab gitu, kan tahu langsung dari mereka yang sudah memakainya.

AC Daikin ternyata memiliki 3 tipe, yaitu inverter, non inverter, dan AC low watt. Dari ketiganya, tipe inverter-lah yang jadi primadonanya.


AC Daikin dengan tipe inverter memang memiliki harga beli yang mahal, akan tetapi setelah dipakai atau secara umum memiliki banyak kelebihan. Diantaranya,
  1. Tipe AC hemat energi yang diklaim paling hemat listrik dibandingkan dengan tipe lainnya sampai 50%.
  2. Beban kerja AC lebih ringan.
  3. Lebih cepat mendinginkan ruangan sehingga terasa nyaman.
  4. Awet dan tahan lama.
  5. Lebih senyap.
  6. Banyak digunakan untuk pendingin udara di berbagai lokasi penting dan prestisius.
  7. Pabrik Daikin yang ada di seluruh dunia diawasi oleh tenaga ahli asli dari Jepang.
  8. Daikin merupakan salah satu pelopor teknologi inverter yang berpusat di Osaka–Jepang.

Salah satu contoh produk AC Daikin tipe inverter yang jadi incaranku adalah Urusara 7. Kenapa ada angka 7-nya? Karena AC ini memiliki 7 keunggulan. Di antaranya,
  1. Hemat energi.
  2. Ramah lingkungan.
  3. Dapat mengendalikan kelembapan dan temperatur dengan baik
  4. Mengalirkan udara dan mencegah fluktuasi suhu di ruang besar
  5. Desain dan buatan asli Jepang
  6. Menyaring udaranya dapat menguraikan bakteri dan jamur
  7. Membersihkan filter secara otomatis


Benar saja kalau ada yang bilang, "Kalau AC ya Daikin saja" ya? Banyak sekali kelebihan AC Daikin ini. Tapi, yang paling penting dari sekian banyak kelebihan AC Daikin ini adalah hemat dan nyaman saat digunakan.

Selain info tentang AC Daikin, aku juga dapat pengetahuan baru tentang penggunaan AC untuk si kecil lho. Berikut aku rincikan juga untuk kamu.
  1. Gunakan suhu ideal antara 24°-26° Celsius.
  2. Pakaikan baju jumper dan selimut saat tidur.
  3. Si kecil jangan sampai terpapar langsung dengan AC.
  4. Bersihkan filter secara berkala, enaknya kalau pakai AC Daikin Urusara 7 sudah otomatis membersihkan sendiri.
  5. Memastikan lingkungan sekitar selalu bersih.
Bagaimana, kamu tertarik juga sama AC Daikin? Aku iya banget. Atau mungkin kamu sudah pakai AC ini di rumah? Boleh dong sharing di kolom komentar. Biar aku makin semangat nabung buat beli AC Daikin tipe Urusara 7. Biar Kak Ghifa juga nggak terus-terusan kena biang keringat.

Sumber bacaan:
https://lifestyle.okezone.com/read/2011/11/13/27/528721/penggunaan-penyejuk-udara-tepat-untuk-bayi
https://m.kaskus.co.id/thread/000000000000000013906842/menurut-agan-bagusan-ac-daikin---panasonic/2
http://pusatacmurah.com/info/12/kelebihan-dan-kekurangan-ac-daikin-yang-perlu-anda-ketahui
https://acdaikin.com/keunggulan-ac-daikin-dan-kekurangannya/amp/
https://cvastro.com/daikin-urusara-7-ac-split-pintar-dengan-7-keunggulan.html
http://m.detik.com/health/read/2016/03/31/072911/3176342/1300/kipas-angin-dan-ac-bukan-penyebab-biang-keringat-pada-bayi
http://m.detik.com/health/read/2016/03/26/101431/3173269/1300/perhatikan-hal-ini-jika-hendak-gunakan-ac-atau-kipas-angin-untuk-bayi

Minggu, 15 Oktober 2017

Mau Kentut Kok Ke Rumah Sakit Dulu


Duuuuutt….duuutt….. (Kak Ghifa sambil nungging dan sedikit mengerang)

Baunya, luar biasa! 

Kak Ghifa tidur kembali di pelukanku. Anehnya, setelah kentut ‘beracun’ itu tidurnya makin pulas. Saat terbangun, dia bak anak yang tidak sakit. Pecicilan ke mana-mana.

Hahaha. Tak bisa kentut, anakku masuk rumah sakit. Geli kalau mengingat kejadian ini.

Senin, 27 Februari 2017


Sabtu, 14 Oktober 2017

Kurikulum 2013, Kau Buatku Lelah



“Tapi, Pak, dengan gaji 300 ribu per bulan, bagaimana aku bisa membahagiakan bapak dan ibu?” sergahku.

“Bahagia bapak dan ibu itu kalau orang-orang ngajeni (menghargai) kamu sebagai guru. Bukan yang lainnya.”

Aku diam. Meresapi kata demi kata yang diucapkan oleh bapakku. Dalam hatiku, doakan aku, Pak. Semoga aku istiqomah.

Sumber foto: pixabay.com

Selasa, 10 Oktober 2017

Cerita 3 Hari Mengatasi Eksim pada Kak Ghifa dengan Lactacyd Baby

“Ya Allah, Mbak, Kak Ghifa nggak rewel? Biang keringatnya kok sampai parah gitu. Kasihan banget.”

Begitulah komentar banyak orang saat melihat foto Kak Ghifa yang ini.

Biang keringat terparah saat Kak Ghifa usia 3 bulanan
***
“Wah, kamu hamil gini kena biang keringat. Nanti anakmu pasti juga gitu. Dulu, pas kamu masih kecil, kamu juga sering bermasalah dengan kulitmu.” ucap ibuku.

Eh, lha kok beneran yang disampaikan ibuku. Dari bayi sampai usia Kak Ghifa sekarang ini 25 bulan, masalah kulit masih saja menghantuinya. Mulai dari biang keringatlah, bisulan, digigit serangga langsung bentol segedhe gajah-lah, impetigo atau suleden, herpes, dan sekarang yang lagi ngehits, hihihi, adalah eksim.

Baca juga : Ini Cara Mengatasi Biang Keringat pada Bayi
Baca juga : Mengatasi Bisulan pada Bayi Secara Alami

Eksim ini kalau wong ndeso bilang, kulite mbesisik, kulitnya bersisik seperti ular tapi terasa gatal. Eksim hanya muncul di area tertentu saja. Pada Kak Ghifa, eksim ini ku temukan di area leher bagian belakang sampai punggung. Tampilannya kalau dilihat secara langsung itu seperti belang kemerahan yang ndemblok-ndemblok (apa ya bahasa Indonesianya, pokoknya kayak di foto ini). Aku sendiri sampai remaja dulu juga punya eksim di daerah kedua siku tanganku.

sumber foto: http://www.abc.net.au
Sejak kapan eksim ini muncul di tubuh Kak Ghifa, aku juga kurang tahu persis. Pokoknya kalau pas siang hari, dia main-main kok berkeringat, pasti langsung garuk-garuk bagian tersebut. Akhirnya rewel, minta digarukin. Aku beri bedak gatal, main lagi, keringetan lagi, rewel lagi. Terus seperti itu.

Berdasarkan artikel yang aku baca di alodokter.com, ada banyak sekali penyebab eksim, diantaranya:
  1. Perubahan cuaca,
  2. Keturunan,
  3. Debu,
  4. Bakteri dan virus,
  5. Air mandi yang terlalu hangat,
  6. Alergi,
  7. Asap rokok,
  8. Stres,
  9. dan lain-lain.
Eksim pada Kak Ghifa sendiri aku tidak bisa memastikan apa penyebabnya. Seingatku, ini bukan kali pertama Kak Ghifa mengalaminya. Dulu, pernah juga di kaki tapi aku biarkan begitu saja. Akan tetapi, karena ini berada di daerah yang kelihatan banget sama mata, tak dipungkiri aku jadi khawatir. Kalau sampai melebar ke wajah, gimana? Oh, no!

Salah satu eksim di tubuh Kak Ghifa
Kekhawatiranku sebenarnya beralasan, meskipun eksim ini tidak menular, tapi, bila digaruk secara terus menerus kan bisa jadi infeksi. Mengerikan. Apalagi Kak Ghifa termasuk anak yang keringatnya melimpah. Mungkin inilah salah satu penyebab kulitnya mudah sekali dihuni oleh kuman dan terasa gatal.

Sebagai ibu tentunya aku khawatir. Apalagi Kak Ghifa sering merajuk saat aku baru saja sampai di rumah. Pantas sih, kan tengah hari, lagi panas-panasnya udara sekitar, pasti leher dan punggungnya terasa gatal banget. Dia jadi nggak nyaman.

sumber foto: www.pixabay.com

Ku WhatsApp-lah temanku yang berprofesi sebagai apoteker. Ku kirim gambar punggung Kak Ghifa yang ada eksimnya.

“Bawa ke sini saja. Biar lebih jelas.” Balasnya.

Saat itu juga, masih pakai seragam sekolah, ku bawa Kak Ghifa ke apotek temanku itu.

“Oh, benar, ini eksim. Kemarin juga banyak yang ke sini dengan keluhan yang sama. Perubahan cuaca ini lho penyebabnya. Panas banget kan?” terang temanku.

“Ho-oh, lha terus dikasih obat apa? Tapi, jangan yang diminum ya!”

“Hahaha. Mau yang mahal apa yang murah?” temanku berlalu dan masuk ke bagian dalam apoteknya. Saat keluar dia sudah membawa dus kecil berwarna putih.

“Lactacyd Baby ini harganya memang agak mahal, tapi kalau menurutku memang sebanding sih sama hasilnya. Apalagi ini termasuk brand internasional yang sudah terpercaya untuk menjaga kulit bayi dari iritasi ringan.”

Kubaca sekilas ingredient list dan cara pakainya.

“Insya Allah aman kok. Aku sendiri juga pakai buat cuci muka.” Aku melongo mendengar pengakuan temanku ini yang tetap cantik meskipun nggak pakai kosmetik.

“Oke, aku coba ya. Tapi, kalau pakai ini ntar boleh pakai body lotion, nggak?” tanyaku sebelum pamit.

“Iya, nggak papa. Malah bagus. Jadi, kulitnya nggak kering. Kalau makin kering, eksimnya malah tambah parah. Pokoknya, coba dulu #LactacydBaby. Tunggu sampai 3 hari pemakaian, kalau nggak ada perubahan, hentikan! Semoga saja cocok di kulit Kak Ghifa ya. Karena menurutku ini produk yang paling #BabySkinExpert.”

***


Hari pertama memakai Lactacyd Baby,

Sebelum mandiin Kak Ghifa, ku pastikan dulu airnya suam-suam kuku. Pesan temanku, nggak boleh terlalu hangat. Karena ini akan memperparah eksimnya.

Bening tak berwarna (tidak dikocok), encer, dan baunya khas banget.
Pas digosok-gosok, busanya nggak terlalu banyak

Baru beberapa detik, busanya hilang. Ini berarti Lactacyd Baby mudah sekali menyerap ke kulit

Seperti biasa, setiap kali mau mandi, Kak Ghifa excited banget. Setelah mengguyur badannya, ku kocok-kocok botol Lactacyd Baby itu. Ternyata encer banget, seperti air. Warnanya putih seperti susu, dan saat kucium, baunya tak seperti sabun kebanyakan yang wangi, ini seperti bau obat tapi nggak menyengat. Kuusap-usapkan ke tangan, ternyata busanya nggak banyak.

Setelah seluruh badan rata, ku bilas dengan air. Sambil membersihkan air yang tertinggal, aku merasa kok kulit Kak Ghifa lebih lembut dan agak licin. Biasanya kan kalau pakai sabun bayi yang dipakainya selama ini, setelah dibilas kulitnya malah keset banget. Ini mungkin karena pada Lactacyd Baby ada kandungan alami dari ekstrak susu serta formulasi dengan pH yang sesuai dengan kebutuhan kulit bayi.

Aku berinisiatif dengan mengulanginya lagi, memberi sabun Lactacyd Baby, ke bagian leher dan punggung saja. Pikirku saat itu, eh, kok halus, siapa tahu kalau diperlakukan dua kali jadi makin cepat kabur eksimnya. Hihihi.

Setelah mandi, seperti biasa, kupakaikan body lotion ku tubuh Kak Ghifa, tak lupa bagian leher dan punggungnya. Baru sekali pakai, aku juga heran, kok cepat sekali kelihatan perbedaannya ya.

Yang paling kelihatan bedanya, kulit Kak Ghifa jadi lebih lembut dan nggak kering. Eksimnya yang awalnya tebal tampak menipis.
Ketika mandi sore, aku pun menggunakan Lactacyd Baby ini seperti yang ku ceritakan di atas. Rasanya tenang kalau produk yang digunakan Kak Ghifa sudah teruji secara dermatologi dan dapat digunakan setiap hari, seperti Lactacyd Baby ini. Jadi, aku makin semangat menggunakannya apalagi kelihatan ada perubahan.

Hari kedua memakai Lactacyd Baby,

Kak Ghifa ini tipe anak yang nggak suka pakai baju tanpa lengan (ketiaknya kelihatan). Mau panasnya seperti apa, ya, dia tetap pakai baju berlengan. Nah, pas hari kedua ini kebetulan hawanya itu panas banget. Dia beberapa kali kudapati sedang garuk-garuk dadanya terus. Bukan punggung atau lehernya. Aku sempat berpikir, apa mungkin eksimnya muncul juga di dada?

Ketika aku hendak memandikannya sore hari, tahu apa yang kulihat? Yap, biang keringat muncul di dada dan punggungnya. Mau bagaimana lagi, Kak Ghifa nggak mau pakai baju tanpa lengan sih.

Biang keringat muncul di hari kedua

"Eksimnya belum kabur malah nambah biang keringat." batinku.

Ya, sudahlah. Ku mandikan kak Ghifa seperti biasa. Saat bagian wajahnya kuberi Lactacyd Baby, "Merem, Kak. Sebentar-sebentar, Ummi bilas dulu."

Eh, Kak Ghifa malah membuka mata sambil nyengir. Aku pikir matanya bakalan pedih, ternyata tidak. Karena penasaran, aku pun mencobanya untuk mencuci muka. Ternyata memang nggak pedih. Ku tepuk pipiku, kenyal dan lembut. Pas ngaca di cermin, wajahku juga ajeg. Nggak sampai putih pucat seperti pembersih yang kupakai selama ini. Wah, aku malah tertarik juga untuk memakainya.

Memang benar ya, kalau produk untuk bayi itu lebih alami dan nggak bikin neko-neko. Lactacyd Baby ini juga bisa digunakan untuk bayi lho ya. Akan tetapi, cara pemakaiannya berbeda. Di dus-nya ada keterangan lengkapnya kok. Santai.

Hari ketiga memakai Lactacyd Baby,

Pagi hari itu seringkali bikin aku kemrungsung. Pokoknya sebelum pergi ke sekolah semua harus siap. Mulai Kak Ghifa yang sudah mandi sampai menyuapinya. Saking hebohnya, aku gak memperhatikan eksim dan biang keringatnya sudah hilang atau belum.

Sorenya, saat hendak mandi, aku baru sempat ngecek kondisi dada, punggung, dan lehernya. Aku cukup kaget saat biang keringat di dadanya itu sudah hilang. Kalau eksimnya sih belum hilang total. Tapi, makin menipis ketebalannya lho.

Kulit bagian punggung sudah mendingan, tinggal bagian leher yang masih agak menghitam eksimnya.

Wah, ini harus dilanjutkan nih. Kelihatan banget perubahannya. Intensitas Kak Ghifa garuk-garuk di area leher, punggung, dan dada pun makin berkurang.

Oiya, kalau kamu juga pengen nyobain Lactacyd Baby ini, beli saja di apotek, toko perlengakapan bayi atau minimarket terdekat ya. Untuk botol ukuran 60 ml harganya sekitar 25 ribuan. Kalau dipakai seperti Kak Ghifa, seluruh badan (bagian tertentu ku pakaikan dua kali) dan keramas (setelah tahu tidak pedih di mata, Kak Ghifa langsung minta keramas juga) itu bisa dipakai selama 5 hari.

Kesimpulan,
Orang tahunya Lactacyd Baby itu digunakan untuk mengatasi biang keringat. Akan tetapi, ternyata teruji juga bisa mengatasi iritasi ringan lainnya seperti eksim yang dialami Kak Ghifa. Aku bersyukur banget nemuin produk brand internasional yang sudah terpercaya untuk menjaga kulit bayi dari iritasi ringan ini.

Meskipun belum hilang total, paling tidak eksim Kak Ghifa sudah mulai berkurang dan akan aku teruskan penggunaannya. Pun karena kandungan bahannya alami dari ekstrak susu serta formulasi dengan pH yang sesuai dengan kebutuhan kulit bayi.

Dengan teruji secara dermatologi yang dapat digunakan setiap hari, produk perawatan bayi ini rekomended untuk digunakan di musim pancaroba saat ini. Kasihan kan kalau si kecil merasa nggak nyaman karena bermasalah dengan kulitnya. Yuk, coba sekarang! Jangan menunggu masalah kulit si kecil makin parah!

Sumber bacaan:
http://www.alodokter.com/eksim-atopik
http://www.alodokter.com/bunda-mari-pahami-cara-menyembuhkan-eksim-pada-bayi
http://blog.asibayi.com/2014/02/eksim-pada-bayi-baby-eczema/